NovelToon NovelToon
Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:454.8k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "

--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .

Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?

Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 . Kemana Eijaz ?

'  Happy birthday ... Happy birthday

Happy birthday Brisa ...... '

Itulah akhir dari lagu yang dinyanyikan duet oleh Eijaz dan Kirani .

Yah , hari ini ketiganya berkumpul di toko buku untuk merayakan ulang tahun ke 17 Brisa .

" Ris... buat permintaan dan tiup lilinnya . " ucap Kirani yang sedang memegang kue tart lengkap dengan lilin angka 17 diatasnya .

" Semoga Ibu mendapatkan tempat terbaik disisinya , semoga Mbok Min selalu sehat dimanapun dia berada  ,dan untuk dua sahabatku Rani dan Kakak semoga mereka berdua selalu bahagia . Aamiin . "

Brisa meniup lilin setelah Ia mengucapkan kata Aamiin .

" Gak jadi gak jadi , ulang ulang nyalain lagi lilinnya . Harusnya permintaannya untuk diri lu sendiri Risa , bukan untuk orang lain semua . " keluh Rani .

" Gak perlu . Aku udah dapat banyak doa dari kalian berdua . " jawab Brisa santai .

Eijaz sudah hapal sekali jika keduanya akan berdebat untuk hal hal kecil seperti ini .

" Udah ... udah... perkara doa juga mau diributin . " Eijaz buru buru menengahi .

" Happy  birthday Bri ... maaf gue hanya bisa ngasih ini . Semoga suka yah . " Eijaz memberi sebuah kotak yang berisi kalung dengan liontin berbentuk hati .

" Bagus banget . Tapi ini berlebihan Kak . " tolak  Brisa .

" Hadiah , jadi gak boleh nolak Bri . Gue bantu pakein yah . "

Eijaz mengambil alih kalung ditangan Brisa dan memakaikan di leher jenjang gadis pujaan hatinya itu .

" Jangan sampai dihilangin yah . " peringat Eijaz sekali lagi .

" Iya kakak, akan ku jaga sebaik mungkin . Makasih yah kak . " ujar Brisa sekali lagi .

Brisa menatap Kirana .

" Loh ... kenapa malah liatin gue  ? "

" Kado aku mana ?? " Tanya Brisa dengan puppy eyes nya .

" Ada ... bentar gue tunjukin . Kadonya besar , gue gak bisa bawa dan kalaupun gue bawa gak akan cukup di sini . " Ucap Kirani .

" Alesan aja lu . Lu pasti lupa kan ? " ledek Eijaz .

Rani tak ingin menanggapi Eijaz . Dia lagi malas berdebat dengan pria yang hobinya cari masalah dengannya .

" Males gue nanggepin ocehan lu Kak . " Balas Rani ketus .

" Bri .... potong kuenya aja... gak sabar gue , kelihatannya enak . hehehehe " ujar Rani sambil nyengir .

Hari semakin sore saat mereka bertiga selesai merayakan sweet seventeen Brisa .  Toko buku juga sudah  tutup .

" Yuk sekalian gue anter . " Eijaz menawari Risa dan Rani .

" Gak , kita jalan aja . Bye bye Ijaz .. " Kiranilah yang segera menolak tawaran Eijaz lalu menarik Brisa untuk berjalan pulang .

" Tumben gak mau ikut kakak . " Brisa masih merasa aneh dengan sikap Kirani .

" Karena gue mau ngajakin lu ke tempat dimana kado gue berada . "  ajak Kirani .

Mereka berjalan kaki mengikuti jalur yang biasa mereka lewati saat akan pulang ke rumah .

Namun sebelum masuk ke kompleks perumahan ada keduanya berbelok ke jalanan kecil yang membawa mereka ke sebuah halaman luas .

Di sana ada sebuah pohon besar , dan diatasnya ada rumah pohon yang sangat cantik .

" Surprise .... kamu suka gak kadonya ? " tanya Kirani .

Brisa tak percaya jika Kirani menyiapkan kado sepsrti  ini .

" Ini akan jadi rumah kita Bri . Kamu pegang 1 kuncinya , aku juga 1 . Rumah ini akan jadi tempat kita untuk menangis dan tertawa . " ujar Kirani .

" Impian gue salah satunya adalah kita berdua cepat dewasa . Kita berdua harus sukses Bri , harus bisa beli rumah terus lu bisa keluar dan pergi jauh jauh dari neraka itu . Gue temenin . " lanjutnya .

Keduanya berpelukan sambil menangis . Brisa bahagia karena masih ada orang yang tulus padanya .

Tak terasa Brisa baru sampai di rumah pukul 7 malam .  Ia sangat terkejut melihat kamarnya berantakan .

" Bi Yum .. kok bisa gini kamarnya ? Tanya Brisa.

" Tadi nyonya kemari nyariin Neng , tapi Neng belum pulang , dia ngamuk lagi dan berantakin kamar jadi begini . "

Brisa hanya bisa menghela napas ,lalu Ia mulai merapikan kembali kamarnya .

Hari berganti hari . Brisa tetap menjalaninya dengan penuh syukur .

Setiap hari  berjalan seperti biasa . Paginya Brisa sekolah , siangnya bekerja di toko buku . Sesekali Brisa dan Kirani akan ke rumah pohon mereka sebelum pulang ke rumah .

Tapi hari ini sedikit berbeda .

" Kenapa ? Kok kayaknya gelisah  banget . " Tanya Kirani .

