NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA SANG MAFIA

TAWANAN CINTA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikahmuda
Popularitas:176k
Nilai: 5
Nama Author: Lela W.Y

Alena gadis tangguh penuh tekad, dia adalah seorang Mahasiswi semester 5 disebuah universitas di Jakarta, suatu hari nasib buruk menimpa dirinya saat ayahnya yang gila judi itu terlilit begitu banyak hutang akibat hobi gilanya itu.

Alena dijadikan taruhan kepada seorang Mafia kejam dan menjadi tumbal keserakahan ayahnya sendiri.

Alena terpaksa harus menjadi tawanan sang Mafia karna ayahnya ternyata kalah dalam permainan judi bersama sang Mafia.

Dalam semalam hidupnya berubah, dia terpaksa harus menikah dengan laki laki asing yang terkenal berdarah dingin bernama Raka Bumiatmaja, namanya harum dikalangan para penjahat kelas kakap, tak ada yang berani mencari masalah dengannya.

Dia Mafia yang menangani penyelundupan senjata api untuk negara negara besar. Kekayaannya mungkin hampir separuh negri, dengan kuasa dan uang yang dia miliki apapun bisa di dapatnya hanya dengan menjentikkan jarinya.

Akan kah Alena bahagia dengan kehidupan barunya sebagai istri seorang Mafia kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lela W.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Darren dengan dibantu oleh Lim berhasil melumpuhkan seluruh anak buah Alberto. Tinggallah Alberto seorang diri berdiri mematung dipojok ruangan.

Alberto sampai ternganga melihat seluruh anak buahnya sudah terkapar di lantai.

Dia tidak mengira ternyata Darren sejago itu dalam menembak. Hanya butuh dua menit saja bagi Darren untuk menghabisi sekitar dua puluh orang bawahannya.

"Sebutkan apa permintaan terakhirmu?" Tanya Darren santai.

Darren tidak takut sedikit pun padahal Alberto masih memegang senjata api ditangannya.

Darren duduk bersila diatas kursi sambil meniup ujung pistolnya yang sedikit mengeluarkan asap, asap itu keluar karna pistolnya sedari tadi tak berhenti menembak.

Lim yang terkenal menjadi bayangan Darren berdiri dibelakang Darren dengan posisi siaga untuk menembak Alberto.

Nafas Alberto seakan tercekat di tenggorokan, dia tak menyangka jika rencananya untuk mengelabui Darren malah berbalik seperti ini, sekarang dia sadar jika Darren adalah Mafia yang tidak bisa diremehkan.

Ternyata rumor itu benar, rumor tentang betapa kejamnya Darren jika sampai di usik ketenangannya.

Alberto gemetar namun dia mencoba untuk terlihat santai dan tidak ketakutan. Dia tidak mau harga dirinya jatuh begitu saja didepan Darren.

"Darren, kau tidak berniat menghabisi ku kan?" Tanya Alberto sambil menatap Darren yang malah tertawa mendengarnya.

Tawa itu terdengar mengerikan ditelinga Alberto.

"Kau berharap aku mengampuni mu setelah kau melakukan kecurangan tadi?" Darren balik bertanya sambil mengusap usap pistol ditangannya dengan sapu tangan yang dia keluarkan dari dalam kantong jasnya.

"Darren, aku tidak bermaksud curang, Darren kau tau kan bisnisku sedang hancur dan aku sedang dalam kondisi failed, aku cuman berpikir.."

Darren mengangkat telunjuk tangan kirinya, menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri mengisyaratkan Alberto untuk diam.

"Berpikir untuk mendapatkan uang dengan cara mencurangi ku?" Darren melanjutkan kalimat Alberto sambil tertawa keras.

Laki laki itu berdiri dan menoleh ke Lim.

"Keluarlah! sisanya biar aku yang urus." Perintah Darren sambil mengibaskan tangannya.

"Tapi tuan,"

"Tidak usah khawatir Lim, kau tau kan aku tidak suka main keroyokan seperti dia!" Darren menyindir Alberto dengan senyum mengejek lalu pandangannya beralih pada anak buah Alberto yang sudah tumbang dilantai.

