NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Rianti

Takdir Cinta Rianti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:364.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Sandrila Patilima

"Kamu sudah tidak lagi menarik untukku. Aku bosan denganmu!"


Sepenggal kisah nyata yang dibubuhi banyak fiksi, seorang istri yang ditinggalkan sebab ia tidak lagi menarik. Gendut, kusam, tidak lagi enak dipandang, merupakan alasan sang suami menikah lagi dengan perempuan berstatus janda muda yang masih terlihat sexy dan cantik. Ia di poligami di saat ia tengah mengandung anak ke empat mereka. Dan pada akhirnya ditinggalkan.

Hingga ia berhasil move on dan kembali membangun rumah tangga bersama seorang dokter kaya dan tampan.

Namun saat ia telah berbahagia dengan sang dokter, ternyata sang mantan suami malah kembali dan memintanya untuk rujuk.



Genre : Romantis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandrila Patilima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Kisah Pilu Mas Hafizh

Mobil yang kami tumpangi melaju kencang, menyusuri setiap jalanan ibu kota yang sedang diguyur hujan. Hening, suasana itu masih tak berubah. Di belakang, aku masih serius menatap langit yang kini berwarna hitam kelabu, Membenamkan diri dalam lamunan panjang. Berusaha melupakan segala kenangan indah bersama mas Galih.

Hufftt...

"Kita singgah di restoran dulu yah, makan siang, laper nih," cercah mas Hafizh memecah keheningan.

"Ayuk, Mbak juga laper, pengen makan banyak gegara si pelakor murahan itu!" Sambung Mbak Brenda.

[Alhamdulillah] gumamku dalam hati, sebab dari tadi menahan sakit di perut karena lapar.

"Mau makan apa Rianti?" Tanya mas Hafizh.

"Apa aja deh mas yang penting kenyang," ucapku dengan pelan.

"Ya udah kita makan di restoran terdekat saja yah."

Mas Hafizh memarkirkan mobilnya tepat di depan restoran "Seribu Rasa Enak". Tanpa berlama-lama, kami turun dan masuk ke restoran bernuansa islami itu. Kami segera mengambil tempat didekat jendela supaya bisa menikmati makanan sambil menatap hujan berkah yang turun deras pada siang hari ini.

Tidak menunggu waktu lama, sang pelayan resto menghampiri kami. Dengan pakaian syar'i ala muslimah, ia begitu sopan melayani kami. Tanganku mulai membuka buku menu yang diberikan pelayanan tadi.

"Aku pesan orange Juice, Binjai Fried Chicken, sama desert-nya Banoffee Pie," ucap Mbak Brenda.

"Kalau aku, minumannya saja yang beda Manggo Juice, yang lainnya samaan sama Mbak ini," tukas mas Hafizh sambil menunjuk kearah mbak Brenda.

"Kalau aku, sama aja deh dengan mereka, minumnya aku pesan Melon Juice yah, dan jangan lupa air mineral yang biasa ajah."

Sang pelayan dengan telaten menulis semua pesanan kami. Dan pamit ke belakang.

Sementara itu Mbak Brenda pamit ke toilet karena ada panggilan alam. Kini hanyalah aku dan mas Hafizh, saling diam tanpa kata. Suasana ini sedikit canggung, tak pernah aku berada di situasi seperti ini, berdua saja dengan mas Hafizh. Begitupun mas Hafizh ia terlihat tak nyaman, sesekali ia menyibukkan diri dengan memainkan gawainya.

"Kau tak penasaran dengan kejadian tadi Rianti?" Tukas mas Hafizh dengan menengok sedikit kearahku.

"Tidakkah kau ingin bertanya sesuatu tentang hubunganku dengan Amira?" Lanjutnya dengan menatap kearah jendela kaca yang menampakkan pemandangan di luar restoran.

"Amira adalah mantan istriku Rianti!" Cecar mas Hafizh seolah menjawab semua pertanyaan yang timbul dalam benakku.

💔💔💔

Empat tahun silam....

"Aku terima nikah dan kawinnya Almira Safana Setiawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan dibayar tunai."

"Sah."

"Sah."

Alhamdulillah, ikrar suci terucap sudah di depan para saksi dan penghulu. Hari ini aku resmi menjadi suami dari perempuan cantik yang tersenyum mempesona di sampingku. Dengan balutan kebaya warna putih ia nampak terlihat cantik dan menawan.

Amira namanya, perempuan yang baru ku pacari selama tiga bulan dan tanpa berlama-lama langsung kulamar untuk kujadikan istri. Perempuan yang membuat aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Perempuan yang membuatku bersyahadat memeluk agama Islam.

