NovelToon NovelToon
Married With Neighbor

Married With Neighbor

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:138.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risalah_Hati

Berawal dari hubungan sebagai tetangga hingga pada akhirnya takdir merubahnya menjadi sebuah hubungan yang terjalin dalam ikatan rumah tangga.

Daffin Malik Narendra tidak pernah menyangka jika dirinya akan berjodoh dengan putri dari tetangganya. Tentu saja hal ini terjadi lantaran sang mama yang begitu terobsesi untuk menjadikan putri dari tetangganya itu sebagai menantunya.

Begitu juga dengan Kanaya. Dirinya sama sekali tidak pernah menyangka akan berjodoh dengan Daffin yang tak lain anak laki-laki dari tetangganya. Apalagi dimata Kanaya, Daffin adalah pria dingin dan menyebalkan.

"Bukannya dapat jodoh cowok yang cool, ini malah dapatnya kanebo kering." Kanaya Putri

"Buat apa cobak kuliah jauh-jauh sampai keluar negeri kalau ujung-ujungnya nikah sama tetangga. Mana cabe-cabean lagi." Daffin Malik Narendra.

Akankah keduanya mampu menjalani hari-hari mereka sebagai sepasang suami istri?

Yuk ikuti terus jalan ceritanya dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risalah_Hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tahanan

Kini mobil Daffin sudah sampai diparkiran depan kantor miliknya. Setelah membetulkan jasnya, Daffin keluar dari dalam mobil. Namun sayangnya hal itu tidak diikuti oleh orang yang duduk disampingnya.

ck.....

Daffin berdecak kesal dan kemudian berbalik badan begitu menyadari Naya ternyata masih berada didalam mobilnya.

"Keluar, kalau enggak gue gendong sekarang juga."

Mendengar ucapan Daffin yang terdengar seperti nada mengancam, tentu saja membuat Naya bergidik ngeri. Ia membayangkan betapa malunya jika sampai hal itu terjadi.

"Dasar tukang maksa. Perasaan dari tadi nyebelin mulu. Mana omongannya pedes banget, sok maksa-maksa lagi. Eh sekarang malah beralih jadi sok ngancam segala. Situ pikir gue takut apa. Untung anaknya tante Lina. Kalau enggak, udah gue ajak ribut tuh orang." Naya terlihat ngoceh-ngoceh sendiri. Tidak lupa mulutnya juga sesekali ikut mengumpati Daffin.

Kini pandangan semua karyawan disana tertuju pada Naya. Mereka menebak apakah gadis yang dibawa bosnya ini merupakan tunangannya, pacarnya atau mungkin saudaranya. Sementara Naya sendiri memilih berjalan dengan pandangan lurus kedepan. Hal ini tentu saja karena Naya tidak berani menoleh kepada para karyawan Daffin yang tengah membicarakannya.

"Kamu duduk manis disitu dan jangan menggangguku. Biarkan aku bekerja dengan baik." Kalimat itu yang diucapkan Daffin manakala keduanya sudah sampai didalam ruangan milik Daffin.

Sebenarnya Naya begitu kesal dengan apa yang dikatakan oleh Daffin. Hanya saja dirinya yang tak ingin banyak berdebat memilih langsung duduk sambil memainkan ponselnya. Sesekali pandangannya ia edarkan untuk menatap sekeliling.

"Rapi dan bersih." Begitulah penilaian Naya sekilas tentang suasana ruangan milik Daffin.

Hampir dua jam Naya berada disana. Hingga tanpa disadari Naya sampai ketiduran disofa.

"Anak ini hanya merepotkanku saja." Daffin langsung menutup laptopnya begitu menyadari gadis yang dibawanya nampak ketiduran disofa. Namun baru saja Daffin mendekati Naya karena hendak membangunkannya, tiba-tiba ada yang mengetuk ruangannya.

Sebenarnya Daffin tau jika yang datang itu pasti Farel. Namun secepat mungkin Daffin kembali menjauhkan dirinya karena tidak ingin membuat Farel berfikir yang macam-macam tentangnya. Apalagi sebelumnya Farel tidak tau jika dia kembali kekantor dengan sengaja membawa Naya.

