Jeni seorang perempuan yang lemah lembut, sopan dan diberikan kelebihan memiliki paras yang sangat cantik. namun sejak dia berusia 4 tahun ayahnya pergi meninggalkan dia dan juga sang ibu untuk selama - lamanya
yang membuat ibunya harus banting tulang untuk menghidupi Jeni, sejak kecil Jeni terbiasa dengan kehidupan yang sederhana yang membuatnya selalu bersyukur dengan apa yang dia miliki
tapi kehidupannya baru saja dimulai saat dia mulai beranjak dewasa cobaan silih berganti mendatanginya, akan kah Jeni tetap kuat menghadapi cobaan demi cobaan yang datang kepadanya
apa kah Jeni akan bahagia dengan pernikahan yang sangat tidak pernah dia duga sebelumnya, walau pun dia menikah dengan sahabat masa kecilnya namun tetap saja itu berbeda sekarang mereka sudah dewasa sudah tidak sama lagi dengan masa kecil mereka
kalau penasaran dengan ceritanya, silahkan dinikmati ceritanya
mohon maaf jika ada kekurangan didalam cerita ini, karena ini adalah karya pertama say
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenika Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita 6
" iya " ujar devina kepada Elsa
devina pun mulai berjalan, di iringi oleh Elsa di belakang nya untuk menemui orang tuanya, yang sudah menunggunya
amelia yang melihat kedatangan devina, langsung bangkit dari duduk nya untuk menyambut kedatangan anaknya
" Devi sayang, sini - sini duduk dekat mamah " ujar amelia kepada devina
seperti nya ada yang direncanain sama mamah, kalau nggak kenapa sikap mamah seperti ini.
batin devina
devina pun tidak mau ambil pusing, ia menuruti apa yang dibilang oleh ibunya itu
" devi kamu mau bantuin ayah kan " ujar Tono, membuka pembicaraan
" maksud ayah bantuin apa " jawab devina, dengan apa yang dimaksud oleh ayahnya itu
" sayang perusahaan kita sudah berada di ujung tombak, tidak ada lagi yang bisa ayah lakukan untuk menolong perusahaan ayah, cuman kamu satu - satunya yang bisa membantu " ujar tono, kepada devina
" apa yang bisa Devi bantu yah, untuk menolong perusahaan ayah " ujar Devi
Devi nampak sangat khawatir dengan keadaan orang tuanya yang sudah hampir putus asa, dan ia mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya hanya dia satu - satu nya yang bisa menolong perusahaan keluarga mereka
" kamu bicara sama Rendy, untuk menyuruh Hendra supaya tidak menghancurkan perusahaan kita sayang " ujar amelia
terlihat menetes air mata di pipi mulus melinda, yang membuat devina semakin tidak tega melihat orang tuanya
" Devi tidak mau mah, ayah aku nggak mau nanti Rendy malah berfikir aku juga ikut dalam kasus korupsi itu " tolak Devi,
walau pun ia sangat tidak tega melihat kondisi orang tuanya, tapi mereka seperti itu juga karena keserakahan mereka, Devi tidak ingin kalau nanti hubungannya dengan Rendy akan renggang kalau dia ikut campur dalam urusan orang tua mereka
" Devi ayah mohon apa kamu tega melihat ayah hancur seperti ini, perusahaan yang ayah bangun dari nol akan hancur " ujar Tono
" tapi ini semua karena ke serakah kalian juga, kalau ayah sama mamah nggak serakah maka ini semua nggak akan terjadi " jawab devina
Tono dan devina yang mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya itu, mereka tidak menyangka kalau anaknya akan mengatakan seperti itu
air mata amelia semakin deras keluar, setelah ia mendengar jawaban dari anaknya hanya itu lah satu - satu nya harapan mereka, namun itu pun tidak berjalan sesuai seperti yang mereka rencanakan
" kak.. kamu kok ngomong seperti itu sama mamah sama ayah, bagaimana pun kaka juga menikmati hasil yang diperoleh dari ayah dan mamah " sambar Elsa yang tidak Terima kalau devina berbicara seperti itu kepada orang tua mereka
" kaka kira datang dari mana kenyamanan yang kaka nikmati ini semua, itu semua kaka peroleh dari kerja keras ayah dan mamah " sambung Elsa
devina yang mendengar apa yang telah dikatakan oleh Elsa, menatap ke arah ayah dan mamahnya bergantian, ia benar - benar tidak tega melihat mamahnya menangis tersedu - sedu
