NovelToon NovelToon
Stuck With You

Stuck With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Misteri
Popularitas:42.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Single elit

Ini squel dari novel : only you, my possessive husband dan the dark side of love. Anak anak mereka.

Hidup Adelion Zildzyan Febriano, dan kembarannya Anindhita cheisya Febriano berubah drastis ketika mengenal sosok Alula Carletta. Gadis cantik dengan segudang misteri.


Pertemuannya yang tidak sengaja dengan Alula membuat Adelion jatuh cinta. Namun, justru menyeret saudara kembar itu dalam kubangan teka-teki yang amat rumit dan membawa keluarga mereka dalam bahaya.


Siapakah Alula?

Mampukah Delion dan Dhita menyatukan kepingan puzzle itu, dan mengungkap jati diri Alula?

Ikuti kisahnya disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Single elit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbayang

Siang itu, Bagaskara pergi ke sebuah rumah sakit elit yang tidak jauh dari kantornya. Bukan untuk berobat, atau memeriksakan kesehatannya. Melainkan untuk menjenguk seseorang yang sedang di rawat disana.

Kehadiran Bagaskara di rumah sakit, mengalihkan perhatian orang orang yang ada disana. Auranya yang berakarisma, membuat siapa saja tak ingin berpaling. Mulai turun dari mobil, hingga melewati orang orang yang lalu lalang atau yang sedang menunggu di lobi, semua menatap ke arah Bagaskara. Mungkin karena penampilan Bagaskara yang terlalu mencolok atau para bodyguard bertubuh besar yang mengekor di belakangnya.

Entahlah.

Tanpa memperdulikan hal itu, Bagaskara langsung masuk ke dalam lift yang kosong, dan benda itu langsung bergerak naik ke atas, menuju lantai sepuluh, tempat dimana orang itu di rawat. 

Orang yang di maksud adalah teman baik Bagaskara sejak remaja, pertemanan mereka yang begitu akrab pun berlanjut hingga mendirikan bisnis bersama. Dia, Mario Alexander, ayah Alula.

Begitu pintu lift terbuka, Bagaskara pun melangkahkan kakinya keluar di ikuti para pria bertubuh besar di belakangnya.

Tanpa permisi, Bagaskara langsung membuka pintu ruang rawat Mario. Disana sudah ada seorang dokter yang sedang memeriksa keadaan Mario. Dia dokter Samuel, yang selama tiga bulan ini menangani Mario. Salain menjabat sebagai dokter, Samuel juga pemilik rumah sakit tersebut.

Samuel tak menoleh ketika mendengar pintu terbuka, pria itu masih fokus dengan kegiatannya. Samuel tahu betul siapa yang baru saja masuk ke dalam ruangan tanpa harus melihatnya.

"Tumben kesini, ada apa?" Samuel bertanya sambil memeriksa tubuh Mario.

Bagaskara tak langsung menjawab. Ia menatap tubuh Mario yang masih terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuhnya.

Mario mengalami koma sejak tiga bulan lalu, setelah mengalami cedera kepala berat akibat pukulan benda keras yang membuat saraf di otaknya membengkak. Namun, sampai sekarang si pelaku pemukulan belum juga tertangkap oleh polisi.

Baik Laras maupun Alula tidak pernah tahu, jika si pelaku yang mencelakai Mario adalah orang yang selama ini mereka anggap sebagai dewa penolong, Bagaskara.

"Aku mau liat kondisinya, gimana keadaannya sekarang?" Bagaskara duduk di sofa sambil menatap Samuel. Dan pria berjas putih itu pun balik badan.

"Seperti yang kamu lihat. Dia bagai mayat hidup yang bergantung dengan alat-alat itu." Jawab si dokter tanpa perasaan, sambil menunjuk alat medis dengan dagunya.

"Jangan sampai dia mati, aku masih membutuhkan nya." Bagaskara ngomong sama Samuel, tapi matanya ke arah Mario.

"Tenang saja. Itu tidak akan pernah terjadi" Dokter itu meyakinkan Bagaskara dengan senyum jahatnya.

