NovelToon NovelToon
Love Tragedy (Kenzo & Kannaya)

Love Tragedy (Kenzo & Kannaya)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:33.3k
Nilai: 5
Nama Author: Widia Lestari

CERITA MENGGANTUNG, SEBAIKNYA JANGAN DIBACA.

Jika disuruh memilih antara uang atau kasih sayang, kalian akan pilih mana?

Kenzo dan Kanaya, sepasang kakak beradik yang tidak pernah merasa kekurangan dalam hal apa pun kecuali kasih sayang dari kedua orang tuanya.

"Papa dan Mama melakukan ini juga untuk kalian berdua. "
Kalimat itu sepertinya sudah muak didengar telinga.

Sebagai kakak, Kenzo berusaha semampu mungkin untuk menorehkan semua kasih sayangnya kepada sang adik, Kanaya. Ia tidak mau adiknya merasakan hal serupa seperti dirinya. Tapi, dunia terus berjalan, hingga Kanaya menyadari hal itu.

Mereka tumbuh bersama dengan balutan kasih, perlindungan, dan cinta yang selalu keduanya berikan kepada satu sama lain.

Seiring berjalannya waktu, mereka menemukan satu kenyataan yang sulit untuk mereka terima. Raga yang selama ini selalu bersama, rupanya tak sedarah.

Apakah mereka akan terus bersama hingga akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

Sang matahari kembali menampakkan sinarnya di ufuk timur. Seperti biasa, setiap pagi jalan raya akan ramai dengan kendaraan, baik yang beroda dua maupun beroda empat.

Di pagi hari yang cerah ini, Kenzo sudah tiba di halaman luas SMA Raya Agung. Dengan kuda besinya, ia dapat sampai lebih cepat dari sebelumnya.

Penampilan Kenzo yang berkilauan di bawah sinar mentari tak luput dari tatapan kagum para siswi di sana.

Hari ini, Kenzo mengenakan jaket kulit untuk menyerasikannya dengan motor yang ia bawa.

Rambutnya sengaja ia beri sedikit minyak agar tidak berantakan ketika ia membuka helmnya.

Tidak lupa dengan pesonanya yang begitu memikat, mampu membuat banyak perempuan meleleh. Perfect!

Berbeda dengan sebelumnya, kini Kenzo pergi sekolah seorang diri tanpa sang adik, Kanaya.

Semalam, Kanaya didiagnosa mengalami hipertermia dan mengharuskannya menjalani rawat inap untuk beberapa hari.

"Liv, Liv, Liv, lihat tuh!" seru Cika sembari menepuk-nepuk lengan Livy, heboh.

"Kenzo," gumam Livy yang ikut terpana ketika melihat Kenzo walalupun dari kejauhan.

"Wow, dia itu manusia atau pangeran dari negeri dongeng?" tambah Vera.

Ketiganya menatap Kenzo dengan mata yang berbinar. Sungguh pemandangan pagi yang menyehatkan mata.

"Wait, Kanaya masih kita kunci di gudang 'kan, Liv?" tanya Cika yang baru teringat akan Kanaya.

"Oh iya, astaga! Apa jadinya jika dia benar-benar bermalam di sana?!" timpal Vera.

Livy berdecak kesal, "kalau iya, kenapa? Kalian khawatir dengannya? Mulai kasihan sama dia, begitu?" cecarnya.

"Bu-bukan, Liv. Tapi, bagaimana jika dia kenapa-kenapa? Mati, misalnya," tanya Cika, was-was.

Livy menoyor kepala Cika sampai gadis itu hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya.

"Cika, kapan kau akan membuang kebodohanmu itu? Bagaimana mungkin hanya bermalam di sana seseorang bisa mati? Paling juga sebentar lagi Pak Sastro akan membuka kuncinya dan menemukan anak itu dalam keadaan kucel, jelek, bau, pokoknya sangat berantakan dan membuat Kenzo ilfil," tutur Livy diikuti tawanya.

