NovelToon NovelToon
Asiyah Akhir Zaman

Asiyah Akhir Zaman

Status: tamat
Genre:Petualangan / Misteri / Contest / Chicklit / Tamat
Popularitas:305.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fisfira Hasan

Kisah seorang gadis shalihah bernama Asiyah, yang tengah jatuh dalam kemiskinan keluarganya. Namun Ia berusaha bangkit dan berjuang demi membantu perekonomian keluarganya.

Asiyah adalah gadis cantik yang cerdas. Dia adalah seorang perempuan yang tegar dan pekerja keras serta penuh pengorbanan.

Dalam perjalanan ini, berulang kali Ia digoda oleh pria-pria kaya beristri yang mengetahui keadaannya. Mereka berusaha mengambil celah agar dapat memanfaatkan Asiyah dalam permasalahan perekonomiannya. Namun Asiyah tetap teguh dalam pendiriannya.

Sempat Asiyah berpikir, mungkinkah Ia memang ditakdirkan untuk menjadi seorang madu?

Namun pertolongan Allah senantiasa mengiringi langkah baiknya.

Hingga pada akhirnya Asiyah menikah dengan lelaki yang buruk akhlaknya, hingga membuatnya merasa sangat tersakiti.

Kisah hidup Asiyah sangatlah rumit.

Meskipun di akhir kisah ini, Asiyah akan merasakan juga nikmatnya berumah tangga, walau dengan lelaki yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fisfira Hasan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Pertama Asiyah

Ada sedikit kekhawatiran dari dalam diri Asiyah. Karena setahunya, uang yang dipegang Umi hanya seratus juta, itupun sudah dipotong untuk membayar kontrakan dan sekolah adik-adiknya, biaya perkuliahannya yang baru dan juga biaya pengobatan Abi. Belum lagi biaya untuk kehidupan sehari-hari.

Tidak mungkin bagi Asiyah untuk membiarkan semua keadaan ini berjalan seadanya saja.

Tidak mungkin jika hanya menunggu saja, berdiam diri berlama-lama.

Asiyah harus melakukan sesuatu. Tetapi Asiyah bingung, harus dari mana memulainya. Harus bagaimana Ia. Setelah ini, terus apa lagi?

Mungkin sudah saatnya Asiyah bekerja membantu keuangan Umi. Terlalu lama rasanya jika harus menunggu lulus kuliah dulu untuk mencari pekerjaan. Tidak mungkin.

Keadaannya sudah tidak mungkin lagi untuk Asiyah berleha-leha. Lagipula banyak juga kok lulusan SMA di luar sana yang sudah bekerja. Mereka juga kuliah sembari menjalani pekerjaannya. Mereka tampak santai-santai saja menjalaninya. Kalau mereka bisa masa Asiyah tidak bisa. Asiyah harus bisa juga dong. Asiyah optimis.

Asiyah mulai mencari pekerjaan. Asiyah banyak menghubungi teman-temannya. Asiyah terus saja

berikhtiar. Mudah-mudahan secepatnya bisa bekerja. Membantu Umi. Aamiin.

Mumpung dosen belum datang. Masih ada waktu untuk beraktivitas di luar kelas. Pagi itu Asiyah iseng saja membaca-baca mading lusuh di kampusnya. Ada beberapa lowongan pekerjaan yang tertempel disana.

Awalnya Asiyah tidak begitu pasat membacanya

karena kertas-kertas yang tertempel di sana memang sudah lusuh kelihatannya.

Maa syaa Allah, alhamdulillah ternyata ada satu lowongan pekerjaan yang masih hangat-hangatnya. Masih baru. Satu pekan yang lalu. Sepertinya pas untuk dirinya yang hanya lulusan SMA ini. Karena memang Asiyah saat ini baru duduk di semester satu perkuliahannya. Belum bisalah dikatakan lulusan sarjana, masih jauh menjelang wisudanya, ijazahnya pun juga belum ada.

Sebuah perusahaan swasta. Membutuhkan staf administrasi. Perempuan. Lulusan SMA. Usia

18-25 tahun. Berpenampilan menarik.

Ini benar-benar berita gembira bagi Asiyah.

Walaupun sebenarnya belum tentu Asiyah akan langsung diterima bekerja di sana, tetapi Asiyah sudah menunjukkan antusiasmenya dalam mengejar pekerjaan ini. Asiyah mencoba memasukkan lamaran pekerjaan di sana.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Asiyah langsung berangkat. Tidak bisa ditunda lagi. Asiyah harus bergerak cepat. Demi mengantar surat lamaran yang tutup penerimaannya dua hari lagi.

