NovelToon NovelToon
HOW CAN I NOT LOVE YOU

HOW CAN I NOT LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:161.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Anindita menjalani pernikahan keduanya bersama Ricky Pratama, pria yang dulu pernah merengut kesuciannya, pria yang dulu dia anggap adalah penghancur masa depannya. Namun, siapa menduga jika saat ini dia justru telah menjadi istri executive assistant perusahaan properti milik Angkasa Raya Group itu.

Walau dirasakan menjalani pernikahannya tanpa rasa cinta, namun Anindita begitu merasakan kebaikan, kehangatan dan ketulusan hati Ricky yang begitu sabar menanggapi sikap keras kepalanya.

Di tengah biduk rumah tangganya yang sedang berjalan tenang, tiba-tiba sosok dari masa lalu mereka hadir dan mengusik kebahagian rumah tangga mereka yang perlahan-lahan sedang dibangun.

Lalu,. bagaimana mereka berdua menghadapi kerikil yang menghadang perjalanan rumah tangga mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 -- Rasa Kecewa Anindita

Mama Arya memperhatikan dua kursi di depannya yang terlihat kosong, jika hanya kursi yang kosong saja, mungkin dia tidak akan serius memperhatikan. Namun, dua buah piring di atas meja di depan kursi tersebut membuatnya berpikir apa ada tamu lain yang ditunggu oleh Ricky dan juga Anindita saat ini.

" Apa ada orang yang kalian undang, Anin, Nak Ricky?" tanya Mama Arya menunjuk ke arah kursi di depannya dengan menggunakan arahan matanya.

" Hmmm, iya, Mah. Kami menunggu tamu yang aka datang kemari," sahut Anindita melirik ke arah Ricky di sampingnya.

" Tapi tamunya belum pasti akan datang atau nggak, Bu." Ricky menimpali, karena dia yakin jika Ria dan Lanny tidak akan datang menemui mereka.

Anindita kembali mendelik kearah suaminya, saat suaminya menyangsikan jika kedua orang yang mereka undang tidak akan datang.

" Apa mereka temanmu, Anin?" tanya Mama Arya.

" I-iya, Ma."

" Apa kita akan makan menunggu teman-temanmu datang?" tanya Mama Arya kembali.

" Tidak, Bu. Sebaiknya kita makan sekarang saja, biar mereka nanti ikut bergabung dengan kita jika mereka benar datang." Ricky memang tidak yakin kedua adik Arya akan datang atas undangan mereka.

" Ya sudah, kita makan sekarang saja. masalahnya Mama nggak bisa makan terlalu malam," keluh Mama Arya terkekeh.

Anindita langsung menyendokkan nasi di atas piring milik Ricky lalu mengambil lauk pauknya, setelah itu dia mengambilkan untuk mantan Mama mertuanya yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri. Sementara Tita mengambilkan makan untuk Ramadhan terlebih dahulu, setelah itu dia menyuapi Arka, baru menyantap makanannya sendiri.

Satu jam berlalu, namun kedua adik Arya tidak juga datang, padahal Ricky dan keluarganya sudah selesai menyantap menu makan malam mereka. Anindita bahkan terlihat gelisah, beberapa kali wanita itu menengok jam di ponselnya yang saat ini sudah menunjukkan jam setengah sembilan malam.

" Teman kamu itu nggak jadi datang sepertinya, Nin." Mama Arya berkomentar karena tidak ada orang yang datang menjumpai Anindita dan Ricky.

" Entahlah, Ma." Anindita menatap Mama Arya. Untung saja dia menuruti apa yang Ricky sarankan, untuk tidak memberitahu terlebih dahulu pertemuan mereka dengan Ria dan Lanny. Seandainya Eyang dari anaknya itu tahu jika tamu yang ditunggunya adalah Ria dan Lanny, bisa dibayangkan betapa kecewanya Mama Arya karena kedua anak perempuannya itu tidak mau menemuinya.

" Kamu nggak hubungi mereka saja, Nin? Mereka janji mau datang tapi nggak datang dan nggak ada kabar, takutnya terjadi sesuatu di jalan." Mama Arya beranggapan jika halangan yang membuat orang yang ditunggu Anindita tidak hadir, kemungkinan tertimpa sesuatu yang buruk di jalan.

" Anin nggak punya nomer teleponnya, Ma." sahut Anindita.

