“Sayang, tunggu aku!" teriak seorang gadis cantik berusia 17 tahun bernama Fayra Lavina Richardzon, gadis itu berlari menghampiri moge kesayangan Ace. Pria muda yang merupakan suami Fayra. Gadis itu tampak naik ke atas motor sembari berpegang pada pinggang Ace.
“Ckk... Udah berapa kali gua bilangin jangan pernah sentuh gua pakai tangan kotor lu itu! Cepat lepaskan! Atau lu turun sekarang juga. Ingat! Status kita suami istri hanya berlaku di dalam rumah. Bukan di luar rumah, paham!”
Bentak Ace Geraldo Rodriguez, pria muda yang masih berusia18 tahun mampu membuat hati Fayra hancur. Pasangan muda-mudi itu terpaksa menjalani pernikahan rahasia karena sebuah perjanjian yang memaksa mereka harus menikah.
Lantas, sanggupkah mereka menghadapi pernikahan yang tidak mereka inginkan?
Akankah tumbuh benih-benih cinta diantara mereka?
Yuk, saksikan terus kisah mereka jangan sampai tertinggal ya ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mphoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dalang Pembullyan Fayra
Di situlah air mata Mommy Rosa dan juga Amma Trysta tumpah sambil berpelukan, tetapi jangan salah Ace sangat pandai bersandiwara memasang wajah sedihnya sehingga, Ace berhasil menipu kedua orang tua Fayra.
*
*
Keesokan harinya, Genk Three Angels di panggil ke ruangan BK. Awalnya mereka bingung saat mendengar suara panggilan dari beberapa spiker sekolah, bahkan banyak siswa/i yang menatap aneh ke arah mereka.
Tanpa basa-basi lagi mereka pun segera berjalan menuju ruang BK. Mereka langsung dipersilakan duduk di kursi tepat di depan Kepsek, Guru BK dan juga Tian selaku ketua OSIS.
“Ada apa ini Pak, kenapa kami di panggil ke sini? Memangnya kami melakukan kesalahan apa? Perasaan kami baik-baik saja, tidak ada kami berantem dengan kelas lain” Celetuk Alena dengan percaya diri.
“Ya, benar Pak. Bapak salah info kali, orang kami anteng-anteng aja di kelas bahkan kami juga sudah tidak bolos. Lalu kenapa kami malah di panggil suruh ke sini coba, kan aneh..” Sahut Violet sangat cuek.
“Tahu nih.. sebenarnya ada apa sih, Pak? Kenapa kalian semua malah pada ngeliatin kami seperti itu?! Apa ada yang salah sama penampilan kami?” Ucap Lydia dengan kesal.
Kepsek berusaha setenang mungkin ketika harus berhadapan dengan Genk Three Angels, karena mereka memang suka sering masuk ruangan BK dengan ulahnya yang berbeda-beda. Terkadang berantem sama kelas lain, bolos sekolah, atau kadang malah tidak mengikuti kelas dan memilih pergi ke kantin.
“Apa kalian pelaku pembullyan pada Fayra selaku wakil ketua OSIS? Saya dapat laporan bahwa kemarin pada saat jam pulang sekolah Fayra di temukan di dalam gudang dengan keadaan yang sangat menyedihkan, belum lagi pintu gudang sengaja diganjal oleh sapu agar Fayra tidak bisa keluar dari gudang. Apa benar ini semua karena ulah kalian bertiga, jawab saya ALENA, VIOLET, LYDIA!!”
Ketika mendengar Kepsek berbicara begitu tegas membuat mereka langsung terkejut sambil menoleh satu sama lain yang di penuhi perasaan ketakutan.
“Sudah kalian ngaku saja di depan Kepsek jika itu semua adalah perbuatan kalian, jangan mengelaknya lagi. Apa kalian tidak tahu bagaimana kondisi Fayra saat ini?”
