Karena penghianatan sang kekasih bersama adiknya, Nadia pergi dari rumah. Pernikahan yang ia impikan hancur seketika. Ia begitu kecewa pada penghianatan kedua orang yang dikasihinya.
Akankah Nadia menemukan kebahagiaan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Santika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8 Malam, Setelah Pernikahan
Acara pernikahan pun telah selesai. Tak ada resepsi untuk saat ini. Mereka melanjutkan ke acara makan siang.
Di ruang makan.
Semuanya makan dengan tenang. Keluarga Wijaya akan pulang besok pagi. Mereka akan menginap semalam di mansion Barayev.
"Pilihlah kamar yang ingin kalian tempati" ucap Al pada keluarga Wijaya.
"Ya baiklah Al" ucap papa.
"Ayo sayang, kau pasti lelah" ucap Al sambil menggandeng tangan Nadia.
"Ah.. ya" jawab Nadia dengan senyum tipis.
"Kami duluan. Istriku harus istirahat" pamitnya. Lalu berjalan pergi menuju kamarnya.
"Ma,pa, aku ke atas duluan. Beristirahatlah" ucapnya tersenyum hangat.
"Ya istirahatlah sayang. Kami juga akan ke kamar" ucap mama.
Sedangkan Riko hatinya merasa panas ada seorang lain yang memanggil Nadia sayang. Ya tentu saja ia masih mencintainya. Tak akan semudah itu melupakan cintanya. Tapi ia tak bisa berbuat apa-apa situasinya sudah berbeda.
Di kamar utama.
Al dan Nadia masuk kamar. Nadia mendudukkan dirinya di sofa. Sedangkan Al mengambil surat perjanjian lalu memberikan nya pada Nadia.
"Ini surat perjanjian nikah kontrak, tandatangani lah !" ucap Al.
"Baiklah" ucap Nadia lalu menandatangani nya.
"Giliran mu" ucap Nadia.
Lalu Al membuka jas yang melekat di tubuhnya dan duduk di sofa sebelah Nadia.
"Baiklah" Lalu Al menandatangani nya juga.
"Masing-masing dari kita akan menyimpan satu," ucap Al.
"Ya ya. Aku mengerti" ucap Nadia.
"Kau Mandilah terlebih dahulu" ucap Al.
"Eumh.. baiklah" ucap Nadia.
Lalu Nadia berdiri hendak ke kamar mandi.
"Al.." panggilnya.
"Hmm" ucap Al dengan memejamkan matanya di sofa.
"Bisakah kau membuka sleting di belakangku? tangan ku tidak sampai" ucap Nadia.
"Kemarilah, berbalik di hadapan ku " ucap Al.
Nadia pun menggeser tempat nya berdiri dan membelakangi Al.
Al pun membuka sleting Nadia perlahan. Tiba tiba
'glek' ia menelan saliva nya susah.
"oh ****" umpatnya dalam hati. Tiba tiba hasratnya naik kala melihat punggung mulus wanita yang baru saja mendapat gelar istrinya itu.
"Sudah. Pergilah sebelum aku memakanmu" ucap Al datar.
Nadia membelalakkan matanya dan bergidik ngeri.
Nadia pun berlalu pergi dari hadapan Al untuk membersihkan dirinya.
Di dalam kamar mandi.
Ia melepaskan gaunnya lalu berendam di dalam bathtub yang sudah diisi air hangat. Sejenak ia merebahkan diri melepaskan rasa lelahnya.
'hmph.. apa apaan pria itu' ucapnya dengan wajah sedikit memanas karena malu.
30 menit berlalu. Ia bangkit berdiri di bawah kucuran air shower untuk membersihkan dirinya dari busa sabun. Lalu memakai bathrobe nya dan keluar.
Ceklek, ia membuka pintu.
Al memandang ke arah pintu kamar mandi yang baru saja terbuka. Ia terpesona pada Nadia yang memakai bathrobe yang menampilkan sebagian paha mulusnya. Matanya mengikuti kemana arah Nadia berjalan.
Lalu ia pun bangkit berdiri dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
20 menit kemudian Al keluar hanya dengan menggunakan handuk sebatas pinggangnya.
Nadia yang duduk di sandaran ranjang pun hanya acuh tak peduli sambil memainkan handphone nya. Al pun mendekati nya. Ia berdiri di hadapan Nadia.
"Hei, kau". panggil Al.
"apa?" Nadia mengadahkan kepala.
"Ambilkan pakaian santai ku. Cepatlah" ucapnya datar.
"Baiklah" ucap Nadia.
Setelah memakai pakaiannya Al pun ikut naik ke atas ranjangnya. Nadia masih duduk di tepi ranjang.
"Istirahat lah. Siapkan tenaga mu untuk malam nanti" ucap Al dengan memejamkan kedua matanya.
"Haruskah?" ucap Nadia ragu.
"Tentu saja. Jangan kau lupa kan kontrak kita" ucap Al.
"Ya, baiklah " ucap Nadia.
Beberapa menit kemudian terdengar suara dengkuran halus dari Al.
"Oh God! bagaimana ini? aku tak pernah melakukannya, bagaimana jika aku tak bisa melakukan nya?. ah entahlah" ucap Nadia berbicara sendiri. Lalu ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Al dan ikut memejamkan matanya menjelajah ke alam mimpi.
Malam hari.
Al bangun terlebih dahulu lalu memperhatikan wajah mungil istrinya. 'Cantik' ucapnya dalam hati.
"Hei bangunlah. Apa dekapanku begitu nyaman bagimu" ucap Al.
Lalu Nadia menggeliatkan tubuhnya. 'eumh' lenguhnya. Lalu membuka matanya perlahan dan ia terkesiap.
"Ah.. maaf. Aku tak sadar memelukmu" ucap Nadia dengan wajah merah nya.
"Sadar pun tidak apa" ucap Al dengan gaya cool.
"Aku akan ke kamar mandi" ucap Nadia.
"Hmm" jawab Al.
Nadia pun berdiri lalu tiba tiba ia tersandung badan ranjang saat akan memakai sandalnya.
"Ahh" ringisnya.
"Hei, kau tak apa?" tanya Al.
"Eumh" ringisnya lagi.
Al pun bangun lalu berjongkok melihat kaki Nadia.
"Sini biar ku lihat" ucap Al.
"uhh. Kenapa kau berjongkok di hadapan ku?" ucap Nadia dengan meringis sakit.
"Diamlah, biarkan aku melihatnya" ucap Al.
Lalu Al mengusap usap jari kaki Nadia yang memerah.
"Uhh. jangan menyentuh nya" ucap Nadia.
"Sedikit merah. Bagaimana masih sakit?" tanya Al.
"Sudah saja. Ku ingin pipis" ucap Nadia dengan malu.
"Ya keluarkan lah" ucap Al.
"Hei, kau itu" ucap Nadia.
"Menyingkirlah. Akuu sudah tidak tahan" ucap Nadia ketus.
"Ok baby" ucap Al lalu berdiri kembali.
"Ah terima kasih" ucap Nadia, lalu berlari ke toilet.
Sedangkan di depan pintu ada seseorang yang terluka mendengar nya karena salah paham. Siapakah seseorang itu?? hehehe.
Selamat membaca readers 💙
jangan lupa like n komen!
bolehlah vote dan hadiah juga😁
jadiin favorit juga ya 💙