NovelToon NovelToon
Pewaris Sang Penguasa Semesta

Pewaris Sang Penguasa Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Ari Arexc

ling tian adalah sorang yatim piatu yg tinggal di pigiran kota bulu emas, dirinya hidup bergantung dengan mencari tanaman herbal di hutan yg tidak jauh dari kota bulu emas, ling tian selalu di ejek dan di aniaya oleh anak-anak bangsawan atau warga yg ada di kota bulu emas karna ia tidak bisa berkultivasi karna dantiannya tersumbat.

tapi pada suatu hari dirinya tak sengaja berjalan terlalu dalam di hutan biasanya ia mencari herbal untuk di jual dan akibatnya dirinya di serang binatang buas hingga dirinya terpaksa melarikan diri lebih dalam ke dalam hutan, karna terdesak dirinya nekat masuk kedalam sungai dan hanyut lalu terjatuh dari air terjun dan tak sengaja masuk kedalam gua di bawah air terjun.


karya author pemula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ari Arexc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 8.tuan muda Li Wen.

setelah penjaga itu pergi, Ling Tian melihat sekitarnya, di samping nya ada pelangkat yg menunjukan isi tiap lantai di gedung itu.

"oh jadi di lantai ini hanya ada pakaian dan sepatu, di lantai 2 untuk herbal dan senjata di lantai 3 pil dan jimat Aray dan di lantai 4 adalah ruang manajer dan ruang untuk pelelangan"

ucap Ling Tian.

tak lama pelayan yg tadi melayani Ling Tian keluar dari ruangan itu.

"maaf karna membuat tuan muda menunggu lama, ini pesanan tuan muda tadi"

ucap pelayan itu sambil menyerahkan 10 potong pakaian yg di taruh di dalam keranjang terbuat dari kayu.

"oh terimakasih nona, jadi total berapa yg harus aku bayar nona"..?"

ucap Ling Tian sambil tersenyum.

"oh sebentar tuan muda, biar saya konfirmasi ke kasir yg ada di dalam dulu"

ucap penjaga itu lalu masuk untuk mengkonfirmasi belanjaan Ling Tian.

setelah beberapa saat akhirnya pelayan itu keluar lagi.

"semuanya 1 JT koin emas tuan, karna pakaian-pakaian yg tuan pesan adalah pakaian dengan bahan terbaik yg tiap s telnya berharga 100 ribu koin emas"

ucap penjaga itu dengan ramah.

tepat saat Ling Tian ingin bicara, pintu ruangan itu terbuka dan pemuda yg tadi berdebat dengan Ling Tian keluar.

"heh sampah jelata sepertimu masih berada di sini, dan kau membeli pakaian dengan kualitas terbaik di sini apa kau mampu membayarnya..?"

ucap pemuda itu dengan sinis.

"huh dari tadi aku bertemu dengan anjing, sial sekali nasibku"

ucap Ling Tian datar.

"apa kau bilang, siapa yg anjing..?"

ucap pemuda itu.

"heh aku tidak bilang jika kau anjing, tapi kenapa kau sepertinya marah"

ucap Ling Tian sambil tersenyum sinis.

"sialan apa kau tidak tau siapa aku..!"

ucap pemuda itu dengan nada tinggi karna dia merasa di samakan dengan anjing sedangkan sekarang ia lagi berbelanja dengan wanita yg ingin ia dekati.

"aku tidak perduli siapa kau dan dari mana asalmu aku sama sekali tidak perduli"

ucap Ling Tian dengan tenang.

"apa kau tidak tau aku adalah tuan muda dari klan Li yaitu li Wen salah satu klan terbesar di kota ini dari 3 klan besar yg ada di kota ini"

ucap Li Wen dengan nada sombong.

"hahhhh hanya tuan muda dari klan kecil di kota kecil seperti ini saja kau begitu sombong"

ucap Ling Tian sambil menggelengkan kepalanya.

"apa kau bilang, klan kecil katamu, walaupun klan Li termasuk klan besar di kota ini tapi di lihat dari seluruh kekaisaran klan Li adalah klan menengah yg hampir setara dengan klan besar, dan kau bilang hanya klan kecil apa kau sudah bosan hidup bocah...?"

ucap Li Wen dengan nada tinggi.

