NovelToon NovelToon
PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

PUDARNYA PESONA WANITA PENGGODA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Aku cantik, lo mau apa??" (Evelyn Radistya)

"Lo emang cantik daripada gue, tapi lo gak akan bisa merebut Tristan dari gue." (Atalia Prameswari)

"Aku laki-laki mapan, masih muda dan tampan, kenala harus memilih barang bekas kalau yang ori bisa didapat." (Tristan Wijaya Ramadhan)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BERULAH LAGI

"Apa aku gak ganggu?" tanyaku menghentikan lengan Tristan yang akan membuka pintu.

"Enggak, dia juga tadi bilang mau minta tolong urusan pribadi."

Wah..aku mencium bau wanita penggoda nih, pantas saja Tristan mengajakku masuk, biasanya Tristan sangat profesional dengan pegawai lain meskipun berkaitan dengan urusan pribadi, tapi tidak berlaku bagi urusan pribadi Evelyn. Mungkin Tristan takut tergoda atau dia memang menghargai perasaanku. Entahlah, yang jelas aku bersyukur Tristan melibatkanku pada urusan pribadi Evelyn.

Begitu masuk, Evelyn terkejut, mendadak gelisah ketika aku duduk di samping Tristan.

"Jadi?" Tristan mencairkan suasana hening di antara ketiganya.

"Maaf, Pak. Saya tadi bilang ada urusan pribadi, hm.." Evelyn ragu mau mengusirku. Tristan melirikku lalu menatap Evelyn.

"Kamu keberatan kalau calon istri saya tahu urusan pribadi kamu?"

"Iya," jawabnya tegas. Waduh berani juga nih perempuan. Aku hanya diam dan melirik sebentar.

"Ya udah aku keluar aja, tadi kan aku bilang aku nunggu dulu." Oke aku lebih baik keluar saja, membiarkan Evelyn 'curhat' sama Tristan. Yah ...semoga saja tak ada main mata.

******

"Silahkan," ucap Tristan.

Evelyn menegakkan badan dan menatap wajah Tristan, "Pak Arik masih lama keluar kotanya?"

"Kenapa kamu tanya Arik?" Tristan heran katanya urusan pribadi kenapa malah bahas Arik?

"Saya hamil anak Pak Arik."

Sumpah demi apapun Tristan langsung melotot, bahkan jantungnya berdegup kencang. Masih tidak percaya, orang kepercayaannya terlibat fair dengan istri orang. Berita macam apa ini. Tristan pusing, memijit keningnya lalu menatap Evelyn yang sudah mengeluarkan air mata.

"Yakin itu anak Arik?" Tristan memastikan saja, apalagi track record Evelyn kencan dengan Pak Dar, Arfi, lalu pria tambun kemarin malam, belum juga suaminya, wajar dong meragukan benih Arik yang sedang dikandung.

"Yakin, Pak."

Tristan tersenyum sumbang, "Kamu kencan berapa cowok sampai menghasilkan seperti ini?" Tristan menyadari tak seharusnya dia mencecar kehidupan pribadi pegawainya, hanya saja mulutnya terlalu lancang untuk tidak mengintrogasi, apalagi menyangkut sahabat sekaligus asisten pribadinya.

"Astaghfirullah, Bapak. Saya hanya melakukannya dengan Pak Arik," tegas Evelyn.

"Oh ya? Kalau kamu hanya melakukan hal itu sama Arik, kenapa gak langsung telpon dia. Ponselnya aktif kok."

Evelyn diam.

"Kenapa? apa Arik juga tak yakin itu benihnya?" lanjut Tristan ketus, dia sudah muak dengan kelakuan Evelyn, begitu mudah berhubungan dengan laki-laki lain, padahal dia sudah bersuami. Belum lagi, pria yang dikencani karyawan kantor yang ia pimpin lagi.

"Kalau Pak Arik gak mau tanggung jawab, bagaimana Pak?" tanyanya kembali meneteskan air mata. Tristan hanya diam, baru kali ini menghadapi kasus pribadi yang cukup aneh, apalagi Evelyn cukup percaya diri, tak ada beban sekali mengatakan hamil bersama lelaki lain.

"Silahkan ngomong sama Arik, besok dia sudah datang dari luar kota." Memang Arik beberapa hari ditugaskan Tristan keluar kota untuk urusan bisnis.

"Pak, bantu saya bicara sama Pak Arik, saya mohon." Evelyn semakin terisak.

"Kenapa harus saya? meskipun Arik sahabat saya, asisten saya, itu masalah pribadinya. Saya gak mau ikut campur. Lagian kamu ini sudah punya suami kok malah tidur sama laki-lakin." Tristan mulai julid. Kalau saja Evelyn saudaranya mungkin sudah digampar kali, jadi perempuan kok gak punya harga diri.

"Karena saya ada masalah sama rumah tangga saya, Pak."

"Bukan urusan saya, silahkan keluar. Silahkan selesaikan urusan kamu dengan Arik. Tapi ingat, jangan di kantor."

"Kenapa bapak gak mau bantu saya, bapak takut Ata curiga sama hubungan kita," Evelyn tiba-tiba menyalak. Tristan mengerutkan dahi, heran, kenapa jadi bawa Ata.

"Ata gak ada urusan dengan hal ini."

