NovelToon NovelToon
Bidadari Surga Yang Dirindukan

Bidadari Surga Yang Dirindukan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: Leny Fairuz

Dalam Sekuel kedua mengisahkan tentang lika-liku kehidupan Khaira Althafunnisa putri Hani dan Faiq dalam menemukan cinta sejati. Khaira telah menetapkan hatinya pada Abbas, seorang lelaki sederhana yang telah menggenggam hatinya sejak awal. Dengan kepergian Abbas meyakinkan Khaira bahwa mereka akan sehidup sesurga, hingga ia menutup hatinya untuk siapa pun yang mencoba mendekati dan meminangnya. Alexsander Ivandra seorang Ceo New Star Corp., tidak percaya yang namanya cinta sejati. Setelah diselingkuhi Sandra, kekasihnya yang seorang artis juga model termahal yang merupakan artis dibawah naungan manajemen artis miliknya, sulit bagi Ivan untuk mempercayai seorang wanita, hingga akhirnya pertemuan pertama hingga kesekian kali dengan Khaira membuat Ivan merasakan ada yang berbeda. Mampukah Ivan menaklukkan hati Khaira yang terlanjur membeku untuk memulai hubungan baru dengan seorang pria. Bagaimana cara Ivan untuk membuktikan bahwa perasaannya benar-benar tulus, bukan sekedar cinta biasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leny Fairuz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Bab 7

Tangan Hani bergetar menyimpan berkas sertifikat rumah yang kini berada di tangannya setelah kepergian mertuanya.

Malam itu terjadi keributan besar di rumah Sofyan Prayoga. Linda dan Adi terkejut mendengar ucapan Sofyan yang mengatakan telah menyerahkan dan membaliknamakan rumah yang mereka tempati atas nama cucunya.

“Kenapa papa tidak bilang sama mama, kalau rumah itu papa hibahkan kepada perempuan miskin itu.” Linda tidak bisa menahan emosinya.

“Apa mama lupa, kalau dia telah memberi kita cucu, dan itu adalah hak si kembar dan juga adiknya.”

“Seharusnya papa merundingkan masalah ini terlebih dahulu.” Potong Adi cepat. Ia merasa kesal karena sampai saat ini juga belum terpikir untuk membeli rumah untuk ia dan Helen.

Helen yang duduk di sampingnya merasa gusar, karena rumah yang mereka tempati sangat mewah, dan harganyanya  pasti  mahal jika diuangkan.

“Papa sangat kecewa padamu. Dan perlu kamu ketahui, hanya rumah ini milik papa, sementara harta yang lain semuanya atas nama mamamu, termasuk perusahaan. Jika saja kalian tidak bercerai dengan senang hati rumah ini akan menjadi milikmu. Tapi kau telah memilih jalan sendiri…” tukas Sofyan lirih. Ia tiba-tiba merasakan kesedihan mengingat cucu-cucunya yang tinggal di rumah sederhana, sementara mereka tinggal di rumah mewah, yang tidak akan merasakan panas jika kemarau melanda, dan tidak kedinginan saat hujan tiba. “Papa harap kau tidak menyesali keputusan yang telah kau pilih.”

“Aku juga akan mempunyai keturunan dari Helen, papa. Dan papa tidak boleh melupakan bahwa Helen sekarang adalah menantu papa yang telah mengandung anakku.”

“Cih…” Sofyan berdesis sinis, “Harusnya kau sadar bahwa telah menikah lagi. Carilah rumah sendiri untuk keluarga barumu. Karena sampai kapanpun cucuku hanya dari rahim Hani. Dan papa harap tidak ada penyesalan di kemudian hari.” Sofyan segera meninggalkan ruang makan menuju ruang kerjanya.

Ia meraba jantungnya yang tiba-tiba nyeri, mungkin tensinya juga meningkat. Ia benar-benar marah dengan Linda dan Adi.  Ia sadar istri dan anaknya telah diracuni Helen, karena ia yakin perempuan itu hanyalah ular yang akan menggerogoti harta kekayaan mereka. Sedikit banyak ia mengetahui latar belakang keluarga Helen, hanya ia tak punya bukti untuk menunjukkan kebenaran pada Adi.

“Yang, bagaimana ini, apa kita akan tinggal di apartemen saja?” nada Helen terdengar lirih, sambil membelai perutnya yang semakin besar karena memasuki bulan kelima kehamilannya. Ia sangat berharap tetap tinggal di rumah megah itu.

“Kita tidak akan tinggal di apartemen, tetapi aku akan mencari rumah yang lebih besar dari rumah ini.” ujar Adi sambil mengecup tangan Helen yang ada di genggamannya. Ia sudah berjanji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Helen serta anaknya yang akan lahir nanti. Dan Adi akan berusaha lebih keras demi buah hatinya yang sangat ia harapkan dari kekasih yang menjadi cinta pertamanya itu.

