Norin Inayah adalah wanita cantik berusia 30 tahun dan belum menikah. Berasal dari desa yang merantau ke kota dan bekerja di salah satu pabrik garmen terbesar di kota itu.
Norin wanita yang baik dan sabar namun memiliki sikap dingin khususnya pada kaum pria, hal itu karena ia trauma pada masa lalunya hingga Norin menutup rapat hatinya sampai bertahun tahun lamanya. Dan
olokan " perawan tua " pun sering ia dapatkan dari orang orang di sekitarnya.
Apakah akan ada pria yang dapat meluluhkan hati Norin ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annami Shavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Main ke mall
Hari ini adalah hari ke dua Norin libur kerja. perusahaannya menerapkan sistem lima hari kerja dalam satu Minggu dan lebih dari itu ter hitung lembur.
Setelah melaksanakan sholat subuh Norin kembali ke ranjang empuknya, cuaca yang dingin membuatnya ingin bergumul dengan selimut saja.
Di tengah tidur nyenyak nya terdengar pintu di ketuk beberapa kali.
" mba Norin udah bangun belum ?" teriak Bu Yayuk dari luar.
Norin mengejapkan matanya kemudian bangun dengan rasa malas lalu melihat jam weker di atas nakas sudah menunjukan pukul sembilan pagi.
Kemudian ia beranjak dari tempat tidurnya keluar menuju pintu dimana sumber suara itu berasal dan Norin membuka pintu tersebut.
" saya baru bangun Bu, " kata Norin sambil menyandarkan kepalanya di daun pintu.
" halah anak gadis bangunnya siang terus."
" mumpung libur kerja, terus Bu Yayuk sendiri mau kemana udah rapi gini ?" tanya Norin.
" Lah emang kamu ngga baca chat dari saya to ?"
" boro boro baca Bu, pegang hp aja belum namanya juga baru bangun tidur," jawab Norin lalu tersenyum lebar.
" hm kamu itu ya, ikut saya ke mall yuk sama Erik juga, dia bilang pengen jalan jalan disini sebelum balik ke Bandung nanti malam."
" oh mas Erik mau pulang ya." Norin terdiam sejenak.
" udah ngga usah pake mikir, Erik mau traktir kita makan katanya, mba Norin mau ya ?"
" tapi saya rencananya mau ke pasar bu mau beli isi kulkas stoknya udah abis."
" ya sekalian aja abis dari mall kita ke pasar atau belanja di mall aja kan ada supermarket nya juga bisa belanja di situ."
" disitu harganya mahal mahal Bu, ga cukup belanja seratus ribu, kalau di pasarkan seratus ribu bisa beli ini itu."
" yowis balik dari mall aja kita ke pasar gimana ?"
" ya udah deh tapi saya mau mandi dulu ya, tunggu setengah jam lagi."
" Halah lama bener, " kata Bu Yayuk lalu memajukan bibirnya.
" namanya juga anak gadis Bu, haha," ucap Norin lalu tertawa lebar.
" yowis saya tunggu di rumah ya," ucap Bu Yayuk kemudian beranjak pulang ke rumahnya.
Norin bersiap siap untuk ikut dengan Bu Yayuk. Sebenarnya ia enggan sekali ikut dengannya apalagi ada Erik, adik ipar Bu yayuk yang menurut perasaannya dalam dua hari ini sering memperhatikannya
Jujur saja Norin merasa risih apalagi baru di kenalnya. tapi karena Norin merasa tidak enak hati pada Bu Yayuk dengan terpaksa ia ikut saja.
Setengah jam kemudian Norin sudah siap untuk berangkat. kemudian Norin mengeluarkan motornya dari dalam rumah. sementara Bu Yayuk, suami, dua anaknya serta Erik sudah menunggunya di jalan depan rumah Norin.
" mba Norin mau bawa motor sendiri ya ? apa ngga sebaiknya boncengan sama saya aja mba biar ngga capek !" kata pria tinggi berlesung pipi tersebut.
" iya mba Norin, sama Erik aja," kata Bu Yayuk menimpali.
" Makasih mas Erik, Bu Yayuk, saya ngga biasa naik motor besar jadi biar saya bawa motor sendiri aja."
" kalau gitu pake motor mba Norin aja biar Erik yang bawa," Kata pak Yanto, suami Bu Yayuk.
Norin diam sejenak berfikir alasan apa lagi untuk menolaknya.
" hmm maaf kita bawa motor masing masing aja ngga apa apa ya soalnya abis dari mall saya mau mampir ke teman saya ada perlu."
Tiba tiba ia teringat pada Bu Nia ibunya Anisa, ia berencana akan ke sana lagi nanti setelah pulang dari mall.
" oh yaudah kalau gitu," ucap Bu Yayuk.
