Bagai mimpi atau fantasi, Ariel terbangun dalam kebingungan dipagi hari setelah bus yang ia naiki terguling. Ia melihat cermin dan ternyata ia terbangun di tubuh orang lain bernama Cassandra Lilian, seorang putri tunggal dari keluarga kaya raya. Setelah akhirnya ia bisa hidup kembali setelah mengalami kematiannya yang pedih, sayangnya ia tak bisa lepas begitu saja dengan pria yang menyebabkan kehidupannya menjadi kacau,dan ia menemukan beberapa fakta yang mengejutkan setelah kehidupan barunya, hingga suatu hari ia kembali dihadapkan oleh dua pilihan, haruskah ia kembali dengan pria dari masalalunya atau haruskah ia bersama dengan cinta yang baru?
Selamat membaca.. semoga terhibur dengan cerita fantasi karya Diyah_ell 🙏❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
Setelah Mendapatkan izin dari orang tuanya, Cessy menaiki mobil yang telah dipersiapkan, ia menuju ke toko roti milik Demian.
Sampai di depan 'Odiya Bakery' setelah 30 menit, Cessy mengamati sekitar dari kaca mobil yang terbuka, Cessy merasa janggal karena tak biasanya Ayahnya tak membuka tokonya, kondisi luarpun cukup membingunkan karena surat kabar yang berserakan di depan toko, gedung yang di corat coret dengan berbagai warna menandakan tempat itu telah cukup lama ditelantarkan.
Cessy merasa gelisah namun ia berusaha tetap tenang.
"Pak.. saya akan turun sebentar, Bapak tolong tunggu sebentar disini yaa" ucap Cessy kepada supirnya.
"Apa tidak apa apa Anda turun sendirian? Ibu Anda memberikan pesan agar saya terus berada disamping Anda"
"Saya tidak apa apa..hanya sebentar"
"Baiklah, jika terjadi sesuatu pastikan anda menghubungi saya"
"Oke"
Cessy berjalan melihat lebih dekat toko roti itu, namun ia tak menemukan apa apa, ia melanjutkan berjalan ke seberang jalan ke tempat tinggal kediaman Demian.. suasananya sepi, ia pun memberanikan diri mengetuk pintu rumahnya, namun tak ada jawaban.. sampai pada akhirnya tetangga sebelah rumah menghampirinya yang tak kunjung beranjak pergi.
"Haloo.. ada yang bisa dibantu? Nona siapa yaa??"
"Ahh.. Bibi Uni?? Ay.. ahh Pak Demian dan istrinya kemana yaa??"
"Tunggu.. Anda mengenal saya?? Barusan anda memanggil saya Bibi Uni kan??"
"Ahhh..(Aku lupa sekarang aku Cessy)"
"Iyaa saya tahu anda, Ariel pernah memberitahukan tentang Anda, saya adalah teman Ariel.. tapi kenapa rumah ini seperti tak ada penghuninya??"
"Begitu.. Apa anda masih belum dengar kalau Ariel mengalami kecelakaan sebulan yang lalu? Dia di nyatakan meninggal di tempat"
"Apaaa!!!" Cessy merasa syock dan lemas karena ia menduga tubuhnya sedang koma.
"Anda temannya pasti sangat kaget kan?? Saya pun begitu, malang sekali nasip Ariel dan Ayahnya"
"Ayahnya dimana sekarang??"
"Setelah kematian anaknya, Pak Demian pun kabarnya sangat syok hingga mengalami serangan jantung dan koma selama beberapa hari lalu ia pun menyusul putrinya" ucap Bibi uni dengan ekspresi iba.
"Maksud anda Pak Demian juga meninggal??"
"Benar... ini pasti sangat mengagetkan anda, tapi sebagai temannya anda harus mengetahuinya, mereka dimakamkan di tempat pemakaman umum dekat sini, dan istrinya Evelina kabarnya menyusul anaknya yang di luar negri, saya pikir anda harus mengetahui ini semua.. saya pamit"
"Baik terimakasiih" ucapnya lirih, dan tersungkur lemas di lantai, dadanya kesakitan.
"Datanglah kesini Pak" ucap Cessy menghubungi supirnya.
.
"Anda tidak apa apa Nona?? Ayo ke rumah sakit Saya harus menghubungi nyonya" ucap Pak supir yang khawatir melihat Cessy yang gemetaran dan lesu.
"Jangan hubungi Ibu.. saya nggak papa"
"Tapi Anda terlihat sakit"
"Saya nggak papa Pak, Anda jangan terlalu khawatir.. didepan sana ada toko bunga tolong belikan 2 buket bunga, saya akan ke makam seseorang"
"Makam??? Baiklah"
Pak supir merasa ada yang janggal dengan Cessy namun ia tak berani bertanya macam macam.
Dimakam, Ariel dan Demian dimakamkan dengan bersebelahan.
Cessy mengelus pusara Demian dengan tatapan penuh kesedihan.
