Gavril Mahesa harus rela memendam cinta kepada sahabatnya sejak usia enam belas tahun.Dan selama itu pula,Gavril berjuang untuk mendapatkan cinta sahabatnya itu,dari doa doa disetiap sujudnya.
Hingga akhirnya Tuhan mengabulkan apa yang ia inginkan,didetik detik terakhir keputus asaannya.
Berkat rencana kedua orang tuanya,dan juga sang sahabat,Gavril akhirnya bisa menikahi wanita sahabatnya itu.
Namun setelah pernikahan itu lagi lagi,Gavril harus kembali berjuang dengan kekuatan doa dan cintanya kembali agar sang istri mau menerima ia sebagai suami seutuhnya.
Konflik,sakit hati pertengkaran,kecemburuan mewarnai lernikahan mereka.Sampai akhirnya kebshagiaan itu pun datang.Tuhan kembali memberikan apa yang Gavril inginkan.
Sampai akhirnya kabar menyakitkan itu datang.
Kabar yang merenggut semua asa dan harapan kebahagiaan Gavril bersama istrinya.Dan Gavril kembali harus berjuang dengan kekuatan doa dan cintanya.
Kabar apakah itu.?
Dan apakah kali ini kekuatan doa dan cinta Gavril akan kembali membuat Tuhan memberikan apa yang ia inginkan..?
Inilah CINTA DAN PERSAHABATAN
Jangan lupa untuk memberi dukungan pada karyaku ini ya..! VOTE LIKE RATE dan juga KIRIMKAN HADIAHMU sebanyak banyaknya.TERIMA KASIH readers...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemanimu
Pagi ini, dengan alasan ada meeting dan juga jadwal pekerjaan yang padat, Temmy tidak bisa mengantarkan Adena pergi keuniversitasnya dan menemani gadis cantik itu untuk membeli keperluan tugas perkuliahan.
"Tumben dianter supir...??" tanya Gavril yang baru tiba diarea parkiran universitas bersamaan dengan Adena yang juga tiba disana. "Temmy ada meeting pagi. Nanti temenin gue yuk jil...!! beli keperluan skripsi." ajak Adena
"Hayuk...!!" Jawab Gavril bersemangat "gue juga ada yang mau dibeli." Lanjutnya.
"Gue kemaren ketemu sama Sanda jil, dia makin bening tau, makin cantik.!" Beritahu Adena.
"Terus urusannya apa sama gue...??" tanya Gavril ketus
"Ya siapa tau ini bisa jadi salah satu bahan reverensi untuk elo jadiin pacar, secara dulu elo juga kan pernah deket sama dia." jawab Adena. Gavril tersenyum miring "gue deket sama dia cuma sebagai temen, disaat gue tau dia demen sama gue juga langsung gue jauhin. Elo kan tau sendiri gimana dulu gue sama dia." balas Gavril
"Ya sekarang coba elo buka itu hati buat Sanda. Lagian elo itu kenapa sih...? enggak pernah sekali pun elo pacaran. Padahal banyak yang suka sama loe.!" Adena memberi saran sekaligus pertanyaan.
"Gue enggak mau pacaran, mau nikah langsung nanti. Yang bisa bebas ngapa ngapain dan diapa apain." sahut Gavril
Adena mencebikkan bibirnya "mesum...!" ucapnya seraya merengkuh lengan kokoh Gavril dan melangkahkan kaki bersama menuju kelas masing masing.
"Pulang nongkrong yuk tong...!" ajak Gaufar
"Gue mau pergi sama nyai Dasimah kemall. Lagi puasa juga kita ini grandong, ngapain nongkrong...??" kata Gavril
"Ya udah gue mancing aja kalau gitu." jawab Gaufar
"Elo kenapa sih..? muka elo udah jelek grandong, jangan loe jelek jelekin lagi." kata Gavril
"Sialan loe...!! lagi suntuk aja gue, Katemi pake acara ngambek lagi gara gara kolong wewe nyamperin gue yang lagi makan sama dia. Pake ngomong kita kan belum putus, kok udah bawa cewek lain, nyolot banget kan...??" oceh Kesal Gaufar seraya menirukan gaya bicara wanita yang ia maksud.
"Ya tinggal jelasin aja kenapa...?? itu kolong wewe mantan loe dan otaknya infeksi udah, makanya mulutnya juga infeksi." Gigas menimpali.
"Udah gue jelasin, tapi kagak ngerti juga dia." jawab Gaufar
"Kita entar yang jelasin...!!!" sahut Gavril dan Gigas bersamaan.
Obrolan mereka pun akhirnya terhenti, saat para mahasiswa dan mahasiswi lainnya memasuki ruangan. Tak lama dosen yang sempat menjadi bahan lelucon mereka tempo hari, juga memasuki ruangan. Dengan fokusnya ketiga sahabat menyimak materi yang diberikan dosen mereka hingga jam kelas usai.
"Mau kemall mana...??" tanya Gavril kala ia dan Adena sudah berada didalam mobilnya. "Mall punya elo aja." jawab Adena. "Mall elo juga kali...??" ucap Gavril seraya mengarahkan mobilnya menuju kemall milik keluarga Wijaya. Butuh waktu empat puluh menit bagi mereka tiba dimall tersebut.
Dan layaknya sepasang kekasih, Gavril dan Adena berjalan menyusuri mall dengan jari jemari saling bertautan. Tawa dan canda pun mengiringi langkah kaki kebersamaan mereka. Dan yang selalu menjadi kebiasaan bagi Gavril, ia akan mengusap pucuk kepala Adena jika ia merasa gemas akan tingkah dan celotehan gadis cantik itu.
Setelah mendapatkan apa yang mereka butuhkan, Gavril dan Adena bersiap untuk meninggalkan mall tersebut, akan tetapi tanpa sengaja dua sosok yang Gavril kenali menyapa indra pengelihatannya. Gavril langsung menarik tangan Adena dan membawanya memasuki toko yang akhirnya justru malah membawa petaka bagi dirinya sendiri.
"Apaan sih...?" tanya Adena bingung. "Disini dulu, beli apa situ yang elo mau." Ucap Gavril tanpa menyadari kini ia berada ditoko apa. "Gue enggak butuh ini semua." Balas Adena seraya mengarahkan jarinya kepenjuru toko.
Gavril pun mengalihkan pandangannya, mengikuti arahan jari Adena, dan seketika saja ia menelan ludahnya dengan kasar, wajahnya pun langsung memerah. Beragam jenis pakaian dalam wanita dengan berbagai bentuk, kini tepat dihadapan. "Sial...!" umpatnya malu
⚘bisakah untuk selalu meninggalkan jejak dan memberikan dukungannya...?"⚘