"Pasti ada, bapak terlalu preventif sama saya karena Ata yang melarang kan?" Evelyn masih bersikukuh.

"Bentar deh, kamu kayaknya dendan banget sama Nyonya saya. Ada masalah?" Tristan geram.

"Sebenarnya gak ada, saya menganggap Ata teman kerja yang baik, tapi semakin ke sini dia selalu mencampuri urusan saya."

"Urusan apa?" tanya Tristan tak suka Ata disangkutpautkan, karena ia yakin wanitanya tidak akan mengusik seseorang kalau tidak disenggol dulu.

"Beberapa hari ini kalau saya jalan sama siapapun, apalagi cowok Ata selalu mengikuti saya, mata-matai saya, jelas saya gak nyaman."

Tristan tersenyum muak, "Ata? mengikuti kamu? kurang kerjaan banget. Atau kamunya saja yang diobral murah, di manapun dan kapanpun."

Jleb

Evelyn sadar Tristan sedang memojokkan dairinya dan membela sang kekasih. Sebenarnya Evelyn juga tahu Ata tak mungkin macam-macam, hanya saja Evelyn khawatir kalau Ata akan memberi tahu pria mana saja yang dekat dengannya pada teman-teman kantor.

"Pintu di sana," titah Tristan sambil menunjuk arah pintu. Evelyn belum puas, ia ingin lebih lama dengan Tristan, kesempatan yang tidak bisa datang dua kali. Boleh lah, berulah centil sedikit saja pada bos.

"Saya mohon, Pak. Bantu saya bilang ke Pak Arik."

"Urusan kalian," jawab Tristan masih jutek.

"Baiklah, kalau begitu tapi saya mohon masalah saya ini menjadi rahasia kita, jangan sampai Ata juga tahu."

Tristan sudah tidak bisa menahan kekesalannya, selalu saja Evelyn menyudutkan Ata. "Kamu kayaknya benci banget sama nyonya saya."

"Bu..bu..bukan benci, Pak. Saya hanya khawatir Ata akan menjadikan saya sebagai bahan gosip."

"Ata gak akan melakukan hal itu. Makanya kalau gak mau digosipin jangan bertingkah."

Lagi-lagi Evelyn menelan salivanya dengan kasar, ternyata Tristan sangat mecintai Ata, bukan Ata yang mengejar Tristan.

"Pak, ada alasan khusus saya melakukan kencan sama beberapa pria." Entah apa maksud Evelyn ingin mengumbar masalah pribadinya pada bos.

"Pintu di sana." Lagi-lagi Tristan mengusir Evelyn kali ini suaranya sedikit meninggi. Pusing tiba-tiba melanda, kok bisa punya karyawan seperti Evelyn.

"Sekali lagi saya mohon Pak, jangan sampai Ata tahu."

"Silahkan keluar."

Mau tak mau Evelyn keluar dari ruangan dengan perasaan khawatir. Melihat Tristan begitu cinta pada Ata, pasti bos ganteng itu akan terbuka dengan masalah apapun. Tidak membayangkan semua karyawan di kantor akan menghujatnya, hamil dengan lelaki lain, padahal punya suami.

Di sisi lain, Tristan jelas menutupi masalah Evelyn, bukan karena ingin menutupi dari Ata, hanya saja itu bukan urusannya. Tidak memengaruhi hubungannya dengan Ata.

Sambil menyandarkan punggung di sofa, Tristan mengirim pesan pada dua orang yang sekarang ada di pikirannya.

ARIK PUTRA

Nanti malam ke rumah. Ada yang mau gue omongin. Terkirim

Beberapa detik berikutnya, Tristan mengirim pesan pada Ata.

MY LOVE ❤

Di mana? terkirim juga.

Menunggu beberapa saat, balasan Arik dan Ata datang secara bersamaan. Tristan pun membalas keduanya secara bergantian.

Evelyn hamil.

Begitu balasan Tristan, dan detik berikutnya dia langsung jingkat dan memekik ASTAGHFIRULLAH.

"MATI GUE."

1
Ray Aza
tega bgt km thor anak baik2 gitu km kasih pasangan psk. 😓
Lel: hwkwkkw nyatanya ada di dunia kerja kakak
total 1 replies
siti salamah
nge gabtung giini akhirrnyaa yao kaka
Sartika Thika
kak,ini gmn?kok gantung?
Sri Ariyanti
hallo othor, beneran end kah? koq berasa gantung ya?

yg jelas ditunggu kelanjutannya
Sri Ariyanti
ok
Sri Ariyanti
selalu suka karyamu. pokoknya ok lah
falea sezi
najis dpet jalang
Quinza Azalea
gak rela banget si Abi sama Evelin thor😭
Quinza Azalea
ceritanya bagus bagus thoor
Lel: terimakasih kak
total 1 replies
Quinza Azalea
bagus
pipi gemoy
thor lanjutannya mana Thor 🌹5x
pipi gemoy
astoge setres ya ini org ckckck😡😤
pipi gemoy
mampus lelaki penghianat n murahan ludahin aje trus buang ke sampah😂😂😂😂👻
pipi gemoy
sabar Tris 😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
cerdas Ata👻👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Gonta ganti itu WC umum 😂😂😂😂👻
pipi gemoy
Tristan 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🌹
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
Gracela Gultom
thor kenapa gantung
Vera Uni
cerita nya kok semua gantung thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!