NovelToon NovelToon
Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:47.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Neti Jalia

Bagai tersambar petir, saat Marinka tahu dan harus menyaksikan suami yang baru dia nikahi selama 3 bulan, memutuskan menikah kembali secara diam-diam. Tidak ada yang tahu seperti apa rasa sakit yang Marinka rasakan saat ini, pria yang dicintainya sejak lama, sudah bermain api dibelakangnya.


Marinka harus menerima kenyataan pahit, saat tahu gadis yang dinikahi suaminya adalah gadis yang dia kenal, bahkan mereka dengan tega merebut ranjangnya agar bisa menyingkirkan Marinka dari hidup mereka.


Akankah Marinka menyerah? atau Marinka akan bertahan demi pria yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.8. Madu Rasa Racun

"Kamu pulang naik apa? kenapa lama sekali sampainya?"

"Naik taksi Mas. Di jalan sangat macet, karena ini jam pulang kerja."

"Karin nggak bisa nungguin kamu lama-lama. Tadi dia kepingin banget nasi goreng seafood buatan kamu, saking lamanya dia sampai tertidur."

"Sekarang, apa dia masih mau nasi gorengnya Mas? coba kamu tanyakan saja dulu, takutnya dia kelaparan."

"Biarkan dulu dia istirahat sekarang, dia bilang perutnya mual. Tapi kalau dia terbangun dan menginginkan masakanmu, kamu harus siap siaga."

"Iya Mas."

"Anak kami anak kamu juga kan? jadi kamu harus menjaga Karin dengan baik saat aku sedang tidak ada dirumah."

"Iya Mas."

Galang membalikkan badan, ingin menaiki tangga menuju kamarnya.

"Tunggu Mas!"

Galang menghentikan langkah kakinya dan menoleh hanya sekitar 45 derajat saja.

"Ada apa?"

"Sekarang Karin sudah hamil, bukankah aku istrimu juga?"

"Terus?"

"Terus kapan kamu memberikan hak itu padaku Mas?"

Galang membalikkan badan menatap Marinka dengan lekat. Mendekati wanita itu secara perlahan dan mencengkram kedua bahu Marinka dengan erat, hingga Marinka meringis kesakitan.

"Begitu inginkah kamu disentuh? apa milikmu sudah sangat terasa gatal?"

"Bu-Bukan begitu Mas. Tapi sampai kapan Mas bersikap tidak adil padaku? aku ini kan istrimu juga Mas?"

Galang terkekeh sembari sedikit mendorong tubuh Marinka, sehingga membuat wanita itu sedikit terhuyung kebelakang.

"Kamu memang statusnya istriku. Tapi maaf, aku tidak berselera menyentuh wanita rendahan sepertimu. Coba kamu berkaca dicermin yang besar, agar kamu tahu apa perbedaanmu dengan Karin. Dari segala segi, kamu tidak bisa dibandingkan dengan dia."

"Oh ya satu lagi, kalau memang milikmu sudah tidak tahan lagi gatalnya, aku membebaskanmu untuk bersenang-senang dengan pria lain diluar sana. Pergilah ke Klub malam, biasanya banyak gigolo yang mencari mangsa wanita haus seperti dirimu,"

Galang menaiki anak tangga dengan cepat, sementara Marinka hanya bisa terduduk lemas dilantai mendengar semua hinaan yang Galang tujukan padanya

"Teganya kamu Mas, kamu menganggapku seperti wanita murahan. Apa aku salah meminta hak ku? paling tidak kamu memperhatikan aku, itu sudah lebih dari cukup bagiku. Hikz..."

"Nyonya. Apa anda baik-baik saja?"

Marinka menghapus air matanya dan beranjak dari lantai.

"Aku baik-baik saja Bi. Aku ke kamar dulu,"

"Emm."

Marinka bergegas masuk kamar, untuk kembali menumpahkan kesedihannya, hingga tidak terasa matanya yang membengkak kembali terlelap.

Tok

Tok

Tok

"Nyonya. Makan malamnya sudah siap," bibi Maryam mengetuk pintu perlahan.

Marinka mengerutkan dahinya, lagi-lagi dia menatap kamarnya yang gelap gulita, yang menandakan hari sudah malam.

"Ya Tuhan...sepertinya aku terlambat menyiapkan makan malam lagi," ucap Marinka lirih.

Marinka menyalakan lampu kamarnya, dan bergegas membersihkan diri. Setelah itu Marinka turun kebawah untuk makan malam.

Tampak dengan telaten galang menyuapi Karin dengan mesra. Sesekali pria itu menyeka sudut bibir Karin dengan menggunakan tisu, terasa miris Marinka melihat pemandangan itu.

"Kenapa kakak baru turun sekarang? apa kakak kurang enak badan lagi?" tanya Karin seolah menjadi madu yang perhatian untuk Marinka.

"Aku baik-baik saja."

Marinka mulai menyendokkan makanan kedalam piringnya, dan mulai makan dalam diam.

"Kak. Nanti buatin aku nuget ayam dong, pengen makan itu sama saus sambal. Pasti rasanya nyumy deh, kakak kan paling jago masak,"

Marinka menghentikan kunyahan dimulutnya dan menatap Karin dengan tatapan dingin.

"Kenapa? nggak mau ya kak? kalau nggak mau nggak apa kok, aku cuma mengabulkan keinginan calon anakku saja."

"Mau tidak mau dia harus mau. Anak kita tidak boleh makan yang tidak keturutan. Kamu buatkan apapun yang Karin mau. Kamu mendengarku?"

"Iya Mas."

