Disini hanya cerita ringan penghibur disaat hati yang sedang lelah saja ya genks...
Vio gadis berpipi Chubby dan body sedikit berisi yang berhasil mencuri pikiran Tuan Muda yang sudah tidak muda lagi.
Pertemuan tiba-tiba yang sering dengan Vio membuat Elan Moza CEO perusahaan Moza Company dan Petarung di salah satu kejuaraan bela diri itu penasaran dan timbul getaran aneh dalam dirinya tapi enggan mengakuinya
Akankan Vio punya rasa yang sama dengan El ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zeezaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Level 10
Akhirnya setelah dijelaskan , Customer Vio mengerti dan tetap mengambil size yang diminta.
Vio dan Sila hingga larut masih merapihkan barang-barang jualan Vio hingga mereka tertidur di gudang kecil tempat menaruh barang-barang Vio.
Hingga tengah malam mereka terbangun karena lapar dan deringan ponsel Sila .
Vio mengangkat ponsel Sila karena itu mama sila yang telepon.
Mama Sila mengabarkan kalau hari ini hingga seminggu ke depan ia akan menemani sang suami untuk tugas keluar negeri.
setelah selesai telepon Vio meletakkan kembali ke dekat Sila
" Duuh badan koq pada sakit ya " Vio mengeluhkan badannya sakit yang tertidur tidak tepat posisi nya ,ia menggerakkan badannya.
Vio merasa perutnya lapar lalu mencoba ke dapur.
Vio melihat bahan makanan ada sosis.
" Hmm ada Sosis nih bikin sosis telur gulung ah " Vio langsung mengeksekusi bahan yang ada.
Seketika bau harum tercium , Sila pun keluar dari gudang kecil dan menuju ke dapur. Ia mncium bau harum telur dadar
" Waaaah enak nih ,tau aja kalo laper " Ucap Sila langsung melahap sosis gulung telur buatan Vio.
" Hmm untung aja bikin 2 porsi " Cibir Vio
Vio menceritakan kalau tadi mama sila telepon dan mengabarkan akan diluar negeri selama satu Minggu.
Mereka lalu melahap makanannya berdua ditemani dengan segelas fresh milk bergambar sapi ..
" Vi, " panggil Zahra
Vio menoleh " Ya Sil "
" Ga jadi diet? " tanya Sila
" Besok aja " jawab Vio santai
Sila tertawa lepas sekuat tenaga karena sudah tidur dan makan walau ditengah malam begini.
tiba-tiba terdengar suara orang menuruni tangga.
tap
tap
tap
tap
tap
" Sil perasaan orang tua kamu tadi tiba-tiba berangkat keluar kota deh, itu siapa ya? " Vio berujar
Tiba-tiba suasana membuat bulu kuduk berinding. " Apa mereka mendadak pulang ya ? " Ucap Sila berusaha menenangkan dirinya dan Vio
" Pura-pura merem tidur aja Sil biar kalau dia menampakkan dirinya kita ga lihat . " Vio memberi saran yang sedikit masuk akal
Sila dan Vio pun memejamkan matanya dan kepalanya ditelungkupakan ke meja makan.
tap
tap
tap
suara itu semakin mendekat
" merem Sil merem jangan angkat kepala sebelum suara itu pergi
hening...
masih hening...
" Sil kamu ngapain ? " seseorang mendekat dan bertanya ke Sila.
Dag Dig Dug dag Dig Dug
Sila mendongakkan kepalanya perlahan karena itu suara yang sila sangat kenal walau lama sudah tidak bertemu.
" Aarrggh kakak ni ngagetin aku " Jantung sila dan Vio yang tadinya berdetak cepat menoleh ke arah suara
Arsyad adalah kakak dari Sila.
Dia menjalankan bisnisnya di luar negeri setelah lulus kuliah jadi memang selama Vio berteman dengan Sila tak perna bertemu dengan kakak nya Sila.
Arsyad melihat ke arah Sebelah bangku adiknya ,ada gadis cantik pipinya chubby dan sedang bernafas lega.
