NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Pada Brondong SMA

Jatuh Cinta Pada Brondong SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: yuni93

Aku pikir tidak akan pernah jatuh cinta lagi setelah dikhianati oleh orang yang paling kupercaya. Namun kehadiran Juvan, seorang siswa SMA yang sederhana dan selalu memperlakukanku dengan tulus, perlahan mengubah semuanya. Di saat aku berusaha menganggapnya hanya sebagai adik, dia justru membuat hatiku berdebar dengan cara yang tidak pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Dan untuk pertama kalinya, aku takut mengakui bahwa aku mulai jatuh cinta pada berondong SMA. 🤍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Kedua Di Supermarket

Sore hari menunjukan pukul 15:00 vivien dan zara sudah sampai di depan toko kue milik yena mereka berdua pun masuk.

"Loh zara, vivien kalian mau beli kue? " tanya yena

"Eeh enggak yen kita kesini bukan mau beli kue tapi ada yang pegen kita ceritain ke kamu"

"Cerita apa? " tanya yena penasaran.

"Yen tadi di kampus kita berdua liat fira di anter sama arga"ucap zara

DEG,jantung yena seperti berhenti berdetak yang terasa hanya rasa sesak, dan sakit, mata yena pun langsung menetes kan air mata.

" eeh yen tunggu dulu gue belum selesai cerita jangan nangis dulu, dan jangan salah paham dulu"ucap zara yang khawatir melihat yena yang tiba-tiba menangis.

"Please stop bahas soal arga dan fira"

Yena dan vivien saling tatap merasa heran dengan apa yang barusan yena ucapkan

"Kenapa yen, hubungan kamu sama arga baik-baik aja kan"

"Aku dan arga udah putus"

Zara dan vivien tentu saja kaget bukan main setelah tau kebenaran itu.

"Kok bisa, putus kenapa yen" tanya vivien

"Ya seperti yang kalian lihat di kampus tadi"

"WHAT, MAKSUD LO ARGA SELINGKUH SAMA FIRA"

Brukkk... Zara memukul punggung vivien

"Gk usah teriak-teriak juga vi, di denger orang tau gk"

"Maaf aku kaget, gk nyangka banget gw sama si fira, fira anjing. Bisa-bisanya dia ngelakuin hal goblok kayak gitu"

"Yen lu kenapa gk cerita ke kita sih"

Yena hanya diam sambil menahan tangis.vivien dan zara mendekati yena dan memeluk yena

"Gk papa yen nangis aja, kita tau kok gimana sakitnya hati kamu saat di hianati sama pacar sekaligus dihianati sama sahabat sendiri"

"Lu boleh nangis sepuasnya yen tapi jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan ya, lu harus bisa bangkit dan menjalani kehidupan lu secara normal seperti biasanya walapun tanpa arga"

Vivien dan zara terus-terusan menghibur yena agar yena tidak sedih lagi.

"Udah yen cowok kayak arga gk usah di tangisin lagian ya di luaran sana banyak kok cowok yang lebih dari arga, lebih kaya, lebih tampan" ucap vivien

"Nah betul tu yang di bilang vivien, siapa tau setelah kamu berhasil lupain arga kamu dapet cowok spek Dylan wang. "

"Kalau bisa sih dapet Dylan wang nya langsung"

Seketika tawa mereka pecah,

"Makasih ya guys kalian selalu ada buat aku"ucap yena

" ahh gk usah berterimakasih yen lu tu udah kita anggap sebagai saudara sendiri"

"BTW boleh dong bagi kuenya gratis"

"Ternyata ngehibur gw karna ada maunya ya"

"Haha gk yen gw bercanda kok"

Tak terasa sudah pukul 17:00sore

Vivien dan zara pun pamit pulang. Yena baru ter ingat kalau dia harus ke supermarket dulu untuk membeli bahan-bahan membuat kue yang sebagian sudah habis, sekaligus membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Setelah tiba di supermarket aku langsung mengambil barang-barang yang akan ku beli memasukannya ke troli belanjaan.

Saat yena sedang meraih kemasan mentega di rak paling atas, tiba-tiba sebuah tangan lain menjangkaunya lebih dulu.

"Biar aku ambilkan saja, Kak."

Suara itu terdengar begitu kenal. Yena menoleh, dan tepat di sampingnya berdiri juvan—si pemuda yang baru yena kenal malam itu di toko kue. Ia masih mengenakan seragam putih abu-abu lengkap dengan tas ransel yang tersampir di bahu, sepertinya baru saja pulang sekolah.

"Juvan?" tanya yena sedikit terkejut. "Kamu juga belanja di sini?"

Juvan tersenyum lebar sambil menyodorkan mentega yang yena inginkan.

"Iya, Kak. Kebetulan sekali ya? Aku lagi beli mie pengen banget makan mie instan. Tadi dari jauh sudah merasa mirip Kakak, tapi takut salah orang."

