NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Adira

Takdir Cinta Adira

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:249.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Fajar Riyanti

Menjadi pengantin baru harusnya membuat bahagia. Tapi tidak dengan yang dialami seorang gadis bernama Adira Callysta yang terpaksa harus menikah dengan calon kakak iparnya sendiri, Aaron Al-Devano. karena kekasihnya, Kevin yang adik dari Aaron memilih pergi dihari pernikahan mereka. Apakah Adira akan belajar mencintai Aaron dan menerima Aaron yang sekarang berstatus sebagai suaminya? Ataukah ia akan menunggu Kevin kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar Riyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 TCA : Sedikit Titik Terang

Selesai sarapan Aaron dan Adira mengantarkan kakek Brama sampai ke depan rumah. Setelah berpamitan mobil yang di naiki kakek Brama beserta dua pengawalnya pergi meninggalkan area rumah Aaron.

Adira menoleh ke arah Aaron dengan kesal "kenapa tidak memberi penolakan saat kakek bilang akan mengadakan pesta untuk kita?"

Aaron ikut menoleh ke arah Adira "aku tidak mungkin mengatakan itu di hadapan kakek. Kali ini aku mohon bekerja samalah"

Adira mendengus kesal dan tidak menjawab. Ia melenggang masuk kedalam rumah. Sebenarnya ia tidak ingin ada pesta perayaan apapun kecuali jika itu dengan Kevin.

Aaron hanya mengusap wajahnya gusar. Ia tidak bisa melawan keinginan kakeknya yang ingin mengadakan pesta. Melihat kondisi kakeknya yang sudah tua. Ia takut darah tinggi kakeknya akan kambuh jika ia menolak, apalagi jika kakeknya tau dia hanya sebagai pengganti.

Aaron masuk kedalam mobil, ia tau Adira pasti sangat kesal. Tapi ia juga tidak bisa berbuat banyak karena itu adalah keinginan kakek Brama.

Siang ini didalam gedung Maxim group. Jack dengan membawa sesuatu ditangannya masuk ke dalam ruangan Aaron setelah sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu.

"Ada apa?" Tanya Aaron

"Saya ingin memberi tahukan ini tuan" Jack memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat

Aaron menerima amplop itu dan membuka isinya. Wajahnya terlihat datar melihat isi amplop itu seakan tidak heran dengan isinya

"Apa kita perlu melakukan sesuatu dan memberi tau Nona Adira tuan?" tanya Jack

"Tidak, biarkan dia tau dengan sendirinya. Kakek akan mengadakan pesta, jika Adira tau soal ini maka ia akan menolak untuk datang ke pesta itu walaupun sekarang juga ia pasti menolaknya" jawab Aaron

"Baiklah tuan"

"Terimakasih untuk informasinya"

"Sama-sama tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" Jack melenggang pergi meninggalkan ruangan Aaron.

Selepas kepergian Jack, Aaron kembali melihat isi amplop itu. Semua seperti dugaannya selama ini.

🌺🌺🌺

Adira menerima telefon dari Reni. Ia segera bergegas menuju ke cafe dengan menggunakan taxi

"Apa kamu tidak salah lihat?" tanya Adira

"Aku tidak yakin Adira. Dia menutupi kepalanya dengan hoodie. Aku melihatnya tadi pagi saat akan berangkat kerja melewati taman. Dia bersama temannya yang biasa datang kemari" ucap Reni

"Maksud kamu Brian?" tanya Adira

"Ya itu, aku tidak begitu paham namanya. hehehehe" jawab Reni

"Berarti Brian tau dimana Kevin? Tapi waktu itu dia terlihat benar-benar seperti tidak tau apa-apa" Adira menjeda ucapannya sejenak "Kalau begitu aku akan menemui Brian lagi"

Adira melangkahkan kakinya menuju universitas Bina Bangsa setelah sebelumnya ia datang ke kontrakan Brian tapi ternyata Brian belum pulang.

