Dahulu, Yin Xiang hanyalah seonggok sampah tidak berguna dan berasal dari keluarga pengkhianat kekaisaran. Kehadirannya bahkan dianggap sebagai pembawa sial bagi setiap orang. Karenanya, Yin Xiang kerap sekali direndahkan dan disiksa.
Suatu hari, Yin Xiang terjatuh ke jurang neraka tanpa dasar. Di sana, Yin Xiang menemukan serpihan jiwa Dewa Kegelapan dan Yin Xiang ditunjuk sebagai penguasa kegelapan berikutnya. Yin Xiang bangkit dan menjadi orang yang kuat. Yin Xiang bertekad membalas dendam semua orang yang sudah menghinanya serta keluarganya. Selain itu, Yin Xiang harus berhadapan dengan kaum vampir yang mengganggu kehidupan manusia.
Bagaimana kisah Yin Xiang membalaskan dendamnya? Apakah Yin Xiang bisa menghadapi para kaum vampir yang datang mengganggu? Ikuti kisah Yin Xiang dalam cerita 'Kembalinya Sang Pendekar Kegelapan'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virisani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8: Bandit Tengkorak Hitam
Kelopak indah itu perlahan terbuka. Gadis cantik itu menggeliat, meregangkan badannya sehabis tidur di atas dahan pohon. Yin Xiang melompat turun setelah mengumpulkan nyawanya.
"Wah! Pegal juga tidur di atas pohon", gadis itu melangkah ke arah sungai yang kemarin dia temukan. Membasuh tubuhnya dengan air segar yang mengalir itu. Yin Xiang mandi di sungai dengan santai. Gadis itu berencana untuk keluar dari hutan kematian dan pergi ke ibukota.
Dengan pedang kematian yang ditenteng tangan kirinya, Yin Xiang melangkah dengan pasti. Pikirannya berkelana dan menyusun rencana untuk membalas dendam pada orang-orang yang sudah menyakitinya dulu.
Pandangan tajam Yin Xiang terlihat jelas di kedua matanya. Dibalik topeng peraknya, Yin Xiang memasang wajah datar dan dingin. Seolah gadis itu tidak memiliki satu pun perasaan dan ekspresi.
Hati dan emosinya sudah lama mati. Terpaksa mati karena perbuatan orang-orang padanya saat dia masih kecil. Rasanya Yin Xiang bagai sosok iblis remaja yang sedang berkamuflase menjadi gadis cantik saat ini. Wajahnya yang masih tergolong manis pasti akan menipu siapapun juga.
Yin Xiang bersenandung kecil sambil berjalan. Gadis itu sudah berhasil keluar dari hutan kematian. Baju yang dikenakannya sedikit berkibar tertiup angin. Baju serba hitam khas seorang pendekar melekat sempurna di tubuh Yin Xiang.
Saat gadis itu baru saja keluar, ada sekelompok pria dengan wajah yang garang serta memiliki banyak bekas luka juga tubuh yang terbilang besar tertangkap oleh mata Yin Xiang. Dalam sekali lihat, Yin Xiang bisa menyimpulkan bahwa mereka adalah bandit yang berkeliaran di hutan.
Tanpa rasa takut, Yin Xiang tetap melangkah. Arah yang dituju gadis itu harus melewati sekelompok pria garang itu yang sepertinya sedang beristirahat. Tadinya, Yin Xiang hanya akan lewat dengan damai tanpa menyapa mereka. Akan tetapi, salah satu dari mereka keburu melihat sosok Yin Xiang.
"Bos! Lihat itu!" seru salah satu pria pada bosnya.
Orang yang dipanggil bos itu langsung menatap ke arah Yin Xiang. Seketika mata si bos berbinar senang. Yin Xiang terlihat seperti seorang pendekar yang kaya.
Orang-orang itu tidak bisa merasakan aura kekuatan Yin Xiang sehingga mereka memandang remeh Yin Xiang. Kelompok orang yang terdiri dari 20 orang itu menatap Yin Xiang seolah menelanjangi gadis itu. Membuat Yin Xiang merasa risih.
"Wah, wah! Mangsa yang tak terduga", ucap bos.
Bos pun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Yin Xiang yang juga berjalan ke arah mereka. Si bos berhenti tepat di hadapan Yin Xiang. Menghadang jalan gadis itu.
Yin Xiang menatap tajam pada bos. Bahkan, Yin Xiang mengeluarkan 5% aura yang dia miliki. Dan itu membuat bos sedikit bergidik. Tapi, dirinya menepis rasa takut itu dan tetap memandang remeh Yin Xiang.
"Gadis manis, kau akan kemana, hm?" tanya bos dengan nada genit. Walaupun nada bos itu genit dan terkesan melecehkan, tapi dia tidak ada niatan untuk melakukan hal itu. Si bos hanya ingin meraup harta Yin Xiang. Karena yang dibutuhkan olehnya hanyalah uang.
