NovelToon NovelToon
Istri Rahasia

Istri Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

Apa rasanya ditanya kapan nikah hampir di setiap hari?

Mengesalkan!

Ya, itulah yang dirasakan oleh Ghaliza.

Tapi Ghaliza tak pernah menyangka jika ia harus menjadi ISTRI Rahasia dari seorang pria yang tak ia kenal.

Bingung ya?

Penasaran, ikuti kisahnya yuukk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8 ( Kenyataan )

Semua orang saling menatap seolah bertanya siapakah wanita yang beruntung menjadi istri Raja. Sebagian lainnya mencoba mencari dengan mata mereka dan mencoba menebak wanita yang tampil glamour hari itu pasti adalah istri Raja.

Kasak kusuk pun terdengar di penjuru ruangan.

" Seperti apa wanita yang beruntung menjadi Istri Pak Raja...?" tanya para tamu.

" Mana sih orangnya, lama banget...," keluh seorang tamu.

" Kapan nikahnya kok ga pernah denger ya...," sahut tamu lainnya.

Dari atas panggung Raja dapat melihat Ghaliza yang salah tingkah. Raja pun tersenyum lalu melangkah pelan menghampiri Ghaliza yang tampak berdiri membelakangi panggung.

" Bu Ghaliza...!" seru para guru yang merupakan rekan Ghaliza terkejut saat melihat Raja menghampiri Ghaliza.

Mendengar namanya dipanggil, Ghaliza pun menoleh.

" Iya, kenapa Bu Hera...?" tanya Ghaliza.

" Jadi Bu Ghaliza adalah Istri Pak Raja...?!" tanya Hera tak percaya sambil menggelengkan kepalanya.

" Saya, bukan Bu. Keliatannya Bu Hera salah paham. Saya dan Pak Raja itu...," tapi ucapan Ghaliza menggantung begitu saja saat Raja mendekat dan meraih jemarinya.

" Sayang, ayo Kita ke depan. Sudah saatnya semua orang tau tentang pernikahan Kita. Selama ini Kita menyembunyikannya begitu rapat hingga membuat orang lain salah paham...," kata Raja lembut sambil tersenyum.

Ghaliza mengerjapkan matanya. Ia menatap Raja lalu ke semua orang yang tengah menatapnya. Saat itu Ghaliza merasa sangat marah karena lagi-lagi Raja mempermainkan perasaannya.

" Maaf Pak, Anda tak usah membawa-bawa Saya dalam drama kehidupan Anda. Permisi...," kata Ghaliza sambil menepis tangan Raja lalu segera melangkah cepat menuju keluar gedung.

Raja mengikuti Ghaliza hingga mereka tiba di luar ruangan. Saat itu Raja kembali meraih tangan Ghaliza dan menggenggamnya erat.

" Ini bukan drama Ghaliza. Ini kenyataan. Aku adalah Suamimu, orang yang telah mengucapkan ijab kabul di depan Abah dan semua orang. Aku yang telah berjanji akan bertanggung jawab padamu sejak akad nikah Kita hari itu. Dan Kita telah sah secara hukum agama dan negara. Makanya Aku selalu bilang kalo Aku berhak atas dirimu sepenuhnya Ghaliza...," kata Raja sambil menatap Ghaliza lembut.

Ghaliza mencoba mencari kebohongan di kedua mata Raja. Namun ia hanya menemukan kejujuran di sana. Ghaliza nampak bingung dan cemas.

" Raja benar Nak. Dia adalah Suamimu, orang yang telah mengucapkan sumpah pernikahan di hadapan Allah dan semua orang. Orang yang telah menjabat tangan Abah dan memintamu untuk menjadi Istrinya...," kata Harun tiba-tiba.

Ghaliza menoleh kearah Harun. Di belakang Harun terlihat Suci dan kedua orangtua Raja nampak tengah tersenyum menatapnya.

" Aku bingung Abah...," kata Ghaliza lirih.

" Maafkan Aku. Tapi Aku pasti jelasin semuanya nanti. Sekarang Kamu harus nemenin Aku di atas panggung sana buat ngasih pengumuman kalo Kamu adalah Istriku sekaligus meresmikan kantor cabang yang baru...," pinta Raja penuh harap.

" Aku ga mau...," tolak Ghaliza sambil melengos.

