NovelToon NovelToon
Love Strory

Love Strory

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Andira

Novel nya gak usah di baca yaa, soalnya author bikin krn gabut doang😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 8

"Kau tunggu lah di sini, aku akan memarkir motor mu di sebelah sana" Evan menunjuk sebuah parkiran kecil khusus motor dan pergi meninggal kan Aurelia yang tengah duduk di bawa pohon sembari menahan rasa sakit. Sikut dan Lutut Aurelia terus berdarah karena memaksa untuk berjalan kaki.

Dari kejauhan Evan melihat Aurelia yang meringis kesakitan dan segera menghampiri nya. "Biar aku membatu mu" Evan berjongkok tepat di depan Aurelia.

"Kau mau apa! kau tidak malu di liatin orang" Jawab Aurelia cepat.

"Kenapa harus malu. Sudahlah kau tidak usah sok kuat lagi. Cepat lah naik ke punggung ku setelah itu bersihkan dan obati luka mu" Awalnya Aurelia tidak mau tapi apa boleh buat kaki Aurelia sudah sangat sakit dan penuh darah. apalagi kamar mereka berada di lantai dua dan Aurelia harus menaiki tangga agar sampai ke kamar nya.

Setelah Aurelia naik ke punggung Evan. Evan pun berjalan dan menaiki anak tangga satu persatu. "Kau berat sekali, kau makan apa saja setiap hari" ledek Evan. padahal tubuh Aurelia itu pendek dan kurus.

"Aku makan buaya setiap hari, puas kau" Ucap Aurelia dengan cemberut.

"Pantesan saja kau berat sangking berat nya aku mempu melampar tubuh mu ke atas" Evan cengengesan. Aurelia tidak menjawab ledekan Evan tapi mencubit lengan Evan hingga Evan meringis kesakitan.

"Kamar kau nomor berapa" Tanyak Evan setelah sampai di lantai dua.

"Enam"

Setelah mendengar jawaban Aurelia, Evan pun membawa Aurelia ke depan kamar nya "Kau cerobah sekali, kunci kamar mu saja masi tergantung di gagang pintu dan kau tidak mengambil nya" Kata Evan saat melihat kunci kamar Aurelia yang tergantung di gagang pintu.

"Apakah aku harus membuka pintu sembari terus menggendong mu" Bukan nya turun Aurelia malah terdiam.

"Eh iya maaf" Reflex Aurelia pun melompat turun membuat kaki nya kembali sakit. "Aawww" keluh Aurelia.

"Kau memang cerobah, sudah tau kaki mu sakit, kenapa kau malah melompat"

"Kalau aku ingat, aku tidak mungkin melompat bodoh" Kesal Aurelia hari ini benar benar sial menurut nya. Evan pun membuka pintu dan menyuruh Aurelia masuk.

"Tunggu lah di sini aku akan ke kamar ku menggambil kotak obat untuk luka mu itu" Evan pun pergi meninggal kan Aurelia yang tengah duduk di kursi. Tak butuh waktu lama Evan pun datang dan membawa kotak obat.

"Biar aku yang membatu mu bersikan luka nya" Ucap Evan.

"Tidak perlu aku juga bisa melakukan nya sendiri" Aurelia menolak niat baik Evan karena Aurelia merasa canggung.

"Tidak ada penolakan" Ucap Evan sembari membuka jaket nya dan memberikan ke Aurelia agar menutup paha nya saat Evan mengobati lutut nya karena saat ini Aurelia menggunakan rok sekolah.

"Aawww.. pelan sedikit Evan" Keluh Aurelia saat Evan menekan luka nya.

"Sorry sorry aku ngak sengaja" Ucap Evan dan kembali mengobati luka Aurelia dengan hati hati. Beberapa menit kemudian Evan telah selesai mengobati luka Aurelia.

"Ok sudah selesai" Kata Evan sembari berdiri.

"Makasih banyak, Evan" Ucap Aurelia dengan tersenyum dan Evan hanya mengangguk.

"Kalau gitu aku pamit ke kamar ku, jika butuh sesuatu kau bisa menelfon ku" Evan meninggal kan kertas kecil di atas meja Aurelia dan di kertas itu ada nomor telfon Evan.

Di rumah kost itu ada sepuluh kamar, lima di bawah dan lima di atas. Masing masing kamar memiliki dapur sendiri dan ruang tamu. Yah hampir mirip dengan Apartemen pada umum nya.Setelah beristirahat hingga sore, Aurelia pun bergegas mandi dan akan segera pergi ke super market untuk membeli bahan makanan dan bumbu dapur. Setelah bersiap Aurelia pun turun dan berjalan kaki menuju super market.