Sedikit terlambat nantinya masuk kelas perkuliahan tidak apa-apalah. Yang pentingkan nanti bakalan masuk juga. Mudah-mudahan dosennya nanti tidak marah dan bisa memakluminya.

Berkas sudah siap semua. Alamat tujuan juga sudah jelas. Asiyah sudah banyak bertanya pada teman-temannya di mana alamat perusahaan itu.

Dengan membawa berkas lamaran pekerjaan yang sudah disiapkannya rapi di dalam amplop, Asiyah memulai langkah pertamanya keluar dari pintu kontrakan papannya. 

Bismillahirrahmanirrahim.

“Umiii... Asiyah pergi.. do’akan Asiyah Umii.. assalamu’alaykum..” teriak Asiyah pada Umi yang sedang di kamar mandi belakang.

Angin sejuk di pagi yang cerah mengibas-ngibaskan kerudung panjangnya selama di perjalanan. Matanya memandang sayup karena silaunya cahaya matahari yang membelai wajahnya. Anginnya mengeringkan peluhnya yang sebelumnya sempat membasahi tubuhnya. Seperti biasanya, Asiyah memang harus berjalan kaki melewati dua lorong terlebih dahulu sebelum sampai di jalan besar untuk dapat memesan ojek dan angkutan umum lainnya.

Lima belas menit perkiraan perjalanan dari rumahnya menuju kantor itu naik ojek. Asiyah belum paham betul kalau harus naik angkot, padahal jelas biaya angkot lebih murah dibandingkan ongkos ojek. Tapi tidak apa-apalah, untuk kali ini saja, buru-buru soalnya. Mendesak.

Abang ojeknya memang agak ngebut membawa motornya. Asiyah jadi harus memegang erat buntut belakang motornya. Kalau tidak Asiyah bisa jatuh. Dan sangat tidak mungkin jika harus berpelukan dengan abang ojeknya. Bukan mahramnya, hhhh..

Pakaian Asiyah pun dari tadi sudah agak kusut terkibas oleh angin di sepanjang perjalanan.

Alhamdulillah perkiraan lima belas menit tadi, benar. Asiyah sampai.

Asiyah berdiri di depan kantor yang akan dilamarnya.

Nampak terang sekali gedung putih di hadapannya. Lumayan besarlah gedungnya. Bersih. Sepertinya perusahaan yang cukup besar.

Asiyah merapikan pakaiannya yang sempat kusut.

Memakai kemeja longgar sepaha, rok polosnya yang panjang dan kerudung yang membalut kepalanya hingga dada, Asiyah tampak menawan.

Bismillahirrahmanirrahim..

Asiyah memberanikan diri untuk pertama kalinya melamar pekerjaan.

Ini adalah dunia baru baginya. Mencoba bekerja untuk memperbaiki sedikit demi sedikit keadaan di rumah, membantu Umi sedikit-sedikit lah. Mudah-mudahan surat lamarannya diterima dengan baik.

Melangkahkan kakinya. Masuk dari pintu gerbang kantor yang terbuka. Ada securitynya sedang duduk di pos jaga di dalam gerbang, sebelah kiri pintu masuk. Dengan segenap jiwa dan raga, dipertaruhkannya rasa takut dan rasa malu yang biasa hinggap pada dirinya.

Kali ini harus berani. ‘Tolong dong malu dan takut jangan datang dulu kali ini, Aku mohon,’ ucap Asiyah dalam hati.

Asiyah bertanya pada security, “Assalamu’alaykum Pak, maaf, Saya Asiyah, mau mengantarkan surat lamaran pekerjaan,” security itupun berdiri.

Keluar dari pos jaga. Melihat Asiyah. Diam sejenak. “Oh mau memasukkan surat lamaran ya, coba  Saya lihat dulu,” dibukanya amplop coklat itu. Ada map beserta berkas-berkas di dalamnya. Membaca-baca sebentar, membolak-balikkan berkas lamaran pekerjaan Asiyah.

“Ohh oke, ayo ikut Saya ke dalam,” security itu mengantarkan Asiyah. Asiyah berjalan di belakangnya. Mengikuti.

Memasuki gedung putih itu. Tepat berada di depan ruangan direktur. “Kamu tunggu di sini dulu sebentar yaa,” ucap security tadi pada Asiyah.

