Dari tidak terbiasa sampai akhirnya menjadi sangat terbiasa..
Oh ya ampun aku terpesona dengan ketampanan nya dan akhirnya aku bisa mendapatkan nya. Tetapi, kenapa dia memutuskan hubungan secara sepihak begini. Tidak bisa di biarkan!aku akan membuatnya menyesal!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nh Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
"Kalian sama-sama bersih kan toilet mulai dari toilet putri sampai ke toilet putra, semuanya harus bersih" tegas nya yang membuat Risa mau pun Risky tidak dapat menyanggah nya. Mau tidak mau mereka harus menerima perintah nya. Namu, baru saja Risa ingin berbalik badan dan meninggalkan ruang kedisiplinan tapi tak jarang karena Risky mulai berbicara lagi pada petugas kedisiplinan ini.
"Berarti kita gak belajar dong bu, kalau harus bersih kan toilet" ucap nya yang membuat Risa menatap Risky diam-diam. Di dalam hati nya masih berharap, semoga saja ucapan Risky ini bisa menyelamatkan mereka dari bersih-bersih toilet itu.
"Kita kah ? dia baru saja mengucapkan kalimat kita barusan? aku tidak salah dengar kan tadi" gumam di dalam hati nya Risa ketika menyadari kalimat yang di ucap kan oleh Risky itu. Diam-diam mata nya memperhatikan Risky yang terlihat serius bertanya.
"Engga dong, hari ini semua siswa di pulang cepat kan karena semua guru ada rapat jadi kalian bisa membersihkan toilet tanpa harus ketinggalan pelajaran" jawab petugas kedisiplinan.
"Oh yaudah" jawab Risky berbalik menarik tangan Risa yang sedari tadi hanya diam saja di samping nya.
"Nanti setelah rapat saya bakal mengecek pekerjaan kalian jika saya datang kalian belum juga selesai, maka hukuman nya akan saya tambah" ucap petugas kedisiplinan lagi ketika Risky dan Risa telah sampai di depan pintu dan sebentar lagi akan meninggalkan ruangan.
"Iya" jawab Risky yang terlihat kesal dan terus saja menarik tangan Risa dan berjalan dengan cepat hingga mereka pun sampai juga di toilet.
Sepanjang jalan dari ruang kedisiplinan menuju toilet tidak ada kata apa pun yang di ucapkan oleh Risky. Dia terus saja menarik tangan Risa dan seakan tidak perduli dengan mata semua orang yang memperhatikan mereka. Terlebih mata orang-orang yang melihat jika Risky memegang tangan Risa sepanjang jalan.
"Ngeselin banget tahu gak? kita di suruh bersihin toilet kaya gini! di kira gak banyak apa ini! masa cuman gara-gara kita berantem kita di hukum sampai segini nya" ucap Risky mengomel setelah mereka sampai di toilet putri.
Suara nya yang begitu kesal dan juga dia yany tiba-tiba saja masuk membuat semua perempuan yang awal nya berada di toilet itu berlari keluar hanya di toilet ini tersisa Risa dan Risky berdua saja di sini. Risa yang sedari tadi hanya diam saja, tidak tahu harus mengatakan apa. Dia merasa bingung,l apa yang ingin dia katakan..
Dia tahu dan menyadari Risky sekarang benar-benar merasa kesal tetapi jika Risa ingin menenangkan dia rasa nya tidak akan bisa juga. Seperti ada sesuatu yang membuat nya tetap diam saja sedari tadi.
"Kamu ngomong sesuatu kek! diam aja dari tadi!" ucap Risky dengan kesal menatap Risa yang berdiri di samping nya kemudian dengan cepat menyadari tangan nya sedari tadi masih memegang tangan Risa dan setelah menyadari itu dia langsung melepaskan nya.
"Oh aku tahu kenapa kamu diam" ucap Risky yang membuat Risa akhir nya bersuara.
"Kenapa?" tanya Risa
"Karena tangan kamu barusan aku pegang kan" ucap Risky tertawa.
"Engga ya!" jawab Risa yang kini mulai mengambil alat pel untuk nya.
"Bagus lah kalau engga, jangan gr ya aku gak sengaja doang tadi! aku juga gak ada perasaan apa-apa sama kamu" ucap Risky dengan begitu santai nya dan mungkin dia tidak menyadari ucapan nya itu begitu terasa menusuk sekali bagi Risa.
Risa hanya diam saja, tak menjawab apa pun.
"Sini deh aku aja yang ngepel kamu diam aja di situ" ucap Risky mengambil pel lantai yang ada di tangan Risa dan menyuruh Risa diam saja.
"Engga, kamu kalau mau ngepel juga ambil pel-pelan kamu sendiri aja di belakang pintu masih ada tuh satu" ucap Risa berusaha mengambil kembali sapu pel yang kini di pegang oleh Risky.
"Aku aja yang ngepel, kamu diam aja di situ" tolak Risky sembari terus saja mengepel lantai dan tidak menghiraukan Risa yang sedari tadi berusaha untuk mengambil pel milik nya kembali.
"Engga mau, aku juga mau nge-pel" tolak Risa yang tetap berusaha mengambil pel yang ada di tangan Risky, dan pel itu begitu kuat di pegang oleh nya.
"Kamu keras kepala banget sih jadi cewek" ucap Risky menatap mata Risa hingga mendekat kan wajah nya sangat dekat dengan wajah Risa. Hal itu tentu saja membuat jantung Risa berdebar tidak karuan.
"Ih kamu apaan sih ky!" ucap Risa mendorong Risky menjauh dari wajah nya dan berhasil mengambil kembali sapu pel milik nya. Dia pun dengan segera mengepel di sudut lain yang posisi letak nya sedikit menjauh dari Risky.
( cinta dan benar2 cinta )
berarti kamu benci (bener2 cinta ) sama aku tp tulus ga kira2 ?
lanjut yaa semangat