NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku yang Beruntung

Sepanjang perjalanan Andra hanya diam membisu sambil melihat ke luar jendela. Entah apa yang sedang ia pikirkan sehingga enggan berbicara, hingga hanya sepatah kata saja terucap.

"Ke rumah sakit."

Tanpa menjawab pula Mingho melaju menuju rumah sakit.

"Kalian pulanglah, aku bisa naik taksi nanti." ucap Andra lagi ketika sudah tiba di rumah sakit.

"Ada apa dengannya?" tanya Tomi memandang punggung Andra yang semakin menjauh masuk ke dalam rumah sakit.

"Aku tidak tahu." jawab Mingho kemudian menyandar di pintu mobil.

"Apakah ada hubungannya dengan Hafizah?" tanya Tomi lagi.

"Aku rasa dia benar-benar jatuh cinta. Lihat saja dia begitu menyukai ketika kita akan mengunjungi pondok pesantren itu."

"Ku rasa dia dalam masalah." Tomi berlalu masuk ke dalam rumah sakit.

"Tunggu, itu masalah perasaan. Kita tidak bisa ikut campur." ucap Mingho malah mengikuti Tomi masuk ke dalam.

"Tentu saja kita harus ikut campur, atau masalahnya akan semakin rumit, seperti bom waktu yang ketika meledak semuanya akan sakit." jelas Tomi terus melangkah cepat.

"Aih... itu terdengar menakutkan."

Langkah keduanya berhenti ketika sudah berada di depan ruangan VIP, pintu yang sedikit terbuka itu membuat celah untuk kedua orang tersebut mengintip.

Tampak Andra sedang menunduk di depan ranjang rumah sakit yang mana di atas ranjang tersebut tampak seseorang tertidur dengan balutan perban di kaki, tangan dan wajahnya. Kaku seperti sudah tidak bernyawa.

"Aku harus bagaimana Kak, apa yang harus ku lakukan agar kakak tidak menderita seperti ini." ucapnya terdengar sedih.

Hening kemudian, hanya suara alat medis yang terus berjalan, dan jam dinding terdengar bergantian.

Kemudian ia duduk dan meraih jari halus kakaknya, berlangsung hingga malam menjelang.

***

"Terimakasih sudah menjadi sekretaris ku untuk hari ini." ucap Mingho di rapat pagi menjelang siang itu.

"Tentu saja, aku sekretaris satu-satunya." Hafizah terkekeh.

"Boleh aku tahu, Pak Andra-"

"Maaf." Mingho harus segera menerima panggilan dan sepertinya penting.

"Apa?" ucapnya dengan wajah tegang. "Baiklah, aku akan segera ke sana."

"A...ada apa?" tanya Hafizah ikut khawatir.

"Pak Andra sedang di rumah sakit, kakaknya dalam keadaan darurat." ucap Mingho kemudian, segera meraih tas di atas meja dan beranjak pergi.

Sementara di rumah sakit, Andra sedang duduk bingung, wajahnya pucat dan begitu gelisah menunggu di depan pintu ruangan rawat kakaknya.

"Andra." panggil Mingho setengah berlari ke arahnya.

"Kakak sedang sekarat." ucap Andra dengan mata yang mulai basah.

"Tenanglah, semua akan baik-baik saja." seraya menepuk pundak Andra.

Tak berapa lama kemudian, pintu terbuka dan seorang suster keluar.

"Suster?" panggil Andra.

"Maaf pak, pasien masih dalam penanganan." jawab Suster tersebut, dapat di dengar Andra di dalam sana dokter sedang sangat berusaha.

Andra sudah tidak tahan menunggu di luar, hingga ia menerobos masuk dan mendekati kakaknya.

"Kak." panggilnya memegang bahu kakaknya dan menangis. Tampak dada wanita yang terbaring itu naik turun begitu sesak.

"Sebaiknya Anda menunggu di luar." pinta seorang suster kepada Andra.

"Tidak, aku takut Kakakku meninggal." ucapnya begitu saja, merasa harapan untuk hidup sudah sangat kecil.

Kepanikan terus saja berlangsung, keadaan wanita yang bernama Indri itu masih tak berubah, bahkan detak jantungnya semakin lemah.

"Kak bangunlah, aku tidak mau sendirian di dunia ini, aku tidak memiliki siapapun selain dirimu." Andra semakin menangis.

Namun beberapa saat kemudian keadaan Indri mulai tenang, dadanya tak lagi terangkat, jantungnya kembali normal.

"Alhamdulillah."

Begitu salah satu ucapan yang terdengar di samping telinga Andra. Ia menoleh dan ternyata Hafizah sedang berada disampingnya.

"Jangan menangis, dia butuh doamu." ucap Hafizah kepada Andra yang menatapnya dengan sangat terkejut.

Dan tak terduga Andra malah memeluk Hafizah begitu erat, menangis dan menumpahkan segala rasa khawatirnya.