"Lihatlah, sekarang aku dapat mendekati Kenzo dengan bebas tanpa adanya si parasit itu!" lanjutnya.

"Tapi, bagaimana jika dia melaporkan kita kepada guru?" timpal Vera.

Livy menatap tajam kedua sahabatnya itu secara bergantian.

"Ya sudah, agar kalian tidak parnoan seperti ini, kita lihat saja dia di sana!" Livy pun berjalan lebih dahulu dengan menghentak-hentakkan kakinya.

Sebetulnya, Livy pun mempunyai pemikiran yang sama dengan mereka. Namun, egonya untuk mendekati Kenzo lebih besar. Berbagai cara pun akan ia lakukan untuk menggapai cintanya.

Ketiga gadis itu sudah berada di depan gudang, tempat mereka mengunci Kanaya. Namun, bola mata mereka nyaris saja lompat dari tempatnya ketika melihat pintu gudang itu telah rusak seutuhnya hingga terlepas.

"Liv, apa anak itu semacam super hero?" lirih Cika yang kakinya mendadak lemas.

Rasanya tidak mungkin jika seorang gadis dengan tubuh mungil seperti Kanaya mampu merusak pintu separah itu.

"Tidak, tidak mungkin Kanaya dapat keluar dari sini dengan merusak pintunya!" tambah Vera.

Livy pun melangkahkan kakinya memasuki gudang tersebut untuk memeriksa keadaan di dalam.

"Dwargh!"

"Arghh!" teriak Livy dan kedua sahabatnya.

Baru satu langkah dirinya masuk, tiba-tiba saja seseorang muncul dari samping mengagetkannya.

Si pelaku tampak puas dengan ulahnya. Ia tertawa hingga terpingkal-pingkal.

"Ryo!" bentak Livy.

"Lucu banget, ekspresimu," ucapnya di sela tawa.

Karena kesal, Livy mendorong bahu Ryo dengan sekuat tenaga sampai tubuhnya terhuyung ke belakang.

"Livy, kau!" decak Ryo.

"Apa? Kau tidak terima?" teriak Livy.

"Livy, sudahlah. Tidak akan beres-beres jika berurusan dengannya," ujar Vera menengahi.

Gadis itu mengatur nafasnya untuk meredakan emosi yang masih berapi-api. Meskipun begitu, kali ini ia harus mengalah jika urusannya dengan Ryo. Jika tidak, urusannya bisa panjang dan bertambah rumit walaupun diawali dengan masalah sepele.

"Kalian mengunci seseorang di sini?" selidik Ryo.

Secara tiba-tiba, ketiga gadis itu seakan merasa tercekat. Wajahnya mulai memucat mengikuti aliran darah yang mendadak berhenti.

"Aku benar, 'kan?" Ryo kembali memastikan dengan senyum devilnya.

Livy tertawa dengan terpaksa untuk menutupi perbuatannya yang Ryo curigai.

"Kau bercanda? Mana mungkin kita melakukan hal seperti itu, ya 'kan?" ucap Livy.

"Hahaha ... Ya, mana mungkin kita melakukan hal seburuk itu," tambah Vera.

"Huaa ... "

Mereka menatap Cika yang tiba-tiba saja menangis.

"Cika, kau kenapa?" tanya Livy.

"Tega sekali kau menuduh kita melakukan perbuatan itu!" cicitnya sembari menunjuk Ryo.

Ryo merasa seakan dirinya telah melakukan hal buruk kepada gadis yang tengah menangis di hadapannya itu.

"Ya ampun, Cika. Sudahlah, dia memang seperti itu," ucap Vera yang langsung mengerti dengan drama yang sedang Cika mainkan.

"Ryo, kau jahat sekali menuduh kita tanpa bukti," tambah Livy.

Tangis Cika semakin histeris dan berhasil mengundang banyak perhatian siswa lain di sana.

Menerima tatapan penuh selidik dari beberapa pasang mata, Ryo pun memutuskan untuk pergi dari sana dengan menyimpan kesal kepada ketiga gadis itu.

