adult romance ❤
Kecantikan Alya Sanjaya yang membuat kaum adam rela bertekuk lutut,bahkan kecantikannya membuat Daffa Rahardian, suami Alyza Putri Pratama, kembar tidak identik dari Alya, mengejarnya untuk mendapatkannya dan menjadikannya istri dan ibu dari anaknya.
"Aku berharap akulah yang dipilih papa Reza dan mama Emy untuk diasuh mereka, tapi mereka malah memilih Alyza dan membuangku..."*Alya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nophie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8. Kejutan
Ada yang harus dibicarakan antara Daffa kepada Alya, dan
takutnya kalau pembicaraan itu dilakukan dirumah mertuanya maka tembok tembok
rumah mertuanya itu bisa bicara kemana mana. Daffa hanya ingin memastikan
sesuatu sebelum Daffa mengambil langkah selanjutnya…
Setelah menempuh perjalanan selama 35 menit dari mall,
mereka pun sampai di sebuah rumah mewah yang ditempati oleh papa Reza Rahardian
dan mama Elsa, orangtua dari Daffa. Rumah itu tampak sepi, hanya ART dan satpam
yang tampak disana. Para pegawai dirumah itu langsung menyambut Daffa, tuan
muda mereka yang datang berkunjung ke rumah itu.
“Masuklah..” … Alya masih canggung untuk masuk ke rumah
mewah, bahkan lebih mewah daripada rumah yang saat ini ditempati oleh orang tuanya
sendiri, dan lucunya malah Daffa sering tinggal di rumah papi Reza Pratama yang
notabene rumahnya kalah mewah dengan rumah ini.
Alya menghela nafasnya, lalu masuk ke ruang tamu yang diisi
oleh barang barang mewah limited, sambil menggendong baby El yang lagi lagi
tertidur di pelukkannya.
“Al.. kalau kamu mau mandiin baby El, aku sudah siapkan
semua peralatannya di kamarku, sudah sore, tempat ini lebih dekat daripada
kalau kita pulang..” kata Daffa menjelaskan karena melihat kecanggungan dari
Alya berada di rumah itu. Maklum, Alya tidak dekat dengan keluarganya.
“Ehm.. tante dan om kemana? Kok sepi ya? “ Tanya Alya
berbasa basi, karena ia tahu rumah ini adalah rumah orang tua Daffa, tapi
sedari tadi dia belum melihat papa dan mama Daffa disana.
“Mungkin belum pulang dari kantor kalau papa … kalau mama
mungkin ke arisan..” jelas Daffa sambil membawa barang barang baby El ke kamarnya diatas, Alya pun berjalan
menaiki anak tangga mengikuti Daffa ke
kamar nya, karena Alya hendak membangunkan baby El untuk di mandikan. Ternyata di dalam kamar Daffa pun
ada sebuah box bayi, Alya lantas menaruh baby El hati hati ke dalam box dan
berniat membangunkannya karena ini sudah jam baby El untuk mandi.
“Ehm… tunggu 15 menit lagi Al, jangan kau bangunkan dulu.
Soalnya baby El kan baru saja tidur, takutnya nanti dia bakal rewel.” Kata Daffa sambil memegang tangan Alya yang hendak membangunkan baby El.
“Lhah… ini kan emang udah jamnya baby El untuk mandi? Bukannya karena ini kita
tadi mampir kesini , kak?” Tanya Alya dengan pandangan heran melihat Daffa
seperti salah tingkah.
“Ehm sebenernya Kakak mau bicara dengan kamu… sebentarrr... ehmm” lanjut Daffa
dengan hati hati, tangannya sibuk mengacak rambutnya, salah tingkah.
“Ada apa sih kak…??”Tanya Alya kebingungan. Wajahnya yang bingung itu kelihatan lucu dan imut, kepolosannya menjadi daya tarik tersendiri bagi Daffa. Daffa sesaat terpesona dengan wajah cantik Alya. Daffa terdiam
cukup lama, sampai Alya menggoyang goyangkan tangannya ke wajah Daffa.
“ Ehm… Al, kakak mau minta tolong sama kamu… tapi plis kamu jangan marah… kalaupun kamu gak mau nolong, akupun bisa ngerti.” Kata Daffa
“Emang kakak butuh bantuan apa? Kalau mau pinjam duit kayaknya kakak lebih kaya daripada aku deh..” jawab Alya lagi.
“Ha ha ha ha, aku gak ingin minjem duit sama kamu, mommynya ell…. Aku mau minta tolong sama kamu..” lanjut Daffa sambil tertawa terbahak bahak, melihat ekspresi Alya yang seperti orang ketakutan dipinjam duitnya oleh Daffa.
