Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭
Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.
Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.
Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.
Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.
Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertama Kali Bertemu 2
Semua orang yang di sana segera berlari menuju suara pecahan itu. Sedangkan Bara lagi lagi menatap tajam kearah perawat wanita itu. Wanita itu hanya menunduk ketakutan ketika tatapan itu sungguh menakutkan untuk dirinya.
" Sudah ku katakan bawa aku tak suka dengan makanan sampah itu, harus ku katakan berapa kali kalau aku juga tak mau susu itu. Aku tak sakit aku sehat jadi aku tak butuh itu semua…" Teriakan Bara yang kencang membuat semua orang dapat mendengarnya. Perawat itu kini menunduk ketakutan bahkan air matanya sudah hampir menetes.
" Tuan maafkan saya, tapi itu perintah dari Nyonya besar…" Jawabnya dengan terputus putus.
" Di sini aku yang menggaji kalian semua kau dengar itu…" Bentaknya lagi.
Bella yang melihat laki laki muda dengan nada tinggi nya yang duduk di kursi roda. Matanya menatap ke arah perawat yang sedang berusaha menahan tangisan nya itu.
" Tuan ini bukan makanan sampah dan susu itu juga bukan untuk orang yang sedang sakit…" Suara lembut dari Bella yang berdiri di ambang pintu dari tadi membuat Bara langsung menatap kearah luar itu.
Bara diam dengan sedikit terkejut melihat wanita itu berada di depan pintu kamar nya. Bella kini masuk kedalam kamar laki laki yang masih memandang nya dengan rasa tak percaya itu.
" Tuan itu bukan makanan sampah, makanan yang disajikan oleh perawat anda adalah makanan yang sehat, semua orang juga memakannya, saya juga memakan nya. Susu itu juga bukan hanya untuk orang sakit tapi semua orang juga bisa meminum nya, termasuk saya…" Perkataan dari Bella membuat laki laki itu tak berkedip sama sekali. Beberapa hari yang lalu mungkin Bara hanya bisa menatap dari jauh wajah cantik itu tapi sekarang mata Bara bisa menatap wajah cantik nan lembut itu dari kedekatan.
" Bersihkan ya, saya akan mengajak Tuan Bara ke depan dulu…" Perawat itu mengangguk pelan. Bella kini mendorong kursi roda dari Bara.
Bara bahkan masih dibuat terkejut dia masih tak mengatakan apapun atau protes kepada semua orang yang ada di sana. Bara masih diam dan mencoba untuk menguasai dirinya. Bella kini yang merasa jantungnya tak karuan karena dari tadi laki laki yang sebagai calon suaminya itu tak mengatakan apapun.
" Tuan David…" Panggilan mbok Sumi itu membuat David langsung melihat ke arah pembantu itu. " Tuan Bara tak melayangkan protes ketika di dorong keluar dari kamarnya…" David mengangguk senang karena ini adalah awal yang bagus untuk mereka berdua.
" Mbok siapkan saja minuman untuk Tuan Bara dan Nona Bella, saya akan mengawasi dari sini, siapa tau tiba tiba Tuan Bara mengamuk…" Mbok Sumi itu langsung mengangguk dan pergi menuju dapurnya untuk menyiapkan minuman untuk kedua orang yang sedang duduk di taman belakang.
Bara yang duduk di kursi roda menatap ke arah depan sedangkan Bella juga duduk di kursi sana dengan menatap ke arah depan yang banyak bunga bunga di depan sana.
" Maafkan saya jika saya membawa anda langsung keluar dari kamar anda, tapi jika anda tak keluar perawat tadi tidak bisa membersihkan pecahan itu…" Bella membuka suaranya dengan lembut dia sudah biasa dengan menghadapi ini semua tapi menghadapi laki laki dewasa yang lumpuh yang memiliki karakter yang keras adalah hal yang pertama dia lakukan.
" Siapa yang membawa mu datang kesini?" Sebuah pertanyaan sinis dari nya membuat Bella tersenyum di bibirnya itu.
