NovelToon NovelToon
Antagonis Mati, Male Lead Menggila

Antagonis Mati, Male Lead Menggila

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Angst / Romansa / Chicklit
Popularitas:39.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dhicielff

Saat membaca novel 'Istri Untuk Pangeran', aku merasakan rasa kantuk yang teramat sangat. Aku terbangun tapi berada dalam tubuh seorang Antagonis wanita yang berusaha merebut perhatian Male Lead dan menyiksa Female Lead untuk memisahkan mereka, ingatan pemilik tubuh ini sama persis dengan jalan cerita novel itu, Antagonis akan mati pada akhirnya. Aku hanya ingin kembali, maka kuputuskan untuk tetap menjalankan peran Antagonis dan kembali ke duniaku.

---

"Akhirnya aku akan kembali. . ." gumam Vera.

"Aku tidak mengizinkanmu mati, Vera!" Putra Mahkota memangku tubuh lemah Vera.

Vera melihat tatap khawatir dan sedih dari kedua netra emas putra mahkota, membuat dadanya bergemuruh. Bukankah pria itu sangat membencinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhicielff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bawahan Baru

Vera berjalan ke arah ruang kerja kakaknya setelah mendapat info dari tangan kanan kakaknya bahwa Giovan ingin menemuinya.

Vera tidak salah menilai kakaknya, baru kemarin ia meminta tolong kepada Giovan, pria itu sudah menemukan orang yang Vera butuhkan sungguh sangat berdedikasi.

"Kak Gio, Vera datang." kata Vera kemudian dipersilakan masuk oleh pelayan kakaknya.

"Vera, mereka adalah orang yang aku pilih untuk membantu bisnismu" kata Giovan menunjuk kepada tiga orang yang berdiri di dekat pintu masuk ruang kerja kakaknya.

Ketiga wanita itu menatap Vera kemudian memberi salam sopan padanya.

"Ini Isabela, Freya dan Viona." kata Giovan memperkenalkan ketiga wanita itu.

"Halo, mulai sekarang kalian akan bekerja bersamaku dan nanti aku akan terangkan apa saja yang harus kalian lakukan, ngomong-ngomong apakah kalian bisa membaca dan menulis?" tanya Vera.

"Kami bisa, nona Vera, sebelumnya kami belajar di yayan yang dikelola oleh keluarga Duke Verita." kata wanita yang bernama Freya.

"Yah mereka merupakan unggulan yang aku pilih, bersikap baiklah pada mereka." kata Giovan.

"Kakak tenang saja, aku bukan Vera yang dulu suka seenaknya" kata Vera membela diri.

"Kalian bisa ikut Nana, tunggu aku di kereta kuda kita akan langsung menuju toko untuk membahas rencana renovasi dan membahas menu yang akan kita jual nantinya." kata Vera.

"Baik, nona" jawab ketiga wanita itu bersamaan kemudian pergi.

"Kak Gio, apakah kita punya yayasan yang membantu rakyat kecil seperti itu?" tanya Vera pada kakaknya.

"Ya, meskipun tidak besar tapi keluarga kita memilikinya letaknya di perbatasan kerajaan, lumayan terpencil namun sangat tenang dan damai, cocok untuk belajar." jawab Giovan.

"Apakah yayasan itu sudah lama berjalan?" tanya Vera entah mengapa makin penasaran karena dalam plot novel tidak ada penjelasan mengenai yayasan ini, padahal dalam novel keluarga Verita dideskripsikan sebagai antagonis yang berdarah dingin.

"Menurut data yang berada di ruang arsip keluarga kita, yayasan itu dibangun satu tahun setelah isu adanya pemberontakan di dalam istana kekaisaran Abigail." kata Giovan.

Vera ingat dalam plot, isu pemberontakan dalam istana membuat gempar masyarakat kekaisaran dan menimbulkan ketidakstabilan pemerintahan. Namun Vera tahu jika hal itu dimaksudkan untuk menutupi hal besar mengenai kematian pewaris kekaisaran, anak kandung Kaisar Abigail dan Ratu.

"Kak Gio, bisakah kakak mengajakku kesana saat luang?" tanya Vera.

"Tentu saja, sudah lama aku tak mengunjungi yayasan itu, nanti aku akan meluangkan waktu agar kita bisa pergi kesana." kata Giovan.

"Kalau begitu Vera pergi dulu kak, terima kasih atas bantuannya." kata Vera.

Giovan tersenyum mengangguk dan mengusap puncak kepala Vera, "hati-hati di jalan" kata Giovan singkat.

