Raya Salsabila wanita yang memiliki IQ di bawah rata-rata, membuat nya menjadi Bully-an teman-temannya, Ia jatuh hati pada seorang Elvano yang memiliki IQ di atas rata-rata, sehingga ia membuat dirinya merasa seakan seperti langit dan Bumi, siapa sangka ia akan menikah dengan pria idamannya itu karena perjodohan , Pernikahan yang sama belum Elvano bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Jam sudah menunjukkan bahwa waktu istirahat sudah selesai, Raya kini sudah menuruni tangga menuju ke kelasnya.
'Ia adalah wanita yang memiliki semangat yang tinggi, aku kagumi itu. Asal dia bekerja keras, selalu belajar, aku yakin nilainya tidak akan anjlok' bathin seseorang saat melihat Raya masuk dengan wajah yang di tekuk, apalagi saat berpapasan dengan geng Lola. Ingin rasanya Raya membalas, hanya saja ia tak ingin, karena sebentar lagi akan di mulai ulangan harian
''Ray, kau belajar dimana? kau tidak ke kantin?'' tanya Amel saat raya duduk di kursinya
''Aku harus bisa dalam ulangan ini, Mel. kalau tidak sia-sia dong Devan mengajariku, '' ucap Raya seraya melihat kearah Devan
''Kau benar juga sih, Ra. Ah, aku pasrah dah jika nanti aku dapat nilai jelek, toh mama dan papa gak terlalu nekan sih'' ucap Amel
''Kau benar juga, tapi kan Mel ... aku hanya ingin lulus dan bisa masuk kuliah di tempat El kuliah nantinya'' ucap murung Raya. Cinta datang tiba-tiba, dan juga tak tahu kapan akan berakhir, seperti itukah cinta yang Raya rasakan pada Elvano, meskipun selalu di abaikan, Raya terus tak surut untuk mencintai Elvano
''Kau sudah bekerja keras untuk perasaanmu, tidakkah kau memikirkan Devan, dia begitu perhatian denganmu, bahkan juga pernah menyatakan kalau dia suka padamu'' ucap Amel
''Selamat siang anak-anak, sekarang kalian selesaikan tugas ulangan harian ini dengan sangat baik, Elvano ... berikan ini pada teman-temanmu'' ucap sang guru pada Elvano. Tanpa menjawab Elvano bangkit dan memberikan kertas tugas itu pada teman-temannya. Tentu Lola cemas, karena ia tidak punya kesempatan belajar dan membuat contekan tadi, Namun ... Lola menatap Elvano saat El meletakkan berkas di atas mejanya, dan berlalu hingga ia kini sampai di meja Raya. Raya bagaikan kucing malu, di saat jauh ... ia ingin terus menatapnya , tapi ... sekarang? ia malah menunduk, membuat Elvano menarik sudut bibirnya walau samar, tapi itu sudah menunjukkan bahwa Raya sangatlah lucu
''Kerjakanlah dengan baik, kalau kau punya nilai 6 keatas, aku akan memberikan kau hadiah nanti'' ucap pelan El tepat di depan wajah Raya, sontak waja Raya merona karena terkejut dan bahagia, Saat Ray ingin mendongakkan wajahnya untuk melihat Elvano, Elvano sudah berlalu meninggalkan mejanya. Tentu membuat Raya bersemangat, namun ... saat menatap tiap barisan soal ulangan itu, terdengar helaan nafas dari Raya, tulisan yang paling ia benci, Raya membayangkan tiap baris dan kata itu adalah Elvano, sehingga ia tersenyum-senyum sendiri, membuat Guru yang melihatnya menghampiri bangku Raya.
''Kau bisa? jangan kecewakan bapak kali ini, Raya'' ucap pak guru yang termasuk telaten pada sosok bodoh Raya
''Siap, pak'' jawab Raya semangat''
'Raya ... semangat. Ingatlah ... El akan memberikanmu hadiah jika kau bisa mengerjakannya, setidaknya ... nilai 6 semangat lah. Raya ... ' bathin Raya yang kini mulai menggerakkan jarinya dan mengerjakan tugasnya
Seperti biasa, Elvano selesai terlebih dahulu, sebelum Elvano menyerahkan tugasnya, ia sempat melihat kearah Raya sejenak, lalu melangkah bak langkah superhero yang cepat
'Ah, dia sudah selesai ' bathin Raya. kemudian di susul oleh Devan, semua murid juga sudah selesai. Raya berusaha mengingat semua yang sudah dipelajarinya
Meskipun pada akhirnya dia selesai di saat semua anak-anak sudah selesai semua. Dengan kikuk Raya menyerahkan soalnya pada sang guru, Sang guru hanya menggeleng kan kepalanya. namun ... Sedikit tersenyum pada hasil jawaban Raya.