Hampir dua jam lama nya Aurelia berada di super market untuk membeli peralatan dapur dan bahan makanan untuk beberapa hari. Setalah menurut nya sudah cukup dan tidak ada lagi yang di perlu kan, Aurelia pun ke kasir untuk membayar belanjaan nya dan setelah kembali ke rumah kost.

Di perjalanan Aurelia melihat Evan yang tengah berbincang bersama seseorang. Karena penasaran Aurelia pun bersembunyi di balik pohon agar bisa mendengar pembicaraan mereka.

"Jangan bilang begitu.. aku cuma kangen dan pengen tau keadaan mu" Ucap wanita yang memakai masker dan kacamata.

"Kamu sudah liat kan bagaimana keadaan ku.. Jadi pergilah sebelum reporter majalah melihat mu di sini" Saran Evan dan membuat wanita itu menunduk.

"Ck.. ternyata Evan lagi bertengkar dengan pacar nya tapi kelihatan nya pacar Evan jauh lebih tua" Lirih Aurelia "Wah wahhh ternyata Evan suka tante tante" Aurelia menebak nebak dengan asal.

"Apa yang kau lakukan di sini? Kau dengar semua yang ku katakan dengan nya? Tanyak Evan saat melihat Aurelia bersbunyi di balik pohon dan berjalan menghampiri Aurelia.

"Maaf aku ngak sengaja mendengar percakapan kalian" Ucap Aurelia sembari berjalan mundur menghindari Evan "Aku janji aku tidak akan kasi tau siapa pun" Aurelia terus mundur hingga mentok di pohon. "Duhh mati aku kayak nya Evan marah besar" Batin Aurelia.

"Melihat sesuatu yang ngak seharus nya di lihat, itu menurut mu gimana" Tanyak Evan dengan mengungkung tubuh Aurelia hingga Aurelia mendongak ke atas melihat wajah Evan yang menatap nya dengan tanjam.

Reflex Aurelia pun mendorong tubuh Evan dan ingin berlari menghindari Evan. Namun Evan malah menarik tas yang di kenakan Aurelia hingga semua isi tas itu berhamburan.

"Evaaaaannnnn" teriak Aurelia sembari mengumpul kan barang nya yang berserakan di tanah.

"Salah mu sendiri, kenapa kau mau kabur" Ucap Evan masa bodoh dan tampa sengaja Evan melihat sebuah foto jadul.

"Ini foto masa kecil mu kah" tanyak Evan setelah melihat dengan jelas foto itu adalah Aurelia yang masi berusia 1tahun bersama mendiang ibu dan ayah nya.

"Ihhh lancang sekali kau menyentuh barang ku" Aurelia bener bener kesel. Bukan nya mengembalikan foto itu, Evan malah tertawa dan mengejek nya.

"Kembalika" Minta Aurelia sembari menarik ujung foto itu dan tampa sengaja foto itu pun robek. sontak Evan pun langsung berhenti tertawa dan melihat mata Aurelia yang berkaca kaca seperti ingin menangis.

"Puas kau sekarang!! gara gara kau foto ini jadi sobek!! asal kau tau hanya ini foto yang aku punya dan foto ini sangat berarti untuk ku" Ucap Aurelia dengan tangisan yang tidak bisa ia tahan.

"Ayolah.. salah mu sendiri kenapa kau tarik tarik segala" Kata Evan membela diri nya.

Aurelia pun berjongkok memeluk lutut nya sembari menangis dengan terisak. Cuma itu foto satu satu nya yang Aurelia meliki. Foto itu di ambil saat Aurelia masi berusia 1tahun dan di foto itu terlihat Aurelia kecil yang begitu bahagia bersama kedua orang tua nya yaitu Anton dan Casandra.

Melihat Aurelia begitu menyedih kan Evan pun merasa bersalah dan menghampiri Aurelia. "Maaf aku ngak sengaja" Ucap Evan dengan rasa bersalah sembari berjongkok memengang tangan Aurelia.

Dengan cepat Aurelia menepis tangan Evan dan berlari meninggal kan Evan. Melihat Aurelia berlari Evan pun mengambil tas Aurelia dan sobekan foto tadi. Sebelum menyusul Aurelia, Evan melihat banyak belanjaan di samping pohon tempat Aurelia bersembunyi tadi dan Evan yakin belanjaan itu pasti milik Aurelia. Evan pun membawa semua belanjaan dan barang Aurelia kembali ke rumah nya.

1
Jessy
Cerita nya bagus banget😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!