Sendini pun maju dan mendekati Ghaliza. Ia mencoba membujuk menantu cantiknya itu.

" Sayang, maafin Mama dan Papa juga Raja ya. Kami lakukan ini semua karena ada alasannya. Kita pasti jelasin semuanya sama Kamu nanti begitu acara ini selesai. Sekarang bisa kan Kamu dampingi Suami Kamu di sana. Atau Kamu mau ada wanita lain yang merebut tempatmu itu...?" goda Sendini sambil mencolek dagu Ghaliza.

Ghaliza nampak termangu. Dengan ragu ia mengangguk lalu melangkah mengikuti Raja yang nampak tersenyum manis kepada para tamu. Raja menggenggam jemari Ghaliza dan membawanya ke atas panggung. Lalu Raja memperkenalkan Ghaliza sebagai istri sahnya di hadapan seluruh tamu undangan.

" Perkenalkan, inilah wanita istimewa di hati Saya setelah Mama Saya. Dia wanita yang Saya nikahi tiga bulan lalu dan Kami sengaja menutup rapat berita pernikahan Kami karena beberapa alasan. Tapi sekarang Saya mau seluruh dunia tau kalo Ghaliza adalah Istri Saya...," kata Raja sambil menatap Ghaliza penuh cinta.

Ghaliza nampak gugup saat tepuk tangan membahana di ruangan itu seolah menyambut kehadirannya. Wajah Ghaliza nampak merona dan senyum manisnya pun mengembang menghias wajah cantiknya itu.

Raja pun memeluk pinggang ramping Ghaliza dengan lembut hingga membuat Ghaliza tersentak kaget. Ghaliza menoleh kearah Raja yang juga tengah menatapnya. Sesaat tatapan mereka bertemu tapi Ghaliza segera mengalihkan tatapannya kearah lain.

Acara masih berlanjut hingga pukul sembilan malam, namun Ghaliza terlihat mulai jenuh dan ingin segera keluar dari sana.

Tepat jam sepuluh malam acara pun berakhir. Para tamu menyalami Raja dan Ghaliza sebelum mereka keluar dari gedung itu. Kini tinggal Raja, Ghaliza dan kedua orangtua mereka masing-masing duduk berhadapan di sebuah ruangan.

" Kenalin dulu ini Papa dan Mamaku. Bapak Rahmat dan Ibu Sendini...," kata Raja membuka percakapan.

Ghaliza pun mencium punggung tangan kedua mertuanya itu dengan khidmat. Setelah itu mengalir lah cerita dari bibir Raja tentang alasannya menyembunyikan pernikahan mereka. Ghaliza nampak mendengarkan dengan serius tanpa sekali pun menatap kearah Raja. Hal ini tentu saja membuat kedua orangtua dan mertuanya bingung. Namun mereka mencoba mengerti dengan sikap Ghaliza.

" Jadi setelah ini Kami bermaksud menggelar resepsi pernikahan Kalian. Bagaimana menurutmu Ghaliza...?" tanya Rahmat.

" Mmm, maaf Om. Saya rasa ga perlu...," sahut Ghaliza.

" Kok panggil Om sih. Panggil Papa dan Mama dong. Sama kaya Raja yang manggil Abah dan Ummi ke orangtua Kamu Ghaliza...," protes Sendini sambil cemberut.

" Iya maaf...," kata Ghaliza sambil menundukkan wajahnya.

" Gapapa, ini pasti mengejutkan buat Kamu. Tapi tugas Kami sementara ini cukup. Selanjutnya tugas Raja yang akan menjelaskan semuanya secara detail. Kamu bisa tanya apa aja sama dia. Kalo mau marah, marah aja. Pukul juga boleh, tapi pukulan sayang ya...," kata Sendini di sela tawanya.

Rahmat, Harun dan Suci ikut tertawa mendengar ucapan Sendini. Mereka pun bangkit dan meninggalkan ruangan itu untuk memberi kesempatan pada Raja dan Ghaliza bicara.

" Maafin Aku ya Sayang...," kata Raja sambil meraih jemari Ghaliza.

" Aku mau keluar aja, di sini terlalu pengap...," sahut Ghaliza sambil melepaskan tangannya dari genggaman Raja.

