NovelToon NovelToon
SELAMAT PAGI KAPTEN

SELAMAT PAGI KAPTEN

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Kehidupan Tentara / Dokter Genius / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Dokter / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Lavender_fla

Cerita ini berkisah tentang perjalanan cinta sang dokter cantik dan pria tampan berpangkat kapten , jatuh cinta diantara desingan peluru dan tebalnya debu di sebuah daerah konflik antar negara .
Lebanon Indonesia adalah saksi perjalanan kisah Cinta di Selamat Pagi Kapten

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lavender_fla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gotcha

Senja pelangi setelah hujan

Membawa hati yang merindu

Ketika kau dekat dengan bayangan

Ku ingin dapat memeluk dirimu...

_______________________________________

Tatapan mata elang milik Guntur tak lepas sedetik pun dari sosok dokter cantik yang tampak tenang dan sesekali tersenyum .

Akhirnya makan malam pun selesai Komandan pasukan memerintahkan semua untuk kembali kekamar , bila ada keperluan keluar hotel tim medis bisa meminta pemgawalan dari prajurit yang berjaga.

Tak terkecuali Priandini dan Ranty pun kembali kekamar mereka .

Priandini merasa risih dengan pakaian dalamnya , dia segera masuk kekamar mandi dan betapa terkejutnya dia saat tau tamu bulanannya datang lebih cepat .

" Ran , loe ada bawa pembalut lebih ngga ?." tanya Priandini dari balik pintu kamar mandi , Ranty langsung membuka tasnya dan mengulurkan 1 pembalut ke arah Dini .

" Maaf dok , saya hanya bawa ini saja abis tadi waktu masih di Indonesia ngga kepikiran bawa banyak serep ." ucap Ranty , Dini mengangguk lalu menutup pintu kamar mandi kembali tak lama dia keluar .

"Kalau gitu saya akan menemui petugas hotel siapa tau mereka bisa bantu membelikan pembalut ." ujar Dini sembari mengenakan sepatunya dan mengambil tas kecilnya .

" saya ngga bisa nemenin ya Dok , saya ngantuk banget ." sahut Ranty bersiap bersembunyi dibalik selimutnya .

" Saking ngantuknya waktu makan pun kamu merem ." Dini terkekeh mengingat Ranty yang ngantuk berat saat mereka mendengarkan arahan komandan pasukan tadi.

Dini lalu berjalan keluar menuju lobby hotel , dia mendapati masih ada beberapa rekan medis yang sedang berbincang juga ada beberapa prajurit yang ngobrol sambil tetap berjaga .

"excuse me sir, good evening sorry, I want to ask is there a hotel preparing women's needs ." Tanya Dini pada petugas pria yang sedang mencatat laporan tamu .

"what kind of needs Miss ." sahut pria muda itu sopan .

Priandini sedikit memajukan kepalanya dan setengah berbisik berkata kepada pria muda itu ," i need sanitary pads ."

Petugas Resepsionis itu tersenyum lalu menggeleng ,"Sorry Miss, we don't provide what Miss needs for ."

" oh that's okay, if I want to buy it can you show me the place?." tanya Dini lagi , pemuda itu tampak mencari dengan matanya , lalu mengisyaratkan Dini untuk mengikutinya .

Ternyata pemuda itu berjalan kearah prajurit yang sedang berjaga , tampak pemuda itu berbicara dengan salah satu dari mereka lalu kembali dimana Priandini berdiri .

"wait a moment miss , later there will be soldiers who escort miss to the pharmacy." kata petugas penerima tamu itu sopan , setelah Priandini mengangguk pria muda itu kembali ke tempatnya bekerja , Dini duduk disofa single tak jauh dari para prajurit berjaga , lalu terdengar suara langkah kaki menggunakan sepatu PDL mendekati Dini .

" Apa yang bisa saya bantu nona ?." sapa pemilik suara sepatu itu , suaranya berat dan sedikit serak ,Dini langsung mengangkat kepala dan seketika matanya membola saat tau siapa yang berdiri didepannya .