Marinka kembali makan dalam diam, sungguh hatinya bergemuruh saat ini. Namun sebisa mungkin dia masih ingin bersabar, berharap akan ada keajaiban meskipun semua orang mengatakan dia seorang wanita yang bodoh akut, termasuk sahabatnya Sera.

Saat bertemu dengan sahabatnya itu, berulang kali gadis itu mengatakan dia bodoh akut dan bodoh tidak tertolong lagi. Sekarang sahabatnya itu belum tahu, kalau madunya saat ini sedang mengandung. Marinka tidak bisa membayangkan cacian apa lagi yang dia terima dari sahabatnya itu, kalau seandainya dia tahu telah diperlakukan layaknya pembantu oleh suami dan madunya sendiri.

"Sayang. Aku sudah kenyang, kak nanti kalau nugetnya udah jadi, bawa kemar ya? sekalian bikin jus jeruk ya kak?"

"Emm." Marinka hanya menganggukkan kepalanya.

Galang kembali memapah Karin saat akan menaiki anak tangga. Marinka yang selesai makan, langsung berkutat didapur untuk membuat nuget ayam keinginan Karin.

Tidak sampai 45 menit, nuget ayam itu sudah siap disajikan. Marinka menyusun beberapa nuget kedalam piring, kemudian meletakkan saus sambal di mangkok kecil.

"Ckk...hampir lupa, dia kan minta dibuatin jus jeruk juga," ucap Marinka.

"Biar saya saja Nyonya, Nyonya duduk saja. Anda pasti sudah sangat lelah."

"Makasih Bi."

Marinka kembali duduk di meja makan, sembari menunggu bibi Maryam selesai membuatkan jus jeruk untuk Karin.

Marinka menaiki anak tangga sembari memegang nampan yang berisi makanan dan minuman.

Tok

Tok

Tok

Ceklek

"Mas. Ini nuget yang Karin minta,"

"Sayang. Nugetmu sudah jadi, apa mau dimakan sekarang?"

"Aku ngantuk Honey. Bayi kita tidak menginginkannya lagi. Kamu aja yang makan ya?"

"Kamu dengar itu? Karin sudah tidak menginginkannya lagi, sementara aku tidak menyukai camilan itu. Sebaiknya kamu bawa saja kebawah, atau kamu makan sendiri saja."

Ceklek

Galang kembali menutup pintu tanpa perasaan. Marinka mengeratkan pegangan tangannya pada nampan itu dengan dada yang bergemuruh.

Marinka bergegas membawa camilan itu turun kebawah dan hendak membuangnya kedalam tong sampah karena emosi. Namun beruntung akal sehatnya kembali bekerja, gerakan tangannya terhenti diudara.

"Hah...apa salah makanan ini, hingga harus berakhir di tong sampah. Ini bukan salah kalian, yang salah wanita racun itu,"

Marinka mengajak bicara potongan nuget, seolah potongan-potongan itu mengerti dengan apa yang dia katakan.

Marinka membawa nuget itu keatas meja dan duduk santai menikmatinya.

Krauukkk

Kraukkk

Kraukkk

Marinka memakan satu demi satu nuget dengan mencocolkannya pada saus sambal.

"Kadang aku menyesal, kenapa harus pandai memasak didapur. Tapi orang-orang bilang, suami akan tunduk kalau perutnya kita bikin kenyang. Kalau begini caranya, perkataan orang-orang itu terdengar seperti omong kosong saja."

Entah Marinka sedang mengajak bicara siapa, karena asyik bicara sendiri, dia sampai tidak sadar kalau nuget yang ada dipiring sudah tandas kedalam perutnya.

"Aku harus berterima kasih pada wanita racun itu, berkat dia aku jadi kenyang dan bisa menikmati makanan selezat ini. Sering-Sering saja begini, tubuhku pasti akan mengembang."

Marinka mencuci gelas dan piring bekas nuget ayam dan jus. Setelah itu dia kembali kekamar untuk kembali curhat dengan sahabatnya.

1
Reaz
wah Thor... salut, tulisannya banyak kali/Determined/
tetap semangat/Ok//Good/
Nani Maulani
goblok bnget sih c marinka nya Thor jngan d buat gblok ath
Sariambar Wati
jangan lupa nifas😁
Dodah Saodah
jangan jadi cewek lemah, pergi saja
Dodah Saodah
ga suka sama wanita yang lemah
Nazwaputri Salmani
Kecewa
Nazwaputri Salmani
Buruk
Ai Hajariah
ok
Askaaskooll
sumpah gedek delokk wedoke koyok GK due harga diri blasss
Majotiku
Luar biasa
Author_Ay: baca juga karyaku kak klik aja profilki
total 1 replies
Majotiku
Lumayan
Majotiku
Luar biasa
Diyan Suri
👍👍
Rat Miyati
Luar biasa
Taslim Rustanto
tak kira si Jihan.
Taslim Rustanto
Ansher...Bru nggeh. Ando- shera..yugie - yure = yuda- Regia.Yuda-reGia.😁😁😁sa AE Thor bikin namanya..😊😊
Taslim Rustanto
Luar biasa
Sina Roselina
kenapa marinkabegitu bodoh nya demi se org laki laki
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
Marinka yang melakoni, kok aku yang ikut merasakan sakit hatinya..tak terbayangkan..Marinka saat lahir ke dunia dibuang oleh ortunya, setelah dewasa dan menikah dibuang dan nyaris dibunuh oleh suami dan keluarganya. bahkan sekarang ia pun harus bersiap dengan mengulanginya walau tak sekejam prilaku mantan suami dan keluarganya.
Widarto Saja
yg ini baru novel gk bosen dah bacanya.. lanjut thor.. 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!