Lea, adalah wanita muda yang berperan menjadi wanita penghibur. kerasnya kehidupan membuat gadis dengan paras cantik nan Ayu tersebut mengambil jalan pintas demi memenuhi kebutuhan nya. Lea hidup sebatang kara kedua orang tua nya telah meninggal karna sakit. "MOHON AMPUN YA ALLAH" ucap Lea kala ia mendapat sebuah hidayah untuk merubah jalan hidupnya. Namun perjalanan yang ia tempuh tidak lah mudah. Lea mendapat beberapa penekanan bahkan ancaman yang membahayakan hidupnya. Jika ia sampai bertaubat dan berhenti menjadi wanita penghibur. Akan kah Lea berhasil terbebas dari dunia malam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Gemilang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"MAKANAN ENAK"
Hari demi hari ku jalani sebagai pemungut botol bekas, dengan sebuah karung yang ku gunakan sebagai wadah untuk menampung barang bawaan ku,
penampilan ku semakin kumuh dari sebelumnya. kini aku tinggal di sebuah gubuk kecil terbuat dari papan triplek dan dus bekas.
Tinggal bertetangga dengan beberapa orang tak luluh membuat ku lebih baik, karna di sini semua nampak bersaing. tidak ada kawan mereka merasa lebih baik dari yang lain. Hidup di kampung pinggir kota sudah sulit, ternyata lebih sulit lagi hidup di kota.
Tiap pagi aku akan berangkat untuk mencari botol bekas, dan sore baru kembali untuk menjual hasil pungutan ku. tak jarang aku pergi ke perumahan untuk mengambil sampah yang tidak di butuhkan.
Karna melihat penampilan ku yang sangat kumuh dan kotor, ada yang memberi pakaian bekas untuk ku pakai, itu sangat berguna bagiku, karna aku tidak memiliki pakaian banyak, aku hanya punya tiga buah pakaian karna pakaian ku terbakar habis bersama gubuk ku.
"Lea" ucap seseorang dari arah belakang.
Ku balikan badan ku untuk menghadapnya.
"Iya mbak?" jawabku kala tahu itu adalah salah satu pekerja di salah satu perumahan ini.
"Ini ambil, tadi mbak masak banyak terus ada sisa" ucapnya sembari memberikan sebuah plastik hitam.
"Wah, makasih banyak mbak. hari ini aku bakal makan enak nih" jawabku pada wanita yang berusia kepala tiga itu.
"Iya, di makan ya sayang soalnya kalau di buang" ucapnya seraya berjalan masuk kembali ke sebuah rumah dengan tiga lantai itu.
Aku pun kembali berjalan dan memunguti rongsokan yang terlihat di depan mata, hari ini aku senang sekali bukan hanya masih siang rongsokan ku sudah banyak. aku juga tidak perlu membeli makan, karna sudah ada makanan di dalam plastik besar ini.
Beberapa lama berjalan. aku pun tiba di sebuah pengepul rongsok. dan upah yang ku dapat adalah 20 ribu.
aku pun berjalan pulang ke gubuk butut ku.
lekas aku masuk dan tak sabar ingin menyantap makanan mewah ku. aku mencuci tangan di depan dan membuka bungkusan plastik besar ini.
Ada sebuah kotak plastik berisikan nasi putih, beberapa potong ayam berbumbu merah, ada sayur SOP dan beberapa gorengan juga.
bukan hanya itu, ada beberapa potong kue yang di bungkuskan oleh mbak Nurma untuk ku.
Ya, wanita yang bekerja di salah satu perumahan mewah itu adalah wanita bermana Nurma, dia berasal dari Jawa. dia merantau demi menafkahi dua anak nya yang kini bersekolah dan tinggal dengan kedua orang tuanya.
Mbak Nurma di tinggal suaminya. suaminya pamit bekerja ke salah satu kota besar. namun tidak pernah pulang dan mengirim uang, hingga satu saat Mbak Nurma menyusul dan mencari sang suami. namun bukan mendapat sebuah kejutan yang indah. Mbak Nurma mendapatkan sebuah kenyataan pahit. kala tahu bahwa suaminya telah berkeluarga lagi dengan seorang wanita. yang memiliki penampilan yang jauh lebih modis darinya.
Bahkan bukan hanya itu, rupanya suaminya telah menjadi mandor di tempat kerjanya. yang berarti memiliki gaji yang besar, dan yang lebih menyiksa hati. kala sang suami telah memiliki anak yang masih bayi dari Madunya.