" Kau ."

Pria itu tersenyum melihat ekspresi terkejut Dini ,dia lalu berkata dengan suara baritonnya ," ya saya Guntur atau anda bisa memanggil saya Kapten Guntur , senang bisa bertemu anda lagi dokter ." Guntur mengulurkan tangannya dan disambut baik oleh Dini .

" Anda bertugas disini juga ?." tanya Dini , Guntur mengangguk .

" Satu bulan lebih cepat dari keberangkatan anda dokter ."

Dini mengangguk , lalu berdiri dari duduknya .

" Oh ya anda kata anak buah saya anda ingin ke apotik benarkah itu dok ."

" Hmm iya , bisa kah kapten mengantar saya ?." tanya Dini pandangannya penuh harap , dan Guntur pun mengangguk .

" Tentu saja , ayo ikuti saya ." jawab Guntur sembari berjalan keluar lobby dan menuju mobil militer yang terparkir didepan lobby .

Tapi tiba-tiba seorang tentara berkebangsaan Lebanon mendekati mereka , berkata dengan lirih ke Guntur setelahnya Guntur mengangguk tentara itu pun pergi kembali ke pos jaganya .

" Maaf dokter rupanya setengah jam lagi jam malam akan dimulai , jadi kita terpaksa jalan kaki ." ucap Guntur dengan raut wajah menyesal , Dini mengangguk dan tersenyum .

" Tidak apa-apa kapten ."

Lalu keduanya berjalan meninggalkan hotel kearah yang disarankan tentara Lebanon tadi .

" Jika apotiknya jauh bagaimana kalau kita cari minimarket saja Kapten ." kata Dini ditengah langkah kakinya yang sedikit kewalahan mengimbangi langkah lebar sang Kapten .

" Jika sudah pukul 9 malam , maka semua minimarket , mall dan kafe harus tutup , kalau apotik masih diperbolehkan buka hingga pukul 10 malam dok ." jawab Guntur ," satu blok lagi kita akan sampai di apotik terdekat ."

Dini mengangguk dan kembali menyesuaikan langkah kakinya dengan langkah kaki Guntur .

Untung tadi dia pake spatu sneckers coba kalau pake higheels bisa kram dan lecet kakinya .

Coba seandainya ada pintu kemana saja milik doraemon tentu tidak serepot ini .

Akhirnya mereka tiba di sebuah apotik yang hampir tutup , melihat seorang prajurit berseragam PBB memasuki apotik , sakah satu pekerja Apotik itu segera menghampiri .

" Tolong nona ini mencari kebutuhannya ." perintah Guntur pada seorang pria petugas apotik ,

Dini lalu memberitahukan apa yang dibutuhkannya dan pria petugas apotik itu mengangguk lalu menunjukkan ke Dini rak dimana barang yang dibutuhkannya .

Setelah menemukan apa yang dicarinya Dini segera menuju kasir , saat dirinya baru selesai melakukan pembayaran terdengar sirine dari segala penjuru .

Petugas apotik itu buru - buru menutup apotiknya , sementara Guntur segera menarik tangan Dini untuk segera keluar dari apotik dan berjalan cepat melewati gang kecil .

"Itu sirine apa Kapten ?." tanya Dini disela nafasnya yang ngos ngosan karena diajak jalan cepat oleh Guntur.

" Waktunya jam malam , dan itu berarti kita harus cepat dan hati - hati jangan sampai tertangkap tentara Israel yang berpatroli ." sahut Guntur, pria itu berhenti sebentar agar Dini bisa mengatur nafasnya.

Dan mereka pun kembali berjalan cepat melewati beberapa gang yang sepi , tiba - tiba Guntur menarik tangan Dini untuk berlindung balik tembok disebuah gang kecil disebelah kanan mereka .