Ia adalah perempuan modern, penampilannya selalu modis. Di awal pertemuan ia sangat lembut, senyum manisnya membuatku terpana. Ia dulunya bekerja di salah satu dealer mobil ternama di ibu kota. Namun karena saat ini ia sudah berstatus istriku, maka aku perintahkan ia untuk berhenti bekerja. Ia pun menuruti.

Soal materi jangan ditanya lagi, aku di amanahkan ayah untuk memimpin perusahaannya di kota Bandung. Meskipun saat ini aku masih melanjutkan studi akhirku di bagian ilmu kedokteran spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgini \= dokter kandungan).

Penghasilanku cukup banyak setiap bulannya. Dari penghasilan ini aku mampu membelikan rumah mewah untuk Amira. Serta membelikan barang-barang mewah bermerk yang ia inginkan.

Aku manjakan ia dengan hartaku, ini kulakukan karena aku begitu menyayanginya. Aku mempekerjakan dua ART, dari yang urusan dalam rumah sampai urusan di halaman rumah.

Hingga suatu hari, perusahaan yang kukelola bangkrut sampai tak tersisa. Beruntung sebelum itu terjadi aku sudah selesai dengan studiku, namun karena terlalu fokus dengan perusahaan aku putuskan untuk tidak menjadi seorang dokter dulu.

Demi membayar semua hutang-hutangku, aku menjual semua aset-aset berharga yang ku punya. Bahkan rumah mewah kami pun ikut terjual.

Amira sangat terpukul soal ini, pasalnya ia tak terbiasa hidup susah. Ia adalah wanita dengan gengsi tinggi. Ia mulai berubah denganku, tak lagi penurut dan selalu membangkang.

Ia putuskan untuk bekerja lagi untuk menopang masalah ekonomi kami. Ia bekerja di salah satu perusahaan besar sebagai sekretaris. Jujur saja hal ini membuatku tak nyaman, karena Amira selalu tampil seksi saat bekerja. Namun aku biarkan ia demi kebahagiaannya.

Sementara aku mencoba melamar kerja di berbagai Rumah Sakit dengan menggunakan ijazah kedokteranku. Alhamdulillah aku diterima, namun dengan penghasilan tak sebanyak dulu.

Dari penghasilan ini, aku mencoba untuk menabung sedikit demi sedikit, rencananya aku ingin membangun bisnis di bagian kuliner. Tapi belum juga terkumpul, Amira sudah memintanya untuk dibelikan barang-barang mewah yang ia suka. Terpaksa aku ikhlas dan memberikan semua tabunganku padanya.

Tepat dua tahun pernikahan kami, aku begitu syok ketika mendapati foto Amira tengah bergandeng mesra dengan seorang laki-laki yang lebih tua darinya di sebuah tempat karaoke. Foto yang di kirim salah satu sahabatku via WhatsApp.

Melihat foto itu, amarahku mendidih. Segera aku bertanya padanya perihal foto itu. Ia tak mengelak bahwa ia selingkuh, alasannya aku tak lagi kaya. Sementara laki-laki itu kaya dan bisa membelikan barang-barang mewah yang ia inginkan.

Mendengar semua penjelasannya, sontak aku terdiam kaku. Hatiku sakit se sakit-sakitnya. Wanita yang kucintai tega berhianat.

Tak ada rasa bersalah di hati Amira. Setelah pertengkaran cukup hebat antara kami, dengan gerakan cepat ia mengemasi semua barang-barangnya yang ada di lemari. Sebelum pergi ia meminta agar segera kuceraikan.

💔💔💔

Hari ini....

Mendengar semua cerita mas Hafizh, aku sedikit berempati pada lelaki yang ada di depanku sekarang. Bagaimana bisa Amira begitu bodohnya meninggalkan lelaki baik sepertinya.

"Sudah dua tahun aku menceraikan Amira, selam da dua tahun itu aku tak pernah mendengar kabarnya, kabar terakhir yang kudengar dari sahabatku bahwa, Amira di permalukan oleh istri dari lelaki yang menjadi selingkuhannya, yang sebenarnya juga adalah bosnya, ia di pecat secara tidak hormat oleh istri bosnya. Dan setelah itu tak ada lagi kabar tentangnya." Mas Hafizh melanjutkan ceritanya.

"Jatuh bangun aku mulai menata hidupku. Mencoba melupakan Amira dengan fokus membangun bisnis kuliner yang kurencanakan. Alhamdulillah, Bisnisku lancar dan kini aku bisa membangun restoran mewah di berbagai daerah. Tak sampai di situ, aku mencoba membuat klinikku sendiri, Alhamdulillah lagi Sekar klinik yang dulu kecil sekarang sudah menjadi Rumah Sakit yang khusus menangani pasien ibu hamil."

Tampak ada guratan kesedihan di wajah mas Hafizh. Kecewa teramat besar mungkin yang ia rasakan saat itu.