Raja pun menghela nafas panjang dan mengikuti langkah Ghaliza. Ia menyadari jika Ghaliza masih belum bisa menerima kenyataan jika mereka berdua adalah sepasang suami istri. Raja berjalan di samping Ghaliza yang terus mengacuhkannya.

" Kita jalan-jalan yuk...," ajak Raja sambil menggulung lengan kemeja putihnya itu.

" Kemana, udah malam juga...," sahut Ghaliza ketus.

" Kemana aja juga boleh. Udah lama Aku pengen ngajak Istri cantikku ini jalan-jalan menikmati angin malam di kota Jakarta. Jangan nolak ya, besok kan libur. Jadi Kamu ga punya alasan lagi...," kata Raja sambil mencondongkan tubuhnya hingga wajahnya tepat berada di depan wajah Ghaliza.

Ghaliza terkejut dan segera mendorong wajah Raja dengan telapak tangannya. Ia tak ingin Raja mendengar suara detak jantungnya yang berlarian di dalam sana. Raja tersenyum lalu meraih telapak tangan Ghaliza dan mengecupnya singkat. Ghaliza membulatkan matanya dengan wajah yang merona. Rasanya Ghaliza ingin lari jauh menghindari Raja, namun ia tak kuasa melakukannya.

Tanpa banyak bicara Raja membukakan pintu mobil untuk Ghaliza. Setelah memastikan Ghaliza duduk dengan nyaman, Raja pun duduk di belakang kemudi dan melajukan mobilnya perlahan membelah jalan raya. Tak ada percakapan di sepanjang jalan. Keduanya membisu dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Tanpa sengaja Ghaliza melirik kearah cincin yang tersemat di jari manis Raja. Itu sama persis dengan yang dipakainya sekarang hanya berbeda ukuran saja. Diam-diam Ghaliza menyentuh cincin pernikahannya itu dengan lembut dan tersenyum. Raja yang melihat senyum Ghaliza pun menoleh dan ikut tersenyum.

" Apa ada yang lucu...?" tanya Raja.

" Ga ada...," sahut Ghaliza cepat.

" Sampe kapan Kamu mau jaga jarak sama Aku Ghaliza. Aku kan Suamimu, masa Kamu perlakukan Aku seperti musuh sih...," keluh Raja sambil menatap jalan di depannya.

" Kan Kamu yang mulai duluan. Kamu yang bikin Aku nganggap Kamu musuh Aku. Jadi selama ini Kamu udah tau kalo Aku ini Istrimu. Dan Kamu sengaja mempermainkan Aku. Aku bisa tebak kalo Kamu pasti menikmati permainan ini. Bukan begitu Bapak Raja...," sahut Ghaliza sinis.

Tiba-tiba Raja mengerem mobilnya. Lalu ia meraih Ghaliza dan memeluknya erat. Raja mengecup pipi dan bibir Ghaliza. Bahkan Raja memperdalam ciumannya di bibir Ghaliza. Ghaliza yang tak siap jika Raja akan melakukan itu semua hanya terdiam di pelukan Raja.

Berbeda dengan ciuman pertamanya, kali ini Ghaliza tak menampar Raja. Ia pasrah di dalam pelukan pria yang berstatus suaminya itu. Setelah puas mencium Ghaliza, Raja pun mengurai pelukannya.

" Aku tuh sayang banget sama Kamu Ghaliza...," bisik Raja sambil mengusap bibir Ghaliza dengan ibu jari tangannya.

Ghaliza tak merespon dan hanya menatap Raja dengan tatapan tak terbaca. Meskinpun kecewa karena Ghaliza tak membalas ciumannya tadi, tapi Raja mencoba berpikir positif. Ia kembali melajukan mobilnya.

" Aku capek mau istirahat. Tolong antar Aku pulang ke kost-an...," pinta Ghaliza sambil melengos.

" Kita pulang ke rumah Kita yuk...," bujuk Raja.

" Jangan sekarang. Tolong kasih Aku waktu buat mencerna semuanya. Ini terlalu mendadak dan Aku ga siap...," sahut Ghaliza sambil menundukkan wajahnya.

" Baik lah, Aku ngerti. Tapi tolong jangan menghindari Aku lagi ya. Aku kan Suamimu. Jadi Aku berhak tau kemana aja dan ngapain aja Kamu selama ga ada di dekatku. Aku juga bakal terus berkabar kok sama Kamu...," kata Raja sambil menatap Ghaliza.

