Penjara cinta yang suaminya ciptakan membuat Firda tak tahan lagi . Ia hidup namun tak bisa hidup dengan bebas seperti manusia pada umumnya . Suaminya itu menyuruhnya melakukan hal hal yang tak ia sukai mulai dari Memakai softlens berwarna biru setiap hari , menghadiri les memasak juga menghadiri les piano .
Bukan hanya itu saja , setiap ia pergi keluar dari rumah .Para bodyguard selalu mengikuti dirinya , ia merasa tak nyaman namun ia berusaha berpikir positif bahwa itu semua suaminya lakukan demi keselamatan nya .
Namun semakin hari ia semakin tak nyaman , ia seperti seorang boneka yang hanya bisa pasrah di mainkan dan di atur oleh orang lain . Kebebasan nya seakan terenggut saat ia menikah dengan suaminya itu . Karena merasa lelah dan muak dengan itu semua akhirnya Firda mulai tak menuruti apa mau suaminya . Ia mulai lupa mengenakan softlens biru yang suaminya suruh pakai setiap hari .
Awal nya ia kira suaminya tak akan marah namun justru ia salah . Suaminya murka dan mengamuk hingga berakibat kekerasan dalam rumah tangga yang ia alami .Hal itu semakin membuat Firda tak kuat lagi menjalankan rumah tangga nya , keinginan nya untuk mengakhiri rumah tangga nya semakin kuat setelah mengetahui fakta bahwa suaminya menikahi dirinya hanya karena ia mirip dengan istri laki aki itu yang sudah meninggal . Hatinya semakin hancur kala mengtahui jika perintah perintah yang suaminya berikan hanya lah agar dia terlihat semakin mirip dengan mendiang istrinya .
Hingga akhirnya wanita itu memilih pergi mulai dari meminta cerai yang suaminya tolak mentah mentah. Hingga memalsukan kematian nya sendiri agar terbebas dengan dari cengkraman sang suami .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia puspitaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07 . Bunuh saja aku .
Mobil yang di kendarai Brian melaju dengan kencang menuju sebuah kantor dimana istrinya berada .Tak lama setelah tiba di tempat itu , laki laki itu pun turun dan berjalan dengan langkah panjang menuju sebuah ruangan .
Brak ...
Pintu ruangan itu terbuka dengan kasar . Firda yang tengah memainkan ponselnya pun sampai terkejut . Di pandang wajah sang suami yang menatap nya nyalang .
" Berani nya kamu . " Teriak Brian menghampiri Firda . Firda tertegun di tempatnya , ia tak bisa kabur lagi kali ini . Ia takut namun ia tak bisa meminta tolong pada siapa pun bahkan polisi di hadapannya nya pun hanya diam dan tak berbuat apa pun .
" Ikut aku ...aku harus mengajari mu lagi seperti nya . " Ucap Brian dengan nada dingin . Laki laki itu menarik tangan Firda keluar dari ruangan itu Firda hanya bisa terserok serok karena tak bisa mengimbangi langkah kaki sang suami .
Cengkraman di tangan nya yang begitu kuat pun membuat Firda meringis menahan perih sekaligus nyeri .
Dengan kasar Brian mendorong tubuh istrinya masuk kedalam mobil . Firda hanya bisa terdiam tak satu patah pun keluar dari mulutnya . Jiwanya dan hatinya sudah mati sejak suaminya menganiaya dirinya sendiri .
Tak lama setelah mobil itu meluncur membelah jalanan ibu kota , Brian pun menepikan mobilnya setelah sampai di sebuah rumah bak istana di hadapannya .
" Ikut aku . " ucap Brian kembali mencengkram pergelangan tangan Firda , laki laki itu menyeret tubuh Firda dengan begitu kasar nya . Hati wanita mana yang tahan di perlakukan seperti itu oleh orang yang ia anggap bisa melindungi namun nyatanya malah menyakiti .
Plak ... brukk.
Brian menampar pipi Firda setelah itu , laki laki bejat itu mendorong tubuh Firda hingga membentur dinding di hadapannya .
" Beraninya kamu ha ... Mau kamu apa sebenarnya . Semua kebutuhan mu aku cukupi , adikmu bisa sekolah ke perguruan tinggi . ibu dan ayah mu bisa makan dengan nyaman dengan uang yang aku berikan . Tapi apa balasan mu ha ...kamu malah mau melaporkan aku pada polisi . " Bentak Brian menendang perut Firda dengan begitu kuat nya . Firda meringis kesakitan . Tubuh nya luruh ke bawah lantai . Wanita itu lagi lagi meneteskan air matanya tanpa bisa membalas perbuatan suaminya sendiri .
Dada wanita itu merasa sesak , pukulan demi pukul lan ia terima dari suaminya . Rasa sakit hati , benci dan kecewa sungguh tak bisa ia tahan lagi .
" Cukup ...kamu pikir harta bisa membuatku bahagia .. Tidak aku tak butuh hartamu , yang aku ingin kan adalah kebebasan. Aku ingin terbebas dari mu mas . Aku lelah aku tak ingin lagi hidup dengan mu . Aku sudah sering sakit hati , bukan karena kamu selingkuh ataupun kamu tak setia tapi melainkan karena perilaku mu yang lebih buruk dari binatang . " Ucap Firda membuat amarah Brian semakin besar . laki laki itu mengangkat tangan nya dan ...
Plakkk
Sebuah tamparan kembali mengenai pipi Firda . Firda terkekeh dengan muak . Wanita itu menatap suaminya nyalang .