"Amira itu bukan perempuan baik-baik Rianti, ia hanya mencintai harta Galih saja." Kali ini Mbak Brenda menimpali percakapan kami dengan gerakan hendak duduk.

"Semoga saja dia mencintai mas Galih dengan tulus Mbak, siapa tau Amira sudah berubah," ucapku.

"Yah semoga saja begitu!" Jawab Mbak Brenda.

Sepuluh menit kami menunggu, akhirnya pesanan kami datang juga. Tanpa menunggu lama kami menyantap semua makanan di atas meja dengan lahap.

💔💔💔

Mas Hafizh melajukan mobil yang kami tumpangi, memecah jalanan ibu kota yang sedang diguyur hujan dengan lebat. Pikiranku kalut antara sedih jika Amira hanya bermain-main saja dengan mas Galih ataukah harus senang jika suatu saat mas Galih hancur. Entahlah, hati ini masih saja ingin peduli dengan lelaki yang tak lagi menjadi suamiku itu.

[Ahh, sudahlah Rianti. Lupakan Galih, ia tak mencintaimu lagi, ia bukan suamimu lagi. Tatap masa depanmu dengan anak-anak, tinggalkan segala kenanganmu dengannya] batinku berbicara.

Sekitar satu jam perjalanan kami tempuh, kini kami sudah berada di depan gerbang rumah Mbak Brenda. Pak Wahyu sang satpam dengan cepat membuka gerbang dengan menggunakan payung agar tak basah.

Kubuka pintu mobil dan berlari kencang masuk ke dalam rumah, diikuti Mbak Brenda dan mas Hafizh. Mbok Darmi segera membuka pintu dan menyiapkan teh hangat untuk kami minum.

Sementara aku melangkah cepat masuk ke kamar tidur, untuk melihat putri kembarku yang dijaga oleh babysitter yang dibayar oleh Mbak Brenda.

Kugendong mereka bergantian untuk meng-ASI sambil mendendangkan shalawat. Sebelum pergi tadi, aku sengaja menyediakan stok ASI yang kutampung dalam wadah khusus ASI dan kemudian kusimpan dalam kulkas.

Perlahan luka hati mulai mengering, masih sakit memang namun tak sesakit dulu. Aku bertekad melangkah meninggalkan masa lalu yang kelam menuju masa depan penuh berkah bersama putra putriku. Berjanji tak akan ada lagi air mata kesedihan atas duka lara yang ditorehkan mas Galih, yang ada hanyalah keberkahan hidup yang berusaha kuraih dariNya.

Bersambung....

1
Maritza Hanan
asik gerah juga akunya🙊🙊
Nuraini Nuraini
ayo lanjut ko lama
Senja🌻
semangat ❤️ ditunggu feedback nya kk ♥️
Senja🌻
semangat ❤️
Ishiba Aoi
semangat thor!
Khai Rudin
gila parah banget aku nangis dan meleleh terus air mataku
Ishiba Aoi
semangat thor! next
Ishiba Aoi
semangat thor!
vi
knp ga ada lanjutannya ???
Baca Aja
kenapa thor ngga lanjut?
Baca Aja
ini pindah atau bagaimana ?
Baca Aja
seprrtinya kira harus kasih vote rame rame biar lanjut
Baca Aja
smg semua sehat ya thor ..bisa lanjut ceritanya... suka nih ma novel beda dari y lain. sarat makna..
Baca Aja
seneng ni novel banyak hikmah.. ingin belajar mrnulis tlg di bimbing ya
Baca Aja
puaa bisa, nampar galih....
Endang Purwati
wweeuuhhh.....26 M itu tas harganya...
Endang Purwati
sungguh...rahasia Alloh memang tidak ada yg pernah bisa menebak...

dan sangat betul...buah dari kesabaran adalah sesuatu yg manis...

karena memang sabar sejatinya adalah ujian yg amat sangat berat...maka Alloh pun akan menyiapkan hadiah yg ISTIMEWA....

banyak pelajaran. hidup yg bisadipetik dari novel ini...bagaimana sabar dan ikhlas seorang hamba ketika mendapatkan ujian Nya...bagaimana kasih sayang dan ketulusan ditanamkan...dan bagaimana kewajiban sebagai umat dijalankan...

keren thorr sayaaanngg novel ini...ceritanya lugas..layaknya kehidupan real..alurnya gak bertele-tele dan yg paling keren..pesan moralnya sampek dgn mudah ke pembaca...

lluuvv authoorr sayaaanngg...💝💝💝💝💝
Endang Purwati
dan terima kasih author...sudah menghibur kami para readers dengn cerita indah ini...

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝
A͙y͙u͙💖DA
kok g d lanjut kan kk
Endang Purwati
gak mau komentar...lagi osi saya sama suami Rianti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!