NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Pergi

Biarkan Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:76.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rijal Nisa

Semua orang pasti menginginkan kebahagiaan, begitu pula yang dirasakan Amira. Dia adalah korban keegoisan kedua orang tuanya. Apalagi setelah ibunya menikah lagi, dia semakin kehilangan kasih sayang ibunya.

Dapatkah dia bertahan dalam menghadapi kerasnya hidup, atau pergi dan mengakhiri semuanya?

Tahap Revisi 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rijal Nisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dia Lagi

"Oh iya, saya hampir lupa. Hari ini anak saya pulang, jadi kamu segera siapin makan siang secepatnya oke!" perintah wanita itu, wajahnya terlihat garang. Beda sekali saat berbicara dengan oma semalam.

Di depan oma bu Anet bersikap sangat baik dan patuh, tapi di belakang oma sifatnya seperti nenek sihir.

"Tapi saya tidak pintar memasak, Nyonya," jawab Amira, dia memang bisa memasak, tapi kadang enak kadang tidak.

"Saya tidak mau tahu, pokoknya siapin makanannya, semua bahannya ada di dapur."

   

         

       **********

"Tepat jam 02:00 siang, Amira sudah selesai menghidangkan semua masakannya, tinggal makan saja.

Makanannya terlihat lezat, baunya juga enak, tapi Amira sendiri tidak yakin kalau bu Anet akan menyukai rasanya.

Amira langsung kembali ke dapur begitu anak bu Anet datang, dia bahkan tidak tahu siapa pemuda itu, kalau dia tahu itu adalah Rangga, dia pasti sangat malu.

"Duduk, Nak! Mama sudah nyiapin semua ini buat kamu, mama kira kamu nggak bakalan pulang," ungkap wanita itu begitu anaknya pulang.

"Mana mungkin Rangga tidak pulang, Ma. Kan apartemen Rangga tidak jauh dari sini."

"Ayo dimakan, jangan dilihatin aja."

"Rangga cuma heran saja, Ma. Ini semua Mama yang masak?" tanya cowok itu penasaran.

"Bukan, yang masak itu Amira, pembantu baru kita."

"Mira?" Rangga mengernyitkan alisnya.

"Sudah, nanti saja dibahas! Kita makan dulu ya, mama sudah lapar ini." Bu Anet langsung mengambil nasi dan rendang di depannya, kemudian ditaruh di piring anaknya.

"Ehm... Kok rasanya aneh gini? Pahit dan asin gitu," ujar Rangga. Begitu makanan masuk ke mulutnya dia langsung memuntahkannya kembali.

"Masa sih, kelihatannya enak, coba mama cicipi. Wah, benar juga. Gimana sih si Amira?"

Habislah sudah, kali ini Amira pasti akan kena semprot lagi.

"Mira!" teriak bu Anet, sepertinya dia benar-benar marah.

Amira yang saat itu sedang mengepel lantai di dapur, langsung ketakutan begitu mendengar bu Anet memanggil namanya dengan keras.

Benar dugaannya, kali ini masakannya pasti tidak enak, keringat dingin kini membanjiri tubuhnya, kalau sedang marah bu Anet lebih menakutkan daripada mamanya.

"Ada apa, Nyonya?" tanya Amira sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menatap wanita yang sedang marah itu.

"Nih, kamu makan sendiri." Bu Anet langsung mengambil ayam rendang itu dan menyumpal ke mulutnya tanpa ampun, Mira ingin mengelak tapi tidak sempat, bajunya pun jadi kotor.

Rangga yang melihat kelakuan mamanya langsung bangun untuk membantu, saat itu dia baru sadar yang ada di depannya adalah Amira.

"Ma, sudah! Sudah cukup! Mama sudah keterlaluan." Rangga menarik paksa tangan mamanya, wanita itu langsung pergi dengan membawa emosinya yang masih belum hilang.

"Buat selera makan saya hilang aja," geram wanita itu.

Amira menangis, dia sedih dan juga malu. Kenapa selalu ada Rangga di saat seperti ini, kenapa dunia terasa begitu sempit, bagaimana bisa bu Anet itu adalah ibunya Rangga.

Bu anet kembali lagi, setelah tadi pergi dari sana dalam keadaan marah, entah apa lagi yang hendak dilakukan wanita itu. Sekarang dia datang dengan membawa air di tangannya, Amira tidak sadar akan kedatangan bu Anet, dia terus memunguti ayam yang berjatuhan di lantai.

Byur!

Air itu ternyata disiram ke wajah Amira, dia sangat terkejut. Dia tidak menyangka kalau bu Anet akan datang kembali dan menyiram wajahnya.

"Maaf, saya hanya membersihkan bekas rendang di wajah kamu." Bu Anet langsung pergi dari sana, ia kembali ke kamarnya.

Rangga tidak berani membantu Amira, dia juga sudah menyakiti perasaannya, kini tangisnya semakin tidak bisa terkontrol. Dia sesenggukan, Rangga tahu saat melihat bahu Amira naik turun karena menahan tangisnya, baru kali ini dia melihat Amira menangis seperti itu.

"Biar aku bantu," ucap Rangga. Akhirnya kata itu keluar juga dari mulutnya. Saat melihat Amira membersihkan lantai dengan menggunakan ujung bajunya, hati cowok itu terenyuh, dia merasa sangat bersalah atas kelakuan mamanya terhadap Amira.

