NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelamatkan Budak

Sesampainya mereka di penginapan Bangkui dan Ishah pun mulai bercerita bahwa mereka menemukan sebuah goa yang menjadi markas para bandit.

Letaknya di hutan samping kota, di sana banyak anak-anak dan perempuan muda yang di sekap dan kabarnya mereka akan dijual untuk dijadikan budak.

Mendengar cerita dari mereka, Ipul pun sepakat untuk membebaskan mereka semua. Lalu mereka menyusun strategi dan merencanakan aksi mereka agar tidak gagal.

Sebelum menyerang markas musuh, mereka terlebih dahulu mencari informasi dengan mengutus Nyaring dan Erlang menyusup ke markas musuh.

Sedangkan yang lainnya berencana mengumpulkan informasi yang ada di kota tersebut esok hari.

Menurut hasil pengintaian tadi malam, bahwa di tempat itu hanya ada beberapa orang bandit saja yang sedang berjaga.

Sedangkan yang lainnya sudah pergi menjalankan perintah dari orang yang membayar mereka.

Setelah mengetahui kabar itu, mereka merasa misi penyelamatan para budak akan lebih mudah mereka selesaikan.

Dan setelah semua informasi penting berhasil mereka kumpulkan hari itu, mereka pun mulai bergerak menuju lokasi markas para bandit di dalam hutan saat hari sudah mulai senja.

Sebelum beraksi, Bangkui terlebih dahulu masuk ke tubuh Ipul. Lalu kemudian, Erlang dan Ipul secara perlahan-lahan mulai masuk ke dalam goa yang dijadikan markas oleh para bandit.

Setelah berhasil masuk, terlihat di depan pintu markas bandit hanya ada dua orang bandit memegang senjata sedang berjaga.

Dalam senyap mereka berdua menyerang bandit-bandit tersebut secepat kilat dan kedua bandit tersebut dapat dilumpuhkan tanpa suara serta tanpa perlawanan.

Lalu mereka berdua pun perlahan-lahan lanjut masuk ke dalam markas tanpa menimbulkan keributan.

Terlihat di dalam markas bandit hanya ada 5 orang yang harus mereka lumpuhkan. Dua dari mereka dapat dilumpuhkan tanpa perlawanan, namun sisanya mencoba melakukan perlawanan.

Ketiga bandit yang tersisa pun melompat untuk menyerang mereka berdua menggunakan pedang yang mereka pegang untuk berjaga.

“Hiaahh..! Matilah kalian para penyusup.! Teriak bandit sembari mengayunkan pedangnya.

Tiinggg....

Terdengar bunyi keras saat pedang yang diayunkan bandit tadi tertahan oleh Beliung yang Ipul pegang ditangannya.

“Ahh...sial.! Ujar bandit yang marah karna serangan berhasil ditahan.

Lalu mereka berdua pun saling adu serangan menggunakan senjata yang mereka pegang masing-masing.

Terlihat di sana Erlang hampir kewalahan menahan serangan dari dua orang bandit yang tersisa.

Namun Erlang masih tetap dapat bertahan menangkis semua serangan yang datang padanya.

Hanya berbekal kan belati kecil ditangannya, ia terus menangkis semua serangan dari para bandit-bandit tersebut.

Ipul yang melihat Erlang sedang terpojok pun mulai berniat mengakhiri pertarungannya dengan satu serangan kuat. Begitu melihat cela untuk dapat menyerang, Ipul pun dengan cepat mengayunkan Beliung nya ke arah lawan.

Alhasil tubuh lawannya pun terlempar membentur dinding goa akibat menahan serangan terakhir dari Ipul itu.

Buamm.. Krekkk..

Suara benturan tersebut terdengar. Lalu bandit tersebut pun pingsan tak sadarkan diri.

Setelah berhasil menumbangkan salah satu bandit yang ada di sana, Ipul pun segera menerjang para bandit yang sedang dilawan oleh Erlang.

Dengan serangan yang datang tiba-tiba, salah seorang bandit terkena kendangan yang keras dari Ipul tepat mengenai lehernya.

Bandit itu pun roboh dan tersungkur ke tanah tak sadar diri saat itu juga.

Erlang yang melihat peluang untuk menyerang pun mulai memutar badannya dan melayangkan pukulan kerasnya kearah musuh yang tepat berada di depannya.

Pukulan tersebut tepat mengenai wajah lawannya itu.

Buamm... !!!

Lawannya pun tumbang seketika.

Setelah lima orang bandit tersebut dapat dilumpuhkan, para bandit tersebut pun di ikat agar tidak lagi dapat melawan dan kabur.

Lalu mereka berdua pun pergi menuju ke ruangan bawah tanah tempat para budak di sekap.

Dengan melangkah berhati-hati, mereka mulai berjalan masuk menelusuri tangga yang menuju ruang bawah tanah yang ada di markas tersebut.

Tanpa terdengar oleh para bandit yang berjaga di ruangan itu, mereka pun berhasil melumpuhkan dua orang bandit yang sedang berjaga di sana dengan sekali sergap.

Lalu mereka pun mengikat ke dua bandit tersebut, dan mengambil kunci yang di pegang oleh salah satu dari mereka untuk membuka pintu tempat para budak dikurung.

Setelah mereka mengeluarkan semua budak yang ada ruangan bawah tanah markas para bandit, para budak tersebut pun mereka bawa ke tempat yang aman.

Lalu semua bandit yang telah mereka lumpuhkan tadi di masukan ke dalam ruangan tempat para budak di sekap. Karena mereka tidak ingin berurusan dengan bangsawan yang berkuasa di kota tersebut.

Para bandit tersebut tidak mereka serahkan ke pihak keamanan kota, sebab menurut informasi yang mereka dapatkan komplotan bandit di kota itu bekerja sama dengan bangsawan pemimpin kota tersebut.

Setelah mereka semua sampai ke sebuah rumah besar yang terbengkalai di kota itu, para budak yang mereka bawa itu pun rencananya akan disembunyikan serta di rawat untuk sementara waktu di sana. Sebelum mereka semua di kembalikan ke desa tempat tinggal mereka masing-masing.

Rumah kosong yang cukup besar tersebut terletak di belakang sebuah gereja yang ada di pinggiran kota. Kabarnya dulu rumah tersebut adalah asrama gereja yang sudah ditinggalkan seluruh penghuninya, karena mereka semua telah pindah ke gereja baru yang ada di tengah-tengah kota.

Asrama tersebut menjadi tempat yang paling aman untuk mereka tinggal sementara waktu bersama para budak yang mereka selamatkan dari markas bandit.

Mereka semua yang ada di asrama itu pun saling bekerja sama untuk melakukan tugas-tugas mereka sehari-hari, dengan di bantu oleh Ishah dan Bangkui serta Nyaring.

Mereka pun menjalani hari-harinya dengan gembira. Dan perlahan trauma ketakutan yang mereka alami akibat penculikan itu sedikit berkurang.

Setelah memastikan mereka semua di sana akan aman untuk sementara waktu, Ipul dan Erlang pun berniat untuk kembali ke desa untuk mengantarkan hadiah kepada Ivie seperti yang telah ia janjikan. Lalu kembali lagi ke asrama itu lagi untuk membantu memulangkan mereka semua ke desa mereka masing-masing.

Tak terasa sudah lima hari Ipul berada di kota tersebut, dan esok pagi ia berencana untuk berangkat pulang ke desa Ivie.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!