Yena menerima barang itu sambil mengucapkan terima kasih. "Kamu sendirian saja?"

"Iya. Kak Yena mau ke kasir? Barang Kakak banyak sekali, biar aku bantu dorong troli-nya." Tanpa menunggu jawaban, ia sudah sigap memegang gagang troli belanjan yena.

Yena sempat ingin menolak, tapi melihat wajahnya yang begitu tulus ingin membantu, yena hanya mengangguk pelan. Sepanjang jalan menuju kasir, yena dan juvan berjalan berdampingan. Kehadirannya begitu ringan, seolah angin segar yang menyapa hati yang sempat kaku.

Saat giliran membayar, yena baru sadar dompetnya tertinggal di dalam tas yang terselip di troli bawah, dan yena kesulitan mengambilnya. Juvan yang melihat itu langsung mengeluarkan uang sakunya.

"Sudah biar aku bayar dulu saja, Kak. Nanti Kakak kembalikan kalau sudah bertemu lagi," ucapnya cepat sebelum yena sempat menolak.

"Tidak usah, Raka. Aku bisa—"

"Tidak apa-apa, Kak. Anggap saja tanda terima kasih karena sudah mengembalikan surat izin hari itu." Matanya menatap yena tegas namun tetap lembut.

Pembayaran selesai.juvan juga tak langsung pergi, ia bahkan membantu yena membawa kantong belanjaan sampai ke mobil.

"Hati-hati di jalan ya, Kak Yena. Jangan terlalu lelah bekerja," pesannya saat yena sudah duduk di balik kemudi.

"Terima kasih banyak ya, juvan. Kamu benar-benar membantu sekali hari ini," ucap yena tulus.

"Sama-sama. Kalau bertemu lagi, jangan sungkan menyapa saya ya." Ia melambaikan tangan, lalu tersenyum manis sebelum berbalik melangkah pergi.

Mobil melaju pelan meninggalkan area parkir, namun hati yena terasa jauh lebih ringan dibanding saat  masuk tadi. Pertemuan kedua ini, yang terjadi secara kebetulan, entah mengapa membuat yena menyadari satu hal: kehadiran juvan bukan sekadar lewat begitu saja. Ada sesuatu yang mulai berubah perlahan namun pasti, di dalam hati yang sempat berpikir tak akan bisa membuka diri lagi pada siapa pun.

Setelah sampai di rumah, yena masuk membawahi kanton belanjaannya di ruang tamu yena melihat kenzo yang tengah tertidur di sopan depan tv, yena pun langsung menghampiri kenzo.

"Ini anak kok tidur di sini kan punya kamar kenapa gk tidur di kamar"ucap yena kesal.

Tiba-tiba bik ina keluar dari dapur

"eh non yena udah pulang, anu non tadi kenzo nungguin non yena pulang sampe ketiduran gitu"

"Ya ampun ngapain coba nungguin kakak"

"Dedek" panggil yena sambil menepuk pelan pipi kenzo.

Kenzo pun terbangun

"Eh kakak udah pulang"

"Kata bik ina kamu nungguin kakak pulang, ngapain dek"

"KAK..... " kenzo menatap yena dengan mata berlinang air mata

"Eeh kok nangis maluu ih badan segede gapura kabupaten kok nangis"

Kenzo adalah adik yena ia ber umur 17tahun yang memiliki badan tinggi dan dada yang bidang serta wajah yang tampan, dia brandalan sekolah tapi kalau di rumah apalagi kalau lagi bersama yena dia selalu bersikap manja seperti anak kecil.

"Kapan ya kakak nyempetin waktu buat aku,aku di rumah kesepian kak, mana papa jarang pulang lagi"

Kakak akhir-akhir ini sibuk banget bahkan untuk sarapan bareng kakak aja susah"ucap kenzo

"Ya ampun jadi itu yang bikin kamu sedih"

Kenzo mengangguk

"Dedek jangan sedih lagi ya kakak janji bakalan nyempetin waktu buat main sama kamu" yena langsung memeluk erat adik laki-lakinya itu.

Yena berusaha bersikap baik-baik saja di depan adiknya walapun sebenarnya hati yena juga sedang berantakan. Tapi sebagai kakak dia harus tegar seolah-olah tak terjadi apa-apa agar sang adik tidak ikut khawatir.

"Oh iya besok kan weekend gimana kalau kita besok nonton bioskop" ajak yena

"Iya kak aku mau, eeem aku boleh gk ajak temen-temen aku"

"Iya boleh sekalian kakak bayarin itu temen-temen kamu"

"Wahh kakak lagi banyak duit ya"

Mereka berdua pun tertawa puas.

1
Visitor3579
Kagak perlu didengerin, klo udah ketahuan selingkuh ya ketahuan ajah. ga usah pake sok nyesal
Visitor3579
Cowok bloooon
Visitor3579
Gilak, dari sini Yena trauma sih buat jatuh cinta lagi. Plisss Yena kuat kan gak menye2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!