"yah bagiku itu hanya klan kecil, kau hanya selisih 2 tahun dariku jadi kau tidak pantas memanggilku dengan sebutan bocah, oh ya satu lagi kau masihlah katak dalam sumur jadi perhatikan lagi jika ingin menyinggung orang, kadang apa yg kau singgung bisa menghancurkan mu dan klanmu rata dengan tanah"

ucap Ling Tian dengan santai.

"apa kau mengancamku dan klan ku bocah"

ucap pemuda itu semakin marah karna di ancam oleh anak yg masih lebih muda darinya dan yg terpenting anak itu tidak memiliki basis kultivasi apapun.

"oh aku tidak mengancamku, aku hanya memperingatkanmu saja"

ucap Ling Tian acuh.

"dasar rakyat jelata, tak lama kau akan mati bocah..!"

ucap Li Wen dengan nada membentak.

keributan itu memancing banyak orang untuk datang menonton, bahkan para penjaga mulai datang.

"hei ada apa ini, siapa yg ribut dengan tuan muda Li Wen itu..?"

ucap salah satu orang yg melihat keributan itu.

"sepertinya itu hanya seorang gelandangan saja, kenapa gelandangan seperti itu dapat masuk ke serikat perdagangan seperti ini..?"

timpal temannya.

"hei ada apa ini, kenapa membuat ricuh di serikat perdagangan, apa kalian tidak tau bahwa tidak di perbolehkan ada pertarungan di sini...!"

ucap salah satu penjaga yg datang.

"oh tepat kalian datang, para penjaga sekalian bocah jelata ini yg memulai duluan, dia berani menghinaku dan Kelan Li ku"

ucap Li Wen sambil menunjuk ke arah Ling Tian.

"huh dasar pengecut, siapa yg berbuat siapa yg bertanggung jawab"

ucap Ling Tian santai.

"apa.ku bilang bocah..!"

ucap Li Wen.

"hei kau rakyat jelata, hargailah tuan muda Li Wen, kau beruntung karna tuan muda Li Wen masih menghargai serikat perdagangan phonix emas, jika tidak mungkin kau sudah di habisi oleh tuan muda Li Wen, apa kau tau tuan muda Li Wen adalah salah satu jenius yg sudah mencapai ranah senior beladiri *2 di usianya yg ke 17 tahun"

ucap wanita yg bersama tuan muda Li Wen, ia jelas ingin menjilat tuan muda itu.

"oh hanya ranah senior bela diri *2 saja sudah bangga, di luar sana masih banyak anak muda yg sudah mencapai ranah itu bahkan belum berusia 17 tahun"

ucap Ling Tian meremehkan.

"apa kau bilang, jika kau di samakan dengan tuan muda Li Wen kau hanyalah sampah, kau tidak memiliki basis kultivasi apapun tapi sudah sombong"

ucap wanita itu.

"hei wanita jelek, itu adalah kenyataanya, kau masih katak di dalam sumur jadi pengetahuanku masih dangkal tentang dunia ini"

ucap Ling Tian dengan datar.

"apa kau bilang, kurang ajar aku akan membunuhmu"

ucap wanita itu.

"hei kalian, berhentilah apa kalian berani menyinggung serikat perdagangan kami..!"

ucap penjaga yg sebelumnya sudah datang.

"oh paman penjaga, anak muda ini hanya ingin berbelanja pakaian saja, paman bisa lihat pakaianku ini sudah tidak layak pakai Lagai, tapi setelah aku mendapat barang belanjaan ku dan ingin membayarnya ke 2 tikus ini datang dan membuat masalah denganku"

ucap Ling tian dengan polosnya dan tanpa rasa takut.

"apa benar begitu tuan muda Li...?"

ucap penjaga itu.