“Dia sekarang berada rumah sakit bahkan kondisinya baru saja sadarkan diri, coba kalian bayangkan betapa khawatirnya keluarga Fayra yang semalaman tidak bisa tertidur pulas ketika melihat anak semata wayangnya terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan bantuan alat medis. Belum lagi Fayra harus berjuang untuk bertahan hidup hanya demi kedua orang tuanya”
“Bagaimana jika hal buruk itu terjadi padanya, apa kalian semua mau bertanggung jawab? Tidak kan!! Makannya kalau bertindak dipikir pakai logika, apa lagi sekarang pembullyan sudah ada pasalnya. Jangankan fisik, lewat mulut saja kalian sudah bisa masuk penjara tahu tidak!!”
“Usia masih muda saja sudah pada bertingkah layaknya seorang kriminal. Mau jadi apa kalian di masa depan kalau caranya seperti ini, hahh!! Kami juga sudah menghubungi keluarga kalian satu persatu dan mereka semua lagi ada di perjalanan mau ke sini, jadi kita lihat saja bagaimana reaksi keluargamu nanti saat mendengar tingkah anaknya seperti ini”
Guru BK mencecar Genk Three Angels dengan sangat membabi buta, dimana dia melampiaskan semua kekesalannya serta sangat gereget ketika melihat mereka hanya tertunduk tanpa ada yang berani berkata apa pun atau meminta maaf.
Sedangkan Tian yang dari tadi diam hanya bisa menahan emosinya hingga tanpa semua sadari tangan Tian meremas sofa begitu kuat dengan sorotan mata yang sangat tajam sambil tersenyum penuh arti.
Alena mengangkat kepalanya sambil menatap Kepsek yang saat ini sedang memijit pelipisnya, lalu Guru BK menatap Alena dengan tatapan marah. Dan kini mata Alena malah terpacu pada Tian yang terlihat begitu aneh. Namun seketika pandangan Alena dibuyarkan dengan kedatangan keluarga mereka yang terlihat tergesa-gesa.
Kedua orang tua mereka semua duduk di kursinya masing-masing, lalu Kepsek dan juga Guru BK segera menjelaskan maksud rekaman yang di berikan pada mereka serta kenapa sampai di panggil untuk datang ke sekolah.
Setelah mendengar penjelasan tersebut pihak keluarga terdengar sangat syok dan juga malu, bahwa anak mereka bisa melakukan hal senekat itu yang membahayakan nyawa seseorang. Genk Three Angels benar-benar sangat kesal dan juga marah, mereka mengira semua ini karena aduan Fayra hingga sampai semuanya tahu.
Padahal tanpa mereka ketahui Tianlah orang yang ada di balik semua ini bukan Fayra, bahkan Fayra saja ketika tersadar tubuhnya masih terbujur lemas untungnya Fayra tidak mengalami trauma akibat pembullyan tersebut.
Flashback Tian mengetahui semuanya
Beberapa jam yang lalu tepatnya saat jam pelajaran pertama Tian meminta izin kepada Guru yang mengajar jika dirinya lagi kurang enak badan. Diam-diam Tian mencari tahu siapa dalang di balik kejadian ini.
“Pokonya aku harus selesaikan masalah Fayra hari ini juga, buat apa aku jadi ketua OSIS jika aku tidak bisa menyelesaikan masalah. Aku yakin Fayra mengalami pembullyan, hanya saja aku belum tahu siapa orang yang sudah tega melakukan hal sekeji ini”
Tian berbicara di dalam hatinya sambil berjalan ke arah gudang, kemudian Tian mencoba untuk melihat sekeliling sudut untuk mencari jejak yang akan dia jadikan bukti. Namun naas Tian tidak menemukan apa pun di sana hanya ada air saja yang masih berceceran di lantai.
Ketika Tian ingin kembali tiba-tiba ada sebuah tawon kecil yang hampir menyengat pipinya, dengan cepat Tian langsung mengusirnya.
“Husss.. husss.. pahit, pahit, pahit. Jauh-jauh sana.. tubuhku sangat pahit dan tidak enak, jadi jangan mendekat ke arahku. Paham!!”