"Ini makanan yang lo pes...." Belum sempat melanjutkan ucapannya, Farel langsung terdiam begitu dirinya melihat sosok gadis cantik tengah tertidur disofa.

"Gue gak salah lihat ini." Farel terlihat mengusap kedua matanya berkali-kali hanya karena ingin memastikan apa yang dilihatnya ini benar atau tidak.

"Wah-wah-wah, ini lho bawa putri tidur dari mana?jangan-jangan ini anak sengaja lo kasih obat tidur. Jangan bilang udah lo iya-iyain ini anak." Sekata-kata Farel menuduh Daffin.

Daffin yang kesal dengan tuduhan yang dilayangkan oleh asisten lak-natnya ini tentu saja langsung memberikan hadiah berupa sentilan yang lumayan keras dikeningnya.

"Mulut lo lemes bener kalau ngomong. Kalau gue sampai iya-iyain ini anak, bukan cuman bokap sama nyokapnya yang bakalan ngamuk sama gue. Bisa-bisa mama gue juga ikutan murka dan langsung nyoret gue dari daftar kartu keluarga."

Daffin terlihat bernafas kasar sebelum melanjutkan perkataannya.

"Udah mending lo jauh-jauh, gak usah sok mau nyamperin segala." Daffin kali ini menatap tajam kearah Farel yang hendak mendekat kearah dimana Naya masih tertidur. Farel terlihat mundur begitu mendapat peringatan dari sang bos.

Mendengar seperti ada suara orang yang tengah berdebat, membuat Naya perlahan membuka kedua matanya.

"Kak Daffin, maaf aku ketiduran." Naya terlihat gugup bercampur malu begitu menyadari jika dirinya baru saja ketiduran diruangan Daffin.

"Ehem....."

Farel sengaja berdehem agar bisa membuat Naya mengalihkan pandangan matanya terhadap dirinya.

Sementara Naya yang mendengar seperti ada suara orang lain langsung menoleh kesumber asalnya.

"Hai cantik, kenalin aku Farel asistennya Daffin."

Baru saja Farel hendak mengulurkan tangannya agar bisa berjabat tangan dengan Naya, namun dengan cepat Daffin beranjak dari tempatnya dan menepis tangan Farel.

"Tugas lo cuman anter makan siang gue kan?"

Daffin memang tidak mengusir Farel dari ruangannya secara langsung. Namun dari kalimatnya sudah jelas jika sepertinya Farel harus keluar setelah menyelesaikan tugasnya untuk mengantar makan siang yang dipesan oleh bosnya ini

Dengan sejuta rasa penasaran, Farel mau tidak mau akhirnya pergi meninggalkan dua orang itu. Meski sebenarnya menyimpan banyak pertanyaan kira-kira siapa gadis itu, apa hubungannya dengan Daffin, dan masih banyak lagi pertanyaan yang bersarang diotaknya.

Setelah memastikan Farel sudah benar-benar keluar, Daffin langsung mengambil dua bungkusan plastik berisi menu makan siang dan memberikannya satu pada Naya.

"Kamu makan dulu. Aku gak mau kamu sampai kelaparan. Entar yang ada kalau kamu sakit aku malah diminta tanggung jawab lagi."

Perkataan Daffin diawal membuat Naya sempat mengira jika Daffin seperti mengkhawatirkannya. Namun kalimat berikutnya, jelas Naya faham jika tindakannya itu Daffin lakukan lantaran merasa takut jika dirinya akan dimintai pertanggungjawaban lagi apabila membuatnya sakit lantaran telat makan.

"Ck....kirain ngasih makannya ikhlas, ternyata..." Naya tidak lagi melanjutkan perkataannya begitu mendengar Daffin memotongnya. Ternyata tanpa Naya sadari Daffin mendengar apa yang diucapkannya.

"Ternyata gimana maksudnya?" Tanya Daffin penuh selidik.

"Gg-gak gimana-gimana. Mungkin kamu salah dengar." Meski gugup, namun sebisa mungkin dirinya mencari alasan agar tidak lagi mendengar pria menyebalkan dihadapannya ini marah-marah kepadanya.

Sekarang keduanya nampak menikmati makan siang dengan pikiran mereka masing-masing. Bahkan selama mereka makan tidak ada obrolan sama sekali.

