menceritakan tentang gadis kaya mencintai bodyguard nya,namun sang bodyguard punya rahasia yang tidak di ketahui keluarga sang gadis,mari sama-sama kita ikuti alur cerita nya sampai ending.
bila ada salah kata dalam penulisan,penyusunan kata,tolong kasih saran ya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DI BENTAK PANJI
Pagi belum menampak kan semua sinar mentari nya,tapi panji sudah keluar dari rumah MAHESA untuk lari pagi.menuju taman yang banyak di kunjungi parah olahragawan.
BeberApa pasang mata kaum hawa yang menatap nya kagum,karena paras tampan dan tubuh atletis Panji yang sempurna.
Tapi Panji tidak peduli dengan itu semua,dia hanya konsen dengan lari pagi nya.tapi tiba -tiba ada tangan yang melingkar di perut sixspex Panji,yang membuat panji spontan mendorong orang tersebut.
"bugh...!!!!Awww.....,Panji loe mau bunuh gue ya."ucap suara seorang gadis yang panji sangat kenal.
"Agnes?"Ucap Panji sambil langsung membantu Agnes untuk bangun.
"Awww...kaki gue sakit..!!!ucap Agnes sambil memeluk tangan kekar Panji.
"Gue gak bisa berdiri Panji,gendongin dong"Panji pun tanpa berpikir panjang langsung menggendong Agnes, untuk duduk di kursi taman terdekat.
"Mana aja yang sakit"tanya panji kawatir dengan keadaan Agnes,karena tadi dia cukup keras mendorong Agnes,walaupun tempat Agnes jatuh di atas tanah yang banyak di tumbuhi rumput-rumput tebal.
"Di sini"menunjuk pergelangan kaki nya..
"Disini"Sambil menyuruh panji sedikit menyentuh b*k*ng nya.
Dan di sini juga..."menyuruh Panji untuk menyentuh leher nya.
"Apa sebegitu parah nya sampai leher mu juga sakit?"tanya Panji mencurigai sikap Agnes yang selalu bersipat l**r kalau di dekat nya.
"Ya tentu Panji!!apa kamu tidak sadar dengan dorongan tangan kekar mu itu mendorong tubuh ku yang kecil ini"Agnes sambil meraba halus tangan Panji dan sedikit mengigit bibir nya,untuk menarik perhatian Panji,tapi Panji seakan tidak mengerti dengan sikap Agnes.
"Baik lah,ayok kita pulang dan obati dulu badan mu,sebelum semua nya tambah parah"Panji sambil jongkok dan memunggungi Agnes,agar bisa dia gendong.
"Gak mau"ucap Agnes manja.
"Jadi gimna bisa ku membawa mu pulang Agnes,kalau tidak ku gendong??"
"Agnes mau gendong di depan"ucap Agnes dengan merentang kan kedua tangan nya dan bibir sedikit di monyong kan.
Panji sedikit menghembus kan napas kasar,karena mulai gerak dengan sipat Agnes yang seenak nya kepada nya.
"huuhh...!!"
Panji langsung mengendong Agnes tanpa bekata apa pun.
"Akh....."membuat Agnes kaget dan berteriak karena Panji menggendong nya dengan tiba-tiba.
"Bugh..."Agnes meninju dada Panji,tapi tidak menghirau kan,karena pukulan seperti itu tidak berasa apa-apa bagi Panji.
"Panji..!!!loe mau buat gue mati jantungan ya?"ucap Agnes sedikit berteriak di depan muka Panji.
Karen mulai kesal dengan sipat Agnes,Panji pun menatap Agnes dengan mata garang nya nya,sambil berkata.
"loe mau diam atau gue jatuhin loe"ucap Panji tanpa embel-embel kamu aku.
Agnes pun diam dan tak berkutik sedikit pun.
Sampai di rumah Panji menduduki Agnes di sofa dan mengambil kompres es batu untuk kaki Agnes.
Kemudian mulai mengompres kaki Agnes.
Selesai dengan kompresan nya,Panji ingn berlalu ke kamar nya tapi Agnes kembali memanggil.
"Panji"Panji pun menoleh.
"Kenapa lagi?"ucap Panji masih dengan sedikit muka garang nya,karena masih emosi.
Karena Agnes sedikit mengerti dengan kondisi Panji yang sa'at ini emosi,dia mengurung kan niat nya untuk menyuruh Panji membantu nya ke kamar.
"Emm...!!tidak apa-apa, kamu lanjutin aja"sambil berusaha tersenyum kepada Panji yang kesal akan sikap nya.Panji langsung pergi dan ingin masuk ke kamar nya.sa'at ingin membuka ointu kamar dia sedikit berpikir,tentang Agnes yang memanggil nya,tapi di urung kan.
"Agnes berusaha berdiri sendiri tanpa memanggil siapa pun,untuk menuju kamar nya,dia berpegangan pada sofa-sofa di sana,dan tertati-tati menahan sakit kaki nya.
"Au"ucap Agnes karena gerakan nya membuat kaki nya tambah sakit,dia berhenti sejenak.
Tanpa di sadari Agnes,ternyata Panji melihat dia berusaha berdiri sendiri menuju kamar nya yang cukup jauh.
"kenapa tidak meminta bantuan,dan memaksa berjalan"ucap suara Panji mengaget kan Agnes.
Agnes pun menoleh ke arah panji
,"He..he..Tidak terlalu sakit kok,Agnes masih bisa jalan sendiri menuju kamar"ucap Agnes berpura-pura kaki nya tidak terlalu sakit,sambil mengigit bibir nya,menahan sakit itu.dia tidak mau membuat Panji kesal pada nya,dan takut Panji tidak mau lagi bekerja jadi bodyguard nya.
Panji yang melihat ekspresi Agnes yang berpura-pura tidak merasakan sakit,dan dengan menggigit bibir nya untuk menahan sakit karena terlalu lama berdiri pun menghampir Agnes dan mengendong nya.
Agnes pun sedikit menetes kan air mata nya,melihat Panji yang kembali peduli pada nya,dan menunduk agar Panji tak melihat nya menangis.tapi sayang nya Panji menyadari itu.
"Ma'af sudah membentak mu"ucap Panji sambil membawa Agnes ke kamar nya.
Tangis Agnes pun pecah karena Panji tidak lagi marah pada nya,dan memeluk Erat Panji.
"huwa...huwa..huwa..."sambil menghapus air mata dengan punggung tangan nya.
Sikap Agnes yang kadang tidak bisa di tebak,Membuat panji sedikit menyungging kan senyumnya melihat tingka Agnes.
Tangis Agnes pun mulai redah,hidung nya yang memerah dan mata nya yang sedikit sembab membuat Agnes tidak mau menatap Panji,sa'at Panji menurun kan nya di ranjang.
"Apa perasaan mu sudah baik?"tanya Panji sambil menatap Agnes,tapi Agnes tidak menatap nya dan hanya menunduk saja.
Agnes hanya mengangguk-angguk saja,Panji mengambil air untuk minuman Agnes,dan agnes langsung meminum nya.
"Trimakasih"Ucpa Agnes masih dalam keadaan sesikit menunduk tidak mau menatap Panji.
"Ya sudah,kalau butuh apa-apa telpn aja"Panji pun keluar dari kamar Agnes,sambil memanggil Art untuk membantu Agnes di kamar.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tpi bcanya nyicil ya..
semangat💪💪🤗