"Bukan urusanmu!" Yin Xiang mencoba pergi dari sana dan tidak memperdulikan si bos.
"Eits! Tunggu, nona. Kau tidak bisa pergi begitu saja. Kau sudah berada di kawasan kami, jadi kau harus menyerahkan semua harta benda yang kau miliki. Termasuk pedang yang ada di tanganmu", kata bos.
"Kalau aku tidak mau?" tanya Yin Xiang menantang.
Wajah si bos sedikit mengeras. Tapi, pria itu terlihat tetap tenang. Tidak terpancing emosi yang besar, "Kau akan menyesal gadis manis".
Yin Xiang terkekeh sinis mendengarnya. Dengan lantang gadis itu berkata, "Baiklah. Ayo bertarung! Jika aku menang, kau dan seluruh anggota kelompokmu akan menjadi anak buahku. Tapi, jika aku kalah, semua yang aku miliki akan menjadi milikmu. Bagaimana?"
"Sepertinya kau meremehkan ku gadis kecil. Walaupun aku bukan pendekar atau orang terlatih, tapi bakatku ini lumayan. Baiklah! Mari kita adu kekuatan. Tepati perkataan mu dan aku juga akan menepati perkataan ku", tanpa pikir panjang bos menyetujui usul Yin Xiang.
Di antara semua kelompoknya, bos adalah orang paling kuat dengan tahap kultivasi lebih tinggi dibanding yang lainnya. Kekuatan fisiknya pun tidak bisa diremehkan. Yin Xiang tahu bahwa lawannya kali ini tidak akan semudah itu Yin Xiang kalahkan.
Tanpa ragu, Yin Xiang menarik pedang kematian miliknya. Gadis itu melangkah mundur untuk memperkuat kuda-kuda. Bos yang melihatnya tidak tertawa atau meremehkan, justru dia terlihat lebih waspada dari yang lainnya.
Bos itu memiliki banyak pengalaman. Melangkah mundur bukan berarti lemah, justru mereka yang mengambil langkah mundur akan memperkuat serangan yang akan dilancarkan nanti. Bos pun mempererat pegangan pada pedangnya. Dia tidak bisa menganggap remeh gadis di depannya.
Bos itu melancarkan serangannya. Dia menebas pedangnya lurus ke arah Yin Xiang. Pedang kematian milik Yin Xiang beradu dengan pedang milik bos. Menimbulkan suara dan dentuman nyaring. Keduanya mengalirkan kekuatan masing-masing pada senjata mereka.
Yin Xiang melompat mundur dan kembali menyerang. Gadis itu menyalurkan energi kegelapan di setiap serangannya. Membuat bos sedikit terpukul mundur. Sebuah goresan di bahu berhasil diciptakan oleh Yin Xiang.
Bos itu menggeram rendah. Dia sedikit kesal akan kemampuan Yin Xiang yang sesuai ekspektasinya. Anak buahnya yang lain sudah akan ikut menyerang. Namun, bos meminta mereka untuk tetap diam di tempat. Dirinya bukanlah seorang pengecut yang akan meminta bantuan banyak orang untuk menghadapi seorang gadis.
Menggunakan jurus pedang membelah bumi, bos melancarkan serangannya tanpa ragu pada Yin Xiang. Pada dasarnya, tahap kultivasi bos itu masih berada di bawah Yin Xiang. Jadi, Yin Xiang dapat dengan mudah menghindar.
Yin Xiang melompat mundur dan terbang di angkasa. Gadis itu mendaratkan kaki kanannya di ujung pedang milik bos yang masih teracung. Yin Xiang memutar badannya dan menendang bos dengan kaki kirinya di udara.
Tendangan Yin Xiang sangat bertenaga, membuat bos terpental membentur pohon. Bos mengerang kesakitan dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya. Dia tidak menyangka gadis mungil yang dia sangka berada di bawah kekuatannya, justru memiliki kekuatan yang dahsyat. Bahkan, sekarang tubuh Yin Xiang diselimuti asap hitam yang menunjukkan kehebatannya yang sebenarnya.
Bos sadar bahwa baik dia ataupun teman-temannya yang lain bukanlah tandingan Yin Xiang. Sekalipun mereka menggabungkan kekuatan, itu masih belum setara dengan kekuatan Yin Xiang.
Bos melirik ke arah kelompoknya dan menganggukkan kepala pelan. Tanda bahwa dia sudah tidak bisa menyerang dan hanya bisa mengiyakan kesepakatan keduanya sebelum mereka bertanding tadi.
Dengan susah payah bos berdiri dan berlutut dengan satu kaki di hadapan Yin Xiang.
