NovelToon NovelToon
GADIS BAHU LAWEYAN

GADIS BAHU LAWEYAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Kutukan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Jangan lupa baca novel Sihir Tafriq dan Misteri Desa Getih, biar gak bingung.

Kasih adalah seorang gadis cantik dan juga baik hati. namun di balik kecantikannya, ia memikul sebuah kutukan. dimana siapapun yang menikahinya, maka tidak akan pernah selamat.

Semua pria akan mati sebelum dapat merasakan malam pertama mereka...

Siapakah Kasih... dan kutukan apa.yang sedang di pikulnya.

ikuti kisah selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tumbal Pertama

Perawat mencoba memegangi tubuhnya. Tetapi rasa sakit sudah tidak tertahankan.

BUK!

Dimas akhirnya terjatuh dari atas ranjang. Kejang selama tiga kali. Kemudian tubuhnya diam dan tak bergerak.

Suasana mendadak hening. Wajah para medis terlihat pucat dan takut. Ini kasus yang sangat langka.

Mereka ingin mengangkat tubuh Dimas ke atas ranjang. Tetapi seperti ada sesuatu yang bergerak di dalam perutnya. Kemudian turun ke arah rudalnya yang mulai melemah.

Tak!

Lampu mendadak mati. Ruangan menjadi gelap. Suasana kembali mencekam.

Tanpa mereka sadari, sesosok bayangan Kalajengking keluar dari liang rudal milik Dimas. Kemudian merayap pergi, dan menuju ke ke kasih yang masih duduk di kursi tunggu.

Sosok itu langsung masuk dan bersemayam di dalam rahim Kasih.

"Terimaksih, anakku... Tumbal pertama sudah kau dapatkan. Sisa enam lagi," suara itu berbisik di telinganya dengan cukup jelas.

"Ha!" Kasih tersentak kaget. Ia menepuk telinganya. Berharap jika itu hanya sebuah halusinasi saja.

Saat bersamaan, pintu IGD terbuka. Dokter keluar dengan wajah lemas. "Maaf, Bu. Kami tidak dapat menyelamatkan nyawa pasien." ucap pria berjs putih tersebut.

Kasih merasakan napasnya yang tersengal dan juga berat.

Kasih menutup mulutnya. Lututnya terasa lemas. Kemudian bersandar ke dinding.

Tak berselang lama, jasad Dimas di bawa keluar menuju kamar mayat. Melihat cairan pekat hitam yang mengalir dari luka gigitan makhluk yang belum jelas apa.

"Ya Allah... Ya Allah... apa ini..." gumam Kasih dengan rasa takut. Sedangkan jasad Dimas di bawa ke kamar mayat.

Saat bersamaan, terlihat dua orang Satpam datang dengan dua orang Polisi. Mereka langsung menghampiri Kasih.

"Maaf, Mbak. Kami mendapatkan laporan kalau Pak Dimas mengalami sakit parah setelah bersama dengan saudari,"

Kasih tercengang. Ia menatap ke arah dua Satpam yang bekerja di rumah Dimas.

"Saya tidak terlibat, Pak. Saya korban penculikan," ucap Kasih membela diri.

"Anda hanya beralibi. Harap ikut kami ke kantor Polisi, sebab dua orang Bapak Satpam ini yang melapor, kalau Pak Dimas meninggal setelah sekamar dengan saudari.

Kasih menatap ke arah dua Satpam tersebut. Ia merasa jika dirinya sangat bernasib sial. Dan terus tertimpa masalah.

Kasih terpaksa menurut di borgol dan di bawa ke kantor Polisi.

Setibanya di kantor Polisi, ia di bawa ke ruang interogasi dan di hardik oleh salah satu petugas.

"Kamu siapanya Dimas?" tanya Polisi tersebut.

"Saya Kasih, Pak. Saya di culik sama Dimas, Pak," Kasih sesenggukkan. Ia bahkan tak ingin mengakui pernikahannya, sebab tidak tercatat dalam pemerintahan.

"Kamu jangan mencoba membohongi polisi!" sahut salah satu penyidik.

"Benar, Pak. Saya tidak berbohong," Kasih mencoba membela diri.

Saat bersamaan, seorang Polisi datang dengan membawa berkas hasil pemeriksaan dokter untuk sementara, sembari menunggu hingga hasil autopsi yang akan kelar dalam waktu seminggu.

