NovelToon NovelToon
My Rollercoaster Wedding

My Rollercoaster Wedding

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Menceritakan tentang seorang wanita yang harus mengalami berbagai macam batu sandungan sebelum menemukan kebahagiannya di dalam dunia pernikahan. Tidak ada yang tau takdir seperti apa yang akan dia jalani.

Kehidupan pernikahan itu layaknya wahana Rollercoaster. Pada awalnya masih datar dan baik-baik saja. Tetapi semakin lama kecepatannya akan terus bertambah. Melenggak-lenggok di atas rel, dan harus merasakan terbalik dulu. Baru setelah itu di kembalikan lagi ke tempat yang datar seperti semula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 8 - Pulang?

Pagi kembali menyapa, Raline menjadi orang pertama yang bangun. Dia menatap suaminya yang masih tertidur dengan lelap, tak terasa kedua pipinya memerah. Menikah dengan pria di depannya ini terasa seperti mimpi.

Entah kenapa pagi ini dia merasa begitu malas untuk turun dari atas kasur, padahal dia terbiasa bangun dan mandi pagi. Sang suami mengeratkan pelukannya, usapan lembut dia rasakan di atas kepala.

"Kalau masih ngantuk tidur lagi aja " ucap Adnan.

Raline mendusalkan wajahnya di atas dada bidang suaminya. "Mm, males banget aku hari ini."

"Ya udah, ayo tidur lagi," balas sang suami. Keduanya kembali tidur dan terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang.

...****************...

"Siang ini kita checkout ya?"

Adnan mengangguk, "Iya, semua barang penting milik kamu udah aku suruh pindahin orang, jadi dari sini kita bisa langsung pulang ke rumahku," jelasnya.

"Emang gak masalah aku tinggal di rumah bareng sama orang tua kamu? Aku masih ngerasa gak enak sama mereka."

"Ya gapapa lah, emang kamu mau tinggal di mana, kan sekarang kamu istri aku," ucap Adnan. "Kamu gak usah takut, kan ada aku," tambahnya.

Raline tidak merespon ucapan suaminya, otaknya sibuk berpikir. Mungkin dengan dia tinggal bersama mertuanya, itu bisa menjadi langkah bagus untuk lebih dekat dengan orang tua dari suaminya tersebut.

"Oh iya, aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ujar Adnan.

Raline menatap suaminya penasaran, "Apa, Mas?"

Adnan menatap dalam istrinya, "Gimana kalau kamu kuliah? Sekarang kan kamu udah jadi tanggung jawab aku, dan juga aku mau kamu berhenti kerja," ungkapnya dengan sungguh-sungguh.

"Kuliah?" ulang Raline. Tidak masalah jika dia berhenti bekerja, toh sekarang dia sudah menjadi seorang istri, tapi jika dia kuliah?

Adnan mengangguk, "Iya, kuliah. Kamu masih muda, masih banyak cita-cita yang bisa kamu raih. Kamu gak perlu mikirin biaya, terserah kamu mau masuk jurusan apa, tapi aku mau kamu kuliah."

Raline termenung mendengar ucapan suaminya. "Aku pikirin dulu gak papa kan, Mas?" ucapnya. Di satu sisi dia memang merasa senang, tapi di sisi lain dia takut dengan respon dari mertuanya, terlebih dari Ibu mertuanya yang sejak awal selalu menuduhnya memanfaatkan sang anak.

"Aku kasih waktu seminggu ya. Aku beneran berharap kamu menerima tawaranku kali ini. Jangan pernah merasa menjadi beban, kamu tanggung jawabku, dan ini demi kebaikan kamu juga."

Raline mengangguk, dia akan melihat dulu bagaimana perlakuan ayah dan Ibu mertuanya padanya selama satu minggu ke depan, setelahnya dia akan memutuskan untuk kuliah atau tidak.

"Ayo siap-siap, bentar lagi waktu makan siang, kita checkout sekalian makan siang di luar aja," ajak sang suami.

Raline mengambil tas kecil yang berisi ponsel serta dompetnya. Percayalah, dia tidak membawa apapun ke sini. Setelah checkout, mereka menuju mobil yang sudah disiapkan, dan pergi mencari makan siang.

"Kamu mau makan apa, Yang," tanya Adnan begitu mobil sudah membelah jalanan yang cukup padat.

"Drive true aja ya, aku males keluar mobil, nanti kita makan di dalem mobil aja," kata Raline.

"Baiklah, Tuan putri."

Setelah mengantri dan mendapatkan makanannya, mereka memutuskan untuk mencari tempat yang sejuk dan luas untuk berhenti makan sejenak.

30 menit kemudian, mereka sudah menyelesaikan makannya dan melanjutkan perjalanan menuju rumah Adnan. Selama perjalanan, tangan Raline selalu di genggam oleh sang suami, menyalurkan perasaan aman seolah tau apa yang sedang dia rasakan.

Bersambung

Semoga suka, see you on the next chap 🥰

Jangan lupa like dan komen 🤩

1
falea sezi
suka deh q kira meninggal
falea sezi
heleh tinggal cerai beres muter g jelas
Isje Herawati
aslinya ADNAN. ORANG. BAIK & SAYANG PD RALINE ISTRINYA
KASIHAN. TEKANAN DR. BERBAGAI. ARAH
kisagaaa
adnan kali yg uda tabrak lari ortunya raline,,mknya dia merasa bersalah sm raline
ⁱˡˢ ᵈʸᵈᶻᵘ💻💐
halo, Thor.
jadi Istrinya mampir nih 😁
Sindy Puspita: thanks udah mampir ☺️
total 1 replies
WiLsania
alurnya ringan, walaupun di chap awal rada bosenin tapi makin lama makin seru
tiasetya
semangat thor 🤗
tiasetya: sama sama thor
total 2 replies
HiLo
Ceritanya ringan
Killspree
Nggak bisa bayangkan hidup tanpa cerita dan karakter dalam karya ini!
Akbar Cahya Putra
Jleb!
Jing Mingzhu5290
Mencengangkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!