NovelToon NovelToon
Sahabat Beda Alam

Sahabat Beda Alam

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Spiritual / Tamat
Popularitas:62.8k
Nilai: 5
Nama Author: kalung senja

aku hanyalah manusia biasa sama seperti kalian semua, hanya saja terkadang...

" Ikutlah dengan kami." kata suara misterius itu.

Fityah merasa begitu takut, tapi ia sungguh tidak bisa berbuat apa apa, ia seperti terkena hipnotis. Fityah pun berjalan mengikuti ibu dan anak tadi menuju gudang sekolah.

Ya.. seperti itu lah perbedaan hidup ku dengan kehidupan damai yang kalian miliki..
Sunyi malam terkadang tidak sesunyi yang kalian pikir kan..
Bahkan tidak perlu matahari untuk bersembunyi untuk dapat berjumpa dengan Mereka.. semua nya tergantung nasib apa yang akan menghampiri mu hari itu..

#welcome to my world.. yang punya sahabat beda alam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kalung senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 #Mereka Kembali -Nama ku rindu# 4

Rasanya Fityah ingin sekali melaju kencang dengan motor maticnya itu, tapi apa daya. Fityah seolah - olah tidak mempunyai kekuatan. Begitu juga dengan kondisi motornya, sihitam, 'begitu panggilan kesayangan untuk motornya' yang biasanya bisa selalu dibawa kompromi, tapi untuk kali ini entah mengapa kecepatannya tidak bisa melebihi 40 km/jam.

Bau wangi - wangian itu terasa makin semerbak saja, dan seketika itu Fityah merasa ada sesuatu yang meraba punggungnya dari bahu kiri atas. " Tamatlah aku kali ini, ga akan ada yang bisa nolongin aku kali ini, mana gak ada pula nih seorangpun yang lewat..." pikir Fityah dengan perasaan takut yang makin memuncak.

***

Sesampainya di kosan, dengan sedikit sisa - sisa tenaga yang masih tersimpan di tubuhnya, Fityah mencoba untuk mendorong motornya masuk ke garasi kosannya. Ia seperti baru saja habis berlari tiga kali keliling lapangan bola yang membuat nafasnya masih ngos - ngosan. Setelah melewati hari yang begitu melelahkan baginya, membuat tubuh, pikiran serta energinya begitu terkuras hari itu.

" Kak Fityah..., abis dari mana??, bukannya tadi kakak lagi mandi?? , kok sekarang lagi nenteng helm?", tanya Sellia heran. Sellia adalah Mahasiswa Fisipol yang kamarnya bersebelahan langsung dengan Fityah.

"Kakak baru aja nyampe dari luar Sel, nih kamu liat sendiri, kakak masih makai pakean yang sama dari pagi tadi", jelas Fityah dengan wajah bingung.

" Ahh masa iya kk..?? tadi sebelum azan maghrib, pas aku mau angkat jemuran, aku lewat dibelakang kamar mandi kakak loh, terus aku dengar seperti ada yang mandi gitu", tambah Sellia lagi.

Wajah Fityah mendadak berubah, dan ia pun terdiam sejenak untuk beberapa detik, dan ia tersadar dari lamunannya ketika Sellia memanggilnya.

" Ooohhh gitu ya Sell...? mungkin kakak lupa matiin keran air kali Sell", Jelas Fityah sambil sedikit berbohong agar Sellia tidak merasa ada yang aneh dengan kondisi kamarnya tersebut.

"Mmmmm.., gitu ya kak..., ya udah, kalo gitu aku masuk dulu ya kak, bye kak Fityahi....", ucap Sellia mengakhiri pembicaraan singkat mereka malam itu.

Fityah pun kembali menghela nafas panjang. Ada berbagai macam kejadian aneh yang ia rasakan hari ini. Perasaan takut pun mulai menghampirinya, bahkan terpikir olehnya untuk mengajak Wilani bermalam di Kosannya malam itu.

" Apa sebaiknya aku menelfon Wilani aja, biar dia temanin aku nginap di kos malam ini kali yaa..?", pikirnya dalam hati. Namun, setelah berpikir beberapa waktu, ia memutuskan untuk membatalkan niatnya tersebut. Menurutnya itu akan sia - sia aja, karena Wilani merupakan anak tunggal yang berasal dari keluarga kaya, jelas saja dia tidak akan mau menginap di kosan Fityah yang terkesan sederhana.

"Ahhhhhh, sudahlah...aku jalani aja seberapa aku sanggup", ucap Fityah setengaah bersemangat. Fityah pun berlalu menaiki anak tangga ke kamar kosannya.

Kamar kosan Fityah memang terletak di lantai dua, ia memilih disana karena berbagai alasan. Mulai dari posisi dari tempat jemuran pakaian anak kosan yang terletak dilantai tersebut, sampai pada kondisi kamar yang terbilang masih baru. Posisi kamar dilantai dua dianggapnya paling nyaman untuk belajar karena masih ada beberapa kamar yang belum terisi, sehingga tidak begitu ramai seperti halnya di lantai satu.