" Kakak ada ngabarin  kamu gak ? Sudah seminggu ini dia gak datang ke toko dan gak ada kabar juga . " ucap Brisa .

" Cieee yang udah mulai hawatir ........ " ledek Kirani .

" Aku serius Rani .... perasaanku kok gak enak yah . " Brisa kembali melamun .

Brisa mencoba mencari cari kemungkinan Eijaz menghilang . " Apa aku berbuat kesalahan padanya ? " batinnya .

Setelah toko buku tutup , Brisa bergegas pulang . Hari ini dia sudah berjanji pada Bi Yum untuk membantunya mengurus bunga bunga yang ada di taman .

Brisa kini membantu Bi Yum memindahkan bunga yang baru dibeli oleh Ibu tirinya ke dalam pot .

Tak jauh dari tempat Brisa  duduk  , ada Anggun , adik tirinya yang sedang bermain boneka di awasi oleh sang Ibu .

Anggun suka menatap wajah kakak tirinya . Menurutnya kakak tirinya itu sangat cantik , seperti putri putri yang menjadi film favoritenya .

Tapi karena hal itu juga Anggun merasa iri dengan kakak tirinya .

Dia ingin mengambil  semua yang dimiliki oleh kakak tirinya .

Seperti sekarang , Anggun yang usainya terpaut 8 tahun dengan  Brisa sedang menatap pada kalung yang kakaknya gunakan .

Lalu dia meminta sang Ibu untuk mengambilnya.

Tanpa basa basi , Indri langsung menarik kalung yang dipakai Brisa .

" Kembalikan kalungku . " ujar Brisa.

" Tidak akan . Orang sepertimu tidak pantas memakai barang mewah seperti ini . "

Indri kembali menghina Brisa .

" Lagian , bisa saja kalung ini adalah barang curian . Kamu mana mampu membelinya . "

Brisa terpancing emosi  .

" Bukannya yang suka mencuri itu Anda nyonya ? Sebagai wanita , anda tega mencuri suami dan ayah wanita lain . Lalu rumah kakek dan tanah warisan kakekku , bukannya anda dan suami anda yang mencurinya . Jadi sebenarnya saya atau anda yang memakai barang curian ? "

Plaakkkk

Satu tamparan lagi mendarat di pipi mulus Brisa.

Merasa belum puas , Indri mengangkat satu ember berisi tanah lalu menumpahkannya di atas kepala Brisa .

Brisa baru saja selesai mandi , membersihkan tubuhnya yang penuh dengan tanah .

Bekas tamparan Indri memang sakit , tapi lebih sakit lagi hati Brisa . Ia merasa telah gagal memenuhi janjinya pada Eijaz untuk menjaga kalung pemberiannya .

Dengan mata yang terus mengeluarkan air mata , Brisa pergi dari rumah . Awalnya dia berniat menemui Kirani , tapi Ia melihat mobil ayahnya terparkir di car port  . Brisa mengurungkan niatnya menemui Kirani , Ia tak ingin mengganggu waktu sahabatnya bersama ayahnya .

Satu tempat yang kini Ia tuju untuk menenangkan hatinya .

Berjalan dengan pelan , karena jalanannya cukup licin akhirnya Ia sampai dirumah pohon .

Menaiki satu persatu anak tangga , lalu menyalakan lampu  agar ada sedikit cahaya yang menemaninya .

Brisa kembali memikirkan apa yang terjadi pada Eijaz . Apa kesalahannya hingga pria itu tiba tiba menghilang .

Ditengah keheningan , tiba tiba ponselnya berbunyi . Brisa mengernyit , nomor siapa yang menghubunginya ini ? Karena yang mengetahui nomor ponselnya hanyalah Eijaz dan Kirani .

Dengan ragu , Brisa menjawab panggilan itu .

" Halo .... "

" Halo .... ini benar nomornya Brisa ? " terdengar suara pria yang berbicara .

" Sepertinya aku pernah mendengar suara ini , tapi dimana yah . "  batin Brisa .

.

.

.

.

"I would rather walk with a friend in the dark, than alone in the light." - Helen Keller

.

.

.

.

To be continue

1
Susana Widjaja
Luar biasa
Ratu Fadira
bawang jahat bngt ini bikin mata gw bengkak😭😭😭😭😭😭
Rita Khairina
Luar biasa
Fenti
aku mampir kak 😁
Hearty💕💕
Selamat ya Romi dapat boss ajaib
Hearty💕💕
Eijaz parahkah sakitnya?
Hearty💕💕
Bener....
Hearty💕💕
Duh penjahat nih kayaknya
Hearty💕💕
Serem bener part ini... dunia sedang dalam kejatuhannya
Hearty💕💕
Cie 😀😍
Hearty💕💕
Sedap Gio....
Hearty💕💕
Ya pasti sesak karena nggak tahu merek bahas apa sebenarnya
Hearty💕💕
Udah jadian nih Gio ❤ Amora
Hearty💕💕
Sakitnya hati ini.....
Hearty💕💕
Akhirnya Gio nggak patah hagi lagi

Echa juga semangat kejar gadis masing²
Hearty💕💕
Wow Franda sampai segitunya
Hearty💕💕
Terim kasih Kk, sudah diajak jalan² ke Raja Ampat
Hearty💕💕
Jadi keluarga beneran nih 😍
Hearty💕💕
Maksudnya apa ya?
Hearty💕💕
Hebat nih Papanya Dafha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!