" Iya, Aku tau...," sahut Ghaliza membuat Raja tersenyum.

Setelah tiba di depan rumah kost yang disewanya, Ghaliza pun keluar dari mobil. Raja mengecup kening Ghaliza sebelum Ghaliza masuk ke dalam rumah.

" Maafin Aku ya Sayang, semoga mimpi indah malam ini...," kata Raja.

" Iya makasih...," sahut Ghaliza lirih lalu bergegas masuk ke dalam rumah.

Raja kembali melajukan mobilnya setelah memastikan Ghaliza masuk ke dalam rumah.

\=====

Setelah pengumuman tentang statusnya sebagai istri seorang Raja Rahadian, si pengusaha terkenal itu, kehidupan Ghaliza pun perlahan berubah. Di sekolah Ghaliza merasa jika teman-teman sesama guru pun bersikap berlebihan. Tak ada lagi yang berani mengingatkannya jika ia melakukan kesalahan atau bahkan sekedar bercanda dengannya seperti biasa pun sudah tak pernah. Ghaliza merasa asing dan dikucilkan. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mengajukan resign dari pekerjaannya.

" Kenapa Bu Ghaliza mau resign...?" tanya Hengki.

" Saya merasa asing Pak. Semua guru menjauhi Saya. Daripada Saya membuat suasana ga nyaman, lebih baik Saya yang mundur. Saya mencintai pekerjaan Saya dan Anak-anak. Tapi Saya ga mau teman yang lain merasa Saya mengawasi mereka. Saya memang Istri pemilik sekolah, tapi Saya bukan mata-mata Suami Saya. Jadi mereka ga perlu bersikap berlebihan...," kata Ghaliza.

" Maafkan Kami Bu Ghaliza. Biar Saya tegur teman-teman yang lain ya Bu. Tapi Saya minta Ibu jangan resign. Terus terang Saya khawatir Pak Raja marah dan menghentikan donasinya...," kata Hengki lirih.

" Pak Hengki ga usah khawatir, Saya akan bilang sama Pak Raja kalo ini semua kemauan Saya. Maaf kalo kehadiran Saya bikin suasana malah jadi tegang...," kata Ghaliza sambil menjabat tangan Hengki kemudian melangkah keluar dari ruang kepala sekolah.

Ghaliza melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan sekolah tempatnya mengajar selama ini. Saat baru keluar dari gerbang sekolah Ghaliza melihat Raja sedang berdiri di samping mobil sambil menatap kearahnya.

Dengan tenang Ghaliza tetap melangkah dan melewati Raja. Raja mencekal tangan Ghaliza lembut lalu membawanya masuk ke dalam mobil. Ghaliza menurut tanpa melakukan perlawanan. Tak ada yang bicara sepanjang perjalanan. Ghaliza sibuk dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Raja berkali-kali melirik kearah Ghaliza.

Mobil berhenti di sebuah tempat yang indah. Ghaliza tak tahu itu dimana, tapi dia sangat menyukai tempat itu dan langsung keluar dari mobil. Ghaliza menghirup udara dengan leluasa sambil merentangkan tangannya. Rambut Ghaliza berkibar tertiup angin membuatnya terlihat cantik dan menggemaskan di mata Raja.

" Jadi kenapa Kamu resign...?" tanya Raja sambil duduk di kap mobil.

" Aku ga nyaman dengan suasana kerja di sana. Sejak Kamu mengumumkan pernikahan Kita, semua orang berubah. Mereka menjaga jarak denganku, seolah takut melakukan kesalahan. Dan yang menyebalkan mereka menganggap Aku adalah mata-mata Kamu yang mengawasi semua tingkah mereka...," kata Ghaliza sambil cemberut.

Raja tertawa mendengar ucapan Ghaliza. Kemudian Raja memeluk tubuh Ghaliza dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu Ghaliza.

" Itu bukan salah Kamu. Mereka yang ga bisa nerima perubahan...," kata Raja.

" Bukan salahku, artinya itu salah Kamu dong...," sahut Ghaliza sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Raja.

" Maafkan Aku. Tapi Kamu masih bisa kerja di perusahaanku. Mau jadi apa pun bisa. Kan Kamu Istriku, Istri pemilik perusahaan...," kata Raja sambil merapikan anak rambut Ghaliza.