" Saya yang meminta pekerjaan kepada Tuan David, saya tak sengaja bertemu dengan Tuan David di panti jompo, kebetulan saya membutuhkan uang jadi saya membutuhkan pekerjaan sampingan untuk melanjutkan hidup saya."
" Lalu apa tugasmu?"
" Merawat bos nya yang suka marah marah kepada perawat nya dan suka memecat perawatnya…" Bara langsung menatap sinis ke arah Bella yang hanya tersenyum itu.
" Saya Bella Amora, anda bisa memanggil saya Bella…" Senyuman itu sungguh membuat Bara tak ingin berpaling dari wajah cantik wanita itu. Sinar matahari yang sedikit mengenai wajahnya menamba wajah cantik itu sungguh berseri.
" Bara kau bisa memanggilku Bara…" Ucapnya dengan gugup, tapi dengan cepat Bara mengendalikan perasaannya yang sempat terpaku itu.
" Tuan kenapa anda tak ingin memakan nya tadi?, Padahal makanan itu sehat untuk anda, bahkan saya sering memasak untuk para orang orang yang berada di panti. Meskipun orang orang itu juga mengatakan bahwa makanan itu seperti sampah tak ada rasa nya, hambar…" Bella sedikit tersenyum ketika mengingat semua orang yang selalu protes jika dirinya datang dengan makanan sayur sayuran itu.
" Saya tak suka dari dulu dengan sayur sayuran, saya juga tak suka dengan susu putih. Saya bukan anak kecil atau saya sedang sakit jadi saya tak butuh makanan dan susu itu. Saya ingin makan makanan yang normal untuk saya, hanya itu…" Bella mengangguk mendengarkan laki laki itu mengatakan bahwa dirinya tak suka dengan makanan sayur sayuran itu.
" Anda memang tak sakit Tuan Bara anda memang sehat tapi itu badan dan kulit anda yang sehat. Sedangkan tulang anda yang berada di kaki saat ini sedang sakit anda jangan menutupi kenyataan itu…" Bara menatap wanita itu dengan tatapan dingin nya, dia tak menyangka pertemuan pertama itu malah membuat laki laki itu kesal.
" Anda harus tahu bahwa kedua kaki adalah tumpuhan kita untuk bisa melakukan semua aktifitas, dengan kaki kita bisa berjalan dan berlari. Jika anda saja tak ingin berusaha membuat tumpuhan itu sembuh bagaimana anda bisa beraktifitas kembali."
" Saya terapi, saya melakukan terapi setiap hari agar saya bisa berjalan lagi."
" Anda pikir hanya dengan terapi anda bisa jalan?, Tidak Tuan. Terapi adalah pengobatan alternatif yang biasa dilakukan tapi selain kita melakukan terapi kita juga harus berusaha dengan anda mengatur pola makanan anda dengan yang sehat. Saya yakin jika anda melakukan apa yang dokter sarankan anda akan segera berjalan, lagian kata David anda bisa berjalan asal anda memiliki tekad yang kuat, bukan memiliki ambisi yang tinggi…" Perkataan Bella membuat laki laki itu berpikir apa yang dikatakan itu benar adanya.
" Tuan Bara mulai sekarang saya adalah perawat anda, saya yang akan menghandle semua keperluan anda termasuk dengan pola makanan anda, jadi saya harap jangan membuat drama untuk membanting masakan yang saya masak karena saya tidak suka melihat orang membuang makanan begitu saja…" Bella menekan kata katanya dengan senyum tipis itu. " Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik Tuan Bara…" Sambungnya lagi.
" Jika saya tak ingin makan masakan anda?"
" Maka maafkan saya, saya tidak akan memberikan makanan sedikit pun kepada anda…" Bara hanya terdiam melihat senyuman dari wanita itu.
Wanita yang dia kira lugu kini seakan ingin membuat dirinya mati di sana. David hanya tersenyum di batin nya karena pada akhirnya si bos menemukan perawat dan calon istri yang bisa menundukkan bos kejam nya itu.
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!