Merupakan cerita seorang putri tunggal Manajer terkenal yang selingkuh karena menikah dijodohkan..
Perjodohan terjadi tanpa meminta kepastian dari kedua belah pihak.. baik perempuan maupun laki laki..
Perjodohan itu dilakukan hanya karena ayah nya Prillya telah menyelamatkan Yoga dari maut karena kecelakaan tunggal yang terjadi..
Dan setelah di cari tahu oleh Daddy Yoga mengenai siapa yang telah menyelamatkan nya.. Maka Daddy Yoga berkeinginan untuk menjodohkan Yoga dengan Putri tunggal sang penyelamat yang tak lain adalah manajer di salah satu perusahaan nya Daddy Yoga..
Tanpa minta persetujuan dari Yoga,, sang Daddy langsung mengatur jadwal pertunangan hingga pernikahan nya.. Yoga begitu sangat marah dan sempat memberontak,, tetapi karena Yoga adalah anak yang tidak pernah mengecewakan orang tua,, maka mau tidak mau akhir nya Yoga menerima perjodohan itu..
Begitu juga dengan Prillya yang di awal sangat tidak terima dengan perjodohan itu,, pada akhir nya luluh juga dan menerima perjodohan tersebut..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeAsda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7 KUNJUNGAN PERTAMA
Tak menunggu lama, mobil yang dikemudikan Rian pun berlalu meninggalkan komplek perumahan elit milik Lily. Mereka menuju ke suatu tempat yang tidak asing lagi bagi Rian karena hampir setiap Minggu Rian mengunjungi lokasi tersebut.
Sambil melirik Lily yang duduk di kursi sebelahnya. Lagi lagi Lily merasakan kesobanan yang begitu sangat mendera. Ntah sudah berapa kali handphone dimatikan dan hidupkannya.
Kadang OL kadang nggak.
Melihat pemandangan seperti itu, Rian hanya bisa senyum senyum kecil sendiri dan berkata
"kenapa sayang? bosan ya?" sambil mengelus kepala Lily.
"hhhmmmm.. iya.. masih lama nggak? dan kita mau kemana sih?" balas Lily
Dengan sedikit senyuman Rian menjawab
"ga beib, bentar lagi sampai, tapi sebelumnya kita mampir dulu ya kesana tuk beli beberapa keperluan mereka" sambil menunjuk arah yang dituju Rian.
"lho kenapa kesini? emang apa yang mau kita beli???"
balas Lily
"udah ikut aja. yukk" ajak Rian sambil menggandeng tangan Lily, masuk menuju hyperm***t
"kamu pilih ya apa aja yang menurutmu bagus tuk anak anak usia sekolah, dan jangan lupa makanannya juga"
kata Rian mengarahkan Lily tuk membeli apa saja.
Setelah selesai belanja, Rian kembali melajukan mobilnya menuju ketempat yang akan mereka tuju. Dan seperti biasa, Lily hanya diam mengikuti kemana arah yang akan mereka tuju.
Tidak selang berapa lama, sampai la Rian dan Lily ketempat yang dituju. Dan baru saja memasuki lokasi, Rian langsung disambut oleh anak anak yang ada disana. Mereka sangat antusias dengan kedatangan Rian karena saking seringnya Rian kesini, anak anak tersebut bahkan sudah mengenal mobil yang Rian tumpangi.
Sesampai di depan kantornya, mobil Rian berhenti dan mereka segera keluar dari mobil tersebut.
Sambil tersenyum,, Rian menjawab pertanyaan yang ada dibenaknya Lily.
"Iya sayang, kita sekarang disini dan inilah tempat yang aku maksudkan tadi.. tempat yang akan membuat kamu kembali semangat karena disini banyak sekali anak anak yang akan bermain dan menggoda kamu.. Dan ini lah dia PANTI ASUHAN KASIH BUNDA.. Semoga kamu menyukainya Ly karena aku selalu kemari apalagi disaat aku lagi gundah gulana, maka inilah tempat terbaik tuk bisa menenangkan hati dan pikiran kita"
Dengan senyum sumringah Lily mengangguk dan mendekati salah satu anak yang dari tadi sudah ingin kenalan dengan Lily karena Lily merupakan orang baru yang datang kesana yang membuat anak tersebut begitu kepo dengan kakak cantik itu.
"hi sayang, siapa namamu?" sambil berjongkok agar tubuh Lily dan tubuh anak itu sejajar dan sama tinggi.
"halo juga kakak cantik.. aku Ica.. aku baru 4 tahun.. dan aku yang paling kecil disini,, tentunya untuk saat ini"
jawab Tasya sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi.
"hi juga kakak cantik" sapaan semua anak anak itu.
Dengan senyum sumringah, Lily berjalan satu per satu mendekati anak anak panti tersebut sambil bersalaman dengan mereka dan tentunya tangannya yang satu sudah digandeng dan dipegang erat oleh Tasya. Ya itu la Tasya anak yang mudah dekat dengan siapa saja.