"Iya." balas Vera kemudian pergi dari ruangan kakaknya.

Vera melihat Nana, George dan ketiga bawahan barunya menunggu di dekat dua kereta kuda yang terparkir didepan mansion.

"Maaf kalau agak lama, mari kita berangkat" ajak Vera.

George seperti biasa duduk didepan sebelah kusir, Vera dan Nana masuk dalam gerbong, mereka berada di kereta kuda yang sama. Sedangkan ketiga wanita lainnya masuk dalam kereta kuda lainnya yang telah disiapkan George.

"Nona, saya menyiapkan cemilan ringan untuk nona, tadi pagi nona terlihat makan lebih sedikit." kata Nana.

"Terima kasih, Nana, akan aku makan." kata Vera kemudian mengambil sebuah kukis dari piring yang disodorkan Nana.

"Apakah tidak sesuai selera nona?" tanya Nana karena melihat raut lesu Vera.

"Ini sangat enak, Nana, hanya saja banyak yang ku pikirkan membuatku tidak bersemangat." kata Nana.

"Nona tenang saja, saya akan menemani nona dan akan mendukung nona apapun yang terjadi." kata Nana membuat Vera teringat akan nasib Nana dalam novel yang tragis karena berusaha menolongnya dari hukuman.

Saat itu keluarganya sudah dieksekusi terlebih dulu dan Vera terpuruk dipenjara sendirian, Nana menyelinap ke dalam penjara kemudian memaksanya menyamar menjadi dirinya agar bisa kabur dengan baju maid nya, namun ketahuan oleh penjaga dan akhirnya gadis malang itu dipukuli hingga mati oleh pengawas penjara.

"Terima kasih Nana, kamu membuatku lebih baik." kata Vera tulus.

"Nona andalkan saja saya jika membutuhkan sesuatu akan saya usahakan semampu saya, Nona" kara Nana dengan senyuman manisnya.

Rombongan Vera pun sampai di depan toko yang dibelinya kemarin.

"Oh iya, apakah kalian sudah diberikan posisi masing-masing oleh kakak?" tanya Vera pada tiga wanita yang menjadi bawahan barunya.

"Kami sudah mendapatkan posisi kami, nona, tuan muda Verita menunjuk saya, Freya sebagai asisten anda, Isabela yang memang ahli dalam memasak ditunjuk sebagai juru masak dan Viona yang humble dan cerdas ditunjuk menjadi pramusaji." jawab Freya.

"Oke, mari kita masuk dan berbincang di dalam." kata Vera kemudian mengajak rombongannya masuk ke dalam toko dan mengamati serta membicarakan apa saja yang harus di rubah dari toko itu dan mencocokkannya dengan apa yang diinginkan Vera.

Ditengah hari Vera pun akhirnya mengundang seorang ahli bangunan yang akan membantunya dalam urusan membangun ulang toko. Mereka berdiskusi agak lama sembari menggambarkan desain toko yang Vera mau.

"Jadi tuan, nona saya ingin suasana toko menjadi ceria dan bisa diterima oleh banyak kalangan." kata Freya yang membantu Vera mengarahkan ahli bangunan itu agar menggambar desain yang sesuai dengan permintaan Vera.

Vera sangat puas dengan kinerja Freya sebagai asistennya. Pengetahuannya begitu luas dan pemikirannya terbuka, mungkin jika Freya berada di jamannya ia merupakan wanita karier yang sukses.

Vera mengarahkan Nana untuk mengajari Viona dasar-dasar tata krama saat menghadapi bangsawan, agar tamu yang datang bisa senang dengan pelayanannya.

Sedangkan Vera memberikan beberapa lembar resep kepada Isabela untuk dipelajari gadis itu sebelum akhirnya kembali ke sisi Freya untuk melanjutkan diskusi mengenai toko.

Tak terasa hari pun sudah sore setelah kepergian ahli bangunan, Vera dan yang lainnya pun membereskan kekacauan yang ada dan bersiap untuk pulang.

"Kalian bertiga tinggal dimana sekarang, karena yayasan berada diperbatasan tidak mungkin bagi kalian untuk kembali kan?" tanya Vera.

"Tempat tinggal kami sudah dipersiapkan oleh tuan muda Verita, nona tidak perlu khawatir karena tempatnya sangat nyaman bagi kami." jawab Freya.

Vera mengangguk sebagai respon, "oh iya, Freya, besok pastikan untuk mengawasi segala sesuatunya agar sesuai dengan rencana." kata Vera saat ia akan berpisah dengan ketiga gadis itu.

