Seroang mafia masuk ke dalam novel poligami yang sangat dia benci, dia terjebak dalam raga seorang wanita lemah yang merupakan korban poligami dari suami materialistis.
Alina masuk saat ke dalam raga Alya saat dia meregang nyawa setelah didorong ke kolam renang oleh Monica yang merupakan istri kedua.
Alina membatu Alya untuk membalaskan dendam, dengan tau alurnya tentu sangat mudah untuk balas dendam namun Alina malah terjebak dalam jerat cinta CEO penikmat wanita yang merupakan partner bisnisnya.
Akankah Alya(Alina) dan Albert akan bersama? yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak tau lagi
"Ayo berangkat," ajak Alya.
"Iya sayang," sahut Radit.
Mendengar kata sayang membuat Alya menatap Radit dengan tajam, dia sungguh muak sekali dipanggil sayang oleh Radit.
"Lain kali panggil aku Nyonya, telingaku panas kamu panggil sayang," titah Alya.
"Kenapa? aku ini suami kamu bukan bawahan kamu," protes Radit.
"Benarkah, aku lupa tuh kalau udah nikah sama kamu," sahut Alya.
Radit menatap Alya dengan tatapan tak biasa, dia sungguh heran dengan sikap Alya semakin kesini semakin menjengkelkan.
"Udah ayo, intinya jangan pernah panggil aku sayang, aku nggak suka," kata Alya.
"Bukankah dulu kamu suka sekali jika aku panggil sayang," ucap Radit.
"Dulu, dulu. Sekarang, sekarang," pungkas Alya lalu berjalan meninggalkan Radit di tempatnya.
Ibu Mery mengelus punggung anaknya dia mencoba menghibur Radit supaya sabar menghadapi Alya.
Di depan, Alya menunggu Radit dengan kesal hingga dia berteriak memanggil Radit.
"Radit...." teriak Alya.
Radit segera berlari ke depan.
"Lama sekali! ngapain saja!" maki Alya.
"Iya sayang, eh Alya," sahut Radit yang enggan memanggil Alya dengan panggilan nyonya.
"Buka pintunya!" titah Alya.
Radit segera membukakan pintu untuk Alya lalu dia juga masuk untuk segera mengemudikan mobilnya.
"Nanti di kantor cek satu persatu laporan, aku masih menemukan ketidaksesuaian," kata Alya.
"Masa ada lagi ketidaksesuaian Alya?" tanya Radit.
"Kamu ini bisa bekerja apa tidak sih Radit, apa jangan-jangan kamu tidak bekerja dengan baik," kata Alya dengan marah.
"Kantor mengalami banyak kerugian, dilaporan tercatat untung tapi kenyataannya pemasukan tidak sebanding dengan pengeluaran, kalau kita untung seharusnya pemasukan lebih banyak dari pengeluaran tapi ini malah sebaliknya," ungkap Alya.
"Coba aku cek lagi nanti," sahut Radit.
"Cek yang jeli, awas saja kalau ada yang tidak sesuai, aku laporkan kamu," ancam Alya.
Radit nampak takut dengan ancaman Alya dia tidak ingin masuk penjara.
Mobil terus melaju membelah jalanan ibu kota yang padat, tak butuh waktu lama bagi Radit untuk sampai di kantor.
Alya berjalan masuk meninggalkan Radit yang masih memarkirkan mobilnya.
*********
Brak
Alya menggebrak meja sehingga membuat beberapa orang di depannya tersentak kaget.
"Kalian kembalikan dana perusahaan atau aku laporkan masalah ini ke polisi," ancam Alya dengan tatapan tajamnya.
Mereka saling menyenggol, heran bagaimana bisa Alya kini begitu hebat dia tahu kalau ada permainan di pengeluaran dan pemasukan hasil produksi.
Alya lagi-lagi menggebrak meja, dia sungguh kesal sekali dengan bawahnanya yang hanya diam saja tanpa ingin menjelaskan.
"Bicara atau aku polisikan kalian semua," ancam Alya.
Semua yang takut akhrinya membuka suara, mereka bilang kalau memang mereka telah menggelapkan dana perusahaan ke kantung pribadi.
"Brengsek kalian, memangnya ini perusahaan nenek moyang kalian! pada sesuka hati menggelapkan dana," bentak Alya.
"Maafkan kami Ibu Alya," sahut salah satu dari mereka.
"Maaf maaf, segera kembalikan uang perusahan atau aku laporkan ke pihak yang berwajib dan ingat jangan coba-coba kabur atau anak dan istri kalian ikut bertanggung jawab," ancam Alya.
Mereka semua nampak ketakutan dan mereka meminta waktu untuk mengembalikan dana perusahaan yang mereka gelapkan.
"Baiklah aku beri waktu hingga bulan depan setelah itu kalian buat surat pengunduran diri," kata Alya.
Alya sengaja meminta mereka untuk mengundurkan diri supaya dia tidak mengeluarkan dana pesangon untuk mereka.