" baiklah aku akan coba bicara sama Rendy, tapi aku nggak bisa pastiin kalau ini bisa membantu ayah " ujar devina
Devi pun mengusap air mata mamah nya, sekarang dia benar - benar tidak ada pilihan lain, padahal dia tidak ingin ikut campur masalah orang tuanya, tapi melihat orang tuanya seperti itu membuat nya tidak tega
" tapi ayah harus janji sama Devi, kalau ini terakhir kalinya ayah melakukan hal seperti ini" pinta Devi kepada orang tuanya
################################
hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi devina karena dia harus membicarakan hal yang di pinta oleh orang tuanya
" ada apa, kamu kok nggak makan makanannya " ujar rendy
sekarang mereka sedang duduk di kantin sekolah, menikmati makan siang mereka, devina dan Rendy duduk berseberangan
" Rendy, ada yang ingin aku bicarakan " ujar Devi ia menatap lekat mata Rendy yang ada di hadapannya itu
" ada apa ngomong aja " jawab Rendy, ia pun memasukkan makanan kedalam mulutnya
" aku mohon kamu bujuk ayah kamu untuk jangan hancur in perusahaan perusahaan orang tua aku " ujar devina
Rendy yang mendengar apa yang di katakan oleh kekasihnya itu, terdiam ia meletakkan sendok nya di piring, ia menatap ke arah devina
" dev... kita kan udah janji kalau kita nggak mau ikut campur dengan masalah orang tua kita " ujar Rendy
sebelumnya mereka sudah berjanji satu sama lain kalau mereka tidak ingin ikut campur masalah orang tua mereka masing - masing, mereka tidak ingin kalau masalah orang tua mereka akan berdampak buruk bagi hubungan mereka
" Rendy aku nggak tega melihat mamah aku nangis memohon sama aku " kata devina
Rendy pun tidak tega melihat kekasihnya memohon kepadanya, dia tidak tega untuk menolak apa yang dikatakan oleh devina
" akan aku bicara kan sama papah aku " sahut Rendy kepada devina, sambil menghapus air mata yang menetes di pipi kekasih nya
devina lega mendengar jawaban dari Rendy, ia pun kembali menyantap makanan yang telah ia pesan tadi, sebelum waktu istirahat berakhir
################################
" pasti kamu sudah di pengaruhi oleh anak perempuan itu " teriak Hendra
saat ia mendengar apa yang dikatakan oleh putranya. ia benar - benar sangat marah anaknya berani ikut campur dengan urusan yang bukan urusannya
" pah Rendy mohon " jawab Rendy, memohon kepada ayah nya itu
" Rendy papah nggak mau lagi kamu, membicarakan masalah ini. sekarang yang harus kamu pikirkan adalah pelajaran kamu disekolah " jawab Hendra lagi
" kalau papah masih tetap ingin menghancurkan perusahaan satria jaya, maka Rendy akan melepaskan posisi Rendy sebagai penerus papah sebagai direktur " kata yang keluar spontan dari mulut Rendy
Hendra yang mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya, ia langsung menampar pipi Rendy, sekarang ia benar - benar di penuhi oleh amarah
Hendra tidak menyangka kalau anaknya berani mengancamnya demi keluarga devina sang kekasih
Rendy yang mendapat tamparan dari papahnya, ia langsung pergi berlari untuk meninggal kan papahnya yang dipenuhi oleh amarah
################################
setelah pemikiran panjang, Hendra pun mengambil keputusan yang sudah dia pikirkan matang - matang
dia memutuskan untuk melepaskan perusahaan satria jaya grub, demi sang putra ia tidak ingin kalau sampai kehilangan penerus dari perusahaan mereka
Rendy yang mendengar keputusan dari sang ayah sangat bahagia, tetapi Hendra membuat persyaratan dengan Rendy
dia akan melepaskan perusahaan satria jaya, kalau Rendy mau untuk kuliah keluar negri. pergi jauh dan berpisah dengan orang tuanya
dengan berat hati Rendy menyetujui persyaratan yang di berikan oleh papahnya, demi menyelamatkan perusahaan orang tua dari kekasih nya
TERIMA KASIH😇😊
JANGAN LUPA LIKE, COMEN, VOTE, DAN JANGAN LUPA TAMBAHKAN FAVORITE
LOVE YOU GUYS💜 hehe hehe
bkin rendi mmbenci devina dn kluargax.. trus nikahi jeni dn hidup bahgia
smg ppax rendy tau lngsung hacurkan prusahanx tono