NovelToon NovelToon
Second Life

Second Life

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zhara

Seorang wanita terbaring di kasur putih di sebuah kamar perawatan di Rumah Sakit. Dia sedang mengalami koma, banyak selang yang menempel di bagian tubuhnya untuk menopang kelangsungan hidupnya. Seperti Hidup segan mati tak mau.

Tiba-tiba dia terbangun dari komanya dan mengingat tentang kepedihan kehidupan lamanya, dimana dia dibunuh oleh suami dan sahabatnya sendiri. Dia bertekad untuk membalaskan dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8 Di Bilang Sombong

"Kau sudah siap? " Tanya Ulya kepada Aylin.

Aylin pun mengangguk. Dengan segera Ulya memberi buku di atas kepala Aylin. Dan menyuruhnya berjalan di garis yang sudah dibuat Ulya di lantai.

"Kau harus berjalan lurus dengan buku tebal ini dikepala mu. Jangan sampai jatuh. Ulangi terus menerus sampai kau lihai. "

1 Jam sudah Aylin melakukan itu berulang-ulang. Sedangkan Ulya duduk di sofa memperhatikannya. Tanpa diketahui mereka berdua, ada sepasang mata memperhatikan Aylin.

"Bu... Kapan ini selesai? " Tanya Aylin lesu.

"Sampai kau bisa dan tidak menjatuhkan buku itu.Jika tidak bisa hari ini, besok akan mengerjakan hal yang sama. "

Aylin memulai kembali pelatihannya. Ia mencoba kuatkan hatinya.

"Jam 12 kita istirahat, kamu bisa merelaxkan dirimu. "

Aylin pun melihat jam di dinding, ternyata tinggal 5 menit lagi jam 12. Ia pun dengan semangat berlatih di menit terakhir.

...**✿❀ ❀✿**...

Aylin pun duduk di bawah pohon sambil menikmati jus jeruk dan roti. Pelayan pun datang membawakan cemilan tambahan kepadanya.

"Terimakasih! " Senyum Aylin kepada Pelayan itu.

Setelah seharian dilatih, duduk dibangku di bawah pohon untuk merelax kan tubuh sangat lah berarti. Aylin sangat menikmatinya.

"T ernyata Kau sudah lupa dengan ku! " Suara pria yang familiar terdengar. Aylin pun menoleh ke arah suara itu. Aylin pun terkejut dan ia memekik kegirangan.

"ROOYYYYYYY...!!! " Tanpa sadar Aylin langsung berdiri dan memeluknya.

Roy yang tidak bersiap akan di peluk oleh Aylin pun kaget dan dia tidak kuasa menahan nya sehingga mereka berdua terjatuh ke tanah.

"Aauuu." suara tertahan dari mulut Roy.

"Apa kau baik - baik saja Aylin? " tanyanya sambil menatap Aylin.

"Maafkan aku Roy. " Wajah Aylin yang lembut memelas minta maaf.

"Iya aku maafkan, tapi sampai kapan kau berada diatas ku dan menindih ku. Kau ternyata semakin berat ya! " Ucapnya dengan menatap dekat wajah Aylin.

"Hehe. Kau ini. " Aylin pun bangun dan langsung memberikan tangannya untuk menolong Roy bangun dari tanah.

"Dengan siapa kau datang? " Tanya Aylin.

"Dengan dr. Jamil. Dia lagi memeriksa Kakak mu Mike. "

"Kenapa dia? "

"Bukannya dia habis dipukul oleh orang tak dikenal di diskotik. Masa kamu tidak tahu. Apa kamu tidak akrab dengannya. " Selidik Roy kepada Aylin.

"Aku jarang bertemu dia. Sudahlah, tidak usah membahas dia, Kita membahas kamu saja Roy. " Aylin pun menghadap Roy dan tersenyum manis.

"Kau semakin cantik Aylin! " Roy memperhatikan mata Aylin. Aylin pun tertunduk malu. Tangan Roy menyentuh kepala Aylin. Aylin pun menyingkap rambutnya ke telinga.