" Nggak punya nomer teleponnya? Kok, aneh? Biasanya kalau berteman itu pasti saling save nomer HP." Entah kenapa saat ini Mama Arya terlihat agak cerewet dari biasanya.

" Anin baru pertama kali bertemu mereka lagi, Bu. Saking senangnya bertemu sampai lupa tukar nomer HP, karena mereka juga kemarin pergi terburu-buru." Seraya menepuk pelan punggung Anindita, Ricky menolong Anindita dari pertanyaan yang menyulitkan yang dilontarkan oleh mantan Mama mertuanya itu.

" Oh, begitu ..." Akhirnya Mama Arya mengerti setelah mendengar penjelasan dari Ricky.

" Sebaiknya kita pulang sekarang, kasihan anak-anak sudah pada mengantuk." Ricky menunjuk Ramadhan yang menyandarkan kepalanya di meja makan dan Arka yang sudah memperlihatkan mata sayu sambil menyandarkan kepala di bahu Tita.

Sebenarnya Anindita ingin meminta menunggu beberapa menit lagi, siapa tahu Ria dan Lanny benar-benar datang, namun melihat kedua anaknya memang sudah mengantuk, mau tidak mau Anindita akhirnya menyetujui suaminya yang mengajak mereka untuk segera meninggalkan tempat makan milik Koh Leo dan Sandra yang diberikan Ricky sebagai ucapan terima kasih, karena sudah menjaga Anindita dan Ramadhan setelah pemerko saan yang sudah dia lakukan kepada Anindita beberapa tahun silam.

***

Ricky memperhatikan Anindita yang sedang berdiri di tepi pagar balkon kamar apartemen mereka, dia memang bisa merasakan jika istrinya itu sedang kecewa berat karena ketidakmunculan Ria dan Lanny yang sangat diharapkan Anindita dapat menjadi kejutan untuk Ibu Fatma, orang tua dari Arya.

Ricky berjalan mendekati istrinya yang terlihat memandang gemerlapnya lampu-lampu malam kota Jakarta yang nampak begitu indah.

" Jangan terlalu dipikirkan ketidakhadiran kedua adik Pak Arya tadi, Anin." Ricky melingkarkan tangannya di pinggang Anindita membuat wanita itu terkesiap dengan tindakan yang dilakukan oleh suaminya itu.

Anindita mendengus keras melampiaskan kekecewaannya terhadap sikap kedua adik Arya yang seperti tidak perduli dengan Mama Arya, Mama mereka sendiri.

" Kenapa mereka bersikap seperti itu ya, Mas?" sesal Anindia penuh nada kekecewaan.

* Mereka sudah mengirim Bu Fatma ke panti jompo, seharusnya kamu nggak usah terlalu aneh dengan sikap mereka kali ini, Anin." Ricky mengomentari pertanyaan Anindita yang dia rasa Anindita pun tahu jawabannya.

" Aku pikir mereka sudah berubah, Mas. Mereka mau berziarah ke makam Mas Arya, aku pikir mereka sudah menyadari kesalahan mereka ..." Nada sedih kini terdengar jelas dalam kalimat yang diucapkan oleh Anindita.

* Untung aku mengikuti apa yang disarankan oleh Mas, nggak kasih tahu Mama lebih dahulu. Coba kalau aku cerita sama Mama kalau kita tadi menunggu kehadiran Mbak Ria dan Mbak Lanny, rasa sedih dan kecewa Mama pasti akan melebihi apa yang aku rasakan sekarang ini, Mas." Dengan hampir terisak, Anindita mengucapkan kata-kata tersebut.

" Sudahlah, Anin. Nggak usah memikirkan hal itu,! Anggap saja tadi pagi kita tidak bertemu siapa-siapa di makan Pak Arya." Ricky mengecup pucuk kepala Anindita, selanjutnya tengkuk dan ceruk leher istrinya tak terlewatkan diabsen oleh bibirnya.

" Kita lupakan soal Ria juga Lanny. Sekarang, bagaimana dengan rencana liburan kita berdua, Anin?" bisik Ricky, sementara tangannya kini sudah menggerayangi bagian-bagian sensitif tubuh Anindita seakan memberikan kode untuk melakukan hubungan in tim kepada istrinya itu.

" A-aku belum bicara dengan Mama, Mas. Aku juga nggak tega meninggalkan anak-anak." Tubuh Anindita menggeliat karena sentuhan yang diberikan suaminya di area-area yang bisa membangkitkan ga irahnya.