Radit sungguh geleng-geleng kepala melihat kecakapan Alya dalam menangani suatu masalah dia tak tanggung-tanggung untuk memberhentikan pegawai yang sudah bertahun-tahun hanya karena penggelapan dana yang nominalnya menurut Radit tidak begitu banyak.
"Ya sudah kalian boleh keluar," kata Alya.
Setelah mereka keluar Radit melakukan protes terhadap Alya.
"Kamu ini apa-apaan Alya kalau caramu seperti itu pegawai kita bisa kabur," kata Radit.
"Lagian mereka hanya menggelapkan sedikit dana kenapa kamu malah membuat mereka mengundurkan diri? ingat Alya mereka puluhan tahun mengabdi dengan kita," sambung Radit.
Alya nampak kesal Radit.
"Mata kamu soek, menggelapkan dana seratus juga kamu bilang sedikit," maki Alya.
"Ada hampir sepuluh orang yang melakukan penggelapan, coba kalau kamu kalkulasi dana yang hilang hampir satu M," sambung Alya.
"Tapi kan...." Belum sempat melanjutkan kata-katanya Alya sudah menatap Radit dengan tajam.
"Kalau kamu mau belain maling ya sudah kamu juga bisa membuat surat pengunduran diri," sahut Alya.
Radit diam seketika tentu dia tidak ingin Alya pecat karena bagaimanapun dia masih mengharapkan menjadi CEO kembali.
"Ya sudah aku pamit," kata Radit.
"Iya, nanti kamu kita temui klien kita yang tadi menelpon," sahut Alya.
Radit diam-diam melakukan meeting dengan beberapa pegawai termasuk yang menggelapkan dana, dia memprovokasi mereka untuk membelanya untuk melawan Alya karena dengan banyaknya pegawai yang tidak setuju dengan kepemimpinan Alya dia bisa lengser.
"Apa mungkin pak, mengingat ini adalah perusahan milik pak Brata yang tak lain adalah papa dari Bu Alya," kata salah satu dari mereka.
"Kan saya adalah suaminya, saya hanya tidak suka sikap istri saya yang semena-mena dengan pegawai yang lama," sahut Radit.
"Kebijakan Alya sekarang sangat ketat, kita ini tidak bisa bekerja di bawah tekanan seperti ini," kata Radit.
Semua nampak setuju dengan kata-kata Radit, mereka rencannya besok akan melakukan demo besar-besaran pada Alya.
Benar saja keesokan harinya para pegawai melakukan demo di depan perusahaan, Alya nampak heran kenapa mereka melakukan demo perasaan dia masih menggaji mereka semua sesuai upah regional mereka.
"Apa-apaan mereka," kata Alya dengan mengepalkan tangan.
Alya segera turun ke bawah untuk menemui para pendemo dia sudah diikuti oleh ghost bodyguard miliknya yang melindungi Alya dari jauh.
"Ada apa ini?" tanya Alya.
"Kami minta ibu Alya mundur dari jabatan CEO sekarang juga biarkan pak Radit kembali yang memimpin," jawab mereka.
Alya mengerutkan alisnya.
"Apa hak kalian untuk meminta aku turun padahal jelas-jelas ini adalah milik aku," sahut Alya.
"Kalau kalian merasa dirugikan silahkan keluar, pintu perusahaan terbuka lebar untuk yang mau keluar dengan catatan tidak ada kompensasi sedikitpun dari kami karena kalian yang ingin resign sendiri," jelas Alya kemudian.
Semua nampak terdiam dan berfikir tiba-tiba nyali mereka menciut.
"Kalian keluar aku nggak rugi sama sekali karena dengan mudah aku bisa mendapatkan pegawai lagi tapi bagaimana dengan kalian, apa mudah cari kerja lagi," ungkap Alya.
Semua berbisik sendiri lalu salah satu dari mereka memutuskan untuk tetap menjadi pegawai di perusahaan Alya.
Semua pun akhirnya memutuskan untuk menarik kata-katanya untuk protes, mereka sadar siapa pun pemimpinnya tidak masalah asal hak mereka diberikan dengan sesuai.
"Ya sudah sana, sekali lagi kalian demo-demo nggak jelas seperti ini aku nggak segan untuk memecat kalian semua," ancam Alya.
Radit sungguh Frustasi, dis sudah tidak tau lagi bagaimana menghadapi Alya, dia pikir Alya takut dan menuruti keinginan para pegawai yang berdemo tapi kenyataannya malah pendemo yang takut.
Saat ingin berbicara dengan Radit, Alya mendapatkan panggilan dari seseorang dan ini membuatnya semakin marah dengan Radit.
Seorang CEO muda, merasa dirugikan oleh Radit sehingga dia meminta kompensasi yang fantastis dengan Alya.
Menurut novel, sebenarnya ini lah bagian yang menarik, dia sangat menggemari tokoh Albert dari novel ini, sama-sama seorang yang licik dan mafia namun ada yang Alya benci dari Albert yaitu sifat play boy Albert yang suka main wanita.
Bossss...
😀😀😀❤❤❤
😁😁