Cih! dia sedang menyindirku! Geram Alberto.

Setelah beberapa detik diam akhirnya Lim setuju dan diapun keluar dari ruangan itu.

"Apa permintaan terakhirmu?" Tanya Darren sambil berjalan mendekat ke arah Alberto. Alberto mundur seiring dengan majunya Darren.

"Darren, lepaskan aku.."

"Aku tanya untuk yang terakhir! APA PERMINTAAN TERAKHIRMU?" Berteriak keras di kalimat terakhir.

Wajah Alberto mungkin sudah seputih kertas, tangannya gemetar mengayunkan pistol ke arah Darren tapi Darren malah terlihat santai.

JDOR JDOR JDOR

Alberto mencoba membidik tubuh Darren namun laki laki itu seperti tupai yang sangat lihai dalam menghindari serangan.

JDOR

Satu tembakan balik dari Darren berhasil menembus leher Alberto. Laki laki itu seketika roboh, darah segar mengalir bebas membasahi kemejanya yang berwarna biru dongker.

Darren mendekat dengan langkah pelan.

"Darren.." Panggil Alberto dengan suara yang mulai terdengar serak. Matanya melotot, nyawanya sudah diujung tanduk.

"Kau menyianyiakan kesempatan terkahir untuk meminta sesuatu padaku."

Alberto mengangkat pistol ditangannya, mengarahkannya pada Darren dengan sisa tenaganya.

"I..ni permintaan terakhirku, aku ingin menembak mu!" Kata Alberto sambil menahan rasa sakit yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya.

Darren menarik salah satu ujung bibirnya, senyum setan muncul lagi.

"Lakukan!" Darren menyelipkan kembali pistol miliknya kebelakang punggung.

Dia membentangkan tangannya, seolah olah mempersilahkan Alberto untuk menembak dirinya di bagian tubuh manapun.

Darren memang aneh, sebelum menghabisi para musuhnya Darren selalu menawarkan mereka satu permintaan terakhir yang akan Darren kabulkan.

"Argh!" Alberto berteriak meregang nyawa seiring dengan ditariknya pelatuk pistol ditangannya.

JDOR

Darren tertembak, tertembak tepat di bagian dada kirinya.

Darah segar mengalir seketika membasahi kemeja hitamnya.

Lim masuk dan kaget melihat Darren hampir saja jatuh ke lantai kalau dia tidak menopang tubuh tuannya.

"Tuan, apa yang terjadi?" Lim panik, dan langsung membantu memapah tubuh Darren.

"Bereskan mayat mereka dan bawa aku pulang kerumah sekarang Lim!" Pinta Darren sambil berusaha berjalan dengan berpegangan pada bahu Lim.

"Baik, tuan apa kita perlu ke rumah sakit saja?"

"Tidak, terlalu beresiko! aku tidak mau ada yang curiga soal ini, telfon Denis, suruh dia kerumah dan beritahu kondisiku."

Denis adalah dokter pribadi Darren, dialah yang akan mengobati Darren jika laki laki itu sakit atau terluka seperti saat ini.

Darren tidak pernah pergi kerumah sakit karna statusnya sebagai Mafia terlalu beresiko.

Dokter dirumah sakit akan sulit menutup mulut jika curiga dengan luka luka tembakan yang sering diterimanya.

Lim pun akhirnya mengantarkan Darren pulang ke kediamannya.

Alena yang saat itu sedang berbaring di kamar kaget mendengar teriakan Lim yang sampai ke lantai atas.

"SIAGA 1" Hanya itu yang Alena dengar.

Brak

Tak lama pintu kamar utama terbuka, Alena terbelalak saat melihat Darren tengah dibopong oleh Lim dengan kondisi tubuh yang sangat memprihatinkan.

Lim meletakan Darren diatas kasur.

"Ya Tuhan, tuan Darren kenapa?" Alena mendekat dan melihat kemeja hitam Darren telah basah oleh rembesan darah, Alena semakin ternganga melihat luka tembak di dada laki laki tampan itu, ternyata darah itu berasal dari sana.

Lim tidak menjawab, dia hanya membungkuk hormat pada Alena lalu kembali sibuk dengan Darren yang terlihat agak kesakitan.