Guntur mendorong pelan tubuh Dini hingga menempel ditembok ,lalu saat cahaya yang sangat terang mendekat kearah mereka Guntur merapatkan tubuhnya menutupi tubuh Dini .

" Jangan berpikir macam - macam dan tetap tenang ." bisik Guntur wajahnya menatap kearah datangnya cahaya sementara kedua tangannya menempel di tembok melindungi kepala Dini .

Dini sendiri hanya mengangguk patuh keningnya bahkan menempel didada bidang Guntur , wangi aroma maskulin parfum yang Guntur pakai tercium oleh hidung Dini , tiba - tiba dada Dini berdetak lebih cepat .

Selama 3 menit mereka dalam posisi seperti itu ,Guntur segera menarik tangan Dini untuk meninggalkan tempat itu setelah dirasa kondisi aman . Setelah melewati beberapa blok akhirnya mereka tiba di hotel dengan masih bergandengan tangan , Guntur segera membawa Dini masuk kedalam lobby .

" Kita sudah sampai dilobby kap ." ucap Dini yang tanpak kelelahan setelah berlari mengikuti langkah kaki Guntur , keringat tampak terlihat dikeningnya .

" Oh ya , maaf ." sahut Guntur yang langsung melepas tangannya yang menggandeng Dini , Dini mengulurkan sebotol air mineral kearah Guntur .

" Sebagai ganti keringatmu dan ucapan terima kasih ." ucap Dini ketika dilihatnya Guntur tampak bertanya melalui matanya .

Guntur menerima botol air mineral itu dengan senyum menghiasi wajahnya .

" Maaf membawamu berlari malam-malam ."

" Tidak apa-apa , ini pengalaman yang unik buat saya , anggap saja kita lagi syuting film action ." sahut Dini dibalas dengan senyum oleh Guntur.

" Istirahatlah , besok pukul 9 setelah makan pagi kalian akan kami jemput." ucap Guntur sembari berjalan kearah lift lalu menekan tanda naik , Dini mengangguk lalu masuk ke dalam lift .

" Terima kasih sudah mengantarku dan sampai ketemu lagi besok ."ucap Dini sebelum pintu lift tertutup , Guntur hanya mengangguk dan tersenyum dengan senyum terbaiknya .

Tiba - tiba ada rasa senang sekaligus bahagia menyelimuti hati mereka , ini adalah pertemuan ketiga buat mereka dan semuanya tanpa rencana .

Apakah ini awal yang baik buat mereka ...???

1
🌸ReeN🌸
enak ya punya sepupu koplak semua gini, jadi rame
🌸ReeN🌸
salut sama king, jiwa ksatria, berani dan jujur, laki2 sejati
🌸ReeN🌸
arsy tomboy banget ya....ampun deh makanya nyambung kl bergaul sama cowok
Chan Meri
cerita kesukaanku Arsy dah baca berxx ttp suka
Mmh Alfatih
gedeg aku katanya tentara kapten tapi lelet menye nyenye dasar plin-plan kesel kesel gereget pengen Jambak aja tuh kapten
Mmh Alfatih
kucari yg berbau militer ada komedinya ...eh Nemu juga nyangkut deh disini Thor
Elis Sriyani
Kecewa
Elis Sriyani
Buruk
lindawati ditta
kayaknya king bakal jodohnya Arsy deh/Grin/
Serenarara: Ubur-ubur makan sayur lodeh
Minum sirup campur selasih
Coba baca novel berjudul Poppen deh
Dah gitu aja, terimakasih /Joyful/
total 1 replies
Evi Mulyani
Luar biasa
Nurhayati Nia
pasti pa tentara kann
Nurhayati Nia
mampir thorr
Amin Srgfoo
bagus ceritanya
Elvira koma
bagus banget ceritanya
Sri Tri
Kecewa
Sri Tri
Buruk
Irni Yusnita
bagus ceritanya 👍
UUN UNAYAH
Luar biasa
Maizuki Bintang
bgs
Lestari Setiasih
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!