"Bagus" Bagaskara juga senyum tak kalah jahatnya.

***

"Tha"

Adelion memanggil nama sang adik sembari mengetuk pintu.

"Tha" sekali lagi Adelion memanggil.

Tak mendapat sahutan, Adelion pun akhirnya membuka pintu kamar Anindhita dan menyembulkan kepalanya ke dalam.

Adelion melihat Anindhita sedang duduk di atas tempat tidur sambil menatap nanar pada ponsel di tangannya.

"Abang boleh masuk gak?" Adelion meminta ijin.

"Hemm"

Setelah mendapat ijin, Adelion pun masuk ke dalam dan mendekati Anindhita.

"Abang denger kamu di jambret. Kamu gak apa apa?" Tanya Adelion sambil mendudukkan dirinya di kursi.

Andhita menghela napasnya, kemudian mengangguk. "tapi aku gak apa apa kok, cuma lebam dikit"

"Kamu kena pukul?" Adelion mulai sedikit emosi. Karena yang ia tahu, jambret sekarang gak kenal belas kasih, bahkan gak segan menghabisi korbannya.

"Iya, mereka dua orang. Jadi aku kalah" tuturnya kesal.

"Wahh, gak bener. Abang mesti cari tuh orang." Adelion beranjak dari kursi namun lengannya di tahan sama Anindhita.

"Abang mau ngapain? Ayah sama Tante Thita udah urus kok. Lagian ada cowo yang bantuin aku waktu itu."

"Cowo?" Dahi Adelion berkerut dalam, dan senyum nakal kembali muncul di bibirnya.

"Ganteng gak?" Adelion menggoda sambil menarik turunkan alisnya.

"Apaan ganteng? Sok ganteng iya, nyebelin lagi." Kata Anindhita yang langsung kesal, dan membuat Adelion tertawa. Padahal tadi gadis itu lesu dan tidak bersemangat.

"Biasa aja kali neng, gak usah ngeggas gitu." Adelion kembali menggoda, membuat Anindhita jadi kesel.

"Abang lama lama ngeselin ya, kaya tuh cowo. Mending Abang pergi deh daripada bikin aku tambah emosi." Anindhita mendorong tubuh kakanya untuk keluar dari kamar.

"Wahhh, mainnya ngusiran... Gak keren ahh. Apa perlu tuh cowo Abang bawa kesini?" Adelion masih terus menggoda sampe tubuhnya sudah berada di ambang pintu.

Anindhita mendelik tajam sampe matanya nyaris keluar, "aku aduin Abang sama ayah."

Adelion mundur sambil mengangkat kedua tangan tanpa bersuara, hinga detik kemudian senyum jahilnya keluar.

"Abang gak takut weee" Adelion menjulurkan lidahnya kemudian berlari.

"Abang sengke!!"

***

Geano bersama anak anak Cobra sedang berkumpul di kelab malam tempat mereka biasa menghabiskan malam. Tidak ada kegiatan yang penting selain mabuk mabukan dan berjoget ria dengan para gadis gadis seksi disana.

Geano merangkul dua wanita sekaligus, dan mengecup pipi mereka bergantian. Begitupun sebaliknya, dua wanita berpakaian amat minim hingga nyaris seperti tak berpakaian, meraba tubuh Geano sambil bergelayut manja.

"Ceerrss" Geano mengangkat gelasnya tinggi, dan teman yang lainnya menyambut saling beradu gelas.

Mereka tertawa bersama, kemudian menenggak minuman itu hingga tandas. Suasana malam itu pun makin tak terkendali, di tambah alunan musik yang menggoda membuat malam itu semakin panas.

Arka sudah pindah ke lantai atas, mencari kamar sewa untuk melanjutkan kegiatannya.

Ada juga yang pergi ke toilet, untuk sekedar having ***.

Sedangkan Geano, masih asik meraba bagian tubuh dua wanita itu dalam keadaan setengah sadar, dan ketika akna mencium bibir wanita di depannya. Justru wajah Ani yang muncul.

Geano sampai bengong sendiri di buatnya, tapi detik kemudian bibirnya tersenyum dan memanggil nama wanita itu dengan sebutan "Ani?"