"Apa kepala mu sudah tidak sakit lagi? "

"Hah, Apa? " Pertanyaan itu membuyarkan fikiran Aylin.

"Sudah tidak sakit lagi, " tanya Roy kepada Aylin

Dari kejauhan ada sepasang mata yang mengawasi mereka berdua.

"Apa kabar Aylin? " dokter Jamil datang menghampiri mereka di taman.

"Baik dokter Jamil, anda sendiri? "

"Baik juga, hanya berkutat pada pekerjaan sehari-hari. "

"Bagaimana tinggal disini? "

"Baik dok. Tapi agak sedikit kesepian, karena tidak ada kalian yang membuat ku tersenyum setiap hari."

Pernyataan Aylin itu membuat salah tingkah dr. Jamil dan Roy . Mereka masing- masing terlihat bersemu merah di pipi.

Pelayan pun datang menyuguhkan minuman untuk mereka dan meletakkan di meja taman.

...**✿❀ ❀✿**...

Setelah dr. Jamil dan Roy pulang, Aylin pun naik ke lantai atas dan ingin kembali ke kamar nya. Namun sebelum sampai ke kamarnya, terlihat Mike sudah berdiri bersandar ke dinding.

Bagi Aylin, ia tidak harus menyapa nya. Dia tidak ingin berurusan dengan Kakak yang arogan itu. Sehingga wajah Aylin pun sudah memasang mode datar untuk melewati Mike.

"Hey murahan, kampungan! " Mike mengumpat tepat di Aylin melewatinya.

Mendengar itu dada Aylin sempat berkobar, namun ia menghela nafas nya dalam-dalam dan menghembuskannya. Lalu masuk ke kamarnya.

Tanpa di sadari Aylin, pintu yang ia tutup terhalang kaki Mike. Sehingga pintu itu tidak tertutup. Mike pun masuk.

"Harusnya kau menjaga prilaku mu hey adik imitasi! Kau tidak mendengar ku ketika aku memanggil mu! "

Suara hardikan dari Mike itu benar-benar membuat Aylin yang tengah ingin membuka kancing baju nya terkejut.

"Mau apa kau kemari, siapa yang imitasi. "

Dengan segera Mike merenggut bahu Aylin. Dan itu membuatnya hilang keseimbangan dan terjatuh serta terbaring telentang ke kasur dan di atasnya ada Mike yang ikut terjatuh.

Beberapa detik mereka terdiam, wajah Mike dan Aylin bertemu dengan jarak yang sangat dekat. Mike terdiam mematung.

"Menyingkir dari badan ku. Kau berat! "

Tersadar dari lamun nya, Mike pun dengan segera bangkit.

"Kau itu hanya lah orang lain yang di suruh Ayah ku memakai nama adik ku. Jangan harap aku akan baik kepada mu. Harusnya kamu menjaga sikap mu saat bergaul dengan laki-laki. Apalagi membawa nama keluarga Sebastian. Camkan itu. " Mike pun keluar kamar Aylin.

Aylin pun memiringkan badannya yang masih terbaring di kasur. Dan dia hanya tersenyum sinis dan mendengus kesal. Namun tiba-tiba. Aylin merasakan sakit kepala yang sangat dahsyat. Dia kesakitan, dia meraung dan bergelinjang kesana kemari menahan sakit dengan kedua tangannya mencengkram kepalanya. Saking sakitnya dia pun merasakan gelap dan senyap.

Tok... Tok... Tok

"Nona Aylin! Saya Adam. "

Tidak ada sahutan, Adam pun meraih gagang pintu. Dan itu ternyata terbuka.

Tok... Tok... Tok

Sekali lagi Adam mengetuk pintu kamar Nona Aylin namun tetap tidak ada sahutan. Dengan memberanikan diri, Adam pun masuk. Betapa terkejutnya, saat Adam melihat Nona Aylin terkapar di lantai di bawah kasur.

" Nona.!!! "

Dengan segera Adam pun memapah dan menggendong Aylin serta meletakkannya di kasur. Adam pun memencet bel penghubung. 2 orang pelayan wanita datang dan memberikan pertolongan pertama.

Ulya pun datang dengan tergesa-gesa.