"Nona muda, saya mengaku kalah. Maafkan kesalahan saya yang tidak bisa mengenali pendekar hebat seperti anda. Mohon nona muda mengampuni saya", ucap bos dengan nada tegas dan sedikit menyesal.
Yin Xiang tersenyum miring melihatnya, "Aku terima maafmu. Tapi, jangan lupakan kesepakatan kita!"
Bos mengangguk, "Mulai sekarang saya dan anggota saya adalah anak buah anda, nona. Hidup kami adalah milik anda".
Semua anggota bos yang berjumlah 20 orang mendekat dan ikut bertekuk lutut. Semuanya menangkupkan tangan dan memberi hormat pada Yin Xiang.
Yin Xiang semakin menyeringai lebar. Dia sangat senang akan keputusan orang-orang itu.
"Bagus! Aku ingin tahu, kalian ini bandit atau apa?" tanya Yin Xiang.
Bos menjawab dengan tenang, "Kami memang bandit, nona. Kami dikenal sebagai Bandit Tengkorak Hitam. Tapi, sebenarnya kami menjadi bandit karena tidak ada yang mau mempekerjakan kami. Sedangkan, kami memiliki keluarga yang harus kami nafkahi. Kami terpaksa mengambil jalan kotor ini".
Yin Xiang mengangguk pelan. Gadis itu melukai jari telunjuknya. Dia membaca mantra yang tidak diketahui oleh para bandit. Seketika darah dari Yin Xiang setetes demi setetes seperti terbang dan hinggap di dahi mereka. Darah Yin Xiang masuk ke dalam tubuh mereka melalui dahi.
"Di dalam tubuh kalian ada darahku sekarang. Mulai sekarang kalian semua adalah anak buahku. Kalian harus mematuhi semua yang aku perintahkan! Jangan berani kalian berkhianat! Jika kalian memiliki pemikiran untuk berkhianat, maka darahku yang ada di dalam tubuh kalian akan menghancurkan setiap organ tubuh kalian, pembuluh darah kalian akan pecah satu per satu, dan tulang kalian akan melebur sampai tidak bisa menopang tubuh kalian lagi. Mengerti?!"
Ucapan Yin Xiang membuat semua pria itu bergidik ngeri. Namun, mereka tidak memiliki pilihan lain. Mereka tidak ingin mati mengenaskan seperti itu. Lebih baik menuruti setiap perintah yang keluar dari bibir Yin Xiang.
"Kami siap melaksanakan perintah nona!"
Yin Xiang mengangguk puas. Dirinya meminta semua orang itu untuk duduk. Yin Xiang juga ikut duduk di tengah-tengah mereka.
"Baiklah. Paman semua, perkenalkan aku Yin Xiang. Aku ingin kalian berhenti menjadi bandit. Karena kalian sudah menjadi orangku, maka yang pertama kelompok kalian akan berganti nama menjadi 'Serigala Perak'. Mulai dari saat ini tidak ada lagi bandit Tengkorak Hitam"
"Kedua, kalian harus memperkenalkan diri. Aku tidak tahu siapa nama paman sekalian", kata Yin Xiang.
Intonasi Yin Xiang terdengar sangat sopan. Membuat mereka semua terperangah. Padahal saat bertarung tadi Yin Xiang terlihat sedikit beringas.
Bos mewakili mereka berbicara. Pria itu mengenalkan 20 anggotanya dan terakhir memperkenalkan dirinya sendiri, "Dan nama paman, Ling Feng".
Yin Xiang mengangguk, "Baiklah! Aku akan menjadi ketua dari Serigala Perak. Paman Ling Feng akan menjadi wakilku. Paman Ling Feng tetap memimpin dengan catatan paman akan bergerak sesuai intruksiku. Jika diibaratkan aku adalah penguasa mutlak dari organisasi Serigala Perak, sedangkan Paman Ling Feng adalah tangan kananku. Untuk saat ini cukup itu. Jika aku membutuhkan kalian, aku akan memanggil kalian melalui telepati. Darahku itu juga berfungsi untuk melakukan telepati. Saat ini, aku ingin pergi ke ibukota. Paman sekalian tidak perlu mengantar. Aku ingin pergi sendiri. Sekarang, kalian semua pergilah. Ingat! Jangan merampok lagi. Aku yang akan menggaji kalian nanti!"
Dalam sekejap mata Yin Xiang langsung menghilang dari hadapan mereka. Membuat 21 pria itu kebingungan. Di sisi lain, mereka juga bersyukur bisa terbebas dari pekerjaan kotor merampok. Walaupun belum pasti apakah pekerjaan yang akan diberikan Yin Xiang bersih atau tidak.
"Kita ini bertemu kesialan lain atau keberuntungan?"
***
saling dukung yukk
mending cetak aja mukamu di koin atau lembaran mata uang
dijamin, semua orang bakal kenal