Wanita itu menautkan kedua alisnya bingung, kenapa cowo di depannya memanggil dirinya Ani? Padahal namanya Ratu.

Wanita itu tak menggubris, karena tau jika Geano sedang mabuk makanya salah menyebutkan nama. Kemudian ia pun melanjutkan kegiatannya mencumbu Geano.

"Lo bukan Ani, muka Lo burik. Minggir!!" Geano mendorong wajah wanita itu menjauh.

"Sialan!!" Desis wanita itu, tidak terima. Dia tak menyerah dan kembali mendekati Geano sambil menurunkan tali kecil di bahunya hingga memperlihatkan setengah dadanya.

Bukannya napsu, Geano malah bertingkah aneh dengan mengangkat tangannya sambil mundur selangkah.

"Jangan mendekat, saya sudah mandi."

Wanita itu melongo tidak percaya, merasa di permalukan oleh Geano, iapun berlalu dari sana sambil merapikan bajunya dengan perasaan jengkel, daripada ia dipermalukan lebih parah lagi lebih baik ia pergi.

Geano kembali duduk di sofa, menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan mata. Bayangan Anindhita kembali berkelebat di kepala membuatnya semakin pusing saja.

"Lo kenapa men? Tumben diem Bae, biasanya paling aktif." Arka mendudukkan dirinya di samping Geano seraya meraih gelas dan meminum isinya hingga tandas.

Geano pun membuka mata, dan melirik ke arah sumber suara. Di tatapnya sekali lagi sambil di kucek-kucek matanya. Dan... "Ani?"

🍁🍁🍁

Kan jadi ngelantur. Makanya jangan minum Aer setan bang jadi salah sebut terus kan 😂😂😂

1
evita19
udah 3 tahun berlalu ternyata ceritanya gak dilanjutkan
Dewi Himawati
tp kayaknya sdh lama ngak up lagi ni novel ya kak
Maisyaroh
Bru mmpir thor....kisahnya seru!!!!tp gimana nasib pr cintaan Lula n Anin y??secara kn kisah mereka rumit Thor..Lula suka sama Ano,sementara Ano sukanya sama Anin,n si kembarnya Anin suka sama Lula jd gimana kelnjutn kisah mereka y Thor???aq jd pnsrn nih lnjt.....
Melan Kenzie
kok blm ada up lagi yah
siti muhlihah
wooooaaaah kak oby dirimu tapa nya blm kelar kelar kah,rindu nya sm karya mu,,,,smg sehat sll ya kak oby,,dn diberi kelncaran jd di dumay sm real nya,smngaaat💪
Shanty Alviani
bneran stuck dsini ieu teh by....lanjutan nya manaaaaa
Shanty Alviani
hallllllaaahhhhh lebaaayyyy.....kya lagu vina panduwinata aja ada kamu😂
αуʳⁱᵉ
seruuu bangettt
αуʳⁱᵉ
updatenya jgn lama” masthor .. aku rindu karyamu 😊
Yulestiani Desy Wulandari Soewarno
Aku nmbacanya nunggu tamat aja ya thor... Daripada penasaran akut 😂... Semngat thooor.. Karyamu semua keren
Aydil Ayda
jangan lama"thor...
takut rindu🤭🤣🤣🤣
noona jekey💜💜💜
kalo Lula nikah ma Ano..yah kasian bang lion jadi sadboy dong😢,,
noona jekey💜💜💜
geser dikit kekiri z Jes biar bener dikit🤭
noona jekey💜💜💜
gass otw ..tunggu gw no ,gw jemput lu🤸
ryvii putriee
ko berasa dikit y,,,,, apa terlalu antenk gtu baca'y,,,,,
💎hart👑
"aku akan mengajarkan kalian menjadi iblis sebenarnya. " ujar louis🤪
jan kelamaan bang oby iklannya
💎hart👑
🤣🤣🤣
💎hart👑
ani... tunggu ani🤪
Imoest Yaya
aelah gantung by🙃
Siti Muhlihah
semngaaaat kak oby,mksh dh up kmbli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!