Sementara Erik hanya manggut manggut saja, ada raut kecewa di wajahnya.
Mereka mengendarai motornya masing lalu melaju secara beriringan.
Jarak tempuh antara rumah mereka dengan mall tersebut sekitar dua puluh menit jika jalanan lancar tanpa hambatan, dan akhirnya mereka telah tiba di sebuah mall paling besar di kota tersebut.
Belum banyak pengunjung yang datang karena masih terbilang pagi dan mall baru buka satu jam yang lalu.
Mereka melangkah beriringan memasuki mall tersebut.
" huwaah ademnya rek," ucap Bu yayuk yang tengah jalan di hadapan Norin dan Erik.
" aku mau naik itu aku mau naik itu pak,"
Wanto merengek sambil menunjuk eskalator lalu manarik narik tangan pak Yanto."
" ishh kamu ini lek nanti dulu to, " ucap pak Yanto."
" pokoknya aku mau naik itu pak."
" iya nanti, meneng sek," sentak pak Yanto."
" dasar bocah isin isinin ae " kata Bu Yayuk sambil menyentil sedikit telinga anaknya yang tengah merengek.
" yowis mba Norin mau kemana dulu ?" tanya Bu Yayuk pada Norin yang diam saja dari tadi.
" terserah Bu Yayuk aja, saya mah ikut aja," jawab Norin.
" gimana kalau ke time zone nyenengin bocah dulu ?" kata Erik.
" yowis lah ayok."
Lalu mereka beranjak pergi menaiki eskalator menuju time zone yang ada di lantai tiga dan mereka mulai memainkan permainan permainan yang ada di sana kecuali Norin.
Norin hanya menemani Bu Yayuk saja bermain capit boneka.
Norin merasa bosan lalu ia ke luar dari area time zone setelah ijin terlebih dahulu pada Bu Yayuk.
Norin duduk di sebuah bangku berukuran panjang yang biasanya disediakan untuk umum. Matanya mengitari ke sekeliling memperhatikan orang orang yang hilir mudik.
" huh bete banget mending aku tidur aja tadi ngga usah ikut."
Norin merogoh ponselnya dari dalam tas lalu memainkannya lalu ia mengarahkan kamera ke arah depan untuk mengambil sebuah gambar orang orang yang sedang hilir mudik dan nantinya akan ia kirim ke temannya, Anisa.
Tetapi pada saat siap di bidik ia seperti melihat sosok yang ia kenal di layar ponselnya.
" kok seperti Mr Shin, " gumam Norin dalam hati.
tapi pada saat ia melihat tanpa kamera sosok itu menghilang.
" ah mana mungkin dia berkeliaran disini mungkin cuma perasaan aku doang."
Tidak lama kemudian, munculah Erik membawa dua botol air mineral dan langsung duduk di samping Norin. kemudian Erik memberikan satu botol pada Norin lalu norin menerimanya karena ia memang tengah merasa haus.
" makasih ya," ucap Norin.
" sama sama," jawab Erik.
" mba ngga suka ya main di mall ?"
Norin menoleh pada pria yang tengah duduk di sampingnya lalu tersenyum saja tidak menanggapinya.
" apa kita ke tempat yang mba suka aja kali ya."
" ehh ngga, saya suka kok apalagi tempatnya adem kyk gini."
Terdengar suara ponsel Erik berbunyi lalu Erik mengangkatnya.
Setelah itu, Erik menoleh pada Norin.
" mba Yayuk dan mas Yanto lagi nunggu kita di sana mba, " ucap Erik sambil menunjuk suatu tempat.
" oh yaudah yuk ke sana."
Kemudian mereka beranjak dari duduknya lalu melangkah beriringan dan tanpa Norin sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya.
Norin dan Erik menemui empat orang yang tengah menunggu mereka. Setelah berkumpul kemudian Erik menanyakan mau makan di restoran apa ?"
" di restoran Jepang aja Rik mba pengen makan mie ramen," Kata Bu Yayuk.
" di KFC aja om aku pengen makan ayam crispy," kata Wanto.
" aku juga pengen makan ayam crispy " kata Tatung adiknya Wanto.
" Halah ni dua bocah ayam crispy di pinggir jalan juga banyak yang jual, nanti aja beli di sana," kata Bu Yayuk dengan kesal.
" ngga mau ayamnya ngga enak," jawab Wanto mau menangis.
" iya ngga enak, mie juga di warung banyak buk, biasanya juga ibu beli mie di warung," celetuk di bungsu Tatung dengan polosnya.
Sementara Norin menyimak saja sambil menahan tawa.
" wes wes yang tua yang ngalah," kata pak Yanto.
" bentar, tanya mba Norin dulu mau makan dimana mba ?" tanya Erik.
" saya terserah aja mas, " jawab Norin.