Security itupun masuk ke dalam ruangan Pak Tomi, direktur perusahaan. Kata Pak Security, yang akan mewawancarainya hari ini adalah direkturnya langsung.

“Iya Pak,” ucap Asiyah, mengangguk. Berdiri di depan ruangan. Menunggu.

Lima belas menit berlalu. Asiyah masih menunggu. Pak Security tadi keluar dari ruangan Pak Tomi.

“Mbak Asiyah, langsung saja masuk ke dalam, Pak Tomi sudah menunggu.” Pak Security tadi pergi meninggalkan Asiyah. Kembali ke pos jaganya di depan gedung kantor.

“Iya Pak, terima kasih,” Asiyah mengangguk lagi.

“Bismillahirrahmanirrahim,” Asiyah melangkahkan kakinya.

Mendorong pintu ruangan Pak Tomi. Pintu terbuka. Asiyah masuk. Berada di dalam ruangan itu. Tepat didepan pintu. Menutup kembali pintunya. Diam sejenak.

“Iya, Asiyah ya..? Silahkan masuk, tidak usah takut santai saja. Ayo langsung saja duduk,” Pak Tomi mempersilahkan Asiyah duduk di kursi yang berada di depan meja kerjanya. Di hadapannya. Sopan sekali. Pak Tomi ramah sekali.

“Iya Pak, terima kasih,” Asiyah berjalan pelan. Langsung duduk di tempat yang sudah dipersilahkan tadi oleh Pak Tomi.

Asiyah gugup.

Baru pertama kalinya Ia menghadapi situasi seperti ini. Sebentar lagi akan diwawancara atau akan menjalani tes kerja, pikir Asiyah.

 “Jadi kapan Kamu bisa mulai bekerja Asiyah?” tanya Pak Tomi. Menatap Asiyah. Tersenyum.

Hahh?! Asiyah terkejut. Sudah diterima? Secepat ini? Semudah ini? Kantor apa ini? Apakah ini benar? Bukan mimpi?

Asiyah sangat terkejut.

“Secepatnya Pak, kalau Saya diterima bekerja di sini, in syaa Allah pekan depan Saya sudah bisa bekerja, Saya harus mengatur jadwal kuliah Saya dulu Pak,” jawab Asiyah.

Sedikit gugup. Masih tidak percaya sebenarnya.

Aneh. Menurut Asiyah ini benar-benar aneh.

Seharusnya akan ada wawancara dulu sebelum

menerimanya sebagai staf. Tetapi kenapa malah langsung diterima bekerja? Hhhhhh.. Tapi ya sudahlah. Alhamdulillah. Mungkin memang sudah rezekinya untuk bekerja di sini.

Asiyah husnudzon saja.

1
Dehan
iya lah manusiawi banget itu, sedih capek..

sudah aju dukung ya thor, semoga novelnya makin up makin up makin up..
mampir lagi yuk thor ke novelku 😁
Dehan
asiyah emang bidadari sih ya, gak salah kalau pada rebutan asiyah
Dehan
jiahaha ada yg lihat bidadari gak? 🤣🤣

penjahit cantik mampir lagi thor..
Dewi Payang
semoga pak Bardun bener2 sadar.
Dewi Payang
Modus tuh Asiyah
Dewi Payang
Kebalik ya....😁 harusnya laki2 yg membimbing😁
Dewi Payang
iiih si pak Bardun....
Dewi Payang
Aku jg suka Film Religi😊
Vinoya Chan
bacanya nyicil ya kak 🙏
Vinoya Chan
aku mampir kak semangat ya 💪😊
Dehan
aduhhh hati-hati asiyah
Dehan
semangat asiyah..
dapat dukungan dari Tari nih si penjahit cantik
Dehan
penjahit cantik hadir with like
Dehan
mampir lanjut baca
Heila
maaf baru lanjut membaca kak
Maminya Nathania Bortum
ceritanya menarik
Maminya Nathania Bortum
hadir say
Maminya Nathania Bortum
karyanya lumayan bagus, alur ceritanya menarik
linda sagita
salam kenal Dr " AMALIA ISKANDAR" jika berkenan kembali mampir ya AISYAH.
💞Amie🍂🍃
udah aku kasih bunga ya kak, Jangan bosan mampir lagi di karyaku. aku nyicil dulu bacanya, nexk time otw sini lagi...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!