Tian mengusir tawon kecil tersebut dengan menangkis-nangkis kedua tangannya dan sedikit melompat-lompat. Setelah tawon tersebut berhasil pergi, tanpa di sengaja mata Tian melihat ke arah CCTV yang masih menyala.
“Mungkin dia sangat cerdik menghilangkan jejaknya, tetapi dia juga sangat bod*doh jika melupakan bahwa masih ada CCTV yang akan menjadi saksi perbuatan mereka ke pada Fayra”
“Fayra, kamu tenang saja. Aku tahu kamu pasti tidak akan mau mengungkapkan siapa orang yang telah menjahatimu, tetapi aku tidak akan tinggal diam. Lihatlah aku sudah menemukan bukti kuat agar dalam pembullyan-mu segera di hukum tuntas!”
"Terima kasih tawon, karenamu aku bisa membongkar kedok siapa dalang dibalik pembullyan yang terjadi pada Fayra"
Tian bergumam sambil menatap CCTV yang kini masih berfungsi sangat kuat bahkan, hanya saja CCTV tersebut tidak bisa merekam kejadian dari dalam gudang. Tetapi setidaknya CCTV tahu siap pelakunya.
Dengan langkah cepat Tian langsung memberitahu kepada Guru Bk, Guru pembina OSIS dan juga Kepsek. Dimana mereka mengecek CCTV yang ada di dekat gudang, betapa terkejutnya mereka semua ketika yang masuk ke dalam gudang bersama Fayra adalah Genk Three Angels, bahkan terlihat juga Violet membawa sebuah ember kecil yang berisikan air.
Di situ semuanya benar-benar tidak bisa menduga bahwa Genk Three Angels bisa berbuat senekat ini, bahkan ini bukalah merupakan pembullyan tetapi sudah masuk ke dalam daftar perilaku kriminal yang seharusnya bukan di hukum oleh pihak sekolah tetapi langsung di penjarakan.
Namun, Tian meminta kepada semuanya agar tidak mengatakan bahwa dirinyalah yang telah mengungkap semuanya. Bahkan rekaman CCTV pun hanya di perlihatkan oleh keluarga mereka tanpa sepengetahuan ke-3 anaknya.
Flashback Off
Kemudian Genk Three Angels mendapat sebuah hukuman untuk berdiri di depan tiang bendera sambil hormat mendongak ke atas, belum lagi keadaan saat ini benar-benar terik dan juga silau.
Seakan-akan Matahari seperti memberi dukungan kuat untuk membuat Genk Three Angels merasakan betapa panasnya sinar itu, karena Matahari berada tepat di atas kepala mereka.
Rasa haus, lapar, pegal bahkan gerah kini melanda mereka sampai membuat make up mereka mulai memudar. Banyak siswa/i yang menertawakan mereka hingga menggoda mereka dengan meminum air dingin ketika melewati mereka serta memakan roti yang terlihat begitu enak.
Genk Three Angels hanya bisa menelan air liurnya dengan kasar, seperti mendapatkan hinaan dari mereka semua. Kejadiin ini benar-benar membangkitkan membencian di dalam hati Alena terhadap Fayra, karena dia reportase Genk Three Angels turun dan mendapatkan sebuah penghinaan di hadapan semua murid.
Dan tidak hanya itu, setelah mendapatkan hukuman seperti itu mereka juga di skorsing selama kurang lebih 1 minggu dan harus mengumpulkan 2 buku tebal full dengan tulisan (SAYA BERJANJI TIDAK AKAN MELAKUKAN PEMBULLYAN LAGI TERHADAP TEMAN SAYA).
Dan utk loe Ace, Berbahagialah kamu dalam penjara dgn penuh penyesalan mu..Gak sangka aku Siswa teladan dan Most Wanted waktu SMA bisa hidupnya hancur kek gini karena akibat KEBODOHAN nya sendiri..Miris banget..