Ketika hendak mengambil kunci kamarnya di tas, dari luar ia mencium bau wangi - wangian persis sama ketika "Rindu" menumpang di motornya tadi. " Oooooo My Gosh....., apakah ini 'Dia' lagi...?", ujar Fityah dengan perasaan takut.

Pada waktu itu terlintas oleh Fityah untuk turun kelantai bawah dan membawa teman kosannya itu untuk menemaninya tidur. Tapi, harapannya itu pupus ketika ia sadar kalau kosan yang ditempatinya itu hanya menyediakan satu ranjang single saja, lagian karpet yang biasa dipakainya untuk duduk lesehan dilantai pun sudah di packing dan sudah diantarnya ke LPM tadi sore bersama Wilani.

Fityah akhirnya mencoba untuk pasrah dan memberanikan diri, tohh dia sudah mengambil keputusan untuk berkompromi dan menjalani keadaan seperti ini seberapa ia sanggup. Ia pun membuang semua rasa takutnya dan mencoba untuk tenang, serta berpikir positif.

Setelah Fityah merogoh tasnya dalam - dalam, akhirnya ia menemukan kunci kamarnya tersebut. Ia pun memasukkan kunci itu kelubang handle pintu. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati kondisi kamarnya.

Biasanya setiap kali Fityah hendak meninggalkan kamar kosannya itu, ia selalu menghidupkan lampu kamar, agar lampu kamar itu tercharge otomatis, karena ia menggunakan lampu penerangan merangkap sebagai lampu emergency.

Dengan perlahan Fityah melangkah kedalam, siapa tahu ada seseorang yang masuk ingin mengambil sesuatu dikamarnya tersebut.

Pada saat itu, tidak sedikit pun terpikir olehnya bahwa kejadian itu ada hubungannya dengan 'Rindu'. Fityah membuka semua pintu lemari baju serta laci perlengkapan kuliahnya, dan ia tidak mendapati barang - barangnya hilang.

"Aaahhh ...syukurlah...", ungkapnya dalam hati. Untuk meredakan rasa stresnya yang sudah menumpuk sampai ke ubun - ubun, ia pun membuat secangkir coffee latte sebelum ia mandi. Perasaannya sedikit lebih tenang dibanding sebelumnya. Tak lama setelah itu, ponselnya berbunyi, tampak sebuah nomer baru yang menelfonnya. " Ini nomer siapa yaa..?, angkat gak yaaa.?., ahh aku angkat aja dehh", pikir Fityah bingung.

"Haloo...., halooo....????", ucap Fityah. Mendadak sambungan telfon itu terputus. "Uuuhhhh, nomer orang iseng nihh kali..!!!", ketusnya. Sejenak kemudian, ponsel itu kembali berbunyi, tapi karena sudah terlanjur kesal, ia pun memutuskan untuk tidak mengangkatnya

Fityah mencoba untuk merogoh ponsel yang ia selipkan disaku celana joggernya. Ia berniat ingin menelfon Wilani untuk segera menyusulnya. Fityah sangat menyesal tidak mendengarkan masukan dari sahabatnya tadi.

Disaat ia sudah memasukkan tangan kirinya kesaku celana tersebut, tiba - tiba ada sesuatu yang menarik tangan kiri Fityah itu dengan pelan dan menurunkannya.

" Apakah aku sedang bermimpi...?" , ucap Fityah didalam hatinya. Tidak lama setelah itu, Fityah merasakan ada sesuatu yang meniup - niup lehernya, rasanya seperti hembusan nafas yang begitu dingin " Yaa Tuhan...apalagi ini..?", keluhnya dengan perasaan takut.

Kedua tangan Fityah sudah basah oleh keringat dingin, bibirnya gemetaran, perasaannya sungguh tidak bisa dilukiskan dengan kata - kata.

" Mengapa aku tidak juga kunjung melihat persimpangan belokan ke jalan kosanku ya..?", ujar Fityah dalam hati. Fityah pun kembali mencoba untuk memacu laju motornya. Tapi percuma, tetap saja tidak membuahkan hasil.

Sayup - sayup terdengar suara dari belakang kembali memanggil namanya, "Fityah......Fityah...., aku berhenti didepan yaa..", terdengar suara itu berucap dengan pelan.

" Berhenti didepan..???, sss....siapaaa...??", tanya Fityah dalam hati. Tapi entah mengapa Fityah mengiyakan permintaan suara tersebut, dan ia mengerem pelan laju kendraannya yang berkecepatan pelan itu.

Setelah berhenti sekian detik, Fityah mencoba memberanikan diri untuk sedikit melirik kebelakang. Karena pada saat itu ia tidak melihat apa - apa, kali ini dia mencoba untuk membalikkan badannya langsung kebelakang untuk memastikan siapa yang ikut boncengan dengannya tadi, namun tak ada siapa pun yang duduk dibelakangnya.

