Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.
Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.
"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."
Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Pintu rumah mewah itu perlahan terbuka, Maryam berdiri di ambang pintu, wajahnya terkesiap saat pandangannya jatuh pada sosok yang sudah enam tahun hilang tanpa kabar di hadapannya. Wajah wanita lima puluh tahun itu pucat pasi, matanya membelalak tak percaya menatap putrinya yang dulu diusir dengan penuh amarah oleh Amir sang suami.
Belum sempat satu kata pun terucap dari bibirnya, pandangan Maryam beralih ke dua bocah mungil yang berdiri rapat di samping Yasmin. Mata, hidung, dan senyum mereka persis seperti bayangan masa kecil Yasmin, tapi wajah bule itu merupakan jawaban pria mana yang dulu merusak putrinya.
Jantung Maryam berdegup kencang, tangannya gemetar menekan bibir, menahan isak tangis yang hendak meledak.
"Ya-Yasmin..." ucapnya lirih, tak sanggup lagi menahan air mata yang perlahan menetes membasahi pipi, membiarkan rindu dan penyesalan bertumpuk di sana dalam keheningan yang mendalam.
"Ibu..." ucap Yasmin dengan bibir bergetar. Bukan hanya Ibu Maryam saja yang berderai, tetapi air mata Yasmin pun melimpah membasahi pipi, menatap lekat wajah ibunya yang masih sama seperti 6 tahun yang lalu, cantik dan anggun meski hanya menggunakan baju rumahan. Menandakan bahwa sang ibu baik-baik saja setelah kepergiannya.
Isak tangis Keduanya memecah suasana sunyi di tempat itu. Yasmin ingin sekali melangkah maju, memeluk erat sosok yang dirindukannya selama enam tahun ini, melepas semua rindu yang mengendap. Namun, kakinya terasa berat, rasa ragu menyelimuti hatinya. Yasmin takut tangannya akan ditolak, takut kehadirannya masih belum diterima. Ia hanya menundukkan kepala, meremas tangan Fatir dan Fathia yang menggenggam erat jari-jarinya, menunggu dengan napas tertahan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tak lama kemudian, perasaan ragu di hati Yasmin itu hilang. Begitu Maryam melangkah maju, lalu sekuat tenaga merengkuh tubuh putrinya erat-erat. Tangisannya pecah seketika, memeluk Yasmin seolah takut ia akan hilang lagi.
"Yasmin... anakku..." isaknya tercekik.
Yasmin pun seketika membalas pelukan itu dengan segenap rasa, membenamkan wajah di bahu ibunya sambil menangis sejadi-jadinya. Enam tahun rindu, rasa sepi, dan penyesalan yang terpendam seketika luruh di pelukan hangat yang akhirnya mereka temukan kembali. Fatir dan Fathia menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca, ikut merasakan kehangatan itu walau wajah polos mereka belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Bundaaa... apa Nenek ini, Nenek kami?" Tanya Fatir, menyadarkan Maryam bahwa ada dua sosok mungil yang nyaris ia lupakan karena terlalu hanyut dalam kesedihan.
"Betul sayang... ini Nenek kalian yang sering Bunda ceritakan," Yasmin menjawab serak.
Perlahan Maryam melepaskan pelukannya pada tubuh Yasmin, lalu berjongkok di hadapan dua anak itu dengan lutut yang masih gemetar. Matanya yang basah menatap lekat wajah keduanya bergantian, hatinya terasa seperti dihantam rasa haru yang tak terlukiskan.
"Nenek..." ujar Fatir dan Fathia tersenyum sembari salim tangan kemudian menciumnya seperti yang guru dan bunda ajarkan.
Panggilan pertama itu membuat air mata Maryam kembali mengalir deras. Ia langsung merengkuh kedua cucunya itu ke dalam pelukan hangat, mencium kening mereka bergantian berkali-kali.
Yasmin hanya bisa menatap pemandangan itu dengan rasa bahagia. Entah bagaimana sikap ayahnya nanti, setidaknya sang ibu sudah menerima kehadirannya bersama anak-anaknya.
"Cucu Nenek..." ucap Maryam dengan perasaan campur aduk. "Nenek akhirnya bertemu kalian... Terima kasih ya Allah... Engkau memulangkan mereka semua ke pelukanku di saat usiaku semakin tua."
Yasmin yang berdiri di sampingnya hanya tersenyum sambil menyeka air mata, melihat betapa cinta seorang nenek telah menyambut anak-anaknya tanpa syarat sedikit pun.
"Masuk Yuk..." Maryam menuntun Fatir dan Fathia masuk ke rumahnya diikuti Yasmin, mengedarkan pandanganya ke seluruh penjuru ruangan, ia tinggalkan rumah ini selama 6 tahun, tapi masih terawat dengan baik.
"Yasmin, kalian pasti lapar, makan dulu ya," Maryam membuka penutup makanan di atas meja. Berbagai hidangan khas orang kaya tersedia di sana.
"Yaii... Upin, Ipin," seru Fatir dan Fathia ketika melihat paha ayam yang di goreng kekuningan. Namun, di balik keceriaan dua anak yang masih polos itu, ada ibu muda yang terluka hatinya.
Hati Yasmin terasa sakit melihat makanan itu, bukan tidak bersyukur bahwa kondisi ekonomi ayahnya masih stabil bahkan melimpah ruah, lebih banyak dibandingkan dulu. Tetapi kenapa beliau tega? Membiarkan dirinya dalam keadaan hamil, tidur di emperan toko, tidak jarang menawarkan jasanya untuk mencuci piring di rumah makan, atau pekerjaan apapun yang penting bisa makan, demi si buah hati di dalam perut. Sementara orangtuanya makan enak, tidur nyenyak.
Lutut Yasmin tiba-tiba lemas, lalu duduk di lantai, dia gigit bibirnya agar isaknya tidak didengar oleh buah hatinya yang sedang menikmati ayam goreng yang jarang mereka makan sebelum ada Marco.
"Yasmin... kenapa Nak?" Bu Maryam duduk di hadapan putrinya.
...~Bersambung~ ...
😭😭😭😭😭😭😭
.
bingung....tu...Marco mo jawab apaan....
jgn kan knyataan dlm mimpi juga Marco GK bkln blik Karo kwe tau....🤣🤣🤣🤣🫣
bnyak bgt ....bikin syok nya....dri kmrin 🤣🫣