"Ternyata mereka lebih busuk dari apa yang aku bayangkan!" batin Ryo.

~Bel Berbunyi~

Seluruh siswa-siswi Raya Agung memasuki kelasnya masing-masing.

"Maura, Kanaya ke mana?" tanya Rasya, Ketua Murid di kelasnya.

"Kata kakaknya dia sedang sakit. Ini, dia juga menitipkan surat sakitnya kepadaku," Maura menyerahkan sebuah amplop putih yang sebelumnya Kenzo berikan kepadanya.

"Rupanya Kanaya punya kakak? Apa kakaknya juga bersekolah di sini?" tanya Rasya sembari menerima amplop tersebut.

"Ah, ti-tidak. Kakaknya sudah bekerja," jawab Maura, berbohong.

Memang hanya orang-orang terdekatnya lah yang mengetahui hubungan persaudaraan antara Kenzo dan Kanaya.

Kanaya meminta mereka untuk merahasiakan hal itu dari semua orang.

Kenzo sempat menolak dan sulit menerima alasan Kanaya melakukan hal ini. Tapi, untuk kenyamanan dan kesenangan adiknya, apapun dapat ia lakukan.

"Selamat pagi, anak-anak!" ucap seorang guru cantik yang baru saja masuk ke kelas.

"Pagi, Bu!" sahut semuanya.

"Hari ini Ib ... Astaga!" pekik guru tersebut, kaget ketika melihat kepala yang menyembul dari jendela kelasnya.

Semua siswa pun menoleh ke arahnya, kemudian tertawa. Rupanya, itu adalah kepala milik Ryo.

"Tenang, anak-anak! Jangan ribut!" pinta guru itu.

"Sedang apa kau di sana?" tanyanya.

Ryo pun memasuki kelas tersebut dengan santai, semua penghuni kelas pun menatapnya dengan aneh.

"Siapa dia?"

"Sepertinya dia kakak kelas kita."

"Wajahnya lucu sekali tadi saat di jendela."

"Lihat, apa itu sepatu model terbaru? Satu warna kuning, satunya lagi warna hijau."

"Bukankah kita dilarang memakai jaket ketika jam pelajaran sudah berlangsung? Kenapa dia dapat memakai jaket itu dengan bebas?"

"Pesona senior memang beda!"

Siswa di dalam kelas itu mendadak gaduh dengan pembicaraan mengenai kehadiran Ryo di sana.

Mata Ryo menyapu seluruh isi kelas tersebut, lalu kembali melangkahkan kakinya keluar.

"Hey, kau dari kelas mana? Apa kau kemari hanya untuk datang lalu pergi?" tanya guru cantik.

Ryo pun menghentikan langkahnya, "maaf, Bu. Saya mencari seseorang, tapi ternyata dia tidak ada," jelasnya.

"Siapa yang kau cari?"

"Kanaya,"

Siswa di sana kembali gaduh ketika tahu maksud dari kehadiran Ryo di kelasnya.

"Apa Kanaya hadir?"

"Kanaya sakit, Bu. Jadi, dia tidak bisa hadir." tutur Rasya.

"Dia sakit?" Ryo sedikit kaget dengan penuturan sang KM.

"Dia sakit apa?" tanyanya lagi.

"Jika kau mengenalnya, sebaiknya kau mencari tahunya sendiri. Tolong tinggalkan kelas ini karena saya akan memulai pembelajaran!" perintah sang guru.

1
adara
sayang bangat ka padahal ceritanya bagus
Kang Halu: Nanti Author kembali lagi dengan karya yang lebih menarik. Tunggu, ya..

Atau kamu bisa cek karya Author di aplikasi Fizzo dengan judul : Pesona Pengasuh Kecil Tuan Muda.

