NovelToon NovelToon
Seberkas Cahaya

Seberkas Cahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama
Popularitas:118.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rizkia AN

Masa lalu yang buruk menjadikan "Assena" tumbuh menjadi gadis pendiam dan dingin.
Bayangan masa lalu itu terus berputar-putar dalam ingatannya, mimpi buruk selalu menghantui setiap malam.

Sampai ia menemukan seseorang, cinta pertamanya. Hadir bagai seberkas cahaya dalam jiwanya yang gelap.

Ketika sosok yang berhasil menumbuhkan rasa cinta itu telah pergi. Akankah Assena setia menunggu cinta pertamanya sampai kembali? sedang ia di kelilingi para pria yang banyak mengejarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizkia AN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sedekat ini

"Sebenarnya aku sering melihatmu ditempat ini, karena aku sendiri setiap hari minggu selalu datang kemari." Ucap Petter menatap Assena sedikit menggeser, membawa tubuhnya lebih mendekat.

"Benarkah? Tapi aku tidak pernah melihatmu saat berkunjung kemari." Ucap Assena membalas tatapan Petter.

"Karena kau tidak terlalu memperhatikan sekitarmu. Aku selalu memperhatikanmu setiap hari minggu." Ucap Petter yang tiba-tiba menangkup kedua pipi Assena.

Assena terkejut, karena ini kali pertamanya ia sedekat ini dengan seorang lelaki. Bahkan sampai menyentuh pipinya seperti ini, DEG DEG DEG dadanya berdegup kencang, pipinya merona malu.

"Dari dulu aku ingin mendekatimu, menjadi temanmu. Tapi karena di sekolah kau terkenal sekali murid tercantik yang sangat cuek dan dingin, aku sempat ragu mendekatimu. Tapi kau sungguh menarik bagiku, aku terus berusaha meski kau selalu mengacuhkanku." Sambung Petter yang enggan melepas kedua telapak tangannya yang menempel pada pipi Assena.

Dan lagi Assena hanya terpaku menatap kedua bola mata Petter, tidak menghindar pula dari sentuhannya.

Ia merasakan sisi Petter yang lain, saat ini Petter yang ada dihadapannya begitu lembut dan manis. Tidak seperti biasa Petter yang menyebalkan.

"Ehem ehem.." Suara pak Sur yang entah sejak kapan muncul, begitu mengagetkan mereka berdua. Seketika Petter melepaskan tangkupan pada pipi Assena, mereka berdua tampak malu karena kepergok.

*K*agetnya sudah seperti ini, sudah seperti kepergok ayah kandungnya saja.

"Bapak sangat khawatir karena sudah lama nona belum kembali juga." Sambung pak Sur menatap mereka silih berganti.

"Maaf yah pak, Assenanya diajak ngobrol dulu hehe. Emm saya petter teman sekolah Assena." Ucap Petter tersenyum canggung menggaruk belakang kepala yang tidak terasa gatal.

"Ini juga sudah selesai" ucap Assena berdiri.

"Aku pulang dulu." Sambungnya melirik Petter.

"Hati-hati!!" Ucap Petter tersenyum, membuat Assena yang sudah melangkah pun menoleh dan membalas senyuman Petter.

Pak Sur yang ikut menoleh pun tersenyum melihat Assena yang tersenyum seperti itu.

"Ini kali pertama kau tersenyum padaku." Lirih Petter bibirnya mengukir senyum.

**

Diperjalanan pulang didalam mobil.

"Nona, dia teman apa pacar??" Goda pak Sur melirik kaca spion.

Seketika pipi Assena merona karena malu. "Ih pak Sur, dia cuma teman biasa." Tiba-tiba menjadi salah tingkah.

Pak Sur terkekeh melihat tingkah Assena. "Tapi dia tampan lho, manis juga hehe.." Sambungnya terus menggoda Assena.

Assena hanya diam menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah karena malu.

**

Arkan dan Evelin saling beradu pandang, saat melihat Assena yang turun dari mobil. Terlihat diwajah putrinya itu yang sedikit ceria.

Bahkan saat mereka menyapa pun Assena membalas dengan senyuman.

Assena berlari menaiki tangga, menutup pintu kamar dan langsung terduduk dilantai menyandar pada pintu. Ia memegangi dadanya seperti jantung nya mau terlepas saja. Ia tersenyum kala mengingat kedekatannya dengan Petter, semakin teringat detak jantungnya berdetak tak karuan. Ini sesuatu yang aneh baginya, rasanya sepeti bahagia mengingat Petter.

"Aku ini kenapa ya?" Gumamnya tersenyum dengan terus mendekap dadanya.

Saat makan malam pun, Assena bersedia turun dan makan bersama. Wajahnya juga terlihat berseri, membuat Arkan dan Evelin saling beradu pandang dan tersenyum.

"Sayang kau tampak bahagia hari ini?" Ucap Arkan tersenyum. "Iya ayah dan ibu ikut bahagia melihatmu seceria ini." Sambung Evelin mengusap punggung tangan Assena.

Assena tidak menepis, malah tersenyum dan menunduk.

__

Malam yang panjang bagi Assena tak dapat memejamkan mata, ia hanya berguling kesana kemari menjelajah sisi ranjangnya yang luas. Tersenyum sendiri mengingat kejadian bersama Petter, sesekali menggigit ujung selimut yang menutupinya sampai leher. Seketika telungkup, seketika terlentang begitu seterusnya sampai ia benar-benar terlelap.

**

Sama halnya dengan Petter, ia terlihat berdiri di balkon kamarnya.

Angin berhembus begitu dingin, menyapu Petter yang tengah berdiri metap lurus ke atas langit.

Dinginnya angin yang menyentuhnya tak ia hiraukan. Ia tersenyum sendiri, "ah Assena, aku senang bisa sedekat itu denganmu" lirihnya.

Bayangan saat ia bersama Assena siang tadi masih teringat.

"Aku tidak tahu rasa ini, tapi ada keinginan untuk memilikinya, rasa bahagia bisa dekat dengannya, ah sungguh malam ini pun aku merindukannya." Desah Petter tersenyum lagi.

Bintang di langit pun menemani Petter dengan segala bayangan dan kerinduannya.

1
Reanza
lagi sibuk ya Thor? tetep semangat ya
Habib Hadid
cerita nye serrruuu😍
Reanza
aku hadir lagi
Novi Yahman
laamaaaa bgt up nya thor...anggap endnya x y
Rizkia AN: authornya sibuk heheh
total 1 replies
Reanza
lanjut baca
Eda Sally
keren say😍
IG : Chocollacious
lanjutkan kak
Miaocharlotte
semangat kak aku mampir😊
🦖 Aniedaa
Lanjut 🌻
gelato
like
gelato
udah aku like and vote, feedback ya. thanks
Nilaaa🍒
next up kak
semangat selalu
salam dari IKYD
Hania
salam semangat dari
*SENYUM ANYA
*MAHABBAH RINDU
𝚁𝚒𝚑𝚊𝚛_𝖒𝖍 [Hiatus]
akhirnya up jgu.... semangat kak
Ananda Andin Angraini
Next kakak... semangat.. semangat.. semangat
W.Willyandarin
next up thor
Arthi Yuniar
Aku mampir lagi..
salam dari Twins Boy😊
Eda Sally
semangat say😍
Asni J Kasim
Crazy up thor 💪
Akira ✨
wahh kakak akhirnya up lagi, akhirnya penantian tak sia-sia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!