NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Aruna

Cinta Untuk Aruna

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:386.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

JANGAN DIBACA !!!
Cerita ini tidak akan sesuai harapan kalian. Nanti menyesal.

S1 : END

Kehilangan orang tua membuat Aruna harus berjuang demi rupiah untuk biaya hidupnya dan untuk membiayai adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.

Berkat sepupunya akhirnya Aruna mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan yang cukup besar meskipun hanya sebagai Cleaning Service.

Namun siapa sangka dua pria tampan,putra dari pemilik perusahaan tempatnya bekerja itu justru menaruh hati padanya. Dan di sisi lain ada sang sekretaris yang selalu berusaha menyingkirkannya demi mendapatkan sang pujaan hatinya.

Disinilah sebuah kisah cinta segi tiga di mulai. Hingga akhirnya kisah cinta ini membuatnya terjebak di antara dua hati. Membuatnya harus memilih cinta diantara dua cinta.

S2 : END

Hadirnya kembali sosok yang telah pergi tanpa pamit meninggalkan Aruna dan telah membawa separuh hatinya itu. Menghadirkan kebimbangan. Dan menjadi duri dalam kehidupan rumah tangganya. Akankah Aruna akan kembali ke dalam pelukannya dan mengakhiri rumah tangganya?

Ikuti kisahnya ...

ig@fhatt87


Cerita ini hanyalah fiksi. Tidak lebih hanya khayalan semata. Mohon maaf bila terdapat kesamaan tokoh,karakter,latar hingga alir cerita. Karya ini murni hasil pikiran penulis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CUA Bab 7

Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Aruna kemudian pergi ke tukang service dengan ditemani Jaka. Sedangkan Shanti memutuskan pulang lebih awal karena sesuatu hal.

Syukurlah ponselnya masih bisa diperbaiki, dan lusa nanti sudah bisa diambil lagi. Aruna pun bisa bernafas lega. Setidaknya dia tidak harus mengganti ponselnya.

Dalam perjalanan pulang Aruna nampak sedang memikirkan sesuatu. Sejak tadi dia hanya diam membisu. Entah hal apalagi yang mengganggu pikirannya saat ini.

Sejak tadi Jaka memperhatikan gadis manis yang duduk disampingnya itu. Untung saja angkot yang mereka tumpangi hanya diisi oleh mereka berdua saja. Jika tidak, orang - orang pasti berpikir mereka berdua adalah sepasang kekasih.

"Ada apa lagi?" tanya Jaka menyadarkan Aruna dari lamunannya.

"Tidak ada apa - apa." Jawab Aruna sembari mengulas senyum.

"Sedang memikirkan henfon nya atau pemiliknya nih?" Goda Jaka memulai.

"Apaan sih, buat apa aku memikirkan pemiliknya yang galak begitu." Aruna jadi salah tingkah.

"Kalau begitu kamu sedang memikirkan apa? Atau kamu sedang memikirkan aku ya?" Goda Jaka lagi. Hingga membuat Aruna tersipu malu.

"Iiiiih...ge er kamu ..." Sambil memukul lembut pundak Jaka.

"Meskipun orangnya dingin seperti es, tapi tampan kan?" Goda Jaka lagi. Tetapi kini, Aruna malah cemberut.

"Apaan sih ... Aku tidak memikirkan dia. Aku hanya merenungkan nasibku saja yang selalu sial ini. Mungkin aku memang terlahir untuk bernasib sial." Terang Aruna agar Jaka berhenti menggodanya.

Aruna pun menghela napas panjang sembari mengalihkan pandangannya keluar jendela angkot.

Sementara Jaka, tak sedikitpun pria manis itu mengalihkan pandangannya dari Aruna. Dia terus memperhatikan gadis itu hingga membuatnya merasa tidak nyaman.

Aruna pun jadi salah tingkah dibuatnya. Mendadak situasinya jadi canggung. Terlebih, saat tatapan mereka tiba - tiba saling bertemu.

''Kenapa melihatku seperti itu? Ada yang salah denganku? Apa ada sesuatu di wajahku?" tanya Aruna sambil mengelap wajahnya yang sebenarnya tidak kotor itu.

Jaka pun mengulum senyum manisnya.

Deg! Deg! Deg!

