NovelToon NovelToon
PENGGANTI

PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Angst / Pengganti
Popularitas:441
Nilai: 5
Nama Author: nona yeppo

Yura, gadis kesepian yang tiba-tiba harus pulang ke desa tempat nenek nya tinggal selama ini. Sang ibu yang akan menikah lagi menjadi salah satu alasan untuk kepindahannya.


Ia tidak banyak bicara, hanya menurut dan mengemasi barang-barang yang akan ia bawa.


Namun siapa sangka, kepindahannya ke desa membuatnya memiliki kehidupan baru yang lebih berwarna. Ia bahkan bertemu dengan gadis yang memiliki nama yang persis sama dengan namanya.


Lantas, akankah Yura berhasil menemukan kebahagiaan walaupun harus hidup berdampingan dengan gadis yang seolah memiliki ikatan dengannya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona yeppo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyakit Langka

Malam berlalu, pagi di hari senin menyapa. Bagi sebagian orang, hari senin adalah hari yang paling menyebalkan.

Bagi Yura sendiri, semua hari itu sama. Sama-sama membosankan dan tidak bergairah, meskipun dirinya sedang diliputi kabar baik. Komunikasi nya dengan Steven sudah mulai sering terjadi. Namun ia tetap tidak bisa jujur soal keberadaan nya.

Bukan tanpa alasan, Yura merasa kejujurannya tidak berarti apa-apa. Semua nya akan tetap berjalan seperti biasa, Steven diluar negeri dan dirinya harus melanjutkan hidup didesa.

Apalagi jika diingat lagi kebelakang, perkataan Ibunda Steven padanya sangatlah menyakitkan, itu lah membuatnya mundur dengan tenang.

"Keluarga kami sangat terpandang, saya tidak ingin dipermalukan oleh rekan bisnis kami karena putra ku satu-satunya lebih memilih gadis yang tidak jelas asal-usulnya. "

Sangat menusuk ulu hati. Memang tidak berdarah, tapi luka nya tidak sembuh-sembuh.

Yura yang sibuk dengan pikiranya sendiri sampai tidak sadar jika Liam sedari tadi sudah menunggunya.

Ia selalu memasang senyum tampannya, berharap sang pujaan hati merasa tersanjung. Namun Liam salah, yang ia hadapi adalah Yura si gadis dingin dan tak punya perasaan.

"Ra, kali ini aku serius deh. Aku akan berhenti mengganggu, asalkan kau mau kita berteman. "

Liam memberi tawaran, karena mungkin ia telah menyadari sikap nya yang terlalu kekanak-kanakan.

Namun didalam hatinya, ia hanya ingin terlihat ceria terlepas dari kesedihan-kesedihan yang selalu mengintainya. Keceriaan nya hanya lah tameng, setelah akhir-akhir ini ia melihat warna di dalam diri Yura.

Yura yang melihat kejujuran dimata Liam hanya mengangguk. "Hanya berteman" tegas nya lagi.

Kedua nya kini berjalan bersama tanpa ada permusuhan lagi. Walau sangat sulit untuk melihat senyum diwajah cantik Yura, bagi Liam sendiri itu tak jadi masalah. Lama-lama juga pasti akan terjadi juga.

Saat didalam bis pun, kedua nya pun tak lagi Kejar-kejaran seperti biasa. Yura sudah tenang, tidak seperti seseorang yang terkena alergi lagi.

"Ra, aku boleh bertanya? "

Yura tahu jika Liam tidak mungkin bisa berubah seratus delapan puluh derajat. Ia yang sudah terlanjur menerima pertemanan dari Liam hanya bisa berharap semoga dirinya mampu bersabar dan tidak kelepasan bicara.

"Mm, tanyakan saja.. " jawabnya.

"Mmmm gak jadi deh."

" Tapi aku sangat penasaran, pria mana yang menyakitimu sampai membuatmu jadi sedingin itu... "

Yura yang mendengar pembicaraan gila nya Liam langsung memasang wajah syok nya.

"Emang salah aku berbaikan dengan manusia sinting kayak kamu.. " ucap Yura dengan entengnya.

"Lalu apa? " Masih dengan rasa tidak tahu malunya Liam tetap melanjutkan rasa penasaran nya.

Sedangkan Yura hanya mampu membuka mulutnya lebar-lebar tapi tak ada satupun kata yang keluar.

"Kalau begitu, alasan mu pindah aja deh.. "

"LIAMMM !!"

"Bisa diam tidak,,? "

Rasanya semua mata tertuju pada Yura karena suara teriakannya yang tak biasa itu. Namun ia sungguh tak mampu menahan diri jika sudah dihadapkan dengan mulut Liam yang tidak punya rem itu.

"kenapa sih kamu menyebalkan sekali? "

Selanjutnya, hingga bus berhenti didepan gerbang sekolah pun Yura memilih untuk diam seribu bahasa.

Liam hanya bisa diam juga serta mengikuti nya dari belakang, hingga sebuah suara memanggil namanya.