Penyidik memeriksa hasil pemeriksaan, Hasilnya gagal jangung akut. Ada di temukan bekas gigitan taring tajam di dada Dimas, dan dugaan sementara karena di gigit oleh binatang berbisa.

Polisi itu menghela nafasnya. Dan saat ia ingin mengajukan pertanyaan lainnya, tiba-tiba saja Bu Yati dan Pak Muslim, serta Pak RT dan yang menjadi saksi atas kejahatan Dimas selama ini.

"Tolong lepaskan Kasih, Pak. Kami punya bukti rekaman CCTV dan juga surat perjanjian yang sudah di tandatangani oleh Dimas sehari yang lalu." Pak Muslim memperlihatkan bukti-bukti yang mereka miliki.

Polisi mendengarkan semua pernyataan saksi, dan juga memeriksa barang bukti.

"Hasil sementara, tidak ada bukti Mbak Kasih melakukan kekerasan. Status sebagai saksi korban penculikan dan percobaan pemerkosaan. Dan kami membolehkan untuk pulang." ucap Penyidik.

Kasih dan yang lainnya mengucapkan rasa syukur, dan Bu Yati mendekap kasih dengan erat.

Ternyata Bu Yati melaporkan perbuatan Dimas kepada Pak RT dan juga Pak Muslim tentang penculikan Kasih.

"Kasih, syukurlah kamu selamat... Ibu kira bakal kehilangan kamu..."

Kasih menangis. Kencang. Untuk pertama kalinya ia merasa jika Bu Yati menganggapnya ada, bukan sekedar sebagai pekerja, tetapi sebuah keluarga.

"Terimakasih, Bu... Pak..." ucap Kasih dengan nafas yang lega.

Bu Yati dan Pak Muslim, serta Pak RT mengangguk pelan.

"Ayo, kita pulang." ajak Pak RT, dan mereka membawa Kasih pulang ke rumah Bu Yati.

***

Kasih tiba di rumah Bu Yati. "Kamu tidur di kamar belakang saja. Jangan di gudang. Ibu masih trauma sama kejadian ini," ucap wanita paruh baya tersebut.

Kasih menganggukkan kepalanya. Dan ia tampak sangat lelah.

"Kamu istirahat, ibu mau ke pasar, belanja buat dagang besok," pesan Bu Yati, dan langsung pergi meninggalkan Kasih. Sebab hari sudah semakin sore. Dan ia harus cepat.

Setelah kepergian Bu Yati, Kasih memasuki kama belakang. Tampaknya kamar itu milik anak lelaki Bu Yati yang sedang berkuliah di luar kota.

Ia berbaring di tepian ranjang. Pandangannya menatap langit-langit kamar.

Wuuuuiit!

Tiba-tiba saja, ia.melihat ke arah kaca jendela kamar yang mendadak berembun sendiri.

Dari embun itu sendiri, tiba-tiba muncul sebuah tulisan satu dari tujuh. Dan tulisan itu langsung menghilang.

Di kejauhan, dari balik pohon mahoni, terlihat bayangan hitam seorang pria tua berjubah hitam yang sedang berdiri dengan janggutnya yang memutih, sedang menatapnya dari balik jendela kaca.

Senyumnya tampak lebar. Giginya ompong, dengan gusi yang menghitam.

"Bagus anakku... Tinggal enam lagi... Ketika semuanya terpenuhi, maka aku akan bangkit kembali, ada dendam yang belum terbayar," bisiknya dengan pelan.

Suaranya terbawa angin, dan terdengar di telinga Kasih dengan samar.

"Hah!" Kasih tersentak. Ia menutup telinganya, dan berharap jika itu hanya ilusi belaka.

Sementara itu, stasiun televisi menyiarkan siaran langsung tentang kasus kematian Dimas yang merupakan seorang pengusaha muda, berusia 29 tahun, tewas mengenaskan. Dugaan sementara di sengat binatang berbisa.

Sedangkan, Hendra yang melihat berita tersebut langsung garuk kepala.

"Sialan! Belum bayar mahar sudah mati aja. Rugi aku jadinya," umpatnya dengan kesal.

Tetapi Hendra tersenyum sumringah. "Heeemmm... Sepertinya aku punya ide, bagaimana bisa merasakan tubuh Kasih. Apalagi dia sudah tidak di rumah ini lagi. Aku akan semakin gampang mengendalikannya, tanpa ketahuan Santi," ia tersenyum lebar.

Ditempat lain, seorang pemuda tampan bernama Farhan sedang mengurus sebuah proyek pembangunan yang merupakan warisan keluarganya.

