seorang arkeolog wanita bernama shie tak sengaja kembali ke dinasti Qing dan masuk ke dalam tubuh putri Kasim yang di campakkan karena bodoh dan tak memiliki ke ahlinya apapun .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
promosi
hari ini semua tokoh di pasar sangat ramai, mereka berkata semua nona muda sedang menyiapkan barang barang yang akan di gunakan di pesta pemilih calon istri para pangeran.
terutama shie yang sendari tadi mengantri di tokoh kosmetik sementara Lulu dia sedang berkeja di tokoh, hari ini shie ingin mencari lipstik dan beberapa bedak untuk digunakan nya memulai bisnis baru.
warna yang di sediakan di toko ini hanya beberapa saja itu pun kalau tidak merah ya warna pink.
"hei lihat lah pangeran mahkota tengah berjalan bersama para selir nya," ucap salah satu wanita yang menunjukan ke kerumunan di luar.
penasaran dengan wajah putra mahkota, shie berdesak desakan untuk keluar melihat seperti apa wajah putra mahkota itu.
di luar shie di perlihatkan seorang putra mahkota memang lumayan tampan namun shie jijik dengan wanita yang bergelayut manja di samping putra mahkota.
apa wanita itu tak mengerti suasana dan tempat bisa bisa nya di tempat seperti ini malah menggoyang goyangkan kan bokong nya dan apa apa an mek up mereka sangat menor dan membuat mereka terlihat lebih tua dari usia mereka, itu lah yang terus shie ucap kan dalam hati.
" nona , apa yang di samping putra mahkota itu semua selir nya? tanya shie yang ingin memastikan apa semua perempuan sebanyak itu adalah istri putra mahkota.
" yah, mereka semua adalah selir putra mahkota mulai dari kalangan atas hingga kalangan bawah," jelas wanita di samping shie.
shie langsung berteriak dalam hati bagaimana bisa satu pria menghabiskan waktu nya dengan banyak wanita apa di sini tidak ada penyakit HIV kenapa bisa loncat sanah loncat sini.
tak mau banyak waktu yang terbuang shie langsung mengambil barang yang dia inginkan dan langsung membayar karena shie juga harus kembali ke tokoh.
di perjalanan menuju toko shie begitu sibuk menghitung barang barang yang harus ia beli sampai lupa jika shie sedang ada di jalan, tanpa sadar badan shie menabrak badan seorang pria yang begitu kekar.
" ahkkk, maaf maaf tuan," ucap shie buru buru karena memang shie lah yang salah karena tak melihat jalan.
buru buru shie langsung mengambil barang yang tercecer di jalan, pria itu juga langsung membantu shie mengemas barang shie.
shie sedikit mencuri pandang pada pria itu jika di lihat dari pakaian yang dikenakan seperti nya di dari kalangan atas, shie tak bisa melihat wajah pria itu karena tertutup dengan penutup wajah.
entah mengapa shie merasa ada perasaan yang familiar terhadap pria di depan nya apa shie pernah melihat nya tapi seperti nya tidak pernah.
seakan alam begitu mendukung shie, angin menerbangkan sedikit penutup wajah pria itu sehingga shie sedikit bisa melihat wajah pria itu.
mata yang begitu taja seakan mata elang yang sedang mengintai mangsanya sayang nya hanya mata yang bisa shie lihat.
" nona tak baik jika mengintip wajah seseorang," ucap pria itu dengan nada dingin namun masih terkesan halus.
" ah, bukan seperti itu salah kan saja Angin yang sedikit menerbangkan penutup wajah mu," ucap shie acuh tak acuh.
sesudah selesai membereskan semua barang yang tercecer, shie langsung pergi meninggalkan pria itu yang melihat punggung shie menjauh namun senyum kecil terbit dari bibir pria yang memiliki wajah dingin siapa lagi kalau bukan pangeran kedua Qing zua.
perlahan Qing zua mengambil giok tanda pengenal yang terjatuh dari baju shie, sambil tersenyum Qing zua memperhatikan giok itu tertulis dengan jelas namun Chu shie.
" aku tak sabar kau muncul sebagai nona muda Chu shie di hadapan ku," ucap Qing zua lalu menghilang seperti angin yang berhembus.
di tokoh sudah penuh para pembeli yang ingin mengambil pesanan mereka, untung nya shie sudah mengemas baju mereka dari hari kemarin setidaknya hari ini tak terlalu berat.
para nona muda begitu antusias saat baju yang mereka inginkan sudah berada di tangan mereka, sebelum nona muda pergi shie langsung berdiri di atas meja untuk mengungumkan sesuatu.
" baik lah para nona muda terhormat hari ini aku ingin menyampaikan bahwa para nona muda bisa merias waja di sini," ucap shie semangat.
" apa kau bisa merias wajah nona rose? tanya salah nona muda.
karena tak ada satu pun yang mengenal nona muda Chu shie karena dari kecil Chu shie tak pernah sekalipun keluar dari kediaman maka dari itu tak ada orang yang mengenal Chu shie.
shie tak sedih jika tak ada satupun orang yang mengenal nya karena ini lah kesempatan emas shie untuk bersinar itu lah mengapa shie menggunakan nama samaran yaitu rose nama yang ia ambil dari brand bajunya.
" tentu saja nona manis bagaimana kalau kau menjadi orang pertama yang mencoba teknik mek up ku," ucap shie yang menunjuk nona tadi.
" baiklah,"
shie memulai nya dengan membersihkan wajah kemudian memberi pelembab agar saat bedak menempel tak kering di wajah.
" wah lihat lah cara merias wajah, nona rose begitu telaten dalam setiap step nya," ucap nona muda lain.
" iya, aku juga ingin di rias oleh nona rose," ucap nona muda lain nya.
dengan perlahan shie menempel kan bedak dengan teknik menepuk jika tidak menggunakan cara itu bedak tidak akan menempel sempurna takutnya jika di cuaca panas bedak akan longsor.
sudah dengan step perbedakan shie langsung mengambil lipstik pink yang cocok untuk baju yang nona muda ini pakai.
sudah selesai dengan semua nya, shie langsung memberikan cermin agar nona muda itu bisa melihat akhir mek up ala shie.
" wahhhh, benar kan ini aku," ucap Nona itu yang terpukau dengan hasil mek up shie yang terkesan natural namun sangat cantik karena tak semua wajah cocok dengan mek up berat itu bisa membuat wajah terlihat lebih tua dari usia aslinya.
" karena sebentar lagi akan ada pesta pemilih calon istri para pangeran, para nona muda bisa kemari untuk merias wajah di jamin para pangeran di sana akan terpukau melihat kecantikan para Nona mudah, cukup hanya membayar tiga puluh koin emas para nona muda bisa mendapatkan rias wajah plus tusuk rambut yang indah," jelas shie sambil menunjuk semua tusuk rambut yang ia beli kemarin.
melihat promosi yang shie buat, nona muda yang di sana langsung mendaftar diri untuk hari H pemilihan calon istri para pangeran.
melihat begitu banyak nona muda yang mendaftar shie harus merekrut karyawan baru untuk membantu nya.
" qua , jie bagaimana aku harus mencari karyawan," ucap shie yang tak percaya begitu banyak nona muda yang mendaftar.
shie sempat berfikir jaman sekarang para wanita lebih suka mek up tebal maka dari itu shie tak terfikir jika begitu banyak nona muda yang mendaftar.
" nona, kenapa khawatir bukan kah masih ada kita," ucap whuan dengan lemah lembut.
" iya masih ada kita semua yang siap untuk berkeja di bidang baru , aku juga sudah bosan hanya menjahit saja," ucap jie