"Liam,,, "

Seorang siswi lain keluar dari sebuah mobil. Yura yang melihat nya sekilas langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk segera kabur.

"Bukankah dia gadis yang kau cerita kan itu,,? " gadis itu bertanya yang dibalas anggukan oleh Liam.

"Dia cantik sekali, pantas kau sangat tergila-gila.. " ujar nya lagi.

"Tapi dia sangat sulit untuk didekati ra. " keluh Liam.

Yap, gadis itu adalah Yura teman satu kelas nya Liam. Teman yang selalu ingin ia cerita kan pada Yura gadis pujaan nya, namun selalu gagal karena gadis itu sudah mengamuk terlebih dahulu sebelum ia memulainya.

"Menurutmu apa yang harus aku lakukan,, ?" Ia lanjut bertanya.

"Jangan lakukan apapun yang ia benci.. " Jawab Yura.

"Gak paham ra.. "

Akhirnya Liam terdiam, bukan karena sedang badmood. Melainkan berpikir keras, hal apa yang paling Yura si rambut pendek benci.

"Tapi dunia ini kok sempit sekali ya, kebetulan sekali kami punya nama yang sama,, " Yura tertawa kecil.

"Ia kamu benar... " jawab Liam.

"Tapi tetap saja kalian beda, rambut nya pendek sedangkan rambutmu panjang.. " tambah nya lagi.

"Ia ia, aku tahu dia yang paling cantik. Aku ikhlas deh,, " canda Yura.

Disekolah ini, Yura si rambut panjang sangat terkenal akan kecantikannya. Namun karena sakit yang di deritanya, membuat dirinya tidak berbaur dengan siapapun kecuali Liam seorang.

Banyak para siswa yang menganggap jika dirinya sombong karena dirinya adalah putri pemilik pimpinan yayasan.

Padahal ia hanyalah seorang pejuang terminal, penyakit yang sangat langka dan jarang didengar oleh orang awam.

Wajahnya yang cantik serta tubuhnya yang proporsional, berhasil menipu siapa saja yang melihatnya.

Tidak akan ada yang sadar jika dirinya hanya memiliki waktu yang sangat sebentar untuk menjalani hidup didunia ini. Karena orang tua nya meminta dokter dan para guru untuk merahasiakan penyakitnya.

Kedekatan dirinya dengan Liam seorang membuat seluruh penjuru sekolah menganggap bahwa keduanya adalah sepasang kekasih.

Awal mula pertemuan keduanya terjadi saat Liam menemani kakak laki-laki nya menjalani kemoterapi untuk penyakit kanker darah yang ia derita.

Namun sayang, Leandro sang kakak laki-laki Liam itu tidak dapat diselamatkan. Ia memilih menyerah karena salah satu pengobatan yang paling ampuh adalah transplantasi sumsum tulang belakang.

Seharusnya itu bisa didapatkan dari adik kandung pasien. Namun sangat disayangkan, Leandro tidak memiliki adik kandung.

Liam sendiri hanyalah anak angkat yang sengaja diadopsi untuk menemani Leandro.

"Aku yang sakit, kenapa kamu yang murung? " tanya Yura pada Liam yang sedari tadi hanya terdiam.

"Bukan apa-apa, aku hanya memikirkan Yura. " ucapnya berbohong.

Liam memilih pura-pura fokus mendengar kan pelajaran, tapi otak nya sibuk berperang. Siapa yang masih bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, padahal didepan mata, seseorang selalu menghitung sisa-sisa waktu yang ia punya.

Liam sudah pernah merasakan kehilangan, ia masih tidak ingin merasakan hal itu untuk kedua kalinya.

"Tolong jaga Yura untukku,, "

Terlintas permintaan sang kakak yang memintanya untuk menjaga gadis yang menemani hari-harinya selama dirumah sakit.

Liam tahu, jika kedua pejuang kanker itu saling menyukai. Perasaan kedua nya muncul seiring berjalannya waktu. Selayaknya insan yang saling menguatkan walaupun tahu kenyataan tetap tak bisa dirubah.

"Ops, ini bukan tulisanku.. " Ucap Yura saat membuka buku tugas matematika nya yang terletak dilaci mejanya.

Perkataan nya itu berhasil mencuri perhatian Liam.

"Mana mungkin nilaiku sempurna begini, " Ia masih tersenyum dengan riang nya. Jauh dilubuk hatinya_seandainya bisa, ia sangat menginginkan nilai sempurna itu selayaknya siswa biasa.

"Nanti deh dibalikin pas istirahat.. " Yura bicara sendiri, sedang Liam membuka lembaran buku itu satu persatu. Barangkali ada petunjuk, bagaimana cara melunakkan hati Yura si rambut pendek.

"Udah, ingat saja apa yang kubilang tadi pagi. Jangan lakukan apa yang di benci nya.. " lanjut Yura.

.

.

.

.

Bersambung...

1
anggita
like👍iklan☝., Liam, Yura.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!