“ IIh kakak nih ya..!!! Biasanya kalau orang bilang mau minta tolong tuh ujung ujungnya mau minjem duit, kak… jadi tadinya kupikir kaka mau minjem duit ke aku.” Kata Alya lagi
dengan muka merah menahan malu diketawain oleh Daffa
“Enggak… aku mau minta tolong betulan nih Al…” kata Daffa serius lagi.
“Kak, jangan muter muter terus deh…. Alya habis ini harus mandiin baby El, kasian ntar kemaleman.” Kata Alya dengan sebal, karena dari tadi si Daffa gak langsung ngomong apa yang ia mau.
“Kamu kan tau kalo kakak anak tunggal…” kata Daffa menggantung… dia lagi memilih kata yang tepat supaya Alya tidak marah.
“Lalu?” Tanya Alya lagi sambil menaikkan sebelah alisnya.
“Papa dan mama mau mencarikan seorang mama baru buat baby El..” lanjut Daffa lagi.
“Lalu?” Tanya Alya lagi … ekspresinya datar banget, sumpah!!
“Ehm aku mau minta tolong sama kamu untuk jadi mommynya baby El….” Kata Daffa sambil menelan ludahnya dengan berat. Karena tiba tiba saja tenggorokkannya menjadi kering dan susah untuk menelan.
“Maksudnya?” Tanya Alya, kali ini ekspresinya sedikit kaget.
“Yahh gitu, kakak mau minta tolong kamu untuk jadi mommynya baby El.” Terang Daffa dengan jelas, supaya tidak terjadi salah paham.
Tidak terdengar jawaban dari bibir Alya yang merah. Alya hanya terdiam , kebisuan suasana tersebut membuat Daffa menjadi risih.
“Kak, bukannya aku emang sudah jadi mommy nya El?? Selama ini kan baby El juga tidur dan melakukan aktifitasnya bersamaku. Apalagi?” Tanya Alya dengan sedikit samar keheranan yang terbias di wajahnya yang cantik.
Daffa sekarang yang menjadi bingung, pemilihan kata kata yang tadi dia lontarkan terlalu ambigu. Sehingga Alya menangkap inti dari pembicaraan itu dengan salah. Rupanya penjelasannya harus jelas dan detil nih, anak ini masih terlalu polos, pikir Daffa.
“Maksud kakak adalah menggantikan posisi Alyza, menjadi istri kakak…” jawab Daffa dengan tegas dan lugas, masih dengan senyum manis yang menghiasi wajah tampan nya.
“ Hah? Maksudnya menikah dengan kakak? “ mata Alya yang cantik itu terlihat membulat tanda tak percaya.
Melihat Daffa hanya mengangguk, Alya pun sontak menepuk jidatnya dengan keras.
“Tapi kan kita baru saja ketemu, dan baru 1 bulan lebih ini. Pastinya bukan karena kakak jatuh cinta sama aku kan? ” tanya Alya lagi
menegaskan.
Daffa menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal, lalu iamelanjutkan untuk menjelaskan lebih detil lagi.
“Ehm, bagaimana kalau kakak katakan, bahwa kakak memang menyukai kamu dari awal kita ketemu, dan kakak juga merasa kita berjodoh. Awalnya kakak ingin menjajaki secara perlahan dalam mendekatimu, kalau memang jodoh pasti kamu juga akan menerima kehadiran kakak. Tapi ini kakak terpaksa, harus terburu buru Allll… Orang tua kakak memaksa kakak untuk mempunyai istri lagi…bahkan mau menjodohkan dengan cewek cewek yang gak jelas, yang kakak sebenarnya juga gak mau. Lagian masa kamu tega kalau baby El mempunyai ibu tiri, yang belum tentu
menyayangi nya.?” Daffa lagi lagi mengkambing hitamkan anaknya dalam meraih simpati dari Alya. Daffa tahu
persis bahwa Alya sangat menyayangi baby El dan menganggap baby El sebagai
anaknya sendiri.
Dan benar saja, setelah kalimat persuasive Daffa yang terakhir, Alya nampak lebih dapat menerima alasan Daffa menembak Alya tanpa romantisme apa apa yang mestinya diidamkan gadis gadis seusianya. Setelah menghela nafas berulang ulang, akhirnya Alya pun mengakhiri kesunyian dengan jawaban yang membuat Daffa serasa mati berdiri.
.
.
.
TBC
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
hai readers... here we go againnn
plis plis plis...
send your warm regards with sending like, comment and vote.
thank you for your loving support
i love ya alll
GBU
mudah banget muve on...bedalah sama perempuan suka mikir 2x
mksih byk
maap
:)