" Siapa dia dek? " Tanya Arsyad
" Vio ini kakak aku, oh ya kak teman aku sementara akan tinggal disini "
" Loh kenapa koq tinggal disini ? " tanya Arsyad
Vio menngerjap kaget " Duh jangan - jangan ga boleh tinggal disini lagi , sepertinya aku harus cari ruko segera " bathin Vio
" Hmm itu kak aku belum dapat tempat tinggal yang sesuai jadi aku sementara menumpang disini " jawab Vio pelan karena takut
" gadis seusia kamu harusnya tidak keluar dari rumah , bahaya tau gak. Aku kalau jadi kakak kamu ga akan biarkan kamu keluar dari rumah " Ujar Arsyad
" Dan juga memang kenapa kamu harus keluar ruamh? kamu melakukan kesalahan ? kamu diusir? atau kamu hamil duluan makanya ga diterima keluarga kamu lagi " Tambah Arsyad
" Ganteng-ganteng mulutnya level 10 " Vio sakit hati rasanya mendengar ocehan Arsyad.
Kenapa orang yang baru mengenal nya main asal tuduh saja. kenapa aku dibilang hamil duluan? apa karena badan aku yang gemuk ini . bathin Vio sedih.
" Maaf saya ga bisa jawab pertanyaan kakak, oh ya Sil besok aku pagi-pagi akan cari ruko lagi. aku titip barang aku dulu ya ,jika nanti dapat langsung aku ambil. Maaf ya Sil aku ngerepotin kamu " ucap Vio sambil tersenyum
" Vi kamu tunggu disini aja ,tunggu aku pulang kuliah kita cari sama-sama ya " ucap Sila merasa tak enak akan ucapan kakaknya.
" Ga apa-apa aku sambil olahraga pagi Sil biar kurus ,biar orang ga bicara negatif terus tentang aku " Kekeh Vio sambil menyindir kakaknya Sila.
" Kakak mulutnya pedes Banget ih, gimana mau dapet cewek coba mulutnya udah kayak geprek level 10 " Ucap Sila sambil memajukan bibirnya tanda protes dan sebal ke kakak satu-satunya itu.
" Udah Sil gak apa-apa, terkadang seseorang melihat kita hanya dari luarnya saja ,Aku duluan ya Sil. " Vio beranjak pergi menuju dapur dan membawa piring kotor ke wastafel dan mencuci nya .
sementara di meja makan,
" Kaka ih itu tuh sahabat aku , Kaka ga ber hak bicara gitu ,aku marah sekalipun kakak itu kakak aku. aku jadi malu punya kakak seperti kak Ar " sebal Sila
" Kita baru ketemu dek kamu udah marah-marah aja ke kakak, iya kakak minta maaf kakak kan ga tau dia kenapa menginap disini "
" Ya kan bisa tanya dulu kak , jangan borong pertanyaan nya seperti tadi " Vio makin kesal ke Arsyad. karena malah terlihat santai dan berjalan ke dapur.
Vio masih mencuci piring dan tiba-tiba Arsyad ada di belakangnya.
" siapa namamu tadi ? " tanya Arsya mengagetkan Vio.
Vio kaget dan menoleh sebentar, " Vio " jawab Vio singkat tak mau berbasa basi
" oh Vio, baiklah Vio aku minta maaf ya ,maaf jika kamu tersinggung bukan maksudku un- "
belum sempat Arsyad melanjutkan kalimatnya Vio sudah selesai mencuci piring dan memotong ucapan Arsyad " Ah ya gak apa kak , saya permisi ". pamit Vio
" Sil aku ke gudang dulu ya " Ucap Vio
" Loh kamu tidur di kamar aku aja " jawab Sila
" Iya nanti aku nyusul Sil, ada yang belum aku catat sepertinya " Vio beralasan , ia ingin memasukan kembali baju-baju jualan yang tadi disusun bersama Sila.
" Ayo aku temani " ajak Sila
Vio tak ingin dtemani karena ia tak ingin mendapatkan cap buruk lagi dari Arsyad.karena membuat adik satu-satunya itu begadang.
Bukan berlebihan tapi hanya saja Vio sedang melow,ditambah Arsyad bicara seperti itu jadi Vio makin tambah perih saja hatinya.
" Aku duluan ya Sil ,kak ," pamit Vio ke kakak beradik itu.
Vio berjalan ke arah gudang lalu membereskan stok baju jualannya. dan dimasukan kembali ke box container.agar jika ia sudah menemukan ruko nya ,dia akan langsung membawa barang-barang nya itu.
Jam 1,2,3 vio hampir menyelesaikan beres-beres nya tapi matanya mengantuk da ia pun tertidur
Dan disaat tertidur Vio merasa ada yang bernafas dekat dengan wajahnya.
klo ud gk biar d unfavorite aj ne
semangat ya thor, jangan lama2 lg up nya