“Papamu sungguh keterlaluan.” Linda berkata masih dengan kemarahan, “Apa sih kelebihan perempuan itu. Walaupun ia telah melahirkan anak-anakmu, tapi itu tak merubah keputusan mama. Mama akan lebih memperhatikan keturunanmu dari Helen. Percayalah, semua milik mama akan segera mama pindahkan atas namamu.”

Helen merasakan kebahagiaan luar biasa mendengar percakapan Adi dan ibunya. Ia merasa mendapat durian runtuh, karena semua harta yang ada akan menjadi milik anaknya kelak. Walaupun dalam hati kecilnya merasa iri, karena rumah yang mereka tempati sekarang letaknya strategis dan berada di kawasan elit di Jakarta. Hanya orang tertentu saja yang mampu membeli dan tinggal di kawasan itu. Tapi Helen tak berkecil hati, selama Adi dalam genggamannya, ia akan menuruti semua keinginannya.

Siang itu rumah tampak sepi. Adi sudah meninggalkan rumah sejak tiga jam yang lalu. Linda juga ada kegiatan sosial dengan geng sosialitanya. Helen sedang memanjakan dirinya di taman belakang rumah. Para asisten rumah tangga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Suasana memang tampak lengang.

Sofyan yang sejak malam tidak keluar dari ruang kerjanya, baru saja beranjak dari ruang kerjanya dan ingin menikmati suasana taman belakang rumahnya. Sudah lama ia tidak merasakan suasana tenang seperti ini. Kesibukan telah memangkas hari-harinya, hingga tak ada waktu yang tersisa untuk sekedar menikmati kopi hangat di pagi hari.

Saat ia melangkahkan kakinya menuju taman, terdengar sayup-sayup pembicaraan seseorang. Sofyan menajamkan pendengarannya. Ia yakin itu adalah suara Helen, istri Adi yang hingga saat ini belum ia akui sebagai menantunya.

“… tenang saja, pi. Parasit itu telah keluar dari rumah ini. Mas Adi telah menceraikannya. Sekarang akulah satu-satunya menantu mereka. Jadi papi tidak usah khawatir lagi. Semua dendam papi akan aku balaskan.”

Helen menganggukkan kepala menanggapi perkataan dari hp yang berada di telinganya. “Hanya si tua bangka itu yang keras kepala…” mata Helen melotot melihat Sofyan yang kini berada di depannya.

Sofyan merasakan darahnya menggelegak mendengar ucapan perempuan itu. “Mari ke ruangan kerja saya. Saya tunggu, kalau kamu masih ingin hidup dengan nyaman.” Ia beranjak meninggalkan Helen yang masih menatap nanar kepergiannya.

“Helen, Helen….” Panggilan dari hp tak ia perdulikan.

Helen merasakan gemetaran di seluruh badannya. Bagaimana ia begitu ceroboh telah membiarkan pihak lain mendengar ia berbicara dengan papanya. Dengan perasaan berdebar ia menuju ruang kerja mertuanya. Pintu ruangan tidak tertutup rapat. Ia segera masuk dan menutup pintu. Helen segera duduk di kursi di hadapan Sofyan.

“Aku mengetahui latar belakangmu. Dan aku tidak akan merestui sampai kapanpun pernikahan kalian. Menantuku hanya Hanifah az Zahra. Suatu saat Adi akan menyesali keputusannya karena telah menelantarkan anak dan istrinya.”

Helen tersenyum sinis, “Aku tidak memerlukan restumu, tuan Sofyan yang terhormat. “Karena Adi sekarang sudah ada dalam genggamanku. Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskannya, dan kami saling mencintai.”

“Suatu saat Adi akan tau, bahwa kau hanya ular yang akan menggerogoti harta kekayaan Adi.” Sofyan berkata dengan sinis.

“Bermimpilah tuan, karena itu tak mungkin akan terjadi. Aku akan melenyapkan siapa pun yang akan menghalangi jalanku. Anak ini akan mengikat aku dan Adi selamanya.”

“Aku heran bagaimana kau bisa membodohi Adi hingga mempercayai omongannya dan menuduh istrinya berselingkuh?” Sofyan menatap Helen dengan tajam. Ia ingin mendengar pengakuan Helen yang telah membuat bukti palsu tentang perselingkuhan Hani.

Helen tersenyum tipis, “Perempuan itu memang bodoh. Mas Adi terlalu mencintaiku. Mana dia peduli sama perempuan kampung itu. Aku tau, kalau lelaki itu menolong Hani yang pingsan di mini market sehingga mengantarnya pulang.”

“Bagaimana kau tau kalau Hani berselingkuh sehingga hamil dari lelaki lain?” pancing Sofyan lagi.

“Aku mengetahui kapan mas Adi bercinta dengan gadis kampung itu, karena aku memasang CCTV di kamarnya. Hani memang tidak berselingkuh, tapi saat dia memeriksakan diri ke dokter kandungan, lagi-lagi ia pingsan. Kebetulan temannya berada di sana, skalian aja ku buat dokumentasinya.”

“Kamu sudah keterlaluan Helen.” Sofyan benar-benar marah mendengar pengakuan Helen.

“Aku tidak akan menyerah, sebelum keinginanku tercapai.”