Setelah makan Naya berinisiatif keluar dari ruangan Daffin. Dengan perlahan ia membuka pintu. Namun sayang, saat hampir saja dirinya bisa keluar, tiba-tiba suara Daffin sudah memanggilnya.

"Kamu mau kemana, jangan bilang kamu mau kabur."

"Ck...siapa juga yang mau kabur." Ucap Naya sewot.

Dia pikir gue tahanan apa.

"Kalau gak kabur, terus kenapa jalannya ngendap-ngendap gitu?"

"Ya kan aku gak mau ganggu kamu. Lagian aku keluar mau cari mushola."

Yes....Alasan yang tepat.

Dalam batin Naya bersorak karena akhirnya dirinya menemukan alasan yang tepat.

"Maaf lupa gak ngasih tau. Kamu bisa sholat disini. Bentar lagi mukenanya akan diantar kesini."

Gagal sudah rencana Naya agar bisa kabur. Karena sepertinya Daffin sama sekali tak memberinya celah untuk bisa meninggalkan ruangannya. Jika sudah seperti ini, Naya merasa dirinya benar-benar seperti seorang tahanan.

Hingga tanpa terasa akhirnya jam pulang kantor tiba. Naya ikut keluar dengan mengekor dibelakang Daffin.

Meski lagi-lagi telinganya harus mendengarkan beberapa karyawan yang nampak berbisik tentang dirinya, namun bagi Naya bodoh amat. Karena baginya yang terpenting saat ini adalah dirinya bisa segera pulang dan ingin segera merebahkan tubuhnya.

Dan saat ini mereka sudah sampai. Naya yang masih sangat kesal lantaran Daffin yang sudah membuatnya seharian ikut berada dikantor, langsung memilih keluar tanpa mengucapkan sepatah katapun. Bahkan Naya dengan sengaja menutup pintu mobilnya dengan lumayan keras.

Melihat itu Daffin hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena percuma jika dirinya protes, mengingat saat ini Naya sudah terlihat masuk kedalam gerbang rumahnya.

1
Ntaaa___
Jangan lupa mampir di ceritaku kak😇💪
adin
Buruk
Risalah_Hati: Terima kasih atas penilaiannya. semoga menjadi tambahan motivasi buat saya untuk bisa membuat cerita yg lebih baik lagi.
total 1 replies
Rini Anggraini
Luar biasa
Mukmini Salasiyanti
krn Cu-Cu nya blm muncul..
nah bonusnya Bunga aj ya, Fin..
😂🤣
Mukmini Salasiyanti
bang..
bang..
bangKruutt



😆🤣
Mukmini Salasiyanti
payahhh
Mukmini Salasiyanti
bener itu....
gaskeunnnnn
Mukmini Salasiyanti
hadehhhhhhh
Mukmini Salasiyanti
ada..
itu barusan
Mukmini Salasiyanti
nindiiii??
satria???
Mukmini Salasiyanti
hahhh
aqu pun jd nyesal nih dukung naya
udah jd istri pun blm bisa berubah..
Mukmini Salasiyanti
tuh kan??
kena lagiiii


ampyuun uunn Bund
Mukmini Salasiyanti
laah..
author dan naya joinan stres nih????
Mukmini Salasiyanti
iya
mmg benar..
ingin kebahagiaan mu..

smg langgeng ya, Nay....
sing sabar....
Mukmini Salasiyanti
nah loh????
singkat jelas padat dan SiGap!
😃🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
waduhhhh
gawat darurat nih...
.
awas aj loe gk.nikahin naya ya, fin..
gue kaburrrrrrrrrr
Mukmini Salasiyanti
hadehhhhh
sok. Jaim
ujung ujungnya narik tangan juga..
😃🤣
Mukmini Salasiyanti
GUE suka Gaya, loe!!
Biarin JuTek tp ttp Tegas!!
tapi juteknya cukup ma Raisa
aj ya, No Naya!!!

😁🤣🤣
Mukmini Salasiyanti
aishhhhhhh
berat nih, Nay...
ada saingan CLBK
cinta lama berjuang kembali...
wkwkwk 🤣
Mukmini Salasiyanti
Flowers 4 Da-Na🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!