Ricky memutar tubuh Anindita hingga kini berhadapan dengannya. Jarinya menyentuh bibir ranum sang istri yang membuat dirinya tidak bisa berpaling dari wanita yang berasal dari desa kecil itu sejak pertama kali menyentuhnya beberapa tahun lampau.

Tak butuh waktu lama Ricky menautkan bibirnya dengan bibir sang istri, memberikan sentuhan dan saling bertukar saliva. Pertemuan bibir dengan bibir, lidah dengan lidah hingga pagutan penuh ga irah yang mereka lakukan berdua seolah tidak memperdulikan jika saat ini mereka berada di ruang terbuka.

Ricky menarik tengkuk Anindita, memperdalam pagutannya hingga suara decapan terdengar di balkon kamar mereka. Lengan berotot pria itu lalu mengangkat tubuh Anindita hingga Anindita reflek melingkarkan tangannya di leher suaminya tanpa melepas penyatuan kedua bibir mereka. Ricky pun membawa Anindita ke dalam kamar untuk melanjutkan aktivitas suami istri yang sama-sama mereka inginkan.

*

*

*

Bersambung ....

Happy Reading❤️

1
Lia Nurlaila
sebenarnya ini baca udah berulang kali karena memang suka
Chu Shoyanie
di dunia nyata mh byk istri yg ditinggal mati suaminya ketika nikah lg udah lupa wh kyknya th ma alm,apalagi kl suaminya yg skrg BS SGT mencukupi kebutuhan lahir batinnya,beuh ke mkm mantan suaminya aja GK prnh lagi!
Chu Shoyanie
Anin terkesan bodoh bukan polos...
di dunia nyata SDH GK ada kyknya wanita desa yg polos apalagi kl SDH kaya...
Ayo Ricky asah terus kepolosan Anindita biar GK jadi plong* kyk pemimpin Konoha tuh;pl*ngo tp menyengsarakan rkyt!
👸 Naf 👸
yahhh Thor knp udh Tamat, aku baca ini ngebut ga sampe seharii udh tamat, masih pengen liat apa mm Anin yg ga jutek sm Papa Ricky 😅😄
👸 Naf 👸: anyway makasih kak Rez Zha udh bikin cerita inii walo bab nya pendek,, krn sbnnya blm pengen move on dr Papa Ricky.
Tapi cerita kak Rez Zha baguss semuaa dr 4 novel yg udh kubaca, ga ada yg gagal mnrt akuu, thank u otor sayang ❤️❤️
total 1 replies
👸 Naf 👸
papa Rocky mmg ter the best
👸 Naf 👸
Bagus Papa Ricky, sesekali mmg harus bersikap tegas sm Anin biar Anin tau salahnya. Terus terang gemes n kesel sm Anin, secara Ricky udh total loh sayangnya ke Anin tp Anin masih aja blm move on
👸 Naf 👸
kenapa kesel sm Anin ya, padahal Ricky udh all of banget ke Anin, tp sikap Anin ga kaya pas ke Aryaa
👸 Naf 👸
keren Cik Luci
Vicka Byl
alurnya slow enk d bc
Dafila Nurul
bagus ceritanya. cm ga suka sm sifat keras kepala nya anin
gia nasgia
Akhirnya yg di nantikan papa Ricky 😍😍🥰 makasih Otor untuk kebahagiaan papa Ricky dan mama Anin 😘👍
gia nasgia
Next
gia nasgia
Tetap curiga dengan niatnya Ria dan Lanny
gia nasgia
Boleh tapi ada syaratnya mama Anin harus memakai lingerie yg berwarna mint itu 🤣🤣🤣🤭
gia nasgia
lanjutkan 👍
gia nasgia
Semoga mama Anin benar "menyadari kesalahannya 🤦
gia nasgia
Kenapa aku senang klau Si boss somplak memprovokasi papa Ricky 😂😂
gia nasgia
Mama Anin benar"belum mengikhlaskan kepergian papanya Arka 🤦aku mendukung dgn sikapnya papa Ricky, agar mama Anin menyadari kesalahannya 😏
gia nasgia
Ampun deh mama Anin 🤦🤦
gia nasgia
Tdk salah papa Ricky memilih mama Anin yg berhati malaikat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!