Kejadian yang barusan terjadi sungguh aneh, sungguh tidak logis untuk diterima oleh akal sehat manusia normal. Berkendara sendirian dijalan yang sunyi, ditengah rintik - rintik hujan tanpa seorang pun yang berlalu lalang, dan mendapat "sedikit godaan " pula dari makhluk tak kasat mata. Tapi untuk Fityah sendiri, walaupun ia pernah punya kemampuan indigo , ia pun masih mempunyai perasaan takut yang sangat tidak bisa ia unggapkan.

Namun, walau bagaimana pun, Fityah sudah menguatkan hatinya, ia akan mulai mengumpulkan keberaniannya seperti dulu lagi. Perlahan Fityah akan mencoba 'bersahabat' dengan keadaan seperti ini. Itu sepertinya sebuah keharusan baginya, karena memang tidak ada jalan lain.

Sejenak Fityah mencoba menghela nafas panjang sambil melihat arlojinya. Ia memutuskan untuk kembali memulai perjalanannya, karena hari sudah mulai gelap.

Saat itu gerimis sudah mulai mereda, perlahan - lahan ia mulai menjalankan motornya, sekedar untuk mencoba apakah 'Sihitam' sudah mau berkompromi dengannya. Anehnya, motor matic yang tadinya hanya bisa di gas dengan kecepatan maksimal 40 km/ jam saja, kini sudah bisa melaju kencang secepat kemauan tuannya.

Disaat ketakutannya sudah mulai berkurang, dan motornya sudah bisa dikendalikan, akhirnya Fityah melihat pertigaan yang dari tadi ia rindukan. " Alhamdulillah....akhirnya sampai juga", ungkapnya senang.

Sebelum Fityah menghidupkan lampu sign kiri, ia menoleh sejenak melihat spionnya, karena memang itulah kebiasaannya dalam berkendara. Sontak saja Fityah kaget bukan main. Di spion motornya tadi, ia melihat sosok "RINDU".

Kembali sekali lagi ia melihat spion tadi, namun sosok itu sudah tidak tampak lagi. Tapi Fityah sangat yakin, kalau yang dilihatnya barusan itu memang benar - benar "RINDU".

Sosok perempuan yang selalu tampil dengan menggunakan Almamater kampus yang sama dengannya. Cara berdirinya pun sama dengan yang sebelum - sebelumnya, yaitu dengan cara menundukkan kepala. Entah apa alasan "RINDU" selalu menundukkan kepalanya setiap kali ia menampakkan diri dihadapan Fityah. " Haaaaa,, apakah 'Rindu' yang barusan aku bonceng...??" tanya Fityah dalam hati.

1
Dian Yogi
seruu...next
Dian Yogi
alurnya ringan ga ribet
Dian Yogi
hantunya punya henpone😬
Indri Any
seremmmmm banget
Yani Suharyani
menarik nih
Magello🌷
Novel horror pertama yang saya baca dari sekian banyak nya pilihan.
Semangat ya menulis nya 😊
🐤🐣🐥🐛🐛
keren banget Thor,, aku suka banget
semangat ber kreasi terus thor
Kalung Senja: makasih kaka..
total 1 replies
Rima Azah Nur Laili
vote buat kamu thor...biar tetep semangat..
Rima Azah Nur Laili
makasih thor...semangat terus ya,aq bersamamu..
Kalung Senja: semangat!!!
total 1 replies
kidung mesra
mampir Thor...
hahaha
karya perdana
"Attention, Please!" judulnya
Rima Azah Nur Laili
haaaaah...ahirnya aq selesai dengan dilema dalam diriku sendiri,aq tunggu lagi up mu thor..cemungut othor..
Rima Azah Nur Laili
aq masih pengen baca,tp aq tmbah takut sama bayangan aq sendiri sama nyimas dewi...apalagi udah ngantuk ini...gimana ini thor,aq takut tapi aq masih penasaran..
Rima Azah Nur Laili
mungkin itu makhluk merah ya...aq juga ikut bergidik ngeri ini..
Rima Azah Nur Laili
aq g bisa komen apa2,kamu sangat berani fityah...jauh banget sama aq ini...
Rima Azah Nur Laili
siapa itu yg ngomong.,kalo berani keluar,pas giliran udah keluar,pingsan..itu sih aq banget..
Kalung Senja: itu mah otor bingit!!! #
total 1 replies
Rima Azah Nur Laili
itu neneknya fityah apa pelindungnya dari batu permata yg dia punya thor...
Rima Azah Nur Laili
aq g tau mesti komen apa,karena aq g punya temen beda alam,cuma bisa lanjut aja..
Kalung Senja: alam maya?
total 2 replies
Rima Azah Nur Laili
semangat ya thor,sehat terus..
Rima Azah Nur Laili
semangat fityah.,
Rima Azah Nur Laili
setan merah itu sama g kaya miss kunti...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!