"Raya, terus lah belajar. Sebenarnya kau mampu, Nak. Jangan patah semangat" ucap pak guru dengan memberi semangat pada Raya. Raya sangat terharu dengan kesabaran pak guru itu, padahal dia bodoh, tapi guru- gurunya selalu memperlakukan nya dengan sangat baik.
"Raya akan berusaha agar tidak mengecewakan bapak, Terimakasih ya Pak. Kalau begitu ... Raya permisi" ucap Raya dengan tersenyum.pada gurunya.
*****
"Bukankah mama mengatakan akan memperkenalkan El pada anak teman Mama, Ayo ... Mumpung El ada waktu" ucap El yang membuat Mama dan adiknya sama-sama melongo tak percaya.
"Kakak benaran mau kenalan sama tuh cewek, Kakak gak salah mi um.obat kan?" Tanya sang adik
"Apa yang kau katakan, dia seperti nya teman sekelas kakak, Ma ... Ayo ... Atau El hitung nanti pas batal," ancam El
"Eh, Ayo ... Ayo ... Duh gemesin deh kalian, yang satu super nyenengin dan yang satu super ngeselin. Sama ibu gak ada bercandanya, huh" gumam ibunya El seraya mengambil tas kecilnya. Akhirnya setelah beberapa saat mereka pun sampai di kediaman Raya. Raya yang sudah bersiap untuk ke kamar nya akhirnya ia urungkan karena ibunya menyuruhnya untuk membuka pintu
"Sia_" ucapan Raya tertahan saat melihat siapa tamu yang datang jam 7 malam ini, Bukankah ini El,? Gumamnya dalam hati. .
" Hai sayang, Mama datang. Bagaimana kabarmu?" Ucap Mamanya El seraya memeluk Raya, Sedangkan mata Raya masih terus menatap kearah Elvano yang seakan terkejut dengan panggilan Mama Anatar dirinya dan juga Mamanya.
"Raya, Kenapa tamunyabtidak di suruh ma_" ucapan Mamanya Raya juga terhenti kala melihat pemandangan di hadapannya.
"Eh, Linda. Mari masuk. " Ajak Ratih saat melihat sahabatnya bertamu dengan seseorang yang Ratih yakini dia adalah anak yang katanya Linda adalah super cuek.
"Malam Tante" sapa El yang membuat Raya dan Mama nya El tertegun.pasalnya El tak pernah menyapa siapapun terlebih dahulu.
"Malam juga, Nak. Mari semuanya masuk. Kebetulan aku sudah masak untuk makan malam, Ayo kalian bergabunglah" ucap Ibunya Raya.
Raya yang masih syok dengan kedatangan Elvano, hanya bisa mengikuti langkah Elvano dari belakang. Tubuhnya yang mungil dengan rambut yang di ikat lucu, membuat Mamanya El merasa gemas dengan anak sahabatnya itu.
"Duduklah, Tao makan dulu Lin. Keburu dingin nanti gak enak" ucap Ratih
"El gak makan Ma, Tante" ucap El yang membuat Raya menghentikan tangannya untuk mengambil piring
"Mmmm Raya ... Kita jalan di taman mau?" Ajak El tiba-tiba, membuat Raya semakin tak bersua, namun ... Tingkah konyolnya masih ketara
"Mau ..." Jawaban itu secepat kilat keluar dari mulut Raya
Raih dan Linda hanya diam menyaksikan dua anak muda itu berjalan menjauh dari meja makan.
"Ratih, bukankah mereka sangat serasi, Ah so sweet" ucap Linda dengan gemas.
.*****
"Kau anaknya Mama Linda?" Tanya Raya bodoh
"Mama, kau memanggil nya Mama, apakah kau berniat menjadi istriku?" Ucap sinis Elvano
"Tentu kalau kau mau" ucapan itu tiba-tiba saja terlontar membuat Raya membungkam mulutnya saat menyadari akan apa yang ia katakan, sialnya ... Elvano sudah mendengar itu, El memalingkan wajahnya namun bibirnya sedikit tertarik.
"Nilai PR bagus, Kau sangat belajar keras " ucap El mengusir keheningan
"Devan yang datang tadi malam dan kita mengerjakan bersama," ucap Raya jujur seraya melemparkan kerikil kecil ke taman
Elvano terdiam, Ia terkejut dengan apa yang di katakan Raya, tiba-tiba tangannya mengepal, Apakah dia marah?
walaupun sakit hati saat saat raya
mengabaikan perasaan Devan
tapi ujung-ujungnya El menjadi suaminya/Wilt/
walaupun sakit hati saat saat raya
mengabaikan perasaan Devan
tapi ujung-ujungnya El menjadi suaminya
Lanjutkn thor
Jangan lama ya thor
aku tunggu setiap hari,tp gk kunjung update