(Sekuel) Sang Pewaris
Kenzo Alvaro Aditama pria tampan yang merupakan calon CEO yang terkenal begitu sangat Arogan dan kejam.Ia tak segan segan mengeksekusi orang yang berniat berbuat curang padanya.
Dalam masalah percintaan pria itu tak tersentuh.Tak ada gadis maupun wanita yang berhasil menaklukkan hatinya.Lain halnya dengan saudari kembarnya yang begitu humbel dan murah senyum.
Namun seorang gadis yang merupakan OB di kantornya begitu mengagumi ketampanan pria itu dan selalu berusaha untuk bisa berdekatan dengan Kenzo.Dia Andini Putri yang akrab di sapa Andin itu harus bekerja keras untuk mendapatkan hati sang pujaan.
Bagaimanakah kisah mereka?, Apakah Andini bisa menaklukkan hati sang Tuan muda, yuk simak!
Yang ingin tau Kenzo masa kecil silahkan mampir di novel Author yang berjudul Sang Pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08
Andin menatap foto kedua orangtuanya yang ada di ponselnya.Mamanya memang pernah mengatakan jika sang Mama memiliki sahabat bernama Aurora.Tapi ia tak tau siapa itu Aurora karena Mamanya tak pernah mempertemukannya dengan wanita itu.
Bahkan Mamanya gak pernah memperlihatkan foto sahabatnya itu padanya.Ia ingin menemui sahabat Mamanya itu namun ia tak tau kemana ia akan mencari wanita bernama Aurora itu.
"Aku yakin kedua orangtua kamu sudah tenang dialamnya",ujar Anita.
"Ya...",jawab Andin kembali bermenung.
Mikirin apa sih?", tanya Anita melihat sahabatnya sedang melamun.
Andin tersenyum tipis."Aku mau mencari wanita bernama Aurora Vannesya.Tapi aku tak punya alamat bahkan fotonya",jawab Andin.
"Emang dia siapa?", tanya Anita.
"Sahabat Mamaku,Mama bilang hubungannya tak lagi baik karena suatu kejadian yang membuat wanita bernama Aurora itu menjaga jarak dengan Mama.Mamaku ingin sekali dimaafkan dengan tulus oleh wanita itu",jawab Andin.
"Huh...ada nama belakangnya gak si Aurora itu?", tanya Anita.
"Maksudnya?",jawab Andin.
"Ya...kita bisa cari dia diinternet jika dia memiliki nama keluarganya dibelakang namanya",ujar Anita.
"Gak tau...", geleng Andin.
"Sampai kapanpun kamu gak akan menemukannya Andin.Nama Aurora itu banyak.Kemana coba kamu cari dikota seluas ini",ujar Anita.
"Ya...kata Mama dia memiliki suami yang tajir,dan maksud aku menemuinya selain minta maaf juga minta bantuan untuk merebut kembali hakku yang diambil keluarga toxic itu",jawab Andin.
"Dan kamu kira mereka akan mau membantu kamu gitu?", gelak Anita.
"Ya...dicoba aja dulu",jawab Andin.
"Kamu kira dengan Mama kamu dulunya bersahabat dengan wanita bernama Aurora itu,mereka akan membantu kamu?. Pikir saja Andin, hubungan Mama kamu itu gak baik dengan wanita itu bagaimana caranya kamu minta tolong",ujar Anita.
"Ya kamu benar...entah masalah apa yang terjadi diantara mereka",lirih Andin.
"Kamu gak nanya Mama kamu dulunya?", tanya Anita.
"Mama gak mau cerita Nit",jawab Andin.
"Ya sudah...mending kita mikirin bagaimana bertahan hidup ditengah gaji yang pas pasan seperti saat ini",ujar Anita.
"Ya Kamu benar.Koh Aliong tak lagi memperkejakan tenaga paruh waktu di restorannya.Aku tak lagi bisa menambah pundi pundi uangku",jawab Andin sendu.