"Untuk Viona dan Isabela berhubung toko ini akan direnovasi dan memerlukan waktu paling cepat satu minggu, kalian besok bisa menemuiku di mansion untuk melanjutkan pelatihan." kata Vera.

"Baik, nona." Jawab Isabela dan Viona.

"Oke kalian bisa kembali dengan kereta kuda yang tadi, hati-hati dijalan, aku pergi dulu." pamit Vera.

Vera pun menuju ke mansion Verita, entah karena kelelahan atau karena kereta kuda berjalan lambat, Vera pun menutup matanya yang berat dan tertidur menyandar jendela gerbong.

Saat itu Giovan menunggu dengan khawatir Vera karena sore semakin larut, ia khawatir karena seharian Vera tidak berada di mansion. Namun saat melihat kereta kuda milik Vera terlihat di kejauhan rasa khawatirnya sedikit mereda.

"Tuan muda, sedang apa disini?" tanya George pada Giovan.

"Aku menunggu adikku, kalian pulang sangat terlambat." kata Giovan yang entah mengapa terasa menusuk, George pun meminta maaf dan menjelaskan alasan keterlambatan mereka.

Setelah George dan Giovan berbincang cukup lama, Nana pun baru keluar dari gerbong dan kemudian menyapa Giovan, "Tuan muda, nona tidak mau dibangunkan." kata Nana terlihat putus asa.

Giovan akhirnya menggendong tubuh Vera dan menuju ke kamarnya. Vera sedikit membuka matanya yang berat saat ia merasakan tubuhnya melayang dan kemudian kembali terlelap.

Nana dan pelayan lain pun mulai sibuk menyiapkan pakaian ganti dan peralatan untuk membersihkan tubuh Vera.

"Jangan terlalu lelah, lihatlah sekarang bahkan tidak kuat untuk bangun." bisik Giovan pada Vera, namun tak ada respon dari gadis itu.

Seperti biasa setelah meletakkan Vera di tempat tidurnya, Giovan mengecup pelan puncak kepala Vera kemudian pergi dari ruangan Vera.

Nana dan pelayan yang lainnya tak lama kemudian masuk ruangan dan mulai membersihkan tubuh Vera dan mengganti pakaian Vera.

**TBC**

Jangan terlalu lelah bekerja guys, nanti sakit loh. . .

1
Ibuk'e Denia
aq mampir thor
Rina Setiana
Lumayan
Kartika Lina
tuh kan keluarga verita justru yang menolong,,
Kartika Lina
kamu akan menyesal karna telah salah sasaran akan dendammu alex 😡
Kartika Lina
giliran di dekati pria lain ga rela dasar laki2 labil 😡
Kartika Lina
dendam mu salah sasaran putra mahkota 😒
Kartika Lina
syuka dengan ceritanya,, juga ada pengetahuan yg terselip,, keren thor 👍😍
Ririn Santi
ladang uang baru hehehe....
Elok Pratiwi
cerita yg menarik
Sulati Cus
ak mlh berhrp Vera berjodoh sm kk angkat nya
Msfly14
lanjut Thor, dan semangat 🔥
Ririn Santi
artinya jika permaisuri mengetahui ini, nyawa ibu kandung putra mahkota akan terancam kembali. masalahnya skrg di putar mahkota yg bisa setiap waktu mengancam keselamatan Vera dan keluarganya
Msfly14
ya ya ya, Vera mati... kurasa mu juga ikut bunuh diri dah bego
Ririn Santi
betul Vera, fokus pd pekerjaan dan pengembangan usaha aja, abaikan orang" yg julid bin rese' itu terlebih pangeran mahkota plus gebetannya yg gak kasi manfaat itu.
Oya mgkn ada baiknya bertanya pd ayah vera kebenaran ttg ibu kandung pangeran mahkota agar tdk terjadi kesalahpahaman yg berakibat fatal kembali
Msfly14: paling kalau berakibat fatal, yang nanges Bombay pasti pangeran mahkota.... dan itu harus
total 1 replies
Ririn Santi
yah udah habis aja.....
lanjut yah thor
Ririn Santi
ditunggu kelanjutannya ya thor
Ririn Santi
ada cogan cuy
Ririn Santi
ayo Louise cepat lamar Vera jgn sampe keduluan sama yg lain
Ririn Santi
setuju sih klu Vera dg grand Duke aja
Ririn Santi
wah wah putra mahkota ternyata lelaki berhati jahat, mmg gak pantas utk dicintai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!