Jantung Aruna mendadak berdegup kencang seperti ingin melompat keluar dari tempatnya. Kok bisa Jaka punya senyum semanis itu. Atau Aruna saja yang baru menyadari kalau Jaka sebenarnya punya tampang yang rupawan. Yang tersembunyi dibalik seragam OB yang dia kenakan.

Jaka pun mengulurkan tangannya dan mengusap lembut kepala Aruna. Hingga membuat Aruna jadi semakin deg - degan. Namun kemudian Jaka malah mengacak - acak rambut depannya hingga membuat rambutnya sedikit berantakan.

"Kamu tuh selalu saja kurang berhati - hati. Bukan sial. Hanya sedikit ceroboh."

Aruna memanyunkan bibirnya, menatap Jaka dengan muka cemberut. Jaka pun tertawa kecil menatapnya.

Entah sejak kapan mereka mulai akrab. Yang Aruna tahu dia merasa nyaman bersama Jaka. Jaka adalah pria yang hangat, perhatian, dan suka menolong.

Sudah setengah perjalanan tapi belum juga ada penumpang lain. Hanya ada mereka berdua saja dalam angkot itu. Sopir angkot itu pun tersenyum - senyum sendiri sambil memperhatikan mereka dari kaca spion.

"Mungkin ini adalah hari keberuntungan kalian. Sampai sekarang saya belum dapat penumpang lain." Kata sopir angkot itu seolah memberi isyarat bahwa Aruna dan Jaka punya kesempatan untuk berduaan didalam angkot itu.

"Maksud Bapak?" tanya Aruna penasaran.

"Kalian berdua ini pacaran kan?" sopir angkot itu to the point.

"Tidak," sahut mereka berbarengan dengan cepat.

Aruna menoleh, begitu pun Jaka. Tatapan mereka kini saling bertemu. Entah kenapa, mendadak ada getaran aneh yang diam - diam mulai mencuri tempat di hati keduanya. Getaran yang bahkan belum mereka pahami.

Sopir angkot itu pun terkekeh mendengar jawaban keduanya yang kompak.

"Anak muda jaman sekarang ... Bilangnya tidak pacaran, bilangnya cuma berteman, eh ujung - ujungnya malah nikah." Seloroh sopir angkot itu lagi.

"Hanya rekan kerja Pak. Kebetulan kita kerja di tempat yang sama," sahut Aruna membantah argumen sopir angkot itu.

"Tidak usah malu Neng. Kalian berdua itu kelihatan serasi sekali kok. Cocok." Seloroh sopir angkot itu lagi.

Untuk sesaat Aruna dan Jaka saling memandang. Namun kemudian keduanya buru - buru mengalihkan pandangannya. Keduanya pun kini terlihat gugup. Omongan sopir angkot itu membuat keduanya salah tingkah.

Sedangkan si sopir angkot itu hanya tersenyum - senyum sendiri sambil sesekali melirik mereka dari kaca spion angkotnya.

****

"Kok jam segini baru pulang Kak?" Tanya Alika saat melihat Aruna baru saja masuk ke kamarnya.

Alika sedang mengerjakan tugas sekolahnya saat itu. Dia tidak ingin mengecewakan kakaknya yang sudah bekerja keras membiayai sekolahnya. Untuk itu dia belajar dengan giat agar lulus dengan nilai terbaik.

"Tadi Kakak ada urusan sebentar." Sahut Aruna sembari menaruh tas pinggangnya di meja kecil disisi ranjang. Kemudian dia membuka lemari pakaian dan mengambil pakaian gantinya.

"Kalau kakak capek istirahat saja. Biar Alika yang jagain warung."

"Tidak usah, kamu belajar saja. Setelah itu kamu istirahat. Besok kan kamu harus ke sekolah."

Brugh!

Aruna mendudukkan dirinya di tepian ranjang. Sembari mengedarkan pandangannya. Dan sesaat pandangannya pun terhenti pada sebuah benda putih yang telah lama mendiami rak sepatunya itu.

"Sepatu itu lagi? Ya ampun kak ... Yang punya mungkin saja sudah tidak membutuhkannya. Atau mungkin waktu itu sebenarnya dia mau membuangnya," kata Alika hingga membuat kakaknya jadi sedikit kesal.

"Kamu itu tidak tau apa-apa. Kakak bahkan belum bilang terima kasih pada orang itu."