Meski ragu-ragu Rangga langsung mengambil kain lap dan membantu Amira.

Amira tidak mengatakan apa-apa, dia mengambil ayam yang tadi dipungutnya dan dibawa kembali ke dapur, dia meninggalkan Rangga di sana sendiri.

****

Saat di dapur Mira masih menangis, dia tidak bisa membuat air matanya berhenti mengalir.

"Kenapa banyak orang yang tidak suka sama aku? Apa mungkin aku sudah menyakiti hati mama, tapi apa yang sudah aku lakukan hingga membuat mama sakit hati? Selama ini bahkan aku tidak pernah sekalipun marah saat mama membeda-bedakan antara aku dengan anak tirinya, lalu di mana letak kesalahan aku?" lirih Amira dalam hatinya.

Dia hanya berdiri mematung di dapur itu, tidak tahu harus berbuat apa. Apakah dia harus pergi dari rumah ini, atau dia tetap harus tinggal? Kalau pergi dari sini dia tidak akan punya tempat berteduh lagi, dia juga tidak bisa makan, kalau memilih tetap tinggal itu berarti dia harus siap menderita.

  

                    ****

Malam ini Amira kembali mengambil tas dan kopernya, dia sudah memutuskan untuk pergi saja. Sebab, setelah dipikir-pikir bu Anet sepertinya terpaksa memberikannya pekerjaan karena diminta oleh oma Jihan, mungkin bu Anet lebih suka tinggal sendiri, atau dia memang tidak menyukai Mira.

Mira menarik kopernya keluar melalui gerbang belakang, dia bahkan tidak berpamitan dengan bu Anet. Dia tidak berani lagi bertemu wanita itu setelah kejadian tadi siang, dia juga tidak ingin Rangga melihatnya pergi, itu sebabnya Amira pergi diam-diam.

  

        

*****

 

Waktu terus berlalu, hari berganti hari Amira tak kunjung pulang. Amira sudah berminggu-minggu tidak ada kabar, bahkan tidak ada yang mencarinya.

Mereka mungkin sudah tidak peduli lagi dengan kehidupannya, Amira sudah seperti gelandangan saja, berpindah-pindah tempat. Kadang dia tidur di dalam masjid, kemudian di pagi hari bangun untuk mencari makan, dia bahkan harus mencuci piring di warung-warung makan hanya untuk sesuap nasi.

Meski lelah apa boleh buat, dia belum berani untuk kembali ke restoran tempatnya bekerja dulu, apalagi di saat keadaannya sedang kacau begini.

           

    ******

 

Dimas dengan penuh emosi datang menghampiri mama dan papanya yang sedang duduk dengan Aura sambil tertawa gembira, seolah tidak ada masalah yang terjadi.

"Ma, Papa! Kenapa kalian terlihat tenang dan santai-santai aja di rumah dengan keadaan seperti ini?"

Mendengar suara lantang Dimas yang baru saja pulang, pak Andi spontan mematikan tv.

"Kamu marah-marah nggak jelas, kenapa lagi ini? Pasti gara-gara Amira lagi kan?" lelaki itu ikutan marah.

"Iya, Mama sama Papa tidak khawatir sama sekali sama Amira, Mama ini ibu kandungnya, tapi Mama lebih sayang sama Aura yang cuma anak tiri," ucap Dimas dengan suara yang sangat lantang, emosinya sudah meledak-ledak saat itu.

"Dimas, hentikan omongan kamu itu! Apa kamu mau papa usir seperti Amira?" tanya pak Andi hampir saja tangannya bergerak untuk menampar wajah Dimas.

   

1
Anifa Anifa
novel nggak bermutu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
g percaya aku sama Lidia
Murdiyanti Dian
jangan bersikap seperti itu Amira takutnya Rangga pergi darimu karena sikapmu
Murdiyanti Dian
😭😭😭😭😭
Murdiyanti Dian
kenapa aku mengeluarkan airmata terus.... kasihan Amira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Bacanya terlalu menghayati, Mbak. makasih udh mampir 🥺🤭💖
total 1 replies
Sang
lanjut dedek/Ok/
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Iya kk😉🤭
total 1 replies
Jade Meamoure
😭😭😭
kagome
kaya tapi sederhana thor itu keren
Fay
Luar biasa
ngintip masa lalu/CoolGuy/
Nayla arafah
ya ampunn

itu sakit banget Amira, Rangga kok gitu sih
Nayla arafah
hmmm kasian Mira kak 🥺
Nayla arafah
satu iklan buat Amira 😁😁
Cristin
sungguh sangat menyedihkan
meihan
sedih woy nyampe nangis, tapi kenapa kurang peminatnya ya padahal bagus ceritanya
ORC
mampir thor 🐼Salam kenal dari Ry 🙏🏻
ORC
Setangkai bunga mawar buat mu Thor
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: Makasih, sudah mampir/Smile/
total 1 replies
Yem
semangat ya Amira.. Jadi ikut sedih..
Yem
Kasihan Mira
🥑⃟Rɪᷤᴀͣɴᷠᴀ: hehe... nanti juga bahagia dianya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!