Bercerita tentang Dian cewek SMA yang di panggil Datar oleh cowok yang dia suka.
Bermula dari ,
*sabuk pengaman yang lepas,
*ledekan yang tiada habisnya,
*bantuan konyol,
*suka,
*cemburu,
*salah paham,
*Jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dionesia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belum Siap
Sudah sepuluh menit yang lalu Dian berdiri terpaku disisi jalan menunggu angkutan datang.
Dihari Senin memang sulit untuk mendapatkan angkutan jika sudah menunjukkan waktu yang cukup siang untuk anak sekolah.
Angkutan yang datang selalu terisi penuh. Jadi mau tidak mau harus menunggu kedatangan yang lain.
Dan akhirnya angkutan yang ditunggu pun datang. Dian langsung segera masuk ke dalam angkutan.
"Semoga gerbang belum di tutup." gumam Dian
Sampai di depan sekolah Dian mengintip dari sela-sela gerbang.
"Ooo...Tidak ada upacara hari ini." gumam Dian melihat lapangan kosong
Hanya ada murid kelas 12 berdatangan satu persatu mengenakan baju olahraga memasuki lapangan.
Dian berjalan melewati gerbang mengendap-endap agar tidak terlihat oleh satpam maupun guru yang sedang piket.
Melangkah dengan pelan-pelan menyusuri koridor sekolah yang sudah tidak ada satupun murid yang terlihat di luar kelas. Kecuali Kakak kelas dengan baju olahraga sedang menunggu yang lainnya untuk berkumpul.
Dian melirik beberapa Kakak kelas yang menyegarkan matanya dipagi hari. Langkah Dian kemudian berhenti melihat Kevin yang berjalan kearahnya.
Kevin adalah Kapten basket sekolah yang juga digilai kebanyakan cewek seperti Rifki. Tahun lalu Kevin bergabung menjadi anggota OSIS sekolah. Kevin yang aktif dikegiatan olahraga menjadikannya penanggung jawab perlombaan yang digelar di lapangan. Pada acara perlombaan dalam rangka menyambut 17 Agustus tahun lalu Kevin mengepalkan kedua sayapnya selebar-lebarnya disegala kegiatan di lapangan sampai membuat Dian ikut mengenalinya.
"Apakah hari ini aku begitu cantik sampai membuat Kak Kevin berjalan ke arahku?" gumam Dian menggulung-gulung bolak balik jarinya dengan ujung dasi sambil senyum-senyum malu
"Terimakasih Tuhan. Akhirnya ada juga cowok di sekolah ini yang menyadari peso---" gumam Dian terputus begitu juga senyum diwajahnya yang ikut berhenti ketika menyadari Kevin melewati keberadaannya
"Hah! Iblis mana yang berani menggagalkan rencan indah yang Tuhan siapkan untukku." ucap Dian menaikan salah satu alisnya dan melepas jarinya yang tergulung oleh dasi
"Nina!" panggil Kevin pada Nina
"Nina??? Nama iblis itu Nina. Seperti tidak ada nama lainnya saja." ucap Dian menoleh dan mendapati cewek dengan rambut panjang sedikit bergelombang terurai panjang
Rok yang Nina kenakan panjangnya hampir diatas lutut. Atasanya yang ngepas ditubuh itu membuat bentukan dadanya terlihat jelas.
"Ngapain Nina disini?Bukannya Dia kepasar bareng Budi." Gerutu Dian kesal melihat keduannya yang saling memberikan senyum untuk menggoda
"Nina ini memang cantik sih wajar saja Kevin yang suka tebar pesona ini terpikat." gumam Dian berbalik meninggalkan keduannya
"Kalau diperhatikan Rifki jauh lebih tampan dan lebih keren dari Kak Kevin yang suka tebar pesona itu." gumam Dian berjalan sambil menundukkan kepalannya kebawah
"PUKK!" suara kepala Dian menabrak dada
Rifki yang berdiri di depannya yang sejak tadi memperhatikan kelakukan Kevin menggoda Nina
"Aduh kepalaku." desis Dian mendongak keatas sambil mengelus kepalanya
"Eh,Rifki. Tatapan serius ini lagi lihat a---" gumam Dian terputus saat tangan Rifki memegang dan menahan wajahnya yang hendak menoleh ke belakang
"Wah!Rencana Tuhan memang yang terbaik." gumam Dian yang dihadapkan pada wajah Rifki yang begitu dekat
"Dag Dig Dug." suara detak jantung Dian
"Rifki apa kamu tahu disituasi dadakan begini membuat jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Aku juga baru tahu bibir bawahmu terbelah dan itu membuatnya terlihat seksi." gumam Dian memperhatikan Rifki
Bola mata Rifki tiba-tiba bergerak melihat ke Dian membuat keduannya saling melihat satu sama lain.
"Dag Dig Dug." suara detak jantung Rifki
"Datar." Bisik Rifki mengalihkan pandangannya kebawah
"Ya?!"