Adira mencoba bertanya pada beberapa mahasiswa disana. Setau Adira Brian satu jurusan dengan Kevin dan berada di semester yang sama sehingga tidak begitu sulit untuknya mencari Brian di kampus yang baru pertama kali ia menginjakkan kakinya

Adira berjalan ke arah kantin di kampus itu setelah beberapa kali bertanya. Ia mencoba mencari sosok Brian setelah berada di dalam kantin.

Disana, Brian tengah duduk dengan tiga orang teman cewek sedang menikmati makan sambil bersenda gurau. Tanpa ragu Adira melangkahkan kakinya menuju ke arah mereka

"Brian" panggil Adira

Seketika empat pasang mata langsung tertuju pada sumber suara itu

"Adira?" ucap Brian

"Aku bisa gak bicara sebentar sama kamu?" tanya Adira

Seorang diantara tiga gadis itu bangun dan menatap Adira dengan sinis

"Oh kamu yang namanya Adira?" Gadis itu melihat penampilan Adira dari atas sampai bawah "elu yang udah bikin Kevin nolak gue? Pakai pelet apa lu?"

"Maksud kamu apa?"

"Halahhh gak usah pura-pura deh. Cewek kayak elu itu pasti cuma modal tampang sama badan buat ngerayu cowok-cowok kaya. Iya kan!!!" Seru Gadis bernama Clara

"Jaga mulut kamu ya! Aku kesini ada urusan sama Brian, bukan kamu!!" tunjuk Adira pada Clara

"Berani elu sama gue hah!!!!"

"Siapa takut!"

"Dasar sialan!!!" Clara menjambak rambut Adira

Adira tidak mau kalah juga ikut menjambak rambut Clara

Brian dan dua teman lainnya langsung bangun. Brian coba melerai dua gadis itu

"Adira!! Clara!! Cukup!!!" seru Brian tapi tidak di gubris oleh kedua gadis itu

Sementara dua gadis teman Clara hanya asyik menonton dan membiarkannya.

Pengunjung kantin pun ikut menonton pertengkaran dua gadis itu. Clara tidak mau melepaskan tangannya dari rambut Adira dan Adira juga tidak mau melepaskan rambut Clara

Brian menarik pinggang Clara dan menariknya mundur, seorang pria lain juga menarik pinggang Adira sehingga Adira melepaskan tangannya dari rambut Clara

"Brian lepasin gue!!!" seru Clara

"Cukup Clara!! Kamu mau dilihat sama Dosen hah!!!"

"Cih, awas kamu ya!" tunjuk Clara pada Adira

Brian melihat ke arah Adira "Adira sebaiknya kamu keluar, aku akan menemui kamu nanti diluar kampus"

Adira melepaskan tangan pria yang ada dipinggangnya dengan kasar. Ia kesal menatap gadis didepannya itu lalu melenggang pergi meninggalkan area kantin.

Adira terus mengumpat sendiri sambil keluar dari area kampus itu

"Adira tunggu" seru seseorang

Adira berbalik dan melihat Brian berlari ke arahnya

"Ada apa Adira?" tanya Brian dengan nafas terengah-engah

"Kamu pasti tau maksud kedatangan aku kesini" ucap Adira dengan nafas yang juga masih memburu

"Soal Kevin kan?" tanya Brian

"Katakan Brian, dimana Kevin??? Kamu tau kan?" seru Adira

"Pagi tadi Kevin memang menemui aku di taman, tapi setelah itu aku tidak tau lagi dia pergi kemana. Dia bilang jangan mencarinya di rumah"

Adira menarik baju Brian "kamu jangan bohong Brian!!'

"Sungguh Adira. Kevin hanya menanyakan tentang kamu karena dia bilang tidak melihat kamu di cafe" ucap Brian

Adira melepaskan tangannya dari baju Brian dan mulai membatin "itu artinya Kevin belum tau kalau aku sudah menikah dengan kakaknya. Tapi dimana Kevin? Kenapa dia terus bersembunyi?"

Mata Adira mulai berkaca-kaca dan perlahan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Brian yang masih berdiri memandangnya. Setidaknya ia mendapatkan sedikit titik terang tentang Kevin. Adira terus melangkahkan kakinya menjauh dari area kampus itu sambil berjalan tertunduk.