"itu tidak benar tuan penjaga, aku hanya menyelamatkan bisnis serikat perdagangan ini saja, mana mungkin rakyat jelata sepertinya sanggup membayar pakaian dengan kualitas terbaik di sini, dan itu tidak hanya satu setel meleinkan 10 setel pakaian terbaik di sini"

ucap Li Wen dengan nada sombongnya.

"oh apa kalian menilai orang hanya dengan melihat penampilannya saja, jika iya maka aku sangat kecewa denga serikat perdagangan"

ucap Ling Tian sambil menggeleng kecewa.

"oh tentu serikat perdagangan tidak memiliki sifat seperti itu anak muda, kami tidak pernah melihat buku dari sampulnya saja, tapi untuk membuktikan dan menyelesaikan masalah ini alangkah baiknya kau membayar apa yg menjadi barang balanjaanmu"

ucap penjaga itu.

"oh baiklah kalau begitu, ini nona 1 JT koin emas dan 200 ribu sebagai tips untuk nona karna melayaniku dengan baik, dan ini 200 ribu koin emas untuk paman penjaga sekalian karna dapat melihat kebenaran di sini"

ucap Ling Tian sambil menyerahkan 3 kantong yg berisi koin emas.

semua orang yg melihat transaksi itu menjadi tercengang, mereka tidak menyangka bahwa anak muda yg mereka kira sebagai gelandangan adalah orang kaya raya yg dengan mudahnya memberikan ratusan ribu koin emas sebagai tips.

"kau pasti mendapatkan uang itu dengan cara merampok, bagaimana bisa seorang gelandangan sepertimu memiliki koin emas sebanyak itu"

ucap Li Wen.

"oh mana mungkin begitu tuan muda tikus, kau kan tau sendiri aku tidak memiliki basis kultivasi, lalu bagaimana caranya aku merampok, dan lagi dari mana kekayaanku berasal tidak ada urusannya denganmu"

ucap Ling Tian.

1
Dudun Ferduzi
sungguh membosankan, cuma urusan sepele saja sampai berjilid2
Dudun Ferduzi
terlalu bertele2 percakapannya, jadi malas juga melanjutkan untuk membacanya
MuhammadSalahuddin209
sangat bagus/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Anonymous
bacoot aj dibanyakin
Ivan Sumampouw
bagus
ayik yafi
pilny yg dilelang gmna?
Suratno Gurdi Gen3 Gurdi
Ceritanya menjadi monoton ya😄
Sis Nurhayati
mantap
Ani Sumarni
💪💪 Tetap semangat teruslah berkarya berjuang ke yang lebih baik baik baik lagi
Salam sehat sukses selalu AUTHOR
Sis Nurhayati
mandi ahhh
Ani Sumarni
Bin Salabin abba kadabra puuuh
Ani Sumarni
Ling Tian Mengangguk dan tersenyum tipis
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Pohon Darah buahnya juga warna darah segar mungkin, kandungan air yang ada di dalam buahnya juga merah darah dimakannya juga bau Amiis iiiih /Smug//Smug/
Ani Sumarni
Menyimak saja
Salam sehat sukses selalu untuk Author tetap semangat 💪💪
Ani Sumarni
Lanjut
Ani Sumarni
Mantap selagi Haus menempuh perjalanan Ling Tian pasti pingin minum air yang segar penambah Energi bertemu dengan Kelompok/Kerajaan Peri dan dipersilahkak untuk Mampir di sambut dengan baik disuguhi Minuman Madu Asli yang penuh Vitamin, Nutrisi dan berenergi
👍👍😄😄Mantul banget MCnya Author
Ani Sumarni
Ling Tian bertemu dengan Sekumpulan Peri Hutan mungkin Pohon itu Kerajaan Peri Hutan
Kayanya Ling Tian akan bertemu dengan Raja/Ratu Peri Hutan itu
Biasanya Ling Tian akan menolong sesuatu yang menimpa Kerajaan Peri
Ani Sumarni
Saya suka banget sama MC yang rajin belajar Berkultivasi untuk memperdalam Ilmunya di merasa puas diri telah berilmu tinggi Semangat Belajar Berkultivasi disaat2 ada waktu luang yang memungkinkan 👍👍
Ani Sumarni
👍👍 Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!