" Apa bisa begitu...?" tanya Ghaliza.

" Tentu, kenapa ga...," sahut Raja mantap.

Ghaliza tersenyum. Lalu terbersit ide di kepala Ghaliza.

" Ok, Aku mau jadi karyawan biasa aja. Di kantor ga boleh ada yang tau kalo Kita menikah dan Kita harus bersikap layaknya atasan dan bawahan. Bukan apa-apa, Aku cuma mau merasa netral dan ga terbebani dengan statusku...," kata Ghaliza penuh harap.

Raja sedikit keberatan dengan permintaan Ghaliza. Namun melihat tatapan penuh harap di mata sang istri memaksanya menuruti permintaan Ghaliza. Raja menganggukkan kepalanya dan itu membuat Ghaliza senang hingga refleks memeluk Raja.

" Maaf...," kata Ghaliza malu-malu sambil mengurai pelukannya.

" Kenapa dilepas. Aku suka kalo Kamu meluk Aku kaya tadi...," kata Raja sambil menarik Ghaliza ke dalam pelukannya.

" Raja, lepasin. Kamu tuh selalu aja cari kesempatan...," kata Ghaliza sambil mencubit perut Raja.

" Abis kalo ga kaya gini Aku ga bakal bisa meluk Kamu...," sahut Raja cuek sambil mempererat pelukannya.

Ghaliza tak berontak lagi dan memilih menikmati pelukan Raja, pria yang diam-diam telah menghuni hatinya itu. Merasa tak ada perlawanan, Raja pun mengecup bibir Ghaliza dengan cepat hingga membuat wajah Ghaliza merona.

bersambung

1
Guntar Nugraha
Bintang yg bicara Ok BossQu 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍 👍👍👍👍👍🙏🙏🙏
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk
total 1 replies
Guntar Nugraha
Lach coba itu...😊😊😊
any Sulistiani: he he ... 😅
total 1 replies
Guntar Nugraha
Tetap semangat optimis dan yakin Thor... 💪💪💪🙏
any Sulistiani: insyaa Allah siaappp 👌😉
total 1 replies
Ibuk Kumaiyah
semangat terus nulisnya
any Sulistiani: insya Allah siaapp. Alhamdulillah..., mksh suportnya ya say...
total 1 replies
SEPTi
sweet
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut kk...
total 1 replies
SEPTi
aku kadang bingung namanya Suci/Sukma
any Sulistiani: lanjuutt kk..
total 1 replies
SEPTi
aku kira dulu raja mau main main sama pernikahan ini ngga taunya udh ada rasa dari awal
any Sulistiani: betul. lanjut ya kk, mksh..
total 1 replies
Guntar Nugraha S
Bintang yg bicara Ok Ttp Semangat @UmmiQu...
Riffa
aku suka novelmu thor tidak berbelit²
Elis Nurida
bagus sekali
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say..
total 1 replies
Ibu Idah
Bagus
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say...
total 1 replies
Guntar Nugraha
Bagus bingiiiiiittt....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya bii..
total 1 replies
Regita Regita
Buat Author aku cuma bisa kasih kopi dan bunga....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh say. lanjuuutt ya say
total 1 replies
Regita Regita
ceritanya bagus,tapi yg baca masih sedikit.aku mampir kesini dulu...langsung fav.semangat Author...semoga selalu sehat dan diberkahi rizki yang melimpah Aamiin.
any Sulistiani: yup, met gabung ya say. # Aamiin yaa Robbal'alamiin..., doa yg sm utkmu say. mksh..
total 1 replies
abu😻acii
bagus cerita nya
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh udh mampir ya say. Baca karya aq lainnya yuk, smg suka yaa, mksh..
total 1 replies
neng ade
bagus .. meskipun kisah cinta yg berliku antara Galiza dan Raja .. namun kesabaran mereka berbuah manis dngn kehadiran baby boy nya .. dngn takdir cinta nya berakhir bahagia ..
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
dasar emak emak Rempong🖕
any Sulistiani: he he..., betul say..
total 1 replies
Maikel Takasili
lanjut... kayaknya bagus ni..
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut lg ya kk.., mksh..
total 1 replies
elena
ka nulisnya banyak span span nya pusinggg
Takdir QU
ko kbnyakkan spasi ny ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!