Seseorang memantau Adira dari jauh dan hendak menghampiri gadis itu. Namun sebuah mobil berhenti di samping gadis itu dan turunlah seorang pria dengan pakaian formal berjalan mendekati gadis itu

Adira mendongakkan kepalanya saat melihat Aaron sudah berdiri didepannya

"Kak Aaron..." Lirih Adira

Sebelumnya pelayan Elsa menelfon Jack dan memberi tau kepergian Adira sehingga Aaron bergegas menyusul gadis itu

Aaron melihat penampilan Adira yang acak-acakan "Sudah berapa kali aku bilang jangan pergi keluar rumah tanpa persetujuan dariku"

Air mata Adira mulai menetes dan ia berhambur kepelukan Aaron dan menangis dalam pelukan Aaron

Seseorang yang jauh disana pun melihat ke arah mereka "Adira bersama kak Aaron? Bagaimana bisa??

Orang itu pun mengepalkan satu tangannya dan menatap marah ke arah Adira dan Aaron

🌺🌺🌺

💞Kakak2 mohon dukungannya ya buat author biar author semangat untuk menulis. silahkan beri kritik dan saran buat author. jangan lupa beri like, vote dan hadiahnya juga 🙏💞

1
Anggun Putri Delya
Luar biasa
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
sherly
hadew cemburuan melulu kalian
sherly
begitulah kalo TDK saling percaya...
sherly
Luar biasa
sherly
kayaknya ketemu melulu dikafe Ama Clara...
sherly
makanya jujur biar ngk salah paham
sherly
selain Kevin, si aroon juga diancam makanya dianya mau nikahin Dira
sherly
kirain aaroon biang keroknya ternyata si amiraaa...
sherly
kalo seperti ini kenapa kok yg jd tersangkanya aroon atas gagalnya pernikahan Kevin... hdew teka teki
sherly
sikap aroon pdhl ke Dira tu perhatian tp kenapa si Diranya kayak gitu sih...
sherly
astaga Dira segitu cintanya kamu Ama Kevin, Dah ditinggalpun masih ngaku istri Kevin .. kasian banget si aaaroon dah
sherly
menikah Ama Kevin bukannya kamu baru aja ditinggal Ama Kevin dihari pernikahanmu waduh kayaknya eror nih otaknya
sherly
galak amat neng....emang sih nikahnya terpaksa tp kan Aaron juga korban kelakuan Kevin... syukur dianya mau gantiin Kevin jd kamu ngk malu...
𓆉︎ᵐᵈˡ𝘚𝘜𝘍𝘐♥𝘡𝘜𝘓🍁❣️
akhirnya alina sama denis menikah wkwk, tunggu anakmu 2 tahun bang baru bikin adek baru huhu.dan yaahh happy ending 🎉
𓆉︎ᵐᵈˡ𝘚𝘜𝘍𝘐♥𝘡𝘜𝘓🍁❣️
keadaan lagi khawatir masih sempat aja bang aaron yaa huhu, akhirnya terbongkarkan keduk mu mira dasar ngak tahu malu.
𓆉︎ᵐᵈˡ𝘚𝘜𝘍𝘐♥𝘡𝘜𝘓🍁❣️
stella hatinya udah diselaputi dendam, untung aja aaron muncul tepat waktu dari awal emang aaron hero buat adira huhu. wahh adira hamil tahniahh
𓆉︎ᵐᵈˡ𝘚𝘜𝘍𝘐♥𝘡𝘜𝘓🍁❣️
kenapa adira adeh kau bikin marah si aaron wajar aaron marah bego si dira adeh.terus pegi gitu aja hurmm.
𓆉︎ᵐᵈˡ𝘚𝘜𝘍𝘐♥𝘡𝘜𝘓🍁❣️
jgn pikirkan org lain dira kau itu isteri sah dan kau lebih tinggi pangkat dari si alin itu huh, dasar clara salah sendiri juga dira juga yg kena.
𓆉︎ᵐᵈˡ𝘚𝘜𝘍𝘐♥𝘡𝘜𝘓🍁❣️
dasar alina ngak waras emng semudah itu meminta isteri sah ninggalin suaminya, dira kau jgn terpengaruh yaa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!