"Pak!" ucap Hafizah tak berani bergerak, sungguh dia berada dalam ketakutan luar biasa di peluk oleh pria asing. Hatinya tak henti beristighfar, merasa sedang melakukan dosa begitu besar.

"Andra." ucap panggil Mingho juga mengingatkan bahwa Hafizah sangat tidak nyaman.

"Aku benar-benar sendirian." ucapnya masih tak melepaskan Hafizah.

"Ada kami bersamamu." bisik Hafizah sedikit terbata.

"Andra, sebaiknya kita keluar." Mingho meraih bahu laki-laki yang terlanjur betah memeluk Hafizah itu.

"Kakakku." ucapnya menoleh lagi.

"Biarkan dokter mengurusnya." Mingho sedikit menarik Andra.

Sementara Hafizah masih terpaku dengan perlakuan Andra padanya, dia benar-benar tidak menyangka hal itu akan terjadi.

Dan lagi, wanita di hadapannya terlihat sangat menyedihkan.

"Dok, apa yang menyebabkan dia seperti ini?" tanya Hafizah menatap wanita itu dari ujung kepala hingga kaki.

"Dia kecelakaan, mengalami benturan keras di kepala dan bagian lainnya. sepertinya beliau tidak memakai sabuk pengaman." jelas dokter sambil membetulkan letak infusnya.

"Astaghfirullah, begitu parahnya kecelakaan itu sehingga membuat dia seperti ini." ungkap Hafizah meringis ngeri.

Azzam, dia teringat Azzam kala itu. Mungkin kematian lebih baik daripada terbaring kaku seperti kakak dari atasannya tersebut, hidup sakit, matipun sulit.

"Ya Allah." ucapnya lebih mendekat, meraih jari halus yang tampak pucat. Sungguh ia merasa iba, membayangkan posisi yang sedang di rasakan wanita itu.

"Hafizah, ayo keluar."

Ternyata Mingho kembali masuk dan memintanya keluar.

"Baiklah." Hafizah melepaskan jari Indri pelan, lalu keluar mendahului Mingho.

"Pasien menangis." ucap seorang suster sungguh seperti sedang terkagum-kagum.

"Ada perkembangan." Dokter wanita itu segera memeriksa ulang denyut nadinya.

Sementara Mingho berhenti di pintu keluar mendengarkan pembicaraan dokter, dengan banyak berpikir ia juga menoleh Andra dan Hafizah yang kini duduk di kursi tunggu berjarak.

***

Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa beberapa bulan sudah berlalu.

Menjadi aktifis rutin bagi Hafizah sekarang mendatangi Indri yang setiap kali di kunjungi Hafizah menunjukkan kemajuan. Jari yang tadinya dingin terkadang bergerak walau sedikit.

Aneh.

Tapi tidak bagi Hafizah, tanpa putus asa di tengah waktu luang ia berusaha terus memberikan waktu kepada kakak dari atasannya tersebut. Berharap Indri dapat pulih seperti saat itu, Andra membantu Ara kembali bersemangat.

"Terimakasih untuk semuanya." ucap Andra di sore itu, mereka baru saja kembali dari rumah sakit.

"Untuk apa?" tanya Hafizah tersenyum sedikit, seraya turun dari mobil Andra.

"Untuk... Sudah menjadi temanku." jawab Andra tersenyum lebar.

"Benar juga, sekarang kita tak hanya sekedar atasan dan bawahan, tapi teman." mereka tertawa bersama. Tampak bahagia setelah sekian lama keduanya menjaga jarak meskipun dekat.

"Beruntungnya aku memiliki teman sepertimu." ucap Andra tiba-tiba memuji.

"Harusnya aku yang mengatakan itu." jawab Hafizah sambil berjalan masuk keduanya melangkah sejajar.

"Ya, tapi sungguh aku yang paling beruntung menemukanmu."

Ucapan yang serentak dengan tertutupnya pintu lift menuju lantai paling atas.

Hafizah merasakan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat. Melirik sejenak lalu mencoba fokus pada pintu di hadapan mereka.

Tapi berbeda dengan Andra, dia tidak mengalihkan pandangannya di wajah yang menyamping itu, hingga tanpa sadar lift kembali terbuka.

"Hafizah." Mingho dan Tomi berdiri tepat di hadapan mereka, sepertinya mereka terkejut dengan sikap Andra.

"Ya, aku harus mengambil barang ku." Hafizah berlalu, juga Andra yang ikut keluar, namun di tahan kedua asistennya, memaksa atasannya masuk kembali ke dalam lift.

"Apa yang kalian lakukan?" kesal Andra membenarkan jasnya.

"Lebih baik kau jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi, sebelum semuanya semakin rumit." ucap Mingho berbicara serius.

"Sebelum perasaanmu menuntut untuk berbohong selamanya." Tomi ikut berbicara.

"Sepertinya sudah terlambat."

"

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini💘🦉☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!