"Bagaimana untuk SPO pekerjaan jembatan di untuk penyeberangan di Desa Kali Jati? Apakah sudah keluar dari dari Pemda?" tanya seorang pria berusia empat puluh lima tahun. Ia masih tampak gagah dan garis ketampanannya tak juga memudar.

"Masih menunggu, Pa. Hanya beberapa minggu lagi. Ini tolong tandatangan Papa disiniuntuk BA-nya, agar pekerjaan irigasi di kota Anggrek bisa segera di cairkan."

Pemuda itu menunjuk kolom untuk tandatangan yng di bubuhkan.

"Sayang... Ini minum susu almondnya. Biar kamu tetap vit saat lembur. Seorang wanita cantik datang membawa segelas susu almond hangat di atas nampan.

"Makasih, Ma.." ucap Farhan. Sembari tersenyum.

"Ayo, Sayang... Ada yang ingin aku bicarakan denganmu berdua saja," pria tampan paruh baya itu menggaet pinggang ramping sang istri, dan membawanya keluar dari kamar putera mereka.

Farhan menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ia melihat kedua orangtuanya setiap hari seperti orang yang sedang berpacaran. Tetapi satu hal yang membuatnya masih bertanya, wajah ibunya seperti tak pernah menua.

1
FiaNasa
sun...enak kan Ken getok helm kerja😀🤣🤣
FiaNasa
ayo cepat cegah Farhan,,jgn sampai ada korban lagi
FiaNasa
Farhan benar Lo kasih..klau kau mati ditempat proyeknya dia maka yg ada proyeknya terhambat n uangnya gak cair...kamu cari tempat lain yg strategis gitu buat bundir🤣🤣
FiaNasa: nah ..disitu bisa karna bukan wilayah proyek farhan🤣🤣🤣tingkah Farhan absurd nurin siapa sih thor😀😀jgn² ketularan Ara demit ini🤣🤣
total 2 replies
FiaNasa
siapa yg membebaskan Mbah jati ini,,dia kan dikurung dalam peti bersama dg sekutunya,siapa yg buka segelnya itu ya
Hary Nengsih
jangn ada tumbal lg si kasih suruh pake masker biar gak keliatan muka nya
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: di karungi😂
total 1 replies
V3
mandor Karjo awet jg yaaa 🤣
dr ikut Rayyan dan skrg ikut sama Farhan ( anak nya )
Desyi Alawiyah: Dan tidak sombong.. 😁
total 2 replies
Desyi Alawiyah
Iya Kak, nggak papa.. Aku tetap nungguin kok /Chuckle/
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Wah, kayaknya Farhan tertular absurdnya para demit deh.. 🤭
V3
hadeeeeww .... td nya baca mo serius mlh JD ngakak Krn ulah para The Myth's gak 🤣🤣
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👻👻👻👻👻👻
total 1 replies
FiaNasa
udah dua korban masa kasih gak curiga dg dirinya sih
neni nuraeni
semoga aja Farhan suka dan mau menikah dgn kasih agar kutukan itu cepat hilang,, jgn sampai deh kak ada korban lagi ksian ksih
Tini Nurhenti
gercep 👍💪💪
Tini Nurhenti
🤣🤣🤣🤣👍💪💪 the mithe pdo somplak kbe koyok othore eo mak Sit 😁😁🤭
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: 👻👻👻👻👻
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Semoga berhasil yah.. Kasihan kan para pekerja di proyek yang akan dijadikan tumbal.. 😌
Desyi Alawiyah
Penasaran, tadi si pocong lempar senter ke arah kalajengking pake apa coba? Kan kaki dan tangannya diiket.. 😁
Desyi Alawiyah: Waduh... 🤭😜
total 2 replies
Siti Yatmi
wah....farhan akan ketemu kasih...hemmm....gpp han..kasih cantik ko
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨: heeemmmm😍😍😍😍
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Oh gitu.. Jadi kutukannya berakhir jika Kasih menikah sama Farhan... Gitu yah? 😌
Desyi Alawiyah
Kenapa harus Farhan sih.. Apa karena Farhan anaknya Rayyan dan Nawang Wulan? 🤔🧐
Desyi Alawiyah
Ya allah... Kemarin kepleset, sekarang kesandung... Ada-ada aja ulah si Pocong ini 🤭
Desyi Alawiyah
Hardi gimana sih, anaknya meninggal kok malah nggak peduli.. 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!