Aruna tampak sedang mengingat kembali kejadian dua tahun silam itu. Di jaman seperti sekarang ini masih ada orang baik seperti pria misterius itu. Biasanya orang seperti itu sudah langka. Kalaupun ada, pasti ada motivasi nya dan mengharapkan imbalan atas kebaikannya itu. Tapi, pria misterius itu justru jauh berbeda.

***

Sementara itu di tempat berbeda. Dicko sedang menyeruput secangkir kopi yang di buatkan Bi Surti. Sambil menikmati indahnya langit malam di tepi kolam renang di halaman belakang rumahnya.

Dari raut wajahnya kini, tampak seperti sedang memikirkan sesuatu. Sesekali tatapannya jatuh pada cangkir kopi yang ada di tangannya itu. Hingga membuat raut wajahnya pun berubah seketika.

Menikmati kopi dibawah langit malam di tepi kolam seperti ini, adalah kebiasaan Dicko dan Bram sebagai teman obrolan mereka. Mengingat hal itu membuat Dicko jadi merindukan Bram.

"Harusnya kamu ajak Om dong. Kenapa malah ngopi sendirian?" Seru Om Danu mengagetkan Dicko

Om Danu pun kemudian mengambil tempat duduk di samping Dicko.

"Dari tadi Om perhatikan sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu. Apa ada masalah di kantor? Coba cerita sama Om. Barangkali ada yang bisa Om bantu."

Dicko mengulas senyum tipis diwajahnya. Dia tahu Om Danu sangat mengkhawatirkannya.

"Tidak ada apa - apa Om. Aku cuma kepikiran Bram. Dulu hampir setiap malam kita mengobrol di tempat ini sambil ngopi." Ucap Dicko mengenang masa indahnya bersama Bram.

Dari raut wajahnya, Om Danu pun bisa menebak kalau Dicko sangat sedih atas kepergian Bram. Bahkan terkadang Dicko menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Bram itu.

"Suatu hari nanti dia pasti pulang. Om yakin, lambat laun dia pasti bisa menerima kenyataan ini. Dan menerima kamu sepenuh hatinya," hibur om Danu.

Dicko pun menundukkan wajahnya. Ada kesedihan di hatinya kini. Selain Om Danu dan Bram, dia tidak memiliki siapa - siapa lagi dalam hidupnya.

"Oh ya, tadi Om menelfon kamu. Tapi tidak pernah tersambung."

"Oh ... itu. Henfon aku lagi di service Om. Tadi tidak sengaja terjatuh," Dicko tampak gugup saat mengatakan itu.

Om Danu pun memperhatikan gelagat Dicko yang tiba tiba berubah itu.

"Kok bisa? Bagaimana ceritanya?" tanya Om Danu penasaran dengan tampang serius.

Sebenarnya Om Danu hanya berusaha menggoda Dicko. Sebab selama ini Dicko tidak pernah bercerita perihal perempuan.

Bagaimanapun Om Danu ingin melihat Dicko bahagia dan mendapatkan cinta dari seorang gadis. Namun selama ini dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Kalau seperti ini terus, Om Danu jadi merasa bersalah karena sudah membebaninya dengan tanggung jawab sebesar itu.

...*...

...*...

...*...

...-Bersambung-...

1
Ida
aku kurang suka dengan karakter aruna
Jong Nyuk Tjen
dugaan ku ternyata benar ya thor . Jaka itu ternyata s bram
Jong Nyuk Tjen
s jaka kyny s bram deh , anak kandung dr bos besar. Dicko hati2 nih bakal bucin kamu ke aruna /Grin/
Siti Yuliani
cinta yang rumit🤔
Siti Yuliani
jangan sampe jadi tunangan lh gk seru klo gk berjodoh
IG: Saya_Muchu
otw
Nayra Nabila
lihat notif aruna langsung cuzz..
Daryati Idar
aku tunggu kk
Erna Sikumbang
aku mampir
Yukity
Dukung di dini Thor...
like😍
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt yah
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
smngt up y
я𝓮𝒾𝓷A↠ͣ ⷦ ͣ𝓭𝓲𝓪𝓷✿
boomlike
Yukity
mampir disini ..👍🏼😍
Darah Biru (Bangsawan)
favorit ♥️ rate bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 saling mendukung 💕
Darah Biru (Bangsawan)
❤️
Darah Biru (Bangsawan)
mantap
Darah Biru (Bangsawan)
jejak
Niswa mandailing
next
.
Sayang endingnya mlh bukan sm bram
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!