“Kau memang keras kepala seperti Budi.” Sofyan menggelengkan kepala melihat keberanian Helen menentangnya.

“Tidak usah menyebut papaku. Karena andalah yang menyebabkan kehancuran papa.”

“Kau salah. Papamulah yang terlalu rakus sehingga korupsi dana perusahaan…”

“Kalau anda tidak melaporkan papa pada polisi tak mungkin mama meninggal karena serangan jantung.”

“Itu bukan murni kesalahanku. Tapi papamu berselingkuh…” tangkis Sofyan cepat. Ia sangat mengetahui hal itu, karena mereka bertiga adalah sahabat lama.

“Anda tau, tuan. Papaku menyimpan dendam terhadap anda. Tapi tampaknya  keberuntungan masih berpihak pada anda, hingga lelaki miskin itulah yang tertabrak…”

“Apa…” Sofyan terkejut. Inilah kenyataan yang sangat ingin ia ketahui. Orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang pernah menimpa dirinya empat tahun yang lalu adalah Budi teman lama yang kini menjadi musuhnya.

“Aku dan papa sudah mengatur semuanya. Kami akan merampas apa yang seharusnya menjadi milik papa.”

“Apa kau tidak mencintai suamimu. Dia sudah mengorbankan istri dan anak-anaknya agar dapat bersamamu.”

“Aku mencintai putra anda. Tapi aku akan melenyapkan cucu-cucu anda. Karena mereka tidak berhak mendapatkan sesenpun harta anda.” Ujar Helen berapi-api. “Jangan harap aku melepaskan mereka. Hartamu tidak akan sampai ke tangan mereka, karena isrimu mendukungku.”

“Kau …” Sofyan meremas jantungnya yang berdetak di luar kendali. Matanya melotot menatap Helen hingga jatuh tersungkur.

 

 

1
DewiKar72501823
kok rada bingung ya ak..bab di atas orang tua Faiq n Adi sahabatan..pas di restoran Faiq sudah tau klo Adi mantan suami Hani, di sini kok masih bertanya klo yg lg bersama anaknya siapa?? piye Iki Thor monitor
tri sutami
faiq tellu lembek.. mending adi.. cma 1x dia khilaf.. ini brkli2 knpaa di maafin
Khairul Azam
bener bener ini novel otornya sok baik. anak dihina begitu diem aja gak ada pembelaan. baik sih boleh tapi harus tau mana yg perlu dibaiki dan mana yg nggak patut untuk dibaiki.
Khairul Azam
ini ni yg gak aku suka dinovel ini, ara gak pernah balas ucapan kasar dr orang yg sudah kasar sama dia. baik boleh tp klo sudah ngomkng kasar balas lah.
Khairul Azam
semua bilang bersatu bersatu trs klo mereka mengalami apa yg dirasaakan ara masih kah mereka bilang bersatu.
Khairul Azam
aku pun jg gak ada simpati sama sekali sama ivan.
Khairul Azam
emang bener sih ivan terlalu meremehkan ara. coba kalo anaknya bryan gak ninggak gak mungkin dia nyari ara.
Khairul Azam
orang pokigami itu pada dasarnya gak ada yg bahagia, yg bilang ikhlas ikhal dipoligami itu hanya sekedar menghibur diri nya sendiri, banyak yg tau agama yg poligami bilang adil dan khlas itu bohong mereka laki lakinya hanya memuaskan nafsunya saja memanjakan slangkangan mereka aja..
Khairul Azam
menjijikan mau balikan manusia manusia sampah
Khairul Azam
menjijikan ivan
Marni Marni
màsa lalu ivan mungkin buruk, tp jujur melihat kesungguhan dan penyesalan ivan saya lbh suka rara kembali sama ivan, biarkan anak" nya mendapatkan kasih sayang dr ayah kandungnya, setiap manusia bs berubah utk menjadi lbh baik
Bundanya Pandu Pharamadina
terimakasih sudah di ijinin baca Marathon TAMAT MBAK Author, semoga kita semua selalu di beri sehat, Aamiin 🤲
Bundanya Pandu Pharamadina
Masya Allah semoga apa yg di harapkan terqobul Ivan Khaira
Bundanya Pandu Pharamadina
adik kakak ipar rukun harmonis
❤❤❤❤
almarhum Adi, Tariq ,Hani ,pastinya bahagia
Bundanya Pandu Pharamadina
Khaira... ayo semangat dan jemput kebahagiaan mu(Khaira)
Bundanya Pandu Pharamadina
sehidup semati.
❤❤❤❤
Bundanya Pandu Pharamadina
Andai dan andai terus Fariq, lenggah dan mudah tertipu mah iya jadi suami
Bundanya Pandu Pharamadina
Alhamdulillah Faiq sadar
Bundanya Pandu Pharamadina
Hani kamu juga harus tegas dan bila perlu ulat bulunya tumpas pakai sianida, Faiq bikin mak mak pengen ngetok pake palu biar sadar di Faiq
Bundanya Pandu Pharamadina
yg tegas dong lakinya, jangan ya ya aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!