"Ayah... jika Ayah tahu Aku masih hidup dalam diri orang lain apa Ayah akan tetap hidup juga?? Kenapa Ayah mengikutiku.. kenapa Ayahku sangat malang, apa yang Ayah pikirkan saat melihat tubuhku yang kaku kenapa Ayah sekaget itu.. apa kondisiku sangat mengenaskan?? Sementara Ayahku meninggal aku mendapatkan kesempatan hidup baru yang orang orang lain tak bisa dapatkan.. ini keberuntungan atau kutukan?? Apa yang harus aku lakukan Ayah?? Seandainya aku tak mengalami kecelakaan.. seandainya aku tak datang ke kantor Ken... seandainya aku tak perlu menikahinya..." sesalnya dengan beruraian air mata.
Selama beberapa saat ia terdiam di pusara Ayahnya..
"Aku tak bisa terus berada disini Ayah.. keluarga baruku pasti sangat menghawatirkanku sekarang.. aku akan mengunjungimu lain kali, Ayah.. sekarang aku akan hidup sebagai Cassandra Lilian, tolong restuilah aku" gumamnya sembari menghapus air matanya.
Ia bangkit dan berjalan, siapa sangka ia akan bertemu dengan dua orang yang menyebabkan kemalangan hidupnya..
Cessy berpapasan dengan Ken dan Yuna, Yuna terlihat menggandeng lengan Ken. Langkah Cessy terhenti dengan sendirinya.
"Ariel.. kami datang, maafkan aku.. tapi apa kamu tahu Ken adalah kekasihku jauh sebelum dia menikahimu.. aku menyayangkan hubungan baik kita berakhir seperti ini, tapi disini akulah yang paling menderita, jadi jangan terlaluvmenyalahkanku, aku datang hanya untuk mengatakan ini.. beristirahatlah dalam damai sahabatku" ucap Yuna di samping pusara Ariel.
Diam diam Cessy mendengarkan ucapan Yuna..
"Sudah kan?? Ayoo kita pulang" ucap Ken.
"Hahhh.. tidak tahu malu!!!" ucap Cessy dengan nada keras lalu bergegas pergi dengan langkah cepat.
"Apa sih?? Kamu kenal dia??" ucap Yuna menunjuk Cessy.
"Nggak tau, dia cuma lagi ngomong sendiri, nggak ada hubungannya sama kita" ujar Ken.
"Pasti begitu"
.
"Ayo kita pulang Pak" ucap Cessy begitu masuk ke mobilnya.
"Tuan dan Nyonya terus menghubungi saya karena Nona tidak menjawab telefon beliau"
"Iyaa.. maaf ya Pak saya jadibngerepotin Bapak.. ternyata sudah sore yaa"
"Benar.. kita sudah pergi seharian"
"Benar.. Ayah Ibu pasti khawatir ( aku harus segera mengikhlaskan kepergian Ayahku hanya itu yang bisa kulakukan.. aku tidak akan menyia nyiakan kehidupan baru ini, setelah melihat Ken dan Yuna isi pikiranku hanya ada satu.. Balas Dendam!!"
Sepanjang perjalanan Cessy hanya termenung melihat keluar jendela mobil yang terus melaju.
"Sudah sampai Nona.." ucap Pak supir.
"Iyaa.. terimakasih untuk hari ini Pak"
"Sama sama Non"
.
"Aku pulang" ucap Cessy begitu memasuki rumah.
"Cessy.. putriku!!! Kenapa baru pulang, kamu nggak papa kan??" ucap Ibunya khawatir.
"Ibu.. aku nggak papa maaf yaa aku membuat ibu khawatir, tapi aku sekarang sehat ibu jangan terlalu menghawatirkanku, Sekarang Ibu hanya perlu menikmati keinginan ibu, hobi Ibu atau hal hal yang biasa teman teman ibu lakukan yang tidak bisa ibu lakukan karena ku"
"Cessy..Putriku sekarang sudah dewasa yaa.. Ibu mengerti" ucap Sherin merasa lega.
Sebelum Cessy menjalani operasi sikapnya sangat tertutup, ia adalah gadis pendiam yang selalu mengurung dirinya di dalam kamar karena lelahnya hidup dengan penyakitnya yang tak kunjung membaik, ia telah muak dengan rumah sakit dan obat, hanya membuatnya semakin menderita, beberapa kali Cessy membanting gelas minum dan obat yang dibawa Ibunya dengan histeris, namun kini Sherin merasa bahwa putrinya telah menemukan kehidupan yang seharusnya, kehidupan normal seperti anak anak lain seusianya.
.
Didalam kamar Ayah dan Ibu Cessy.
"Sayang.. Putri kita satu satunya sudah dewasa dan bisa hidup normal aku sangat lega dan bahagia, tapi.. seusianya kini seharusnya sudah memiliki kekasih kan??" ucap Sherin.
"Jadi?? Kamu ingin aku meminta dikenalkan dengan anak dari kolegaku??"
"Kenapa kamu tahu apa yang ada di pikiranku??"
"Tentu saja, aku kan belahan jiwamu ehem ehem"
"Ahahaha.. sejak kapan aku merasa sebahagia ini berbincang denganmu ya hehe.. kenalkan putriku pada pemuda baik dan tampan yaa??"
"Baiklah.. aku akan segera berburu menantu seperti kriteriamu itu"
"Bagus bagus sayang.. cup..cup..cup"
Bersambung.......
JANGAN LUPA TEKAN LIKE KOMEN VOTE HADIAH DAN FAVORIT yaa..🙏🙏💜💜💜💜💜💜💜