"Hei bukankan kah kau tadi sangat galak ayo tunjukan lagi taring mu itu, kupikir kau akn sangat kuat tapi kau mati hanya dalam 4 gerakkan bagaimana sekarang aku bisa pamer? Ada 72 gerakan dalam jurus tombak pembantai langitku dan kau mati dalam gerakan ke 4 , cih di kehidupan lain jangan menjadi sombong lagi "
"System sialan, apa kau sengaja menggodaku kenapa kau memberikan senjata yang bahkan aku tidak bisa mengangkatnya bukan kah sama saja tidak memberikan apa apa"
"Kau ingin aku menjadi kaisar, maaf aku tidak tertarik aku lebih suka berjalan bebas merayu gadis gadis dijalan dan membantai iblis saat bosan "
Kevin seorang gamer profesional dari bumi, karna penghianatan kekasih dan sahabat dia akhirnya meninggal karna kecelakaan ditabrak truk dan dikirim ke dunia lain dengan system hero yang memberinya kekuatan menjadi dewa yang tidak terkalahkan, mampukah kevin menjadi yang terkuat di dunia lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gung artha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 5 : RUBAH API
["Ding...! Membunuh ulat tanah tingkat binatang buas mendapatkan satu poin pengalaman dan dua koin , tidak ditemukan esensi darah, memakannya akan memberikan satu poin pengalaman tambahan. "]
"Eh.. ternyata selain makan aku juga bisa dapat poin dari membunuh binatang" Kevin mulai bersemangat.
"Baiklah karna aku harus beradaptasi dengan dunia ini, mari kita mulai dari yang sederhana dan menjauh dari hal hal berbahaya"
Kevin menatap daerah sekitar dan mulai mencoba mencari hewan-hewan kecil,dia melihat seekor kumbang di sebuah pohon. Kevin mengendap-endap dan bergerak secepat yang dia bisa dan langsung memtong kumbang itu menjadi dua.
["Ding..! Berhasil membunuh kumbang pohon, tingkat binatang buas mendapatkan satu poin pengalaman dan dan dua koin emas"]
"Jadi benar hewan apapun yang ada didunia ini, jika aku bisa membunuhnya aku bisa mendapatkan poin pengalaman" Kevin melihat lagi status poin pengalaman nya sekarang berjumlah tiga puluh dua, jumlah awal dua puluh, berarti sejauh ini dia sudah mendapatkan dua belas poin, sepuluh dari makan daging serigala dan 2 dari membunuh binatang. Masih membutuhkan seratus dua puluh delapan lagi untuk naik level.
" Baiklah mari lanjutkan ini "kevin mulai mencari serangga atau hewan kecil di sekitar seperti orang gila. Waktu pun berlalu dan matahari sudah mulai terbenam, kevin yang kelelahan pun merosot ke tanah karna lelah berburu mahluk kecil di sekitar, entah berapa banyak yang sudah dia bunuh, bahkan semut pun tidak dilepaskannya.
" Sialan... Aku hampir mati karna kelelahan"
Kevin melihat lagi poin pengalamannya, saat ini sudah terisi seratus lima puluh sembilan dan dia hanya kekurangan satu poin untuk naik level.
"Baiklah, aku akan beristirahat disini malam ini, dan sepertinya aku harus cepat membuat api sebelum malam datang, aku tidak ingin jadi mangsa mahluk buas " Pikirnya.
Kevin dengan cepat membuat api dengan cara tradisional lagi yang kali ini menggunakan kayu, dia dengan cepat mengeluarkan daging serigala yg masih tersisa banyak dia tas penyimpanan sistem dan mulai memanggangnya. Tidak berapa lama daging panggang pun matang dia memakannya dengan cepat, mungkin karna tubuhnya terlalu lelah dia pun tanpa sadar sudah makan dua kg daging. Tapi itu belum memuaskan laparnya dan mengambil lagi sekitar tiga kg, dan dengan cepat memanggangnya. Dua kg langsung di habiskan dengan cepat dan pemberitahuan sistem terdengar.
[Ding...! Selamat kepada pemain berhasil naik level,level selanjutnya membutuhkan 320 poin pengalaman.mendapatkan 2 poin stat yang bisa di alokasikan dengan bebas"]
["Ding...berhasil mendapatkan hadiah naik level,mata dewa, seperti namanya mata dewa memiliki efek khusus bisa melihat level lawan dan statistik orang lain. Apakah kau ingin bergabung dengannya ? "]
"Gabungkan " Seketika mata kevin merasakan nyeri yang sangat sakit hingga membuatnya berguling di tanah, untungnya rasa sakit itu hanya sebentar dan digantikan dengan rasa nyaman, dia pun perlahan membuka matanya dan dunia yang muncul pada penglihatan adalah yang sama sekali berbeda, ketika dia melihat pohon tidak ada yg berubah tapi ada tambahan bar status yang menjelaskan tentang pohon itu.
Pohon mahoni liar
Umur : 500 tahun
Ketebalan : 1,6meter
Jenis : tumbuhan biasa
Mata kevin melihat statistik pohon tersebut takjub, dengan begini dia lebih bisa menjaga hidupnya, karna jika bertemu musuh yg levelnya lebih tinggi dia bisa memutuskan untuk pergi menghindarinya.