"Oh ya aku baru ingat,tadi aku menemukan kertas ini berisi lowongan pekerjaan di salah satu butik",ujar Anita mengambil kertas berisi lowongan pekerjaan itu.
"Mana mana,paruh waktu gak?",tanya Andin antusias.
"Iya...dari jam 5 sore hingga 12 malam",jawab Anita.
"Yah... kayaknya aku gak bisa deh...nanti Nenek Helena sama siapa jika aku pulang larut malam begini",ujar Andin.
"Andin... Andin.Kamu aja kesusahan malah mikirin orang lain.Dia kan juga punya cucu yang kaya, kenapa tak tinggal disana saja",jawab Anita.
"Aku juga gak tau Nit,aku penasaran dengan Nenek Helena Nit.Aku dulu tak sengaja menemukan foto Mama aku disana.Hal itulah kenapa aku ingin sekali tau ada hubungan apa Mama dengan Nenek itu",ujar Andin.
"Kamu gak coba tanya?", jawab Anita.
"Gak...aku gak berani Nit",jawab Andin.
"Jadi gimana nih,ambil gak lowongannya , siapa tau belum keisi kan",ujar Anita.
"Coba aja dulu,siapa tau aja rejeki kita.Kan lumayan buat nambah nambah kebutuhan kita",ujar Andin.
Bekerja diperusahaan ADM Group sebagai office girl tak mencukupi kebutuhannya.Ditambah semua barang harganya naik semua.Gadis itu harus bekerja lagi hingga larut malam demi menyambung hidupnya.
"Gimana kalau kamu tinggal disini aja,kita bayar kosnya berdua jadi kamu lebih hemat ongkos dan waktu",ujar Anita.
"Huffhhh harusnya kamu yang tinggal sama aku Anita.Gratis walau cukup jauh dari tempat kita kerja",jawab Andin.
"Gak deh Ndin.Aku nyaman disini",ujar Anita.
"Ya jawaban aku juga sama",jawab Andin.
"Masuk yuk,kamu jadi nginap kan?",ujar Anita.
"Iya..."
***
"Kenzo...itu makanan aku jangan diambil", sungut Kanza saat Kenzo mengambil sate miliknya.
"Cuma satu Kanza",jawab Kenzo.
"Ken...itu masih banyak loh, kenapa sate milik adik kamu yang dimakan",ujar Ara tersenyum tipis melihat kedua anaknya yang tak pernah akur.
Kenzo tak menjawab ucapan Mommynya.Pria itu cuek sembari menikmati makanannya.
"Maaf Tuan muda di depan ada teman anda",ujar salah satu pelayan.
"Ya Bik...",jawab Kenzo meninggalkan sang adik yang masih merengut kesal padanya.
"Mommy...lihatlah pria kulkas itu, menyebalkan",adu Kanza.
"Aku mendengarnya Kanza", teriak Kenzo.
"Bodoh amat",balas Kanza.
"Sudah Kanza...", tegur Kevin.
"Ya Dad...",jawab Kanza.
Darren...mulai besok kamu sudah bisa berkerja di kantor cabang",ujar Kevin pada keponakannya yang dari tadi diam saja.
"Ya Uncle...",jawab Darren tersenyum tipis.
"Dad...aku juga mau bekerja di kantor cab--
"Urus baik baik hotel kita Kanza atau Daddy akan meminta Kenzo untuk mengelolanya",ujar Kevin.
"Ya Dad...",jawab Kanza karena rencananya untuk berdekatan dengan sang pujaan hati gagal total.
Darren mengulum senyumannya melihat wajah cantik Kanza yang tampak cemberut.Entah kenapa wajah cantik Kanza begitu sangat susah ia alihkan.Kecantikan gadis itu membuatnya terkadang hilang kendali.
"Ingat Darren,dia adik sepupumu", batin Darren.
"Darren...besok kamu akan ditemani oleh uncle Jo ke perusahaan cabang",ujar Kevin.
"Ya Uncle...",jawab Darren gelagapan.
...****************...
siiplah yaaa