"Apa kamu punya pelampung?" tanya Rifki melepas tangannya dari wajah Dian dengan rasa canggung dan langsung berbalik badan membelakangi Dian
"Eh!Untuk apa?" Tanya Dian bingung
"Caramu menatapku tadi hampir saja membuatku tenggelam di daratan ini." gumam Rifki mengelus dadanya
"Itu Guru BP lagi cari pelampung." Jawab Rifki asal
"Untuk apa guru BP cari pelampung di sekolah?" Tanya Dian makin bingung
"Entahlah." jawab Rifki tersenyum
Rifki yang berjalan di depan saat keduannya menuju kelas yang ada dilantai 3 melirik kecil ke belakang. Rifki menyadari Dian yang memperhatikan dirinya.
"Apakah punggungku lebih menawan dari wajahku?"tanya Rifki menghentikan langkahnya
"Sampai membuatmu tetap bertahan berjalan di belakangku." Tambah Rifki berbalik badan melihat Dian
"Bukankah aku yang begitu menawan sampai membuatmu menoleh ke belakang.Hump!" ucap Dian meneruskan langkahnya melewati Rifki
"Datar,Apa kamu punya pacar?"
"Eh..,Tidak!"
"Kenapa dia tiba-tiba menanyakan pacarku?" gumam Dian
"Bagaimana dengan cowok yang kamu suka?" tanya Rifki sambil berjalan kesamping Dian
"Ada."
"Siapa?"
"Kamu." gumam Dian menoleh ke Rifki
"Haruskah aku memberitahunya." jawab Dian
"Lupakan. Lagian siapapun itu aku berani bertaruh pasti dia tidak tertarik padamu." ucap Rifki meledek Dian
"Tahu darimana dia tidak tertarik padaku. Kamu saja tidak tahu orangnya."
"Kamu tahu tidak apa yang pertama kali dilihat cowok saat melihat cewek." ucap Rifki mendekatkan wajahnya pada Dian
"Apa?" tanya Dian
"Dadamu." bisik Rifki
"Kenapa pembicaraan kami berdua selalu berakhir didadaku." gumam Dian
"Tapi sebenarnya kamu tidak perlu khawatir mengenai itu." ucap Rifki sambil menepuk bahu kiri Dian dengan lembut
"Ini anak lagi bersimpati pada dadaku yang datar atau memang mau meledekku lagi." gumam Dian mendengarkan Rifki
"Bagaimanapun tidak akan ada cowok yang menyia-nyiakan waktunya hanya untuk melihat dadamu yang datar ini." ucap Rifki meledek Dian
"Siapa yang mengatakan tidak ada satupun yang melihat?" tanya Dian
"Aku barusan." Jawab Rifki
"Kamu salah. Justru sebenarnya ada." ucap Dian
"Siapa?" Tanya Rifki mengangkat satu alisnya
"Kamu." jawab Dian mendekat pada Rifki
"Kapan?Aku gak lihat."
"Kamu jelas-jelas lihat. Ngaku aja Aku gak akan marah." ucap Dian mendongak melihat wajah Rifki.
"Aku gak lihay dadamu." ucap Rifki melihat ke Dian dengan wajah yang mulai memerah.
"Hm hm, kenapa dia bereaksi berlebihan begini? tapi dia yg begini gemes." gumam Dian dalam hati menahan senyum melihat wajah Rifki.
"Kamu melihatnya Rifki. Itu kenapa kamu tahu kalau dadaku itu datar. Iyakan?" ucap Dian semakin menggoda Rifki.
"Dag Dig Dug." suara detak jantung Rifki.
"jantungku kenapa lagi ?" gumam Rifki dalam hati melihat wajah Dian yang semakin dekat ke wajahnya.
"Datar,menjauh dariku." ucap Rifki.
"Rifki,Wajahmu merona kayak pakai blus on milik April." ucap Dian menghiraukan ucapan Rifki untuk menjauh darinya.
"Menjauh dari wajahku,Datar!"
"Kalau Aku gak mau. Kamu mau apa?"
"Aku bakal cium bibirmu yang berisik ini." Jawab Rifki dengan tatapan yang tajam. Suasana diantara keduannya menjadi hening.
"A..Aku---" ucap Dian terputus.
"DUK!" suara tubuh Dian yang didorong Rifki ke dinding pembatas balkon.
"Aw!" desis Dian menundukkan pandangannya.
"Mau aku cium dimana?" tanya Rifki meletakkan tangan kirinya pada raling balkon dan memenjarakan Dian.
"Kenapa jadi begini?Aku belum siap untuk itu." gumam Dian menundukkan wajahnya.
#Datar
#HappyTeens
cerita dian sama rifki ini benar-benar penyegaran bagi aku.
aku juga uda baca novel "Bukan suami pengganti" novel aksi yng bagus.... dan smpai sekarang nunggu up keduanya.
aku tunggu selalu lanjutan karya ini 😊😊 sehat sehat y author
knp blum hadir?? bukankah kita dh janjian... bwt ketemu lg secepatnya... di sini???
lm
lama nian tak jua kembali. ... rindu hadirmu...
knp sih kmu itu lola???
cepet lanjut yak,,,
ceritamu bikin mood booster bagiku,, like, like, like
yg bnyk dong thor upnya.... biar revisinya sekalian.... 😅😇
kangen tau sm mrk yg dh alpa bbrp hr... rasanya dh setahun gk jumpa... rindu berat... 😘😘😘😛😛