"Sistem, gunakan dua poin stat ke strenght"
Seketika arus hangat mengaliri tubuhnya dan kevin merasa tubuhnya penuh energi dan dipenuhi kekuatan.rasa lelah yang dirasakan hilang seketika.
"Hanya menambah 2 poin ke strenght sudah seperti ini bagaimana jika streanght ku mencapai 20,kevin bersemangat kemudian dia akan Mengambil daging panggang lagi dan melihat ternyata daging itu telah hilang. Dia langsung mengambil belati dan melihat sekeliling, menatap dengan seksama dan tak jauh darinya dia melihat semak semak bergoyang.
"Apa yang ada disana, baiklah semoga bukan hal yang buruk" Kevin maju perlahan dan berusaha tidak menimbulkan suara sedikitpun dan ketika dia sudah dekat dua memanfaatkan semua tenaganya dan langsung menyerang semak- semak itu. Ketika belati menerobos masuk kedalam semak- semak cahaya orange terbang ke arah samping .
Kevin mengikuti arah cahaya itu yang berhenti beberapa meter darinya.dia bisa melihat jelas meski sudah mulai gelap karna mata dewanya. Disana berdiri seekor binatang rubah warnanya sama seperti rubah di bumi baru kali ini kevin melihat rubah secara langsung .kevin melihat rubah itu dan rubah itu melakukan hal yang sama.
Kevin memperhatikan dibulu rubah itu masih ada sisa dari daging panggang, sekarang dia tau kalau si pencuri kecil ini yang mengambil daging panggangnya. Kevin melihat statistik yang muncul diatas kepala binatang itu.
"Kekuatannya lemah tapi kecepatannya lumayan, dan sepertinya dia masih bayi,bahkan mata dewaku tidak bisa mengetahui jenisnya,dia pasti binatang istimewa.apakah induknya berada di sekitar sini, lebih baik aku meninggalkan tempat ini" Kevin berbalik dan melangkahkan kakinya tapi rubah itu melesat dan muncul di depannya.
"Apa yang kau inginkan, biarkan aku pergi" Kevin mempercepat langkahnya tapi rubah itu sudah menyusulnya lagi. Itu terjadi beberapa kali dan akhirnya kevin menyerah dia berhenti dan merosot duduk ditanah, anehnya rubah itu juga diam di depannya dan trus menatapnya.
"Ayolah biarkan aku pergi, aku tidak ingin menjadi makan malam buat orang tua mu" Kevin memohon tapi rubah itu mendengar kevin bicara dan hanya memiringkan kepalanya. Kevin mencoba berfikir apa yang bisa dia lakukan untuk membuat rubah itu meninggalkannya. Dan dia teringat daging panggangnya.
Kevin mengambil beberapa potong dari tas penyimpannya dan melemparkan ke arah rubah itu. Rubah itu maju dan mengendus daging di tanah tapi kemudian mendorong daging itu ke arah kevin,dan melihat kevin sambil menggelenglan kepalanya.
"Apakah kau tidak menyukainya" Kevin masih memikirkan apa yang diinginkan rubah api itu.
"Apa kau ingin daging panggang seperti yg tadi kamu ambil? " Benar saja dan kali ini dia seperti mengerti dan dia akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku akan membuatkannya tapi kau harus berjanji untuk tidak mengikutiku lagi " Rubah itu memiringkan kepalanya seperti tidak mengerti. Kevin mencari ranting di sekitar dan berusaha membuat api tapi karna gugup akan ada induk rubah ini datang kevin belum berhasil membuat api. Tapi kemudian rubah itu maju dan meludahkan api ke arah tumpukan ranting dan mulai terbakar. Kevin sempat mundur ke belakang karna mengira rubah itu akan menyerangnya.
"Sial, bisakah kau lebih berhati- hati, kau hampir saja membakarku" Kevin mulai mengomel ke arah rubah kecil itu tapi rubah mengabaikannya. Jadi kevin mengambil sekitar 5 kg daging dan mulai memanggangnya. Setelah dia rasa sudah cukup matang dia mengambil dan menaruh di depan rubah itu.
" Baiklah ini dia, jadi bisakah aku pergi sekarang"
Kevin melihat rubah itu mengabaikannya dan asik memakannya, ketika dia melihat rubah itu makan dengan lahap kevin berfikir ternyata rubah itu sangat imut, jika dia bukan binatang buas mungkin dia akan mulai maju dan memeluknya karena saking imutnya.
Setelah menghabiskan daging panggang perut rubah itu sedikit buncit, dan dia pun berjalan ke arah kevin, dan ketika sudah sampai di naik kepangkuan kevin dan mulai menguap,Dan akhirnya tidur.
Kevin yang melihat ini kaget, tapi dia dia tidak bisa menolak, siapa yang tau jika dia mengganggu rubah kecil ini mungkin yang dewasa akhirnya muncul.dengan terpaksa kevin berdiri dan menggendong rubah itu seperti menggendong bayi dan kemudian mematikan api dan melompat ke atas pohon sambil memeluk rubah yang tertidur.
Malam pun datang dan suasana hutan menjadi sangat sunyi, kevin yang di atas pohon trus memasang indra pendengarnya dan penglihatan dewanya untuk mengawasi sekitar. Tidak ada binatang yang datang melewati daerah tempatnya saat ini. Karna lelah dia pun akhirnya tertidur di atas pohon.