Terima kasih..
total 1 replies
Etik Puji Astuti
lanjut
nis_ma
kayaknya justru si Kanaya yang bukan anak kandung ya kak? hhe nebak aja kak
Anonim
lg nyimak
Nina ♋
Jadi penasaran, Kenzo, seperti apakah dirimu 🤔🤔
adara
siap ka di tunggu kelanjutannya
Kang Halu: makasih
total 1 replies
Kang Halu
hay readers, mohon maaf novel ini lagi tahap revisi, jadi di harap jangan baca dulu ya, nanti pusing.
kalian bisa tambahkan dulu ke favorit, nanti kalo ada notif update berarti aku udah selesai revisi. thanks and love u all
...: langsung kabari kalo udah selasai ya kaa
total 1 replies
Kang Halu
Untuk yang udah baca sampai sini, maaf ya aku akan kasih kabar mengecewakan. Aku berniat untuk merevisi novel ini. Menurutku alurnya sangat berantakan sampai aku mentok kehabisan ide lagi, pusingin sendiri. mohon maaf yang sebesar-besarnya ya. Aku mau perbaiki dulu tulisan aku. mungkin alurnya akan sedikit berbeda tapi gak akan keluar dari kerangka ceritanya kok. Nanti aku kabarin lagi kalo aku udah selesai dan lanjut up🤍
...
hayoo Lo..🤣
adara
kasihan kenzo dia pasti sedih saat tau kalau ayahnya mengalami trauma setelah koma dan tidak mengenalnya😭😭
adara
akhirnya up lgi. next ka
Kang Halu: iya, maaf ya kemarin sibuk di real life nih heheheh
total 1 replies
Kang Halu
Selamat tahun baru islam 1 Muharram 1444H readersku, bagi yang beragama Muslim 🥳 Jika tahun lalu dipenuhi dengan kesedihan, mari memulai awal kebahagiaan. Jika tahun lalu mendapat banyak kekecewaan, ambil hikmah dari hal baik yang terdapat di dalamnya🤍
adara
kenzo pasti kangen banget sma kannaya tadi kerinduannya sedikit terobati karena ada olive yg seperti kannaya walaupun sifat mereka sangat berbeda..
next ka🤗🤗
adara
apa kenzo lupa kalau kannaya menunggunya🤔 atau mungkin dia akan tetap tinggal di eropa dan meninggalkan amerika dan semua kenangan yg pernah dia lalui dulu..
next ka
Anonim
lanjut thor!
adara
"Don't judge the cover" mungkin kata itu cocok untuk menggambarkan sosok Ryo karena apa yg kita lihat diluar bukan berarti sama di dalamnya..
next ka
adara
benar apa yg di katakan Ryo kalau banyak yg menantikan kebahagiaanmu.kamu harus tetap bahagia walaupun tanpa kenzo di sisi mu. dan percayalah kalau kenzo pasti akan kembali..
adara
kejam sekali keluarga bardye terutama yuna adiknya bardye apa dia tidak berfikir kalau saat dia berbicara buruk tentang kakak iparnya sendiri? dia juga seorang wanita seharusnya dia mengerti perasaan syafira seperti apa..semoga yuna dapat karma atas apa dia perbuat s'lama ini terhadap syafira😤😤
adara
Huaaa seneng banget liat kenzo bisa bertemu dengan keluarga kandungnya dan menemui dady kandungnya yg sedang berjuang.. semoga saja alexis bisa merasan kedatangan kenzo putra nya yg sudah lama tidak bertemu dengannya dan dia segera sadar😭😭😭
adara
Huaaa aku sampai terharu melihat mereka kembali bersama menjadi satu keluarga yg utuh seperti dulu walaupun bardye dan syafira s'lama ini jauh dari mereka berdua tapi mereka tetaplah sebuah keluarga yg saling menyayangi satu sama lain😭😭
ka author gimana nasib alexis diakan keadaannya sedang memburuk? apa bardye akan membawa kenzo bertemu dengan alexis agar bisa melihat kondisi ayahnya yg sesungguhnya🤔🤔mungkin dengan kedatangan kenzo keadaan alexis bisa membaik.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!