Mbak Nurma memilih mundur dari pernikahan nya. karna sang suami tak bisa dan tak mau meninggalkan istri kedua nya. terlebih sang suami membandingkan dirinya dengan wanita yang berusia lebih muda darinya.
dari pada harus menelan pil pahit sepanjang hidupnya. Mbak Nurma memilih berjalan sendiri untuk menghidupi kedua anak nya.
Semua itu terbukti. sang suami tak pernah sekalipun mengirim uang untuk anak anak nya.
Mbak Nurma menceritakan kisah pahit pernikahan nya padaku. kala aku tengah di tugaskan untuk membersihkan tempat sampah di rumah yang menjadi ladang usaha bagi dirinya.
Mbak Nurma sangat baik, dia selalu memberiku makanan sisa jika dia masak banyak. tentunya makanan sisa bagiku dan baginya sangat lah berbeda, karna makanan yang di katakan makanan sisa bagiku adalah makanan mewah, kapan lagi aku bisa makan seenak ini?
Ayam, ah ini hanya sebuah angan yang terlampau tinggi. hidup di kota metropolitan nasi dengan lauk tempe saja sudah menghabiskan uang 15 ribu.
itupun pendapatan ku belum tentu bisa mencapai itu. kadang aku hanya makan nasi berlaukan garam, atau hanya membeli sebuah gorengan di pinggir jalan untuk mengganjal perut.
Mendapat makanan semua ini membuatku teramat bahagia. karna aku tidak akan bisa makan tiap hari dengan makanan seenak ini.
segera ku lahap semua makanan di hadapan Ku. ku sisakan untuk hari esok,
lekas ku buka bingkisan berisikan beberapa jenis kue. ku ambil satu potong bolu yang begitu empuk. Ya ampun ternyata rasanya sangat enak. pantas saja orang kaya badan nya bagus bagus, rupanya mereka banyak makan makanan yang enak.
Kali ini aku bisa tidur dengan nyenyak. perut ku sudah terisi penuh.
Tiba tiba aku teringat akan kedua orang tua ku, atau bisa di sebut orang tua angkat ku.
selama kami tinggal bersama, tidak pernah sekalipun aku bisa merasakan makanan seenak ini?
jangan kan untuk makan nasi berlaukan ayam, bisa makan nasi untuk malam saja sudah sangat beruntung.
Tidak pernah ku rasakan bisa makan kue yang enak ini,
"Ayah, Ibu. lihat lah Lea bisa menjaga diri kan? Kalian yang tenang ya disana, Lea janji Lea akan kembalikan Nama baik kalian berdua, dan akan menuntut balas. Atas apa yang telah menimpa kalian berdua!
Ku kepal kan kedua tanganku. jika mengingat kejadian yang menimpa kedua orang yang ku sayangi. Tak kuasa rasanya jika harus menelan sebuah pil pahit melihat kekejaman terjadi di hadapan mata.
Hanya karna satu kebaikan kalian yang tetap berusaha menyelamatkan nyawa bayi Hina sepertiku. seluruh warga men cap kalian sebagai manusia Hina,-
Alangkah lebih baik nya. dulu kalian biarkan saja aku di bunuh oleh warga, mungkin dengan begitu nasib kalian tidak akan se tragis kemarin.
kematian kalian di anggap sebagai kutukan. menjadi sebuah kebahagiaan untuk mereka.
bahkan kalian sampai tidak mendapat keadilan.
dan lebih mengenaskan lagi, tidak ada satu manusia pun yang melayat kalian. bahkan sekedar kain kafan pun kalian tidak bisa mendapatkan nya.
Air mataku menetes kala mengingat kejadian itu, Untuk kalian wahai orang tua kandung ku. entah kalian masih hidup atau sudah mati!
mengapa kalian malah meninggalkan ku dalam keadaan hidup, yang kalian sendiri sudah tahu. tidak akan ada manusia di sana yang bisa menerima ku?
jika kalian hanya mengejar sebuah nikmat, dan tidak menginginkan hasilnya. alangkah lebih baiknya kalian habisi saja nyawaku. bukan malah pergi meninggalkan ku dengan semua kesalahan kalian,
dan bukan hanya imbasnya yang ku terima, kalian lihat dua manusia baik yang mempertahankan hidupku. harus hidup terasingkan. dan mati mengenaskan!
Aku bersumpah, mengutuk semua perbuatan menjijikan kalian berdua!
Aku benci kalian sangat benci.....
aku ksh secangkir ☕ nieh kak
dah aku ksh vote y kak
aku yakin ini pasti kisah nyata.,