"Kalau dia terluka parah kenapa kalian membawanya kerumah? harusnya kalian membawa dia kerumah sakit kan?!" Alena tidak mengerti dengan jalan pikiran Lim.

Namun lagi lagi Lim tidak menjawab.

Alena mendekat dan dia dapat mendengar nafas Darren yang mulai tidak teratur.

"Kami sudah memanggil dokter kesini, dia sedang dalam perjalanan menuju kemari." Akhirnya Lim membuka mulutnya.

Sinting! apa kalian sengaja membiarkan dia mati kehabisan darah? eh, bagus juga sih, kalau dia mati aku bisa keluar dari neraka inikan?!

Alena bergidik ngeri dengan pikirannya sendiri.

"Argh!" Darren mengerang sambil memegang dadanya.

Alena selalu tak tahan melihat orang lain kesakitan, dia bangkit menuju lemari, membuka pintu lemari dan terlihat mencari cari sesuatu dari sana.

"Ah, ini dia!" Alena menarik sebuah syal panjang dari lemari.

"Minggir!" Lim reflek menyingkir saat Alena mendorong tubuhnya.

Lastri dan beberapa pengawal yang berjaga di depan hanya diam memperhatikan apa yang akan Alena lakukan.

Alena duduk disamping tubuh Darren, di bukanya satu persatu kemeja hitam Darren hingga tubuhnya yang sixpack dan berotot dapat terekspos dengan sempurna dihadapan Alena.

"Mau apa kau?" Darren melirik gadis itu dengan nafas tersengal sementara tangannya berusaha mencegat lengan gadis itu.

"Tuan mau mati kehabisan darah? menunggu dokter tanpa melakukan apapun adalah hal paling konyol tau! lepas! biarkan saya membalut luka tuan, setidaknya kita harus menghentikan darahnya keluar!" Alena nyerocos sendiri, dia mengibaskan tangan Darren.

Semua tersentak, begitu juga dengan Lim, pandangan matanya menajam melihat ketidak sopanan sikap Alena pada tuannya Darren. Tidak pernah ada yang berani berbicara dan bersikap seperti itu selama ini pada Darren.

"Nona, jaga si.."

"Biarkan saja.." Darren memotong omongan Lim.

Setelah melepaskan kemeja dari tubuh kekar itu, Alena membalut tubuh polos Darren dengan syal yang dia temukan dari lemari tadi. Membalutnya tepat di bagian dada kiri Darren yang tertembak.

Darren memperhatikan wajah Alena, gadis itu cukup pemberani tapi tangannya yang gemetar berbanding terbalik dengan keberanian ucapannya tadi.

Darren tersenyum tipis, Lim bisa melihat senyum itu, senyum aneh yang hanya Darren lah yang tau artinya.

1
Nia Nara
Alena hamil
Nia Nara
Dari awal mending joshua jujur aja. Daripada kayak skrg
Nia Nara
Gimana gak mau takut. Lah bersama u hidup isinya ancaman dan kekerasan doang
Atik Susilowati Umam
lanjut Thor...
Gusliantini
lanjut thor cerita nya saat bgus semngat💪💪💪💪
Susi Dyansyah
lanjut dong cerita nya menarik
nila hendra
pengen baca tp kyknya lama banget ya upnya
Susi Dyansyah
udah selesai blm ni ...
Susi Dyansyah
menarik ...apakah masih berlanjut
Rini Maryani
lanjut daren penasaran
Sri Susanti
mantap
Robi Blora
lanjut thorr
xio ba
ayo dong thorrr lanjut, ak udah ga sabar nihh
Rita Purnamasari
lanjut seru cerita ya
xio ba
lanjut dong thorrrrrr
xio ba
Darren malu2 kuceng
Raudhatul Jannah
wew
Su Yadi
lnjut kak,q ingin melihat bhagia,dan Alena mngandung bnih cntanya Darren,tlg kak up lgi ya plisss
Su Yadi
kapan hamil Thor,biar mkir lengket & gregett
Yuni sahara Sujarwono
lanjut thorr. plissss gantung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!