" Kenapa kamu tak terima mendengar ucapan ku ya ?, padahal kan itu memang kenyataan nya . Kamu laki laki bejat , laki laki pengecut yang selalu mengangkat tangan nya saat kalah berdebat . Laki laki bejat yang suka melukai dan menindas orang . Selama ini kurang apa aku mas ? , aku sudah berusaha menjadi istri yang baik . Setiap hari aku menyiapkan sarapan makan malam makan siang untuk mu . Tak lupa aku juga menyiapkan berbagai pakaian yang akan kamu kenakan . Aku selalu menurut saat kamu memerintahkan ini dan itu . Tak sekali pun aku membantah mu kan . " Ucap Firda mengeluarkan segala keluh kesah nya di hadapan Brian . Brian hanya bisa diam tak berkutik .
Nafas Firda mulai memburu , ia tak ingin menahan emosinya lagi . Akan ia katakan apa yang selama ini ia pendam dalam hatinya semenjak suaminya bermain tangan kepadanya .
" Kenapa kamu diam mas , kamu tak bisa berkata apa pun bukan . Selama ini hidup ku tak bahagia sama sekali . Sejak kamu menikahi ku saat itulah hidup ku hancur mas , kamu selalu menyuruhku mengenakan barang barang yang tak aku sukai . Seperti softlens , dan juga dres dres terbuka yang membuatku tak nyaman memakai nya . Bukan hanya itu , kamu juga melarang ku makan ini dan itu dengan alasan takut aku gendut dan merubah penampilan ku . Ada lagi ... kamu juga menyuruhku les masak , piano dan juga les kepribadian yang membuat ku muak dan keberatan untuk melakukan nya .
Aku tak tau mengapa kamu melakukan hal itu padaku . Kamu seakan memaksa ku untuk berpenampilan serta berperilaku seperti orang lain . Ini hidup ku mas aku berhak menentukan mana yang aku sukai tanpa ada orang lain yang melarang nya .
Aku ingin menolak permintaan serta perintah yang kamu berikan namun setiap aku melakukan nya kamu selalu marah dan melukai fisik serta psikis ku mas . Kamu pukul aku kamu tendang kamu tampar bahkan kamu gauli aku seperti hewan .
Apa tak ada rasa iba di hatimu saat melakukan hal yang keji seperti itu mas ..apa memperlakukan ku seperti itu membuat mu bahagia .
Apa saat aku terluka kamu bahagia .. Apa kamu menyesal setelah melakukan semua hal itu kepadaku mas atau justru malah sebaliknya .
Selama ini aku selalu bertanya tanya dalam benak ku sendiri , sekarang aku ingin tau jawaban dari mu . Apa kamu senang , apa kamu puas apa kamu bahagia sekarang ,?" tanya Firda memandang brian nanar. Brian terdiam di pandang nya mata firda yang berkaca kaca .
Tangan Brian terulur ingin mengusap bulir air mata di pipi Firda namun istrinya itu menepisnya dengan kasar .
" Jawab mas ... ," Teriak Firda tepat di wajah Brian . Brian baru kali ini mendapatkan bentakan dari seorang wanita . Dan hal itu kembali memancing emosi nya .
Sisi egois dari dalam dirinya mulai bekerja lagi . Brian membanting semau perabotan di dalam rumah nya itu dengan brutal untuk melupakan emosinya .
Sementara Firda hanya bisa memejamkan matanya erat . Ia menutupi telinga nya dengan kuat dan erat . Suara guci yang pecah serta benda benda berjatuhan membuat Firda ketakutan . Tubuh wanita itu mulai bergetar hebat . Ia semakin menangis meraung menyaksikan kemarahan suaminya .
" Akh ...." Teriak Brian bagai kesetanan memporak porandakan rumah nya itu . Setelah itu hening sejenak . Hanya isak tangis Firda dan deru nafas Brian yang terdengar.
" Maaf ..." Ucap Brian mendekati istrinya itu lalu ia memeluk nya . Rasa bersalah mulai masuk ke relung hatinya .
" Aku ingin cerai ...." Ucap Firda pelan .
" Tidak ...aku tak mau menceraikan kamu . Maafkan aku sayang , aku janji akan mengontrol emosi ku lagi . Aku janji tak akan membuat mu menangis ataupun terluka seperti ini jadi aku mohon . Jangan tinggalkan aku ya . Jangan meminta hal itu kepada ku . " Ucap Brian memeluk Firda erat . Laki laki itu sungguh tak ingin kehilangan Firda namun ia terus terusan menyakiti hati Firda .
" Aku mau cerai ...kalau kamu tak mau mengabulkan nya maka bunuh saja aku mas . Aku sudah tak kuat lagi , aku ingin mati saja . " Ucap Firda sudah putus asa , ia tak mempunyai pilihan lain selain mengakhiri hidupnya jika Brian tak mau menceraikan nya .
" Berani kamu ... sampai kamu meninggalkan ku akan ku buat keluarga mu merasakan akibatnya . " teriak Brian melepaskan pelukannya dan mencengkram leher Firda kuat . Firda Kembali menangis , air mata yang jatuh di pipi istrinya itu menyadarkan Brian kembali .
Laki laki itu melepaskan cengkraman nya . dan berangsur mundur dari tubuh istrinya .
" Maaf sayang ... seperti nya kita butuh waktu untuk memenangkan diri dulu . Jadi kamu istirahat lah aku akan pergi keluar sebentar . " Ucap Brian berlalu pergi meninggalkan Firda yang menangis dengan menahan sakit di sekujur tubuh nya .
.
.
..
Siapa yang kuat kalau suaminya seperti itu ya gays ... Jangan lupa like komen vaf dan hadiah ya .
Dukungan kalian sangat berarti untuk kami para author .
tapi seru juga ....
semangat otor.