"mari anak anak, kita lihat dan kita keluarkan yuk apa yang dibawa oleh kakak cantik ini.. si kakak cantik membawa banyak kue dan oleh oleh tuk kalian semua"
kata Rian pada semua anak anak sambil mengeluarkan apa yang sudah mereka beli tadi.
"waaahhh banyak sekali kak dan idihhh bagus bagus lagi" jawab salah seorang anak.
Setelah lama bercengkarama dengan anak anak dan tentunya juga sudah bagikan semua oleh oleh yang mereka beli tadi, akhirnya Rian mengajak Lily untuk menemui ibu panti yang lebih akrab disapa dengan panggilan Bunda Dora.
"siang Bun" sapa Rian dan sekaligus mengenalkan Lily pada ibu panti.
"kenalkan Bun, ini Lily.. dan Ly, ini Bunda Dora, beliau la yang mengurus dan mengelola panti ini selama ini"
Sambil berjabat tangan (anggap saja belum ada covid 19 ya, jadi masih ada salam salaman 😅😅😅 🤭🤭🤭)
"saya Prillya Diandra Putri Bun dan biasa dipanggil Lily"
"iya cantik, saya Dora dan anak anak disini termasuk juga Rian, biasa manggil saya dengan sebutan Bunda Dora"
balas bunda Dora sambil cipika cipiki dengan Lily.
"mari silahkan duduk" lanjut Bunda Dora
"makasih Bun" balas Rian dan Lily serentak
"udah lama kamu ga kesini Rian? sibuk ya? dan tumben baru sekarang muncul.. ada apa nihh"
tanya bunda pada Rian
dengan tersenyum simpul sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal Rian menjawab
"hehehe.. iya Bun, kemaren kemaren kami sibuk ujian akhir jadi baru hari ini la bisa kesini dan sekalian ngajak Lily biar Lily tau juga.. iya kan Ly?"
Lily hanya mengangguk dan sedikit tersenyum karena ini merupakan sesuatu yang baru bagi Lily, maka Lily agak sedikit kikuk dihadapan bunda Karena takut nanti salah kata dan salah dalam bersikap.
"santai saja nak Lily.. jangan terlalu tegang.. bunda ga makan orang kok"
balas bunda yang melihat sikap Lily agak sedikit canggung.
"iya la Rian, dan kamu bawa apa tadi? bunda lihat banyak sekali bawaanmu.. kan bunda sudah bilang, jangan dibiasakan nanti mereka jadi manja" kata bunda pada Rian.
"ga pa pa Bun.. hanya sedikit oleh oleh dan itupun Lily yang belikan dan ini untuk bunda buah tangan dari Lily juga"
balas Rian sambil tersenyum melihat ke arah Lily.
"kaaann.. lagi lagi kamu ini.. ya begini la nak Lily.. Rian kalo kesini selalu ada aja yang dibawanya.. dan makasih ya Rian.. makasih ya nak Lily tuk semuanya" ucap bunda pada Rian dan Lily.
"sama sama Bun" balas mereka serentak
"o ya Rian, kebetulan kamu kesini, tolong bantu bunda ya, seperti biasanya dan nak Lily, bunda pinjam Rian bentar ya" lanjut bunda pada Rian dan Lily
"ok Bun ga pa pa.. e ya Bun, aku boleh lihat lihat ga dan aku boleh main ga dengan mereka"
bertanya sambil menunjuk ke arah anak anak yang lagi asik bermain
"o ya boleh.. silahkan" balas bunda Dora.
Dengan senyum yang merekah dan langkah semangatnya Lily keluar ruangan meninggalkan bunda Dora dan Rian dengan kerjaan mereka menuju kerumunan anak anak.
Lily begitu senang dan sangat antusias bermain bersama anak anak tersebut. Tidak ada jedanya, Lily selalu dibuat ketawa oleh anak anak. Lily benar benar sangat bersyukur karena hari ini dia mendapatkan kesenangan baru dan keluarga baru yang dipenuhi oleh gelak tawa anak anak.
"thanks God karena Engkau telah mempertemukan aku dengan mereka dan makasih Rian karena kamu telah mengenalkan aku dengan dunia mereka" batin Lily
semoga kali ini Lily ga galau lagi ya readers. naah readers sendiri gimana nih, apa masih juga galau?
jangan ikut ikutan Lily yang galau juga readers..🤭🤭🤭
*****
hi readers yang baik hati.. semoga cerita hari ini bisa membuat readers tambah semangat ya dalam berinteraksi dengan author.. jangan lupa tinggalkan jejak ya readers.. 😍😍😍
selalu dukung author ya readers agar author tetap semangat dalam menulis..🥰🥰🥰
*semua kesalahan suami diperjelas salah sedangkan semua kesalahan istri dianggap hal biasa saja
*pelakor dilaknat tapi pebinor dipuja, semua kelakuan pebinor dibenarkan dengan alasan2 munafik dan murahan wanita
*dll
paling tidak 1 x dlm seminggu ato 2x gitu 😄😅