"Ada apa ini Adam? " melihat Aylin terkapar di kasur.

" Kenapa Aylin? "

"Dia pingsan Nyonya! "

"Cepat hubungi kembali dr. Jamil! " Perintah Ulya.

Dengan segera, Adam pun menghubungi dr. Jamil.

"Aauu... dimana aku sekarang. " Aylin terbangun dan langsung memegang kepalanya dan mau bangkit.

"Jangan bangkit. Rebahan saja. Kau tadi ditemukan pingsan. Ada apa dengan mu? "

"Entahlah bu. "

Aylin pun terpejam kembali dan ia teringat akan mimpi atau kilasan di saat dia pingsan tadi. Di dalam mimpinya ia bukan lah ia sekarang, ia lebih berisi yang sedang menaiki puncak bersama 1 wanita dan 1 pria. Sangat bahagia, namun sesampainya di ujung tebing, wanita itu memukul kepalanya dengan Batu dan pria mendorongnya sehingga jatuh dari tebing. Wajah wanita itu tidak terlihat. Hanya wajah pria yang ia lihat namun ia tidak mengenalnya sama sekali. Saat terjatuh itu lah membuatnya bangun.

"Apa yang terjadi? " dr Jamil kembali sendirian tanpa Roy. Dan ia pun langsung memeriksa keadaan Aylin.

"Aku sangat pusing."

"Oke. Nona Aylin harus tetap istirahat dulu ya." Dokter Jamil pun keluar kamar Aylin ditemani oleh Ulya.

"Nyonya Ulya, saya akan berikan resep untuk dia. Namun, untuk beberapa hari kedepan mungkin pelatihan untuk nya lebih diperingan. Dan jadwal kan 1 x seminggu untuk menemui psikolog ataupun psikiater. Nanti dari mereka akan kita dapatkan evaluasinya. Karena secara keseluruhan pemeriksaan medis yang sudah dilakukan rumah sakit kita sudah maksimal. Kecuali yang itu tadi."

"Baik Dokter Jamil, terimakasih kau sudah bersedia secepatnya datang kembali. Akan aku jadwal kan sesuai yang anda sarankan. "

"Tidak masalah. Sedikit bersabar Nyonya, terhadap pasien dengan amnesia traumatic. anda harus menciptakan suasana yang nyaman untuknya agar tidak membuatanya stress. "

Nyonya Ulya pun hanya mengangguk mendengar kan itu. Tanpa di sadar, Mike mengikuti mereka sambil mendengarkan penjelasan Dokter Jamil.

...✧༺♥༻✧...

💙Bersambung💙

💛Terimakasih Sudah membaca novelku

❤Jangan lupa like, komen dan vote

💜Semoga kalian semua terhibur membaca nya

💖Dan jangan lupa tetap ikuti kelanjutan kisahnya

Dukungan kalian sangat bermakna untuk menambah semangat ku untuk menulis dan melanjutkan kisah novel ini. Terimakasih💗

1
Zainab Ddi
seneng akhir yg sangat indah semangat selalu author untuk bekarya ditunggu cerita yg baru
Zainab Ddi
akhir yg menyedihkan
Zainab Ddi
rasain Rebecca dan Daniel
Zainab Ddi
bunuh diri kali Daniel
Zainab Ddi
wah mereka menikah dan lansung bulan madu
Zainab Ddi
wah mike nekat kok Edwar jd berubah ya
Zainab Ddi
wah siapa t7h
Zainab Ddi
jangan2 rebecca
Zainab Ddi
wah lanjut baca nih
Zainab Ddi
hati2 selyn
Zainab Ddi
semoga mike ketemu dengan aiky
Zainab Ddi
🤣🤣
Zainab Ddi
seru banget nih
Zainab Ddi
🤣🤣🤣rasain daniel
Zainab Ddi
🤣🤣🤣daniel dikerjain
Zainab Ddi
wah Edwar marah tuh
Zainab Ddi
semog ketemu ya
Zainab Ddi
lanjut baca
Zainab Ddi